
" o iya ma aku pengen banget bika Ambon lo ma tapi mama sendiri yang harus membuat kan nya ma , karena aku sangat ingin makan bika Ambon buatan mama ," ucap Aldo memohon .
" tumben kamu nak mau suka bika Ambon " tanya Mama Risa penasaran
" ya aku pun gak tau ma aku cuman ingin sekarang "',ucap Aldo santai .
" ya sudah nanti mama buat kan tapi mungkin kita harus ke rumah sakit untuk pemeriksaan kamu dan risa " ucap mama risa menjelas kan
keluarga besar Sanjaya segera berangkat ke rumah sakit , di karena kan hari sudah semakin siang .
sesampai nya mereka di rumah sakit mereka langsung menuju ruangan dokter kandungan yang mereka pesan kemaren pada dokter pribadi nya itu .kebetulan sekali dokter kandungan itu sedang tidak ada pasien jadi ia bisa langsung di temui tanpa harus mengantri ..
" selamat siang dokter Wina " ucap papa Rudi .
" selamat siang juga tuan Rudi Sanjaya , mari nyonya , tuan silakan duduk saya akan periksa terlebih dahulu nona Mila apa kah ia beneran hamil atau hanya masuk angin biasa saja " ucap dokter Wina mencoba untuk memerintah Mila untuk berbaring di atas ranjang yang sudah di sedia kan pihak rumah sakit .
belum juga selesai ia memeriksa Mila , tiba tiba saja dari arah luar suara pintu di ketok pertanda akan ada seseorang masuk ke ruangan tersebut .
tok. .tok ..tok ..
" permisi dok saya ingin cek kandungan saya dokter " ucap wanita itu dan tentu saja seluruh anggota Sanjaya menoleh pada sumber suara .
dan sontak saja membuat Aldo dan Mila terkejut akan kedatangan wanita tersebut ke ruangan dokter kandungan tersebut .
papa Rudi pun sedikit terkejut ia seperti mengenali wanita tersebut namun ia lupa ia pernah bertemu di mana dengan wanita itu dan ia juga tidak mengingat siapa wanita itu .
" silakan duduk terlebih dahulu nona pina ,saya ingin memeriksa pasien saya dulu ya nona " ucap dokter Wina mencoba melanjut kan pemeriksaan nya terhadap Mila ,dan seketika dokter itu tersenyum bahagia dan membantu Mila untuk bangun dari ranjang nya dan duduk di kursi bersama ke dua mertua nya dan juga suami nya itu.
" baik dok, saya akan menunggu " ucap Pina tersenyum ketika ia melihat Aldo berada di sana.
" kakak , apa kakak lagi hamil " ucap Pina mengelus perut nya sambil bertanya
" belum tau pin , baru di periksa dokter tadi ini tinggal menunggu hasil nya saja " ucap Mila terkejut ketika ia melihat perut buncit Pina .
" dek , kamu lagi hamil ya, kenapa kamu gak pernah beritahu kakak , dan kenapa kamu gak datang ke rumah , di mana kamu tinggal sekarang dek , ayah dan ibu selalu nanya dan cari cari kamu Lo dx , main main lah ke rumah dx dan bawa calon suami mu ya dx " ucap Mila kasian terhadap sepupu nya itu yang lagi mengandung dan ia membebani Pina dengan banyak nya pertanyaan .
" dan kenapa kamu bisa hamil dek " ucap Mila lagi yang semangkin penasaran . .
" o iya dok gimana keadaan istri saya dok , apa kah istri saya beneran hamil donk atau bagaimana dok " ucap Aldo nengalih kan pembicaraan mila dan Pina .
" begini nyonya, tuan , selamat ya nyonya sebentar lagi nyonya dan tuan akan memiliki cucu , dan selamat juga untuk tuan Aldo dan nona Mila yang akan menjadi seorang orang tua . saya saran kan kepada tuan Aldo untuk men jaga nona mila dengan baik , dan jangan melaku kan aktivitas yang berat berat dulu " ucap dokter kandungan itu menjelas kan tentang kandungan Mila .
