Terpaksa Menikahi Pria Dingin

Terpaksa Menikahi Pria Dingin
bab 23


__ADS_3

mila sungguh sangat kesal karena pagi pagi sekali ia sudah di buat jengkel oleh suami nya yang bau alkohol Mila merasa tidak suka dengan bau alkohol


baju Mila pun basah karena tersiram air putih akibat ulah suami nya itu yang sangat ceroboh dalam bertindak


mila pun segera mengganti baju nya yang terlihat basah


ketika Mila sedang asyik Mengganti baju di ruangan ganti tiba tiba tirai yang sedang memisah kan antara kamar dan ruangan ganti baju terbuka begitu saja ,


tampak lah seorang pria yang sudah dalam pengaruh alkohol mendekati Mila ,


Mila pun segera mencari apa pun yang bisa menutupi tubuh nya tapi Al hasil tidak ada yang bisa ia raih dan hanya menutupi tubuh nya dengan tangan saja


Aldo pun mulai medekati Mila dengan seksama ia memandangi wajah Mila dengan lekat


dan merentang kan tangan nya ke arah dinding


dan sedikit menginpit nya ke bagian dinding


mila mencoba untuk memberontak dengan sekuat tenaga nya tapi apa lah daya tenaga ia tak sebanding dengan tenaga pria berbadan kekar ini apa lagi saat ini Aldo sudah terpengaruh oleh alkohol .


Aldo pun ******* bibir Mila dengan rakus tanpa tersisa, bibir yang mungil itu sangat menggoda bagi nya


Mila terus memberontak dengan sekuat tenaga tetapi lama makin lama tenaga Mila habis dan ia harus bisa menyadar kan suami nya akan perbuatan nya , ia tidak ingin Aldo sampai melewati batas nya , karena ia belum siap untuk melakukan itu .


memang sih kewajiban Mila melayani suami lahir dan batin tapi Mila belum siap untuk memberi kan kesucian nya apa lagi dengan cara terpaksa seperti ini .


Mila ingin melaku kan nya dengan suami nya dengan rasa cinta dan kasih sayang , bukan dengan cara pemaksaan begini


Aldo pun menggendong Mila ke tempat tidur dan menjatuh kan nya ke ranjang secara paksa


Aldo mulai melucuti penutup tubuh Mila tanpa tersisa sehelai pun


" aku mohon henti kan jangan laku kan ini padaku aku belum siap , di karena kan aku belum bisa menerima mu " ucap Mila yang sudah menangis


" kenapa aku kan suami mu , aku berhak atas hidup mu , dan juga tubuh mu , orang tua mu sudah menitip kan mu dengan ku , dan mempercayai ku untuk menjaga mu " ucap Aldo yang tidak memperduli kan ucapan Mila dan masih asik memain kan areal sensitif Mila


Mila pun mengeluar kan suara suara mendesah dan Aldo dengan rakus terus menghujani wajah Mila dengan ciuman yang bertubi tubi dan berangsur ke leher Mila memberi banyak tanda kepemili kan disana , ia melaku kan itu tidak dengan penuh kesadaran ia melaku kan nya di karena kan pengaruh alkohol yang sangat lah kuat .


Mila tidak pernah menyangka jika kesucian nya yang selama ini ia jaga di renggut suami nya secara paksa dan tidak ada kelembutan yang di berikan suami nya saat melaku kan hubungan itu , padahal ia sangat lah berharap jika nanti ia melaku kan hubungan ini dengan suami nya , ia dan suami nya sudah saling mencintai dan menerima satu sama lain serta melaku kan nya pun dengan penuh kelembutan dan kasih sayang yang di beri kan .


