Terpaksa Menikahi Pria Dingin

Terpaksa Menikahi Pria Dingin
bab 56


__ADS_3

aku sudah maaf kan kesalahan mas namun izin kan untuk menjadi istri mas , dan aku Uda memberi kan restu terhadap mas jika mas mau menikahi Pina , aku iklas mas asal kan mas tidak akan melupakan aku , Kenzo ,Kenzo , dan juga Kezia aku sangat lah menyanyangi mereka mas dan aku minta sama mas marilah kita buka kembali lembaran baru dan kita lupa kan masalah yang pernah kita hadapi masing masing karena Mila ingin mempertahan kan rumah tangga ini demi anak anak kita walau pun Mila jujur mila belum bisa mencintai mas " ucap Mila sambil menyusui putri kecil nya itu .


" iya , sekarang di antara kita anggap saja tidak ada permasalahan dan fokus untuk mendidik dan membesar kan anak anak kita yang akan menjadi pewaris perusahaan Sanjaya grub " ucap Aldo mencium puncak kepala sang istri dengan lembut .


***


***


***


sementara di rumah keluarga Sanjaya sudah sibuk dengan kesibukan masing masing untuk menyambut kepulangan Mila dari rumah sakit dan menyambut anggota baru Keluarga besan Sanjaya grub .


cucu cucu Sanjaya grub akan hadir bergambung bersama dengan para petuah petuah Sanjaya grub .


karena hari ini Mila akan pulang kerumah keluarga besar Sanjaya grub dan perubahan sikap Aldo yang mulai membaik karena kehadiran anak anak nya dan menjadi sosok seorang ayah yang bertanggung jawab untuk menafapkahi keluarga kecil nya dan berusaha untuk membuka hati terhadap sang istri .


" Mila , ayo kamu siap kan " ucap Aldo yang masih sibuk menggendong putri bungsu nya itu .


" sudah mas tinggal mengganti popok si Kenzo " ucap Mila


mereka langsung keluar dari rumah sakit bersama dengan Kenzi , Kenzo , Kezia dan ke dua sahabat nya itu ,


Kenzo di gendong oleh Nadira , dan Kenzi di gendong oleh intan , Kezia di gendong oleh Aldo sedang kan Pingkan di gendong oleh Mila .


oek ... oek .. oek ..


baby Pingkan terus saja menangis saat di gendong oleh Mila walau pun sudah di beri nya Susu tetap saja baby Pingkan menangis dengan tak henti henti nya .di


" kenapa sayang , kan Uda sama Tante , cup ... cup ... jangan nangis lagi ya kakak Pingkan yang cantik di sini ada Tante , ada Tante intan ,Tante Nadira dan ada ayah jangan menangis lagi ya cup cup " ucap Mila sambil mencoba untuk menenang kan kepona kan nya itu .


" pak tolong nanti berhenti sebentar ya pak ke supermarket terdekat ada yang ingin saya beli " ucap Aldo


" Mila coba sini mas yang Gendong baby Pingkan mana tau sama mas dia diam " ucap Aldo yang mengambil ahli gendongan Pingkan dari sang istri dan alhasil baby Pingkan pun terdiam setelah di gendong oleh Aldo .


" kangen sama ayah ya nak , sudah ya jangan menangis lagi ini kan uda sama ayah " ucap Aldo sambil mencium putri nya dengan lembut .

__ADS_1


" nah begitu dong sayang , kan cantik putri ayah ini " ucap Aldo.


" mungkin dia kangen kali Sama ibu nya mas , apa mas sudah ada kabar tentang di mana keberadaan Pina saat ini , soal nya aku merasa tidak tenang mas apa lagi dia sekarang kan baru saja siap melahir kan seperti ku ." ucap Mila bertanya kepada Aldo tentang di mana keberadaan sepupu nya itu


" belum ada kabar , semua anggota sudah mas kerah kan untuk mencari nya namun sampai sekarang belum juga ada kabar nya , tetapi mas pun tidak akan putus asa dan berusaha untuk mencari pika kemana pun ia berada " ucap Aldo yang berusaha meyakin kan mila .


padahal ia memang sudah tau di mana Pina berada namun ia tidak ingin memberi tau kan kepada keluarga nya soal keberadaan Pina karena ia tidak ingin kalau harus mempunyai dua orang istri ia hanya ingin membalas kebaikan sang istri terhadap nya dan sudah berjanji bahwa Aldo akan merawat anak anak nya dan mencoba untuk membuka hati nya dan menganggap nya sebagai layak nya seorang istri nya.


" begitu ya mas , yaudadeh yang terpenting mas berusaha untuk menemu kan nya ya mas " ucap Mila pada Aldo .


" ya nanti mas usahan kan yang terpenting kamu jangan terlalu banyak pikiran ya " ucap Aldo mengelus kepala Mila dengan lembut .


tanpa terasa mereka ternyata sudah sampai di kediaman keluarga besar Sanjaya grub .


" maaf tuan , nyonya kita sudah sampai , dan nyonya besar dan tuan besar dan seluruh keluarga sudah menunggu kedatangan nona muda dan tuan muda untuk bergabung di keluarga besar Sanjaya grub " ucap sopir itu dengan sopan terhadap atasan nya itu .


" ya pak makasih ya pak " ucap Mila turun sambil mengendong sang buah hati


ketika sudah turun dari mobil Mila dan anak anak nya di sambut meriah oleh seluruh anggota keluarga Sanjaya dan keluarga Rahardian .


" selamat datang cucu cucu Oma dan opa yang ganteng dan cantik ini " ucap mama risa mengambil ahli gendongan cucu nya itu .


" gemes nya cucu opa ini , uluh uluh gemoy sekali ni " ucap ayah Kevin sambil mencium pipi baby Kenzo dan baby Kenzo pun tertawa dengan lepas .


" ihhh , cucu opa ini ternyata nakal banget ya " ucap papa Rudi sambil menghujani ciuman kepada baby Kenzi .


" hahaha , Air apa tuh di , ngompol kau ya hehe " ucap Kevin yang menertawa kan besan nya itu karena baby Kenzi pipis di baju nya Rudi .


" sini ,pa biar Mila gantiiin dulu , uluh uluh Kenzi opa nya kok di pipisin sih liat tuh jadi basah kan " ucap Mila yang mengambil alih gendongan baby Kenzi .


" tidak apa apa nak , cuma basah sedikit nya , lagian kan sih Kenzi tidak tau , mungkin ia ingin berkenalan dengan opa nya ,dan kau Vin jangan meledek aku begitu donk , liat aja pasti nanti si Kenzo pipisin kamu juga karena mereka itu kembar , biasa nya kalau kembar tuh yang satu pipis yang lain pasti ikut pipis " ucap Rudi yang mulai kesal karena di ledekin besan nya itu namun ia juga bahagia karena ia bisa mengendong cucu nya sebelum ia pergi untuk selama lama nya .


mereka pun langsung lanjut buat makan bersama dan bersuka ria bersama serta membahas pembangunan rumah mereka yang ingin di besar kan untuk ke empat cucu kesayangan keluarga Sanjaya .


" om , hmmm kak Bagas di mana ya om , kok dari gak ada keliatan " ucap Nadira yang mulai memberani kan diri untuk bertanya tentang keberadaan Bagas .

__ADS_1


" masih di kantor nak , mungkin bentar lagi pulang karena ia ingin melihat keponakan keponakan nya yang lucu lucu ini " ucap papa Rudi menjelas kan .


" cie ,cie , ada yang tanya tanya tentang babang Bagas ni , ngomong ngomong ada apa gerangan apa kah ada yang ingin melepas masa jomlo nya " ucap Reza secara tiba tiba menghampiri Nadira dan menepuk pundak Nadira .


Nadira yang cukup kaget dengan keadaan Reza di sana sampai sampai ia jadi salah tingkah dan malu malu dan yang menyebab kan seluruh anggota keluarga yang ada di ruang tamu tertawa melihat tingkah laku Nadira itu .


" sejak ka pan kak Reza ada di sini " ucap Nadira dengan gugup dan malu malu .


" dari tadi donk " ucap Reza yang mulai usil terhadap adik angkat nya itu.


" tapi tadi itu bukan apa apa kok kak , mungkin kakak aja yang salah dengar " ucap Nadira dengan gugup nya sampai pipi nya memerah sangking malu nya ia dengan perkataan nya


" aduh gawat ini habis deh aku di ledekin sama mereka , kak Reza ini pun bikin kesal aja lah , tapi masih untuk deh kak Bagas tidak mendengar nya , kalau sampai kak Bagas mendengar nya bisa pingsan aku mungkin sangking malu nya aku , aku pun entah kenapa nih tiba tiba bisa banyak tentang kak Bagas begitu sama om Rudi " batin Nadira dalam hati .


" uluh uluh sampai ngembang gitu pipi nya sudah seperti Macam tomat " ucap Reza yang terus meledeki Nadira hingga ia puas .


" kalau kabar ini nyampai sama Bagas gimana reaksi Bagas ya " ucap Reza yang mulai mengancam Nadira dan tentu saja wajah nya Nadira jadi berubah total seperti orang ketakutan begitu .


" sudah donk za sudah , kamu ini paling senang bikin adik mu nangis " ucap ibu Irma yang mulai kasian terhadap Nadira.


dan ketika mereka lagi asik berbincang bincang mengenai kamar tuan nanti nya dan mengenai pindah atau tidak nya Aldo dari rumah keluarga besar Sanjaya grub . tiba tiba saja datang dua orang pria berjas hitam yang menuju ruangan keluarga besar Sanjaya grub .mereka adalah Bagas dan firman .


" halo brother , Uda lama gak jumpa ni gimana gimana lancar nya , dan dengar kemarin istri mu melahir kan ya , sorry lah ya aku gak sempat datang hanya Jihan yang datang karena aku lagi sibuk ngurus perusahan dan mana tugas sekolah mangkin numpuk lagi . belum lagi mama dan papa sibuk banget suruh cari calon menantu .pingin gendong cucu katanya kayak kalian ni , dan kau kenapa gak datang kesekolah Uda ujian naik naikan kita Lo aku aja Uda kelas dua ni Mungkin tinggal kelas lah kau " ucap firman menyeleloteh panjang lebar sementara Aldo dan yang lain nya hanya terdiam saja mendengar kan celoteh Han Sahabat nya itu .


" Uda selesai kau berpidato , entah apa aja yang kau bilangin ,ngomong tuh satu satu Bambang ini ngomong terus macam kereta api gak ada rem nya kau ini ku tengok .


" ya sorry lah nama nya aku kangen , lagi pula Uda lama kita gak ngobrol ngobrol begini ya terakhir ngobrol waktu kita di klub malam itu . "ucap firman dan merangkul bahu Aldo dengan erat .


" diam kau jangan asal bicara di sini ada mertua ku , ada kakak ku ada orang tua ku , ada istri ku jangan ngomong gitu habis aku di bantai mereka nanti " ucap Aldo yang mulai malas membahas kalau tentang yang nama nya club' malam karena ia memang sudah bertekad untuk berubah dan tidak ingin mengingat ingat lagi masa lalu nya yang cukup kelam itu .


ketika fika lagi asik mengendong baby Kezia dan intan lagi asik memberi minyak kayu putih terhadap baby Kezia tiba tiba saja Fika merasa ingin muntah dan perut nya seperti di aduk aduk .


huek ... huek ... huek ... huek


Fika langsung saja menyerah kan baby Kezia kepada intan dan ia langsung saja pergi ke kamar mandi dan memuntah kan semua isi perut nya yang iya makan .

__ADS_1


__ADS_2