" terima kasih dokter , saya akan menjaga istri saya dengan sebaik baik nya dok " ucap Aldo tersenyum .
namun dengan kata kata Aldo demi kian justru membuat hati seseorang di samping nya sangat sedih sekali , ia saja yang hamil anak nya tidak pernah di perhatikan oleh nya , memang sih benar anak yang ada di dalam kandungan nya itu tidak pernah mereka ingin kan sebelum nya , namun jika ia harus menggugur kan kandungan nya itu ia sangat tidak tega jika harus membunuh anak kandung nya itu sendiri , ia sudah bertekad akan membesar kan anak itu sendiri apa pun kejadian nya nanti walau pun Aldo tidak mengakui nanti nya anak itu ia tetap akan merawat nya dan menjaga hingga dewasa kelak .
" nona pina , mari nona saya periksa terlebih dahulu , oiya nona di mana suami nona kenapa ia tidak menemani anda saat periksa, seharusnya suami anda menemani anda saat periksa agar bisa melihat perkembangan buah hati nya " ucap dokter itu .
" biar saya aja yang menemani nya dok , lagi pula saya ini kakak nya dok " ucap Mila tersenyum .
" tapi nak , apa kamu tidak kecapean " ucap mama risa khawatir terhadap Mila .
" tidak apa apa ma , mama dan papa tunggu di luar saja dulu , begitu pun mas Aldo " ucap mila
kandungan Pina sudah mencapai usia empat bulan tetapi dokter sangat heran kenapa ia tidak pernah membawa suami nya itu untuk menemani nya periksa ke dokter .
setelah selesai periksa Mila dan Pina keluar dari ruangan dokter kandungan tersebut .
Mila berniat untuk membawa Pina ke rumah mertua nya karena ia sangat kasian terhadap Pina yang sudah tidak mempunyai siapa siapa , hanya keluarga nya lah saudara satu satu nya yang berada di kota ini .
" ma , boleh kah aku ngajak Pina untuk tinggal bersama kita " ucap Mila tersenyum , dan tentu saja kata kata itu membuat Pina dan Aldo melongo dan terkejut mendengar perkataan mila .
" boleh donk nak , lagi pula kamar di rumah kita banyak , dan dia lagi dalam posisi hamil juga kan kasian juga dia jika harus tinggal sendiri " ucap mama risa yang melihat sangat kasian dengan Pina.
__ADS_1
" sekali lagi terima kasih kak mungkin aku bisa cari rumah sendiri kok , aku gak ingin ngerepotin Kakak karena aku Uda sering banget ngerepotin kakak Lo " ucap Pina
" tapi mah , bukan kah ia bisa tinggal di rumah kontrakan gitu , kenapa dia harus tinggal di rumah kita , kalau dia memang tidak punya uang dia bisa bekerja kenapa dia merepot kan sekali " ucap Aldo dan melihat Pina dengan tatapan tajam ia sangat takut jika Pina mengatakan semua nya terhadap istri dan ke dua orang tua nya , apa lagi kalau sampai kakak nya tuh tau bisa habis dia di hajar oleh kakak nya tanpa rasa ampun .
" tapi kan mas dia lagi hamil , lagi pula dia bukan nya orang lain melain kan adik aku sendiri masa mas begitu sama dia , dan mas juga gak boleh tega begitu pun dia adalah adik mas juga bukan " ucap Mila mencoba untuk mengontrol emosi nya itu .
" kamu tidak pernah tau kan , wanita itu sangat lah licik, lebih baik kita pulang sekarang tinggal kan dia di sini , karena dia tidak pantas untuk masuk ke dalam keluarga Sanjaya , ingat itu baik baik " ucap Aldo dingin .
" maksud mas licik apa mas mengenal nya " ucap Mila bertanya .
