Terpaksa Menikahi Pria Dingin

Terpaksa Menikahi Pria Dingin
bab 6


__ADS_3

sementara selama di perjalan Aldo terus memikirkan kata kata sepupu nya itu ..


" ahh... mana mungkin aku mencintai orang


yang tidak aku kenal , aku melakukan ini semata mata hanya tidak ingin pasilitas ku di cabut papa." ucap Aldo pada dirinya sendiri


hujan pun turun dengan derasnya membasahi seluruh kota dan membasahi setiap orang yang


melintas


" huff... macet lagi, mana keadaan sedang hujan" ucap Aldo


sementara di sebuah tempat Mila sedang menunggu bus. dengan keadaan basah kuyup


" hiiii... dinginnya " ucap Mila menggigil sambil duduk di bangku halte


" mana sih bus ini ..... telpon mati pula ...


ihhhh dinginnya " ucap Mila sambil melihat kanan dan kiri untuk mencari bus


karena kedinginan Mila tidak sadar kalau ada yang sedang memanggilnya


seorang pria dengan payung di tangan nya


" heyy " ni pake ayo ikut gue " ucap Aldo datar


sambil menarik tangan Mila ke mobilnya


" lepaksan aku .. untuk ap kau bawak aku ke


mobilmu ini ha... ucap Mila takut


" sudah katakan dimana rumah mu aku akan


mengantarmu ? dasar gadis manja .tanya Aldo


" hmmm " dijalan Sudirman no 23 gang b "


ucap Mila


" oke " ucap Aldo singkat


" aku kayak pernah deh liat kamu ? tapi dimana ya aku lupa " tanya Mila ?


" hey " kau jangan macam macam ya. aku bisa


teriak kalo kau macam macam "


ucap Mila takut


" jangan berpikir yang tidak tidak. dasar gadis manja, ini pake kau kedinginan "


ucap Aldo sambil menyerahkan jaket nya


" terimakasih " ucap Mila


skipp.. aja deh


***


***


***


setelah sampai dirumah mila turun dari mobil


bersama aldo. sementara di depan pintu


rumah seorang lelaki paruh baya sudah berdiri


bersandar di dinding dengan tangan di lipat di dada. dan tangan mengepal siap untuk melayangkan emosinya


" assalamualaikum ayah " ucap Mila gugup


" waalaikum salam .dari mana kamu , dan kenapa sampai malam begini ? dan kenapa baju kamu basah ? katakan " ucap Kevin dengan suara tegas sedikit membentak


Mila tidak bisa menjawab pertanyaan ayahnya karena rasa ketakutan nya

__ADS_1


" Mila ayah apakah kamu tidak punya mulut,


untuk menjawab pertanyaan ayah mu ini "


tanya Kevin sedikit memelankan suara nya karena ia tahu putri nya sedang menangis


" dan kau kenapa kau siapa kau sebenarnya,


kenapa pulang bersama anak saya " tanyak Kevin mengintrogasi


" maaf om " aku hanya ingin menolong nya


karena ia terjebak hujan saat menggu bus ?


dan kami terjebak di jalan saat hendak pulang .


sekali maaf om " ucap Aldo percaya diri


" benarkah itu nak " ucap Irma ya keluar karena medengar keributan


" katakan jangan hanya diam saja berbicara"


ucap Kevin tegas


" dan kau siapa namamu" ucap Kevin sedikit memelankan suaranya


" Aldo om " ucap Aldo gugup


" kalau gitu aku pulang ya om " assalamualaikum " ucap Aldo sambil meninggalkan rumah Mila


setelah itu Mila pun bergegas mandi dan ganti baju setelah beberapa lama tiba tiba ada yang memanggil dari luar


tok...tok... tok..