pagi menjelang siang mereka akhir nya tertidur pulas karena sangat lelah telah melaku kan hubungan suami istri


tak berselang lama Mila pun terbangun dari tidur nya itu


" kenapa harus seperti ini ya aku alami , harus nya aku senang dan bahagia karena melaku kan nya dengan suami ku sendiri. tapi aku tidak menyangka dia mengambil hak nya secara paksa tanpa basa basi terlebih dahulu terhadap ku " ucap Mila dengan terus menangis dalam diam


Mila pun berniat ingin mandi dan turun ke bawah tapi ia melihat tubuh nya yang tidak memakai busana sehelai pun ia melihat di sebelah ranjang ada Aldo yang masih tertidur pulas


" huff ternyata ia masih tidur sebaik aku turun dan mandi ,kalau tidak dia akan melakuka nnya nya lagi nanti " ucap Mila dalam hati nya


Mila pun pergi ke kamar mandi tapi ke Tika ia hendak berjalan areal sensitif nya terasa sangat lah perih dan sakit sekali jika di bawak jalan tapi ia paksa kan untuk ke kamar mandi


di dalam kamar mandi Mila menangis dalam diam ia tidak menyangka kenapa ia harus menderita seperti ini. setau nya kalau menikah pasti akan hidup bahagia itu menikah dengan orang yang kita cintai bukan menikah karena perjodohan yang sangat lah terpaksa .


***

__ADS_1


***


***


di sebuah sekolah SMA negeri Jakarta yang sangat terkenal di mana para siswa dan siswi mengikuti pelajaran di sini


" Tan , kenapa ya Mila kok belum masuk sekolah juga ya padahal kan aku dah kangen banget sama dia " ucap nadira khawatir


" gak tau aku , lagi pula kan ini masih pernikahan dia mungkin dia lagi mengabdi menjadi seorang istri dan menjalani tugas tugas nya sebagai istri " ucap intan menjelas kan


" btw kita kerumah Mila yok gais Uda kangen banget gue ini sana tuh bocah " ucap Nadira yang ingin mengunjungi sahabat nya itu


" eh Lo berdua kenapa sih mukak Lo di tekuk gitu macam tidak bersemangat , apa jangan jangan di putusin pacar ya neng hehehe " ucap Nadira menggoda kedua sahabat nya yang dari tadi melamun saja


" enak aja Lo ngomong ya kalau gak suka ngomong kau Ra gak usah gitu gaya bicara mu jijik kali aku nengok nya tuh ,kau kira kau cantik kali gitu , jomlo aja bangga Lo " ucap Fika yang sudah terlanjur emosi


" maksud Lo apa ka gue ngomong gitu bukan ada niat gue ya buat nyindir Lo atau pun Jesi , gue hanya ingin menghibur kalian kenapa kalian sedih. kita kan satu sahabat jadi harus saling sering satu sama lain tetapi gue lihat cara bicara Lo gak enak gak usa bawah Bawak status juga lah kali mentang mentang Lo Uda pacaran dengan kak Reza Lo jadi sombong begini " ucap Nadira menyemangati


" ia kami cuman ingin kita saling terbuka dan tidak ada yang di tutup tutupi Lo gais " ucap intan melerai pertikaian mereka


" uda donk ngapain kalian harus berantem kita tuh satu hati , kita tuh besti jadi jangan lah bertengkar " ucap intan menjelas kan .


" kalo Lo Jes kenapa Kok ngelamun " ucap Nadira


" gak ada apa apa kok " ucap Jesi berbohong


" Lo gak bisa bohong Jes terlihat kalau Lo ada apa apa biasa nya Lo yang paling bersemangat dan Lo yang paling ceria , Lo gak ada bakat buat bohong Jes , jadi kami tau Lo sedang berbohong , mungkin Lo bisa bohongi yang lain tapi gak dengan kami , kami gak bisa Lo bohongi " ucap intan merasa bingung melihat tingkah Jesi


Jesi bimbang ingin mencerita kan atau tidak tapi ia tidak ingin membuat para sahabat nya itu sedih dan kecewa oleh nya