" justru mengenal nya ia adalah wanita licik " ucap Aldo sadis
" ALDO ....... sudah cukup ini rumah sakit kalian jangan bertengkar di sini , istri kamu lagi hamil apa kamu tidak kasian jika terjadi apa apa dengan nya , dan ingat jangan pernah kau membentak nya lagi seperti itu , karena menantu papa tuh tidak bersalah , papa saja menyetujui jika ia mau bawa adik nya untuk tinggal bersama kita , bahkan kalau keluarga nya pun ingin tinggal juga bersama kita papa tidak masalah , karena papa senang jika melihat menantu papa itu bahagia , kamu meminta Mila dari orang tua nya dengan cara baik baik jadi. kamu harus menjaga nya pula dengan cara baik baik pula .jangan sampai Mila dan juga adik nya itu kekurangan kasih sayang" ucap papa Rudi tegas sebagai pemimpin keluarga besar Sanjaya.
" papa tidak pernah mementing kan perasan ku , papa hanya peduli dengan nya dan kak Bagas , aku ini masih kecil pa aku masih ingin di manja , aku masih ingin bermain dan aku masih ingin mengejar cita cita ku , namun apa semua itu papa dan mama sangat lah egois memaksa ku untuk menikah dengan perempuan yang sama sekali tidak aku cintai ini .
papa tidak pernah memikir kan gimana kalo ajora sampai tau aku sudah menikah mungkin ia sangat lah kecewa terhadap ku pah , papa dan mama kan juga tau kalau aku sangat lah mencintai ajora bukan lah gadis ini pa , kami kan sudah berjanji ingin menikah " ucap Aldo sedih . ia pun pergi meninggal kan
" nak kami semua sangat lah menyayangi mu nak , mama melaku kan ini untuk kebahagian mu nak " ucap mama risa sedih.
" sudah lah ma , mari kita pulang tidak baik juga jika di dengar oleh orang sekitar ini juga rumah sakit " ucap papa rudi.
mereka pun langsung menuju mobil dan langsung duduk di bangku masing masing , sementara Pina hanya bisa terdiam menyaksi kan pertengkaran keluarga itu .
" hiks hiks , kenapa aku terjebak dalam pertengkaran keluarga ini , apa memang ia anak aku tidak pernah di terima dalam keluarga ini , aku ingin anak aku mendapkan kasih sayang dari keluarga ayah nya , namun aku juga tidak ingin membuat kak Mila sedih ketika ia mengetahui kelakuan suami nya yang bejat dan tidak mempertanggung jawab kan segala perbuatan nya terhadap ku ,tetapi aku juga tidak boleh egois mereka harus mengetahui bahwa aku juga melahir kan cucu mereka , aku tidak perduli jika orang berkata apa pada ku yang paling penting dalam hidup ku sekarang adalah melihat anak ku bahagia dengan keluarga ayah nya karena anak ku tidak lah salah " batin Fika dalam hati sambil menangis .
" kamu kenapa dek , kenapa kamu sedih coba cerita sama kakak siapa tau kakak bisa bantu , dan jangan lah sungkan sama kakak " ucap Mila khawatir dengan kondisi sepupu nya itu .
" aku tidak apa apa kak , kakak tidak perlu cemas yang terpenting jaga kehamilan kakak dan jaga keponakan aku ya kak biar supaya sehat " ucap Pina mencoba untuk tersenyum .
" mohon maaf nyonya kita sudah sampai di mansion Sanjaya " ucap sopir itu dengan sopan .
" terima kasih pak " ucap mama risa tersenyum
" sama sama nyonya , lagi pula ini sudah kewajiban saya nyonya " ucap supir itu sambil membuka kan pintu mobil tersebut .
" silakan duduk nak , jangan sungkan anggap saja rumah sendiri dan jangan malu jika butuh apa apa carik sendiri ya nak , Tante tidak bisa melayani mu di rumah ini karena Tante punya kesibukan " ucap mama risa .
" iya Tante , saya sangat lah berterima kasih Tante sudah mau mengajak saya untuk tinggal di rumah Tante , dan saya sangat bersyukur bisa tinggal di rumah keluarga besar Sanjaya" ucap Pina terharu .