" Mila sayang makan dulu nak, dibawa sudah ibu siapkan " ucap Bu Irma


" baik Bu " ucap Mila dari sebrang pintu


setelah selesai Mila pun keluar kamar dan menuju meja makan dan melihat ada 2 orang tua nya yang melihatnya


" malam Bu " malam ayah " ucap Mila gugup


" makan lah dulu nak kamu pasti lapar ,


jangan menangis lagi ayah tidak suka jika putri ayah ini menangis ? ayah minta atas perlakuan ayah tadi . ayah cuman khawatir sama mu nak "


ucap Kevin dan mengacak rambut putrinya dengan penuh kasih sayang


sementara di tempat lain Aldo sampai di sebuah rumah mewah yang seperti istana


ia memarkirkan mobilnya ke dekat pos satpam


" pak masukan ke garasi ya pak " ucap Aldo sambil menyerahkan kunci dan meninggalkan sang satpam


" baik den " ucap satpam hormat


" assalamualaikum pah , mah " ucap Aldo


" waalaikum salam nak dari mana kamu tadi ,


sampai jam segini baru pulang " tanya Risa


" terjebak macet mah .ucap Aldo sambil menceritakan kejadian yang sebenarnya


" baik lah do istirahat lah jangan lupa persiapkan diri untuk malam minggu " ucap Rudi


" iya pah " ucap Aldo singkat sambil meninggalkan kedua nya


sementara si sebuah rumah sederhana bersama keluarga yang harmonis


yang sedang menikmati makan malam.


setelah selesai makan malam Mila dan ibu nya membersihkan dan merapikan meja makan


" sayang " duduk dulu nak ? ada yang mau kami bicarakan " ucap Irma gugup


" iya Bu ada apa ? tanya Mila

__ADS_1


" nak persiapkan diri mu besok karena kami


akan memperkenalkan mu sama teman ayah "


ucap Kevin


" maksyud nya yah " tanya Mila tidak mengerti


" hmm. . sebenarnya nak kami ingin menjodohkan mu dengan anak temen temen


ayah " ucap irma ragu ragu


" haaa " di jodohkan ? kenapa harus di jodohkan Bu , yah lagi pula kan Mila masih sekolah


dan ini juga bukan jaman nya Siti Nurbaya. pokoknya Mila ingin sekolah dulu . Mila ingin gapai cita cita Mila dulu , ayah sama ibu


harus ngerti keputusan Mila " ucap Mila


sambil menangis dan berlari ke kamar


tok...tok...tok..


" Mila sayang buka pintu nak . izinkan ibu masuk " ucap Irma dari balik pintu


" tinggalkan Mila sendiri Bu . Mila


akan jawab pertanyaan ayah tapi Mila butuh


waktu Bu" ucap Mila sambil terisak


***


***


***


pagi yang cerah dimana matahari bersinar terang memancar ke kamar mila dengan burung berkicau yang indah


" hoammm.."


" gimana ya aku sebenarnya belum siap .


untuk nanti malam . dan belum siap untuk jumpa ibu? ucap Mila pada diri sendiri


setelah sampai di sekolah Mila langsung masuk ke arena sekolahan yang sangat megah


tetapi sebelum Mila masuk ke sekolah


tiba tiba datang 4 cewek yang menurut Mila


mereka bisa membantu permasalahan nya


" hai gaes " ucap Mila


" hai mil " oiya mil kenapa Lo baru ada kabar ?


dan kenapa Lo beberapa hari ini agak sedikit murung " tanya nadira dan di iya kan oleh ke tiga sahabatnya


" hmmm ... sebenarnya ada yang mau aku ceritaiin tapi aku ingin kalian bantu aku " ucap Mila yang sudah menangis


" eh... eh... lo kenapa mil . Lo baik baik aja kan .


ucap intan khawatir sambil mengelap air mata Mila


" begini aku malam ini akan di jodohkan sama orang tua aku " hiks ...hiks.. hiks...


ucap Mila sedikit terisah


" haaa.." ucap ke empat sahabatnya yang sangking terkejutnya dengan cerita Mila


" serius lo mil .gila gila parah abis" ucap Jesi


" kenapa lo baru cerita sekarang sayang .gue dan Nadira ,intan ,dan Jesi somplak siap membantu" ucap Fika


" makasih ya sahabat ku , aku sayang kalian " sambil memeluk ke 4 sahabatnya


" uluh ....Luh.. cini cini peluk ...ucap Jesi yang selalu bisa mecaikan suasana

__ADS_1


hahahaha


mereka tertawa dengan lepasnya karena tingkah konyol Fika yang selalu bisa bikin menghibur dan mencaikan suasana


__ADS_2