Terpaksa Menikahi Pria Dingin

Terpaksa Menikahi Pria Dingin
bab 35


__ADS_3

Mila pun mencoba untuk mendengar kan semua yang sedang di bahas oleh suami nya itu , di ruangan VIP itu hanya ada dia dan suami nya jadi tidak ada orang yang mendengar pembicaraan nya . Mila pun sangat terluka akan perkataan suami nya itu . namun ia masih bersabar dan terus bersabar menghadapi suami nya itu .


" oiya mas , lalu aku bertanya mas . apa kah seorang Aldo Sanjaya sudah bisa mendidik istri nya dengan baik dan benar , belum kan jadi mas jangan berbicara begitu sama aku mas , dan apa mas sudah bisa memberikan contoh pada istri nya dengan baik dan benar . karena mas setau aku itu seorang Aldo Sanjaya jika berkata kata selalu pedas terhadap siapa pun , dan tidak jarang melukai perasaan istri nya , aku udah mencoba untuk memaklumi sikap mas terhadap ku namun batas kesabaran manusia ada batas nya mas , dan aku kayak nya tidak sanggup untuk menjalani pernikahan ini dengan mu mas " ucap Mila sedih


" mas , sebelum mas meminta ku untuk menjadi baik dan menjadi istri yang berguna dan selalu menjaga sikap ku saat berbicara , aku ini masih pelajar mas , mungkin sipat kekanak Kanakan ku masih ada mas dan untuk menjadi lebih dewasa itu butuh proses mas , sedang kan mas saja belum bisa kan menganggap ku sebagai istri mas .dari pada mas terus menyalah kan aku mending mas ngaca dulu deh ... buka nya kata nya pasangan kita adalah cerminan kita ya mas? dan sekarang aku seperti ini yang berarti mas sama aja sama aku mas " ucap Mila sedih .


" hei kamu ya jaga bicara kamu baik baik ya Mila emang istri tidak sopan kamu tuh " bentak Aldo .


braaak !!!


Aldo menggebrak meja , emosi nya benar benar sudah di ubun ubun .istri nya ini jika selalu berbicara emang selalu benar kalo ia memang belum bisa menerima Mila sebagai istri karena ia belum mencintai nya dengan penuh kasih sayang .


" kamu sangat melewati batas kamu mil "! ucap Aldo tegas .


" mohon maaf nona , tuan ini pesanan anda " pelayan datang menghampiri Mila dan Aldo untuk mengantar makanan .


" o iya mbak , makanan nya tolong take away aja ya mbak saya sudah tidak nafsu makan lagi mbak bisa kan mbak " ucap Mila . pelayan itu hanya melirik saja pengunjung restoran tempat ia berkata .


pelayan itu begidik ngeri melihat aura permusuhan. antara Aldo dan mila itu .


" baik tuan nona saya permisi " ucap pelayan itu langsung pergi.


Mila menarik nafas nya, berusaha tetap biasa saja , dia tersenyum memandangi rahang Aldo yang mengeras akibat emosi nya .


" eh eh mas boleh elus rahang nya gak ya mas. ? kalau kamu marah itu makin ganteng sih aku liat mas udah donk jangan marah marah seperti itu donk mas nanti makin ganteng Lo " ucap Mila .


" jika aku emang melewati batas aku seperti istri mas .baik lah mas mulai sekarang aku tidak akan ikut campur lagi urusan mas apa pun itu mas , dan satu lagi mas aku gak akan ngerecokin hidup mas lagi .status kita itu kan hanya status , dan aku cukup lah tau diri mas gimana posisi aku sekarang mas sebagai istri mas , aku cuman lah anak kecil yang di nikahi karena pelarian saja " ucap Mila sedih


" dan mas tenang saja ya , aku gak akan menggugat cerai mas kok , karena aku masih menyayangi mama risa mas dan tidak ingin membuat ia kecewa terhadap ku mas , mas kita pikir kan nanti soal hubungan pernikahan kita setelah mama Risa benar benar sembuh dari penyakit nya , jadi jangan biar kan mama risa tau atas perpisahan hubungan kita mas " ucap Mila pergi meninggal kan Aldo seorang diri .


Aldo masih saja mematung di tempat .kata kata Mila tadi dengan nada lembut namun justru menusuk dalam hati .


" janga harap aku akan melepas kan mu begitu saja mas , aku gak mau jadi janda... aku cuman ingin menarik ulur jamu ... bukan kah menakluk kan hati laki laki itu seperti bermain layang layang ya "? gumam Mila tersenyum berjalan ke arah kasir mengambil makanan nya yang di minta di bungkus kan tadi ole nya .


" yang bayar suami aku ya mbak ...dia masih di sana tadi mbak ... dan tolong mbak tambah pesanan saya pizza ektra large seratus box ya mbak berbagai rasa , lalu kirim kan ke alamat ini ya mbak " Mila menyodor kan sebuah alamat pada kasir .alamat yang baru saja di tulis di meja kasir .