" oiya papa permisi ke kamar dulu ya soal nya udah ngantuk, oiya nak Pina jangan pernah sungkan ya dan. kalau mau istirahat pakai saja kamar tamu itu ya nak , " ucap Rudi merasa kasian dengan Pina .
" terima kasih om , om dan Tante sangat lah baik , semoga tuhan membalas kebaikan om dan Tante " ucap Pina .
" oiya kak sebenar nya aku ingin memberi tau kak siapa ayah dari anak yang aku kandung ini kak " ucap Pina
" cerita kan saja dek siapa tau kakak bisa bantu kamu " ucap Mila .......
" tapi kak , tidak usa lah kak , aku tidak ingin membuat kakak sedih kalau kakak mengetahui siapa ayah dari anak aku ini kak , lain kali saja aku bakalan cerita kak tapi gak sekarang juga kak " ucap Pina sedih hiks hikss hikss .
" tidak apa dx cerita saja lah , nanti mana tau kakak bisa bantu kamu sayang " ucap Mila .
" ada apa ini , kenapa kok pada sedih sedihan begini sih , coba cerita saja nak Pina kenapa kamu bisa sedih seperti ini " ucap mama risa .
" iya dx , cerita aja kakak kan kakak kamu , dan mama risa juga pasti bakal bantu kasih solusi atas apa masalah kamu , percaya lah jika kamu berbagi cerita dengan orang lain seenggak nya hati mu akan terasa sangat lah lengah " ucap Mila memberi nasehat .
" baik lah kalau memang kakak memaksa , aku akan cerita kan gimana kondisi ku hingga menjadi seperti ini " ucap Pina sedih...
hiks ... hiks .... hiks ... hiks ...
Pina pun dengan rasa terpaksa ia menceritah kan gimana kronologi nya tetapi ia tidak mencerita kan semua nya kalau ia sempat bekerja di kafe dunia malam dan Aldo lah tamu nya pertama kali . ia tidak ingin di cap sebagai wanita murahan dan di cap wanita perebut suami orang apa lagi kalau sampai om dan Tante nya tau soal itu , merek pasti akan marah besar terhadap Pina ,pasal nya ia tidak bisa menjaga kehormatan nya dan mala memberi kan nya secara percuma kepada lelaki yang belum ia kenal .
Pina pun sangat lah tau ia sudah melukai hati sang kakak yang selama ini baik kepada nya .
__ADS_1
tetapi ia juga tidak ingin jika anak nanti lahir tanpa seorang ayah . ia menceritakan kalau ia di usir oleh paman nya dan bibi nya yang sangat lah kejam itu . ketika ia sedang berjalan tiba tiba saja mobil Aldo lewat di depan nya , aldo langsung menarik paksa Pina ke dalam mobil nya dan mendekap Pina ,
ia baru sadar kalau ia sudah berada di dalam hotel dalam keadaan tanpa busana .
ia juga mencerita kan kalau ia juga sempat bekerja menjadi sekertaris Aldo namun setelah Aldo sadar kalau ia mengenali nya , Aldo langsung saja memecat Nya dan mengusir nya bahkan Aldo sempat menyuruh nya untuk menggurkan kandungan nya yang tidak bersalah itu. ia terpaksa berbohong demi kebahagian anak nya itu.
" maaf kan aku kak aku terpaksa harus berbohong karena aku tidak ingin kakak membenci ku , dan aku juga tidak ingin anak ku ini di sebut sebagai anak haram dan tidak pernah mendapat kan kasih sayang dari keluarga sang ayah , aku tidak mau sampai itu terjadi pada anak ku kak sekali lagi aku minta maaf , aku akan berjanji suatu saat nanti aku akan menceritah kan semua nya dengan jujur ". batin Pina dalam hati nya .
" tenang lah nak mama akan mengurus nya nanti , kamu jangan khawatir " ucap mama risa tiba tiba saja merasa kan dada nya terasa sangat lah sakit dan tiba tiba saja mama risa pingsan .
