Terpaksa Menikahi Pria Dingin

Terpaksa Menikahi Pria Dingin
bab 28


__ADS_3

siang yang aangat terik ia berniat mengantar makanan ,ke kantor suami nya . dan berniat ingin melaku kan kewajiban nya sebagai istri. untuk mengantar kan makan siang ke kantor Aldo


papa dan mama mertua nya sudah menyuruh nya dan Aldo untuk tinggal di rumah mereka , karena di rumah mereka sepi semenjak Aldo dan Mila menikah , Mila pun sebenar nya ingin mengucap kan ia tapi ia juga harus meminta izin Aldo , sebab Aldo sekarang adalah suami sah nya .


tidak perlu memakan waktu lama akhir nya Mila sampai juga di depan gedung perusahaan Sanjaya grub yang sangat terkenal itu di kalangan para pembisnis


" huff akhir nya aku sampai juga ya " ucap Mila pada diri nya sendiri


ia langsung memasuki gedung Sanjaya grub dengan perlahan , dan menemui resepsionis nya untuk menanya kan di mana keberadaan suami nya itu


" selamat siang bisa saya bertemu dengan pak Aldo " ucap Mila sopan


" siang , mohon maaf mbak apa sudah buat janji dengan beliau ? , kalau belum buat janji mohon maaf mbak , mbak gak bisa menemui beliau " tanya resepsonis itu penasaran


"belum sih, apa harus bikin janji ya untuk bertemu dengan pak Aldo ? " tanya Mila serius


" benar begitu mbak , kalau memang mbak ingin tetap menunggu beliau lebih baik mbak tunggu di kursi tunggu saja mbak, " ucap resepsionis itu dengan ramah


" baik lah kalau begitu saya akan menunggu di ruang tunggu " ucap Mila sambil berjalan ke arah kursi tunggu


tiba tiba saja terlihat jelas seorang lelaki paruh baya sedang menuju ke arah nya .dengan nada kesal dan penuh amarah .


" nak kenapa kamu duduk di situ , kok tidak masuk saja ke ruangan suami kamu , "? tanya lelaki itu penasaran.


lelaki itu adalah Rudi Sanjaya pemilik perusahaan Sanjaya grub .


" eh papa gak papa pah lagi pula tadi resepsionis nya bilang kalau mas Aldo lagi tidaj bisa di ganggu dan kalau belum buat gak bisa ke temu mas Aldo pa " ucap Mila


" kenapa kamu biar kan dia duduk menunggu di situ, apa kamu tidak tau siapa perempuan ini " tanya Heru dengan nada tinggi


" pak Aldo sudah pesan dengan saya pak, kalau beliau tidak ingin di ganggu untuk hari ini pak karena pak Aldo sedang sibuk " ucap resepsionis itu ramah


" kamu tau siapa yang kamu suruh menunggu itu " ucap Heru sangat kesal yang melihat menantu nya di biar kan menunggu di kursi tunggu itu yang harus di duduki sebagai tamu .


" sudah lah pah tidak apa apa, lagi pula kan mereka tidak mengenali aku , mungkin mas Aldo belum mengenal kan aku pada mereka " ucap Mila sopan


" tidak mungkin mereka tidak mengenali mu , karna semua karyawan , dan para kolega bisnis papa . semua nya papa undang dan mereka semua tau kalau kamu tuh istri dari Aldo Sanjaya " ucap Heru


" maaf kan saya nona , karna saya tidak tau kalau nona istri dari pak Aldo , karena saya baru beberapa hari kerja di sini nona , jadi saya belum mengenali seluruh anggota keluarga pak Aldo " ucap resepsionis itu meminta maaf


" sudah tidak apa apa saya mengerti kok " ucap Mila ramah


" sekali lagi saya minta maaf ya nona karena nona sudah menunggu lama " ucap resepsionis itu masih merasa tidak enak dengan Mila


Mila cuman mengangguk kan dan tersenyum manis ,menatap resepsionis tersebut .


papa Rudi dan juga Mila bergegas pergi meninggalkan resepsionis itu , dan menuju ruangan pribadi Aldo .papa Rudi yang sudah merasa kesal dengan anak nya langsung mendobrak pintu ruangan pribadi Aldo


brakk . ...


" Aldo ! kamu tidak liat istri kamu di luar menunggu mu " ucap pak Heru yang sudah mendobrak pintu ruangan kerja aldo


" apa yang kamu kerjakan disini hah !


dan kamu berani sekali tadi saya liat kamu duduk di pangkuan anak saya " ucap pak Heru tegas


" pah dia itu Pina, sekertaris aku karena kerjaan ku menumpuk aku ajak Pina bergabung di perusahaan kita , lagi pula kan aku kasian dengan Pina dia sebatang kara tinggal di kota ini pah jadi aku bantu saja deh " ucap Aldo mencoba membela Pina .


" kamu diam saja , papa sedang bertanya dengan gadis ini , bukan kamu " ucap Heru sudah kesal


" maaf kan saya pak atas kelancangan saya. saya tidak tau pak kalau pak Aldo sudah mempunyai istri , dan saya hanya menemani pak Aldo saat pak Aldo bekerja " ucap Pina


" mas ini aku bawa kan makan siang kamu , papa juga mari pah makan bersama " ucap mila tersenyum


tiba tiba saja ia melihat Pina dan sangking terkejut nya ia hampir tertabrak Pina yang membawa berkas untuk keluar kantor .


