
suasana pesta di ruangan keluarga cukup meriah banyak banget tamu yang berdatangan dan menyaksi kan acara resepsi pernikahan kolongmerat yang sangat terkenal itu
teman teman sekolah dan para pengusaha kumpul di ruangan untuk memeriahkan acara resepsi pernikahan Aldo dan juga Mila .
" huuuu, kenapa Aldo menikah dengan wanita seperti itu ya " ucap seorang gadis dengan penampilan yang lumayan seksi itu .
" ahh padahal kan aku jauh lebih cantik dari pada pengantin wanita nya , liat tuh Aldo saja seperti tidak bahagia menikah dengan gadis itu , lebih baik ia menikah dengan ku saja pasti jauh lebih baik nanti nya karena aku kan cantik " ucap gadis kedua
" mungkin karena gadis itu hanya Mandang harta palingan jadi menikah dengan Aldo hanya terpaksa saja , aku lihat pun mereka seperti tidak bahagia dengan pernikahan ini " ucap gadis ketiga
ketiga gadis itu tertawa senang melihat ekspresi wajah Aldo yang tidak ber bahagia di kursi pelaminan dan bertolak belakang dengan Mila yang tersenyum terpaksa agar tidak terlihat kalo ia tidak bahagia menikah dengan Aldo
saat mereka sedang asik tertawa dan tanpa sadar mereka di peehati kan oleh ke empat gadis yang sedari tadi setia berdiri dan melihat tingkah mereka yang menjelek jelek kan sahabat nya itu .
" ehyy kalo mau bergibah jangan di acara orang donk ,bikin malu aja kalian ini seperti gak di ajar kan sopan santun . " ucap Jesi yang menekankan kata bikin malu
" ntah nih tau nya kan hanya melihat dari luar saja tidak mengenal lebih jelas lagi titik balik nya itu " ucap Fika sewot
" eh kalian tuh adik kelas bukan nya ada sopan sopan nya dengan kakak kelas , malah nasehatin pula kalian ini " ucap bela sinis
" huff ohw mohon maaf kakak kelas yang suka tukang gabung adik kelas nya , kayak gitu mau di contoh hah , apa berhak perlakuan kalian di contoh seperti itu " ucap intan tegas dan dengan sengaja menabrak bahu bela dengan cukup kuat dan hampir membuat bela tersungkur di lantai itu .
" uppss maaf kak sengaja sih " ucap intan tertawa puas dan langsung segera meninggalkan bela dan teman teman nya
" kurang ajar kali dia masih kecil aja Uda berlagak kalian ini " ucap bela emosi dan menahan sakit akibat di tabrak oleh intan
" tan berani banget Lo ya buat tuh kakak kelas hampir malu kalau saja tadi gak di sangga teman nya pasti dia Uda jatuh tuh ke lantai " ucap Nadira tertawa melihat kejadian yang di lakukan sahabat nya sangat berani sekali itu .
di saat mereka sedang membahas tentang bela dan mereka puas telah membuat bela terdiam
tetapi seorang pria datang menghampiri mereka sambil membawa dua gelas jus segar .