" Tante , bangun Tan , Tante kenapa nih , aduh gimana nih kak sama Tante " ucap Pina panik melihat mama Risa pingsan.
" ya sudah kau tunggu sini , kakak akan bangun kan papa terlebih dahulu " ucap Mila dingin .
" assalamualaikum pah , apa kah papa sudah tidur " ucap Mila sambil mengetok pintu kamar mertua nya itu .
tok ... tok ... tok ... tok ... tok ..
" ada apa nak , kenapa kamu di sini ke mana mama kamu nak " ucap papa Rudi .
" mama pingsan pa " ucap Mila .
" APA ...... ????
" ayok kita bawa ke rumah sakit nak " ucap papa Rudi sangat lah terkejut .
" hubungi suami mu dan juga Kakak mu nak , kamu dan Pina tidak perlu ikut ke rumah sakit karena kalian kan lagi hamil muda jadi tidak lah baik untuk kebaikan ibu hamil ....
" baik lah pa kalau terjadi apa apa kabari aku ya pah " ucap Mila .
" oiya pah aku kan tidak memiliki nomor mas Aldo dan juga kak Bagas , lagi pula aku juga belum memiliki handphone pah " ucap Mila .
" haduh tuh anak , tidak pernah beres membeli kan handphone untuk istri nya saja tidak bisa , oiya nak pakai saja lah telpon rumah semua nomor keluarga kita ada di sana kok " ucap papa Rudi .
" oke pah " ucap Mila .
" tapi nanti kabari aku ya pah " ucap Mila .
" baik lah nak papa berangkat dulu ya nak , doa kan saja semoga mama kamu baik baik saja , pak tolong siap kan mobil " ucap papa Rudi .
" halo mas ini aku Mila , mas kenapa gak pulang ke rumah " ucap Mila menunggu jawaban dari suami nya itu .
" apa lagi , kenapa Lo peduli dengan gue urus aja adik Lo yang tidak berguna itu tidak perlu kau urus aku lagi , dan ingat jangan pernah kau panggil aku dengan sebutan mas lagi , karena aku tidak menginginkan mu untuk menjadi istri ku , hanya satu wanita yang ada di dalam hati ku sekarang, ia adalah ajora cinta pertama ku dia lah yang berhak menjadi istri Aldo Sanjaya asal kamu tau itu " ucap Aldo dengan nada sedikit membentak .
" tenang dulu mas , mas jangan marah marah dulu donk , aku ingin memberi kabar kalau mama tadi pingsan secara tiba tiba sekarang mama di bawah ke rumah sakit oleh papa , aku cuma ingin memberitahu kabar itu saja ny " ucap Mila .
" kenapa kau tidak bicara hah , kenapa harus berbelit belit ngomong nya " ucap Aldo membentak Mila dan mematikan telpon nya secara sepihak .
" huff dasar suami keras kepala main mati kan telpon sebarangan aja dasar gak tau etika " ucap Mila .
" kenapa kak " ucap Pina mencoba untuk bertanya.
" tidak apa apa kamu istirahat lah , kamar mu ada di depan ruang tamu itu " ucap Mila .
Tut ... Tut .... Tut .... Tut...Tut ...
" **halo kak , ini aku Mila kak , kakak lagi di mana ni " ucap Mila menunggu jawaban dari kakak ipar nya itu .
" ini siapa ya " ucap Bagas heran .
" aku Lo kak Mila istri mas Aldo masa kakak gak kenal sih " ucap Mila menjelaskan .
" oiya iya kenapa dek , tumben kamu telpon dengan nomor rumah ada apa dx " ucap Bagas .
__ADS_1
" begini kak , mama pingsan tadi kak , sekarang lagi di bawah papa ke rumah sakit , mas Aldo pun sudah aku kabari kok " ucap Mila .
" ya sudah kakak akan berangkat ke rumah sakit untuk melihat keadaan mama " ucap Bagas menutup panggilan telepon