" sebanyak ini ya mbak "? tanya kasir itu .


" iya mbak tenang saja ....suami aku udah izinin kok lagi pula dia juga sayang banget sama saya pasti semua keinginan saya terpenuhi " ucap Mila tersenyum .


Mila pun bergegas untuk pulang ke rumah dan pergi meninggalkan aldo seorang diri . tanpa pamit terlebih dahulu ke pada suami nya itu.

__ADS_1


ia sangat lah kecewa terhadap Aldo kenapa Aldo belum juga bisa membuka hati nya untuk diri nya . sedang kan ia sudah mulai berusaha untuk membuka hati nya untuk Aldo dan menerima nya menjadi suami nya .


kalau bukan karena mama risa ia tidak mungkin menahan kan pernikahan yang sudah tidak baik lagi ini .Mila punn bergegas menghubungi para sahabat nya untuk menjemput nya di restoran itu . karena ia tidak mungkin pulang bareng Aldo .


sementara Aldo masih ke pikiran ucapan Mila beberapa menit yang lalu .


ingin rasa nya Aldo mengejar Mila yang tersinggung akan ucapan nya dan memilih pergi meninggal kan nya .namun gengsi nya terlalu tinggi untuk melakukan hal itu terhadap Mila sang istri .toh ia juga benar atas ucapan nya tergadap Mila kalo Mila harus menjaga ucapan nya sebagai seorang perempuan yang sudah memiliki suami . dan harus mendengar kan perkataan suami nya itu .


Aldo belum juga pergi meski pun kopi nya sudah dingin sedari tadi .


" huffs , bagaimana pun saya adalah suami nya dan saya mesti bertanggung jawab terhadap nya dan saya juga harus bisa mendidik nya agar ia menjadi istri yang baik dan tidak membuat saya malu ataupun keluarga saya . " ucap Aldo


Aldo tidak mengelak sedikit pun kata kata istri nya itu karena memang kenyataan nya begitu . ia menikahi Mila karena pelampiasan dan perjodohan terpaksa dari orang tua nya .


Aldo merogoh saku nya mencari keberadaan ponsel nya untuk menelpon Mila ,menanya kan dimana keberadaan Mila , oh my good,bahkan Aldo tidak memiliki nomor telepon Mila . ahh iyaa . Mila justru tidak memiliki ponsel . Aldo batu ingat kalau ia ingin ke maal untuk membeli ponsel untuk Mila tetapi malah jadi ricuh begini keadaan nya .


Aldo segera memanggil pelayan melalui tombol yang ada di meja untuk meminta biill.


Aldo ingin segera mencari keberadaan sang istri takut nanti istri nya itu kenapa napa . maka kalau sampai istri nya itu kenapa napa urusan nya akan panjang kalau sampai terdengar oleh mama risa dan papa Rudi belum lagi kalau sampai kak Reza dan ibu Irma dan ayah Kevin mendengar nya bisa habis ia kena sidang maut nanti nya ia harus segera bergegas untuk mengejar Mila .


tidak perlu waktu lama pelayan itu datang dengan membawa apa yang Aldo minta barusan terhadap nya .


" ini tuan biil nya , total nya 20 jth tuan silakan di lihat terlebih dahulu tuan " ucap pelayan tersebut dengan nada sopan .


" bagaimana coba bisa , pizza margaherita , linguine Ale vangole , jus alpukat dan kopi hitam total nya dua puluh juta yang benar saja kalian berbicara dan jangan asal bicara ya , kalian sengaja ya mau peras saya ya mentang mentang kalian tau kalau saya ini anak kolongmerat Rudi Sanjaya " ucap Aldo


" o iya tuan tadi ada tambahan seratus box pizza ukuran extra large harga satuan nya hampir dua ratus ribu tuan jadi sama total keseluruhan nya tuan dua puluh jutaan lebih tuan " ucap pelayan tersebut menjelas kan kepada Aldo .


" hei kamu jangan coba coba menipu saya ya saya tidak pernah memesan segitu banyak nya lagi pula sekarang saya tidak mengadakan sebuah acara untuk apa saya memesan itu semua " ucap Aldo dengan tatapan serius .


" tidak tuan kami tidak bermaksud untuk menipu Anda ini memang benar kenyataan nya tuan ., pizza nya saja baru saja di antar ke daerah Jakarta timur tuan oleh kurir restoran kami tuan , tadi istri tuan lah yang memesan nya kalau tidak salah nama nya Mila Anggraini Sanjaya tuan kata nya ibu Mila , tuan sudah mengijinkan ibu Mila untuk memesan makanan sebanyak itu di karena kan tuan sangat lah menyayangi nya " ucap pelayan itu dengan ramah .