__ADS_1
" sayang ini nah minum , bahagia kali nampak nya ada apa nih , cerita donk " ucap Reza tersenyum
mereka terkejut akan kedatangan Reza yang secara tiba tiba dan memanggil Fika dengan sebutan sayang , mereka berpikir apa Reza dan juga Fika berpacaran , tetapi kapan mereka jadian nya .kenapa sahabat nya tidak di beri tau ,
" kak apa kakak sedang sakit atau kurang minum obat kak " tanya intan penasaran
Reza menyelentikan jarinya ke kening intan dengan keras
" awww,, sakit lah kak kalau nanti bocor kepala ku gimana kak berharga ini lo kak bagi Nusa dan juga bangsa kita " ucap intan meringis kesakitan
" makanya jangan ngomong sebarangan kalau belum tau tanya , ini tega bener bilang kakak nya kurang minum obat , apa kalian mau seperti intan " ucap Reza dengan senyum menggoda intan dan para sahabat nya
" gak kak " ucap mereka kompak
" maaf deh kak aku kan heran aja gitu kenapa kakak panggil Fika sayang biasa nya kan adek sama seperti kami kak " tanya intan yang tidak menyerah
" hufff tanya sendiri sama fika kakak mau temui temen temen kakak dulu ya " ucap Reza sambil berjalan meninggalkan mereka
mereka akhir nya melihat Fika dengan tatapan serius dan menghujani dengan berbagai macam pertanyaan yang membuat Fika bingung untuk menjelas ykan dari mana dulu dan harus segera menjawab pertanyaan dari para sahabat nya
" kenapa kak Reza panggil kau sayang " ucap Jesi yang sudah kesal pada Fika
" sejak kapan kalian berperilaku seperti ini" ucap intan yang mengguncang dunia suara nya
Fika yang sedari tadi diam dan hanya menatap para sahabat nya. di mata mereka hanya ada ke kedalan dan ribuan pertanyaan tentang mengenai hubungan nya dengan Reza beberapa hari ini
" oke gais oke lepasan tangan kalian dulu " ucap Fika sambil berusaha melepaskan tangan dari para sahabat nya
" jawab lah dulu fik jangan sampai aku menghancurkan pesta ini gara gara kau gak jawab pertanyaan ku " ucap intan yang sudah tersulut emosi
" oke aku dan kak Reza sudah resmi pacaran , kami pacaran baru beberapa hari ini , dan aku pun terkejut saat kak Reza tiba tiba aja ngungkap kan perasaan nya sama aku , dan aku juga kan memang sudah lama suka dengan kak Reza jadi ya aku terima aja deh " ucap Fika terharu kalau mengingat kejadian yang di lakukan Reza untuk nembak dia jadi pacar nya itu .
__ADS_1
" pertama kak Reza bahas tentang masa lalu nya yang waktu aku nyata kan perasaan ku di lapangan bola , dan dia menolak nya berkali kali
" ucap Fika dengan tenang
" jadi kau udah maaf kan kak Reza belum , mungkin aja kak Reza serius dengan mu dan ingin menikahi mu " ucap Nadira tersenyum
" sudah donk kan aku sangat mencintai nya dan dari dulu memang aku sangat sayang pada nya
aku yakin bahwa aku akan bahagia sama kak Reza di masa depan kami nanti nya " ucap Fika dengan yakin nya dan tersenyum senang sekali .
" oke lah kami semua akan mendukung mu apa pun keputusan mu itu , yang terpenting yang terbaik aja lah buat kalian berdua ya " ucap intan tersenyum dan langsung di iya kan para sahabat nya yang memang tau sejak dulu Fika mengejar cinta Reza bahkan Fika tidak malu untuk menyata kan perasaan cinta nya sama Reza di tempat umum
***
***
***
hari semangkin malam dan para tamu sudah mulai pulang dan berpamitan pada tuan rumah dan memberi ucapan selamat pada ke dua pasturi yang tidak sedang berbahagia itu
" jeng Irma akhir nya kita jadi besanan juga ya jeng " ucap mama Aldo dengan semangat nya
" iya jeng dan aku pun Uda gak sabar buat segera gendong cucu pertama aku ni jeng , " ucap ibu Mila tersenyum bahagia melihat putri bungsu nya menikah dengan orang yang tepat menurut nya .
" kalau memang mau anak bayi gak perlu nunggu Mila hamil Bu. aku pun bisa kok buat kan Adek buat Mila berapa pun yang ibu mau aku pun sanggup kok " ucap Kevin yang sedang menggoda istri nya itu
" apa sih mas jangan ya gak gak lah mas aku sudah cukup rasa nya punya pangeran dan tuan putri ku yang sangat cantik dan sebentar lagi akan menjadi seorang ibu nanti nya , aku gak ingin nambah lagi deh mas dua saja cukup kok " ucap ibu Irma dengan tersenyum puas .
" hehehe" ucap Kevin tersenyum senang dan bahagia
" maaf deh ayah kan cuman ingin menawar kan saja Bu , kalau ibu bersedia ya kan gak papa , betul kan pak Rudi " ucap ayah Kevin dengan semangat nya .
__ADS_1
" bener banget tuh itu pak , ke Napa harus tunggu punya cucu ya kan kalau kita aja bisa buat kan untuk mereka " ucap papa Rudi membenar kan ucapan sahabat nya itu ..
" jeng Irma ayo pergi saja yok , Uda pada ntah kemana pikiran suami kita ini , mesum Mulu pikiran nya itu " ucap mama risa dengan kesal nya itu .