" ia nih bikin khawatir orang aja si Jesi ini pun" tanya intan serius


dengan berat hati terpaksa ia harus cerita pada sahabat nya tapi rasa nya kurang lengkap kalau ia harus cerita tanpa ada nya Mila karena Mila adalah sahabat nya juga


" gini gais gimana kita ke rumah Mila dulu , aku akan cerita kan semua nya disana kenapa aku seperti ini , karena Mila juga sahabat aku dia harus tau itu " ucap Jesi yang sudah tidak kuat membendung air mata nya akhir nya iya menangis


" eh Lo kenapa Jes , tenang my friends kami akan selalu ada di sini kok menemani mu pasti nya Uda donk jangan sedih lagi kita kan sahabat Uda lama banget jadi Lo gak perlu sungkan sama kita . " ucap intan menenang kan Jesi


***


***


***


mereka pun bergegas ke rumah Mila ingin membahas soal Jesi dan ingin mengunjungi pasturi yang sudah lama tidak ada kabar nya itu mereka juga kangen dengan Mila rasa nya tanpa ada Mila di sisi mereka rasa nya kurang lah lengkap


" gais gue telpon kak Reza dulu ya supaya gak jemput aku , takut nya kak Reza jemput aku pula ke sekolah " ucap Fika meraih hp nya dan segera menelpon Reza


"halo kak nanti jangan jemput ya aku mau ke apartemen nya Mila mau lihat dia " ucap Fika dengan nada biasa saja dan segera memati kan telpon nya sepihak


" Lo lagi berantem ya ka sama kak Reza , kok Lo gak kaya biasa nya sih ngobrol dengan suara seperti itu " tanya intan penasaran


" gak ahh cuman salah paham sedikit , ya nama nya juga sebuah hubungan pasti ada pasang surut nya dan naik nya gak mungkin kan harus senang terus , sudah lah jangan di pikir kan masalah ku bisa aku selesai kan kok " ucap Fika santai


" bener si ka gue minta maaf lah ya ka kalau gue salah ngomong sama Lo tadi , gue cuman khawatir aja sama Lo ka ,Lo kan sahabat gue " ucap Nadira menenangkan sahabat nya

__ADS_1


mereka pun akhir nya memutus kan untuk pergi ke rumah Mila dan ingin menanya kan prihal kapan ia akan masuk sekolah lagi dan memulai pelajaran bersama


sedang kan di sebuah apartemen mewah seorang gadis sedang menyiap kan makan siang , ia tetap tegar menjalani hidup ini walau pun rasa nya berat banget menjalani nya ia tetap akan pertahan kan rumah tangga nya yang sudah ia jalani karena ia tidak ingin membuat orang tua nya kecewa dan bersedih karena perbuatan nya nanti


dari arah pintu kamar seorang pria sedang berjalan ke arah meja makan dan mengambil air putih dan ingin beranjak pergi, namun tiba tiba Mila segera mencegah langkah nya itu


" mau kemana mas " ucap Mila bertanya


" gak usa banyak tanyak aku mau ke luar sebentar , besok kalau kau mau sekolah tunggu aku oke biar bareng kita berangkat nya ingat jangan membantah " ucap Aldo datar


" bukan gitu mas sebaik nya mas makan dulu , baru berangkat , aku Uda masak ni mas " ucap Mila yang ingin mengambil kan makan suami nya


" aku bilang gak usa oke , ini kartu kredit pakai lah sebaik mungkin untuk kebutuhan sehari hari mu " ucap Aldo memberi kan kartu atm tanpa batas


" aku ingin ke kantor papa jadi mungkin aku pulang agak malam , jangan menunggu aku pulang oke , " ucap Aldo yang langsung pergi meninggal kan Mila begitu saja ,


" hmm siapa juga yang mau nunggu Lo pulang , mudah mudahan lah bener akan kerja di kantor papa biar supaya Lo gak ketemu gue terus " ucap Mila dalam hati


berselang berapa saat ketika hendak makan tiba tiba saja pintu apartemen nya diketuk


" hmm apa mas Aldo pulang lagi ya tapi kan ,ia bawa kunci nya ke Napa juga harus ketuk pintu dasar lelaki nenyebal kan " ucap Mila pada diri nya sendiri ketika Mila membuka pintu Mila pun sangat terkejut karena kedatangan para sahabat nya yang sangat ia rindu kan itu .