" cih ,mana bukti nya kalau istri saya yang memesannya kalian jangan asal berbicara saja bisa saja kalian mengetahui nama istri saya karena saya adalah kolongmerat terkenal dan berwibawa se Indonesia " ucap Aldo lagi .


bukan nya Aldo pelit , atau tidak mau bayar dan buka nya iya juga tidak punya uang , bagi Aldo dua puluh jutah hanya pah recehan saja , namun untuk seorang Aldo semua nya harus jelas karena mencari uang itu tidak mudah dengan membalik kan telapak Tangan harus penuh usaha dan kerja keras yang kuat agar bisa mendapat kan nya .


akhir nya tanpa banyak pertanyaan Aldo langsung di ajak ke ruangan cctv restoran untuk melihat bahwa Mila lah yang sudah memesan pizza sebanya seratus box , Aldo hanya mendengus kesal karena kelakuan istri nya yang super menyebal kan itu dan tingkah nya yang absrud itu .


Aldo menyesal karena ucapan nya terhadap Mila karena ucapan nya itu buat Aldo di kerjai oleh istri nya sendiri .


" hmm , oke saya akan bayar semua nya tapi tolong berikan saya alamat di mana pizza pizza itu di antar sekarang juga " ucap Aldo .

__ADS_1


" baik tuan saya akan berikan alamat nya terhadap tuan" ucap pelayan itu .


akhir nya Aldo nenyelesai kan juga seluruh pembayar akibat ulah istri nya itu yang bikin kesal , dan akhir nya pihak restoran memberikan alamat yang telah ia minta kepada Aldo tadi , Aldo meminta alamat itu karena ia sangat lah penasaran buat apa pizza sebanyak itu iya pesan .


***


***


***


mobil Aldo melesat membelah jalanan ibu kota yang sangat padat itu . beberapa kali Aldo terus saja mengumpat karena dibuat jengkel selalu oleh istri nya sendiri bahkan istri nya itu sampai memesan pizza sebanyak itu .menurut aldo sih bukan masalah nominal uang yang di keluar kan tapi istri nya itu benar benar sangat lah menyebal kan bagi nya . istri nya itu selalu memberikan kejutan untuk Aldo yang membuat Aldo jadi darah tinggi saja bagi nya .


kadang istri nya takut ke pada nya kadang juga selalu berani terhadap nya seperti kejadian di dalam restoran mewah itu .


" hah panti asuhan ngapain dia ke mari ya kira kira siapa yang ingin di temui nya di sini " gumam Aldo berhenti tepat di bangunan sederhana yang cukup luas itu . namun Aldo justru mengecek kembali alamat yang telah di berikan oleh pihak restoran tersebut namun sesuai alamat menang lah benar ini tempat nya .


" hmmm sepi ya kenapa panti ini terlihat sepi ya di mana dia berada ya kok gak nampak tanda tanda nya ada kehidupan di sini " gumam Aldo yang menatap rumah yang bertulis kan PANTI ASUHAN BERKAH DOA IBU .


tok ....


tok ....


tok...


kaca mobil Aldo di ketok oleh seorang wanita yang kira kira berumur empat puluh tahunan .Aldo segera membuka kaca mobil nya dan melepas kan kaca mata hitam nya itu .


" maaf pak cari siapa ya , dan sedang apa ya di sini apa ada yang ada bapak butuh kan , kalau ada apa kah bisa kami bantu kak " ucap wanita itu .


" hmm begini buk saya sedang cari keberadaan istri saya dari alamat yang saya dapat istri saya sedang berada di tempat ini buk tapi kenapa di sini kaya seperti gak ada kehidupan di sini ya buk " ucap Aldo .


" istri dengan nama siapa kalo boleh tau pak mana tau saya kenal pak dengan istri anda ." ucap wanita itu


" iya nama nya Mila Anggraini Sanjaya . tadi dia membeli pizza dan dikirim kan ke sini buk, maka nya saya menuju ke sini untuk melihat istri saya .tapi kenapa di sini terlihat sangat lah sepi dan saya tidak melihat keberadaan istri saya berada di mana " ucap Aldo masih celingak celinguk mencari keberadaan sang istri .


" owalah owalah neng Mila dan teman teman nya itu toh , mereka sekarang sedang berada di jembatan layang bersama teman teman nya dan para anak santri dan anak jalanan mereka sedang bagi bagi makanan untuk para anak santri " ucap wanita itu terhadap Aldo .


" whatt jembatan layang ngapain pula dia di situ segala tanpa ada izin dari aku pula dasar istri tidak tau diri " ucap Aldo .


" iya jembatan layang di dekat lampu merah yang ada di sana " ucap wanita itu kepada Aldo .


" ohww baik lah terima kasih atas info nya ya buk saya permisi ya buk " ucap Aldo tersenyum .

__ADS_1


" sama sama pak " ucap wanita itu ramah .


jarak panti asuhan dan jembatan layang tidak lah jauh hanya berjarak sekitar lima ratus kilometer . Aldo segera kembali ke mobil nya lalu mencari tempat parkir karena di sana jalanan cukup padat setelah berpamitan dengan seorang ibu ibu yang mungkin sebagai ibu pengurus panti itu .


__ADS_2