" whatt .... kamu apa kah kamu tidak mengenali saya " tanya Mila atusias


" saya mohon maaf deh saya tidak kenal dengan nona " ucap Pina sopan


" astaga dasar adik kurang ajar berani sekali kau gak kenal dengan ku ya " ucap Mila sambil memukul pundak Pina keras


" aww ... hmm oiya hehe maaf deh kak , soal nya Uda lama kita kan tidak pernah ketemu saat papa dan mama aku meninggal kak jadi kita jarang ke temu lagi deh " ucap Pina tersenyum sedih


" ngapain kamu ada di kantor suami kakak " tanya Mila serius


" aku bekerja di perusahaan ini kak , aku jadi sekertaris pak Aldo untuk membantu pekerjaan yang sangat banyak kak " ucap Pina sopan


" kakak bilang apa tadi pak Aldo inj suami kakak " ucap Pina kaget


" iya dek ,mas Aldo itu suami kakak " ucap Mila .


seketika raut wajah Pina berubah derastis karena harapan nya sekarang untuk menjadi istri dari Aldo Sanjaya telah hilang .


" kamu sudah tau kan , kalau Aldo tuh suami kakak mu jadi jangan coba coba berani mendekati nya " ucap Rudi memperingati .


" jangan pada berisik ayo kita makan , dan kalau mau ngobrol nanti saja . dan jangan pernah ngobrol masalah pribadi di ruangan saya mengerti saya tidak suka " ucap Aldo dengan tegas


" mengerti mas , ya sudah sini aku ambil makan nya buat mas ayo Pina kamu ikut kami makan " ucap Mila tersenyum


" Pina selesai pekerjaan kamu dan makan di luar jangan pernah menganggu makan bos kamu dan istri nya " ucap pak Heru tegas


" tapi pah ,, belum selesai Mila berbicara sudah di potong oleh mertua nya

__ADS_1


makan siang pun berlalu tanpa suara dan sebening mungkin, hanya dentingan garpu yang ber bunyi .


***


***


***


hari ini adalah dimana Mila dan Aldo , akan tinggal di rumah Aldo sementara karena permintaan orang tua Aldo .


sebenar nya, Aldo tidak suka kalau ia harus tinggal di rumah orang tua nya , karena ia akan berpura pura untuk bersikap baik terhadap Mila itu sangat menjijikkan bagi nya .


sementara bagi Mila ia sangat senang karena kalau ia tinggal di rumah ke dua mertua nya , Aldo akan bersikap baik terhadap nya ! walaupun ia tau Aldo melaku kan itu tidak dengan hati tulus, melain kan hanya tidak ingin orang tua nya sampai tau gimana hubungan , rumah tangga nya dengan Mila .


pintu kamar aldo terbuka , tanpa


dipersila kan masuk Mila langsung menyelonong masuk dan melempar tubuh nya di ranjang yang ukuran nya sangat lah luas .


dua kali bahkan luas ranjang rumah nya .


" siapa yang suruh kamu tidur disana ha ini kan kamar aku ?" ucap Aldo dingin


Deg !


Mila melirik suami nya yang masih berdiri di dekat ranjang dengan tangan yang masih setia dari tadi memegang koper Mila


" suami ku... seperti nya kamu sudah pikun ya. aku pikir kamu belum tua tua amat Lo ... tapi ternyata .kamu Uda pikun aja . " Mila berkata dengan senyuman mengejek pada Aldo tanpa berniat bangun dari ranjang .


" beres kan barang barang kamu! saya tidak ingin melihat kamar saya berantakak kamu mengerti !"


perintah nya .


" bukan kamar kamu ... tapi kamar kita mas ....


kita ! aku dan kamu lalu menjadi kita !" ucap Mila sambil tertawa geli


gadis yang benar benar sudah terputus urat ketakutan nya .tidak ada jaim jaim nya sedikit dengan lawan jenis nya .yang bahkan baru beberapa Minggu menjadi pasangan suami nya.


Aldo pikir gadis pilihan papa nya ini adalah gadis yang akan menjaga jarak pada nya .


di saat tidur bersama dengan nya , dan memilih tidur di sopa karena "takut Aldo sentuh . lah ini ?


" benar benar alien tidak tau malu kamu tuh di mana rasa malu mu tuh ." umpat Aldo masuk ke kamar mandi dengan membanting pintu


" jangan harap kamu bisa menyuruh ku tidur di sopa lagi mas , aku akan membukti kan kalau aku bisa menjadi istri kamu , walau pun aku belum bisa mencintai mu sepenuh hati ku tapi aku yakin cinta itu pasti akan datang dengan sendiri nya ! aku akan menjauh kan kamu dengan para pelakor , termasuk adik sepupu ku sendiri " gumam Mila dalam hati


" di dalam kamar mandi Aldo mendingin kan kepala nya , baru beberapa hari menjadi suami Mila emosi nya sudah meletup letup .


" karena bagi Aldo hal itu akan buat ia membuang buang waktu dan energi nya saja .tubuh nya sudah sangat cukup lelah malam ini .


sedang kan Mila masih tetap ingin berusaha menjadi seorang istri yang berkewajiban lahir dan batin ,


tetapi ia juga masih takut gimana kalau Aