
Deri kembali untuk mendekat kan wajah ke leher Fika , mengis*p dan menggigit permukaan kulit itu hingga erangan tertahan lolos dari bibir gadis itu , pria itu tertawa kecil , ia merasa sangat lah puas mendapati tubuh Fika menegang di bawah tubuh nya .
" emh " desah Deri sambil menyusuri tulang selangka Fika dengan selangka dengan lidah nya .terus bergerak turun hingga mendekati dua gunduk kan kenyal yang membusung kencang di depan wajah nya itu
pria itu menyusup kan jari nya ke dalam baju Fika , melepas kan kait yang menahan gumpalan padat yang menggoda itu bagi kaum pria , perlahan jari nya bergerak ke depan ,mengusap dengan sangat hati hati hingga menemu kan bulatan cerry yang mulai mengeras .
" lihat lah ,mulut mu meneriaki caci maki dan penolak kan , tetapi tubuh mu memberi reaksi yang benar benar jujur , " ejek Deri seraya menyyungging kan senyuman nya yang paling menyebal kan .
pria itu tidak memberi kesempatan pada Fika untuk menjawab , ia langsung memang**t bibir gadis itu dengan rakus , ia mencubit puncak dada Fika hingga gadis itu memekik , lalu lidah nya menerobos masuk , menjajah dengan kuat tanpa ampun , sementara satu tangan jiro terus bergerilya dan merem*sdan menyebar kan bara api , sedang kan tangan yang lain menahan tengkuk Fika agar gadis itu tidak berpaling dari ciu**n yang di laku kan oleh Deri .
nafas Fika mulai terdengar tidak beraturan ,tubuh nya tidak lagi penolak kan ,punggung nya melengkung ketika Deri memindah kan wajah nya ke depan dada , kedua tangan nya terkepal kuat ketika bibir Deri berada di sana di tempat sensitiv nya itu sementara jiro ia berpindah Melu**t bibir Fika dengan rakus dan sese kali menggigit nya Fika sudah hampir benar benar kehabisan nafas karena ulah dua pria yang ada di depan nya itu .
jiro melepas kan tautan bibir nya dan berpindah di arah telinga Fika dan meng**ap telinga Fika dan meninggal kan bekas kepemilik kan di sana
" Der .... oh , Deri. " rintih Fika , tubuh nya mengeliat di bawah tubuh Deri dengan erotis .kepala nya tersentak sentak ke belakang " a ,aku ... aku .... "
" hum "? Deri mendongak , mengusap wajah Fika yang sudah di penuhi keringat , " menikmati nya bukan " ucap Deri tersenyum .
Fika menggigit bibir dan mengangguk pelan , ia berpaling dengan malu malu , tetapi Deri menarik wajah nya dan Mel*mat bibir Fika lagi dengan rakus sampai sampai bibir nya sudah bengkak .
" katakan kau menyukai nya bukan " desah Deri ia tersenyum puas ketika melihat wajah Fika di penuhi kabut gairah yang tidak bisa di gambar kan lagi .
" a aku mtlenyukai nya "jawab Fika sambil menatap manik kelam mata Deri ," aku aku ingin... menyentuh ku juga " bisik Fika pelan ia sudah tidak sadar kan diri dan sudah dibrasuki oleh hasrat nya mungkin karena hormon ini hamil.
Deri terbahak , lalu berhenti tiba tiba , ia menekan pangkal tenggorok kan Fika dengan kuat hingga gadis itu terbatuk batuk .
" jangan coba coba bermain main dengan ku , " ujar pria itu tanpa melonggar kan cekalan nya .
wajah Fika memerah ,kepalah nya terasa sangat lah berat , rasa nya ia sudah hampir kehabisan nafas ketika Deri melepas kan tangan nya ,
" uhuk " Fika tersedak dan terbatuk keras begitu udara kembali memasuki tenggorok kan nya ,paru paru nya sudah hampir saja meledak .
" kau akanati kalau mencoba untuk melawan ku mengerti " ucap Deri dengan penuh ancaman .
Fika segera mengangguk cepat .
" cium aku " perintah Deri seraya .
Fika menganggak Kepala nya dan menempel kan bibir nya ke bibir Deri .dengan sangat lah pelan ,ia mengulum bibir pria itu ,membujuk nya agar terbuka , persis apa yang di laku kan Deri tadi .
gerak kan lidah Fika yang sangat lah ragu ragu membuat Deri kembali memanas ,ia mengiyak baju Fika dengan kasar , lalu melum*at apa pun yang di temui oleh bibir nya itu .lalu tanpa aba aba ia mendongak , meraih simpul di pergelangan tangan Fika dan melepas kan nya ia menatap tajam pada gadis di bawah nya tanpa mengatah kan satu kata apa pun .
jemari Fika mengusap permukaan dada Deri ,berputar pada ke dua titik yang mengeras di sana ,Fika segera mengang Kat Kepala nya menciumi pria itu seperti apa yang telah ia lakukan terhadap nya tadi .
" oh ," Deri mendongak dengan mata terpejam " gadis pintar , kau sangat cepat belajar sayang " ucap Deri sambil menciumi Fika dan Mel*** t bibir ranum Fika .
" hum ," gumam Fika tangan nya bergerak ke bawah ,membuka ikat pinggang Deri dan menarik nya hingga lepas .
Deri pun segera menarik paksa pakaian yang masih melekat di tubuh Fika sampai akhir nya mereka berdua sama sama tidak memakai busana dan menikmati momen tersebut .
__ADS_1
Fika merasa kan perut nya seperti sakit sekali mungkin karena Deri terlalu memaksa kan nya untuk melaku kan hubungan badan , dan akhir nya kesucian dan kehormatan yang ia jaga untuk suami nya kini telah di rampas oleh mantan kekasih nya ,Deri melaku kan nya dengan sangat lah kasar sampai sampai area sensitif nya terasa sangat perih dan sakit setelah puas melaku kan nya Deri terbangun dan mencium pipi Fika , sementara Fika ia yang tidak bisa berdaya hanya bisa menutupi area sensitif nya namun itu sungguh sangat tidak berguna lagi karena sekarang ia sudah kotor dan bukan lah istri yang baik lagi .
" terima kasih baby ,kamu memang lah sangat cantik dan sangat lah menggoda , kamu harus mencoba nya jiro " ucap Deri tersenyum dan berdiri dari balik ranjang dan dengan kesempatan itu Fika hendak kabur namun karena area sensitif nya sangat lah sakit ia tidak bisa berbuat apa apa .
dan tanpa ia sadari ternyata jiro sudah berada di atas tubuh nya dan melakukan apa yang di lakukan deri terhadap nya tadi .
Fika meraung Raung kesakitan tetapi jiro terus saja memaksa Fika untuk melay*ni nya .
gadis itu melolos kan tangan nya dari sela di antara Fika dan juga jiro ,seakan hendak melempar ikat pinggang ke lantai namun .dengan satu gerak kan cepat ia menghantam kan kepala nya ke dagu Jiro dengan sekuat tenaga yang ia punya sekarang .pria itu meraung Raung cukup keras sambil memegangi dagu nya yang berdarah
Fika mekamfaat kan momen itu untuk menendang pangkal paha milik Jiro,lalu berguling ke arah pengawal yang belum memberi kan respon ,semua itu terjadi tidak kurang sepuluh detik kan saja ,
brukkk .
Fika menubruk tubuh pengawal Deri dan mendorong nya ke arah Deri , tangan nya bergerak secepat kilat merampas colt yang terselip di pinggang pria itu lalu berguling sambil membuka kunci pengamanan.
dor ...
dor ...
dor ...
dor ....
dua orang tumbang .
dor .
" bunuh gadis sial*n itu " teriak Deri dan juga jiro setelah berusaha menguasai rasa sakit yang mendera .ia merangkak ke arah tripod untuk mengambil senjata milik pengawal nya yang sedang meredang nyawa .
Fika muncul dari balik lemari sambil tangan terancung walau pun masih merasa perih di bagian area sensitif nya dan merasa mual di perut nya .
dor .
pengawal di dekat jendela ambruk dengan lubang di dada ,meski begitu , tangan kanan nya tetap terarah pada Fika .satu tembak kan terakhir .
ia sungguh sangat lah takut karena ia baru pertama kali memegang pistol .
dsing .
" ahh " pekik Fika , tubuh nya tersentak ke belakang dengan cukup keras . sebuah peluru menyerempet lengan nya , darah merembes membasahi tangan . tidak ada untuk merasa sakit , gadis itu segera bangkit dan mengarah kan pistol nya pada Deri yang sedang mengincar nya .
hanya tersisa satu peluru .
Fika berlari ke arah pria itu sambil berbindik .
dor .
pistol milik Fika dan juga Deri menyalak hampir bersamaan , tapi hanya ada satu teriak kan yang menggema dalam ruangan itu .
__ADS_1
Deri menggelepar di atas lantai , yaitu tempurung lutut nya telah hancur , pistol nya terlempar ke bawah ranjang , pria itu meraung dan menatap Fika dengan penuh kebencian ia mencoba untuk bangun dan ingin menyerang Fika namun gadis itu bergerak lebih cepat . ia meraih bangku dan menghambur ke arah deri .
bugh
bang**t , aku akan membunuh mu , gadis busuk " seru Deri dengan suara lantang meski darah mengalir deras , sementara jiro sudah pingsan se dari tadi karena akibat pukulan Fika pada area sensitif nya .
Fika berjalan tertatih dan mendekat , tawa pelan yang mengerih kan Lolos dari mulut nya .
"kau tidak dalam posisi mengancam ku baj*Ngan " desis nya dengan penuh amarah .
" akh "
Deri terjungkal ketika tendangan Fika mendarat di wajah nya , genangan darah di lantai terseret , membentuk pola yang aneh .mata pria itu lebam dan mengalir kan darah , tapi Fika belum ingin berhenti .
" tangan kotor itu ... berani berani nya ..... "
brak
dugh
bugh
" ... menyentuh ku "
" akh . tidak henti kan " teriak deri sambil mencoba melindungi tubuh nya ,ia meringkuk seperti bayi , tetapi Fika benar benar tidak ingin melepas kan nya
gadis itu seperti kesetanan .menghantam kan kursi ke sekujur tubuh Deri secara berkaki kali .
terus memukul dan menendang meski pangkal paha pria itu telah di penuhi darah . raut wajah Fika begitu dingin dan datar ketika menghajar Deri tanpa ampun .ia tidak berhenti meski suara teriak kan Deri sudah tidak terdengar lagi oleh nya .
gadis itu seakan tidak merasa kan denyuttan nyeri yang merambat di sekujur tubuh nya yang di penuhi luka dan juga sakit di area sensitif nya itu. ia bahkan tidak sadar ketika pintu di belakang nya di buka dengan paksa .
" Fika " seru Reza seraya menghambur ke arah istri nya " hentikan " ia memeluk tubuh Fika dari arah belakang tapi gadis itu berbalik dan beringas hingga tersungkur ke lantai .
"uhuk"
Reza terbangun dan bangun sambil memegangi perut nya " Hanny , ini aku .... Reza suami kamu " ucap Reza .
tangan Fika yang kosong perlahan berubah ,ia berdiri mematung dan menatap suami nya dengan linglung .
" benar Kan ini kamu habby " ucap Fika .
" ya , ini aku maaf kan aku karena aku dan juga Aldo terlambat untuk datang menjemput mu tapi kamu tenang saja sekarang sudah ada aku dan juga Aldo , mereka akan kami bawah ke penjara " ucap Reza ..
Reza benar benar ingin menangis melihat tampilan istri nya ia merasa sangat lah menyesal tidak bisa tiba lebih awal untuk menolong istri nya yang sedang hamil itu .
" apa dia menyakiti mu sayang " ucap Reza bertanya ?
Fika hanya menjawab dengan anggukan saja
__ADS_1