" Lo kenapa kalian gak kabari aku dulu sih ,ayo gais masuk dulu kita makan siang bareng ya soal nya tadi gue Uda banyak "ucap Mila yang mengajak para sahabat nya untuk menuju ke meja makan untuk makan bersama, ia sangat senang karena bisa merasakan kembali makan bareng para sahabat nya


" dimana suami Lo mil ,kok gak keliatan tuh batang hidung nya " tanya Nadira penasaran


" ia tuh biasa nya keliatan ya " tanya intan semakin bingung


" gak ada kok dia lagi keluar kok, ke kantor mertua ku kata nya mau kerja " ucap Mila tersenyum paksa ia tidak ingin para sahabat nya tau kalau dia menikah tidak bahagia , ia takut sahabat nya akan kepikiran dia terus


" oiya mil btw kaliab Uda ngelakun itu belum, pasti nya Uda donk , gimana rasa nya mil enak atau gimana " tanya Jesi kepo


" kepo Lo Jes, kalau anak kecil gak boleh kepo tau ,belajar aja yang rajin dan menikah baru tau lah prihal terang begituan , makan nya Lo nikah Jes biar tau Lo nikmat nya begituan " ucap Mila mencoba menggoda sahabat nya itu .


" oiya btw kalian tumben datang kemari " tanya Mila mengalih kan topik .


" gini mil ini si Jesi kata nya ada yang mau di sampein sama kita semua , gue juga gak tau apa " ucap Nadira serius


***


***


***


flassh on


di sebuah rumah mewah yang sangat luas ukuran bangunan nya terlihat satu keluarga yang sedang membicara kan sesuatu yang sangat serius dan menegang kan


" Jes papa dan mama sudah putus kan bahwa kamu akan menikah dengan Rio pirmansyah dierja , untuk membantu menormal kan kembali perusahan papa yang sudah bangkrut ini , kamu harus bantu kami Jes hanya kamu lah harapan papa satu satu nya " ucap papa Jesi tegas


" tapi kan pah kenapa harus aku yang menanggung nya kenapa gak karin aja yang papa jodoh kan dengan Rio " ucap Jesi yang tidak ingin menerima perjodohan yang di rencana kan orang tua nya


" Karin kan adik kamu mama tidak setuju dengan itu ya karin harus lulus sekolah terlebih dahulu, baru boleh menikah " ucap mama Jesi tegas dan penuh penekanan


" tapi aku kan harus sekolah juga mah , aku pun punya cita cita yang harus aku kejar lagi pula kan aku kan tidak mengenal nya bagaimana dia mau menikah dengan ku , lagi pula kan usia Karin pun sama nya dengan ku hanya beda bulan saja " ucap Jesi yang sudah tidak tahan lagi menahan air mata nya untuk tidak jatuh

__ADS_1


Jesi tidak ingin kalau ia harus mengorban kan masa depan nya , ia punya cita cita dan harapan yang harus ia tempuh sejak mama nya meninggal karena tekanan batin yang sangat mendalam dan harus hidup dengan mama tiri nya dan adik tiri nya yang membenci nya dan tidak menyayangi nya ia sangat lah beruntung karena menemukan sahabat yang bisa ngertiin perasaan , dan bisa buat hati nya tenang dan bahagia selalu , mengapa ia harus menjadi tumbal perusahan papa nya kenapa tidak Karin saja ,


__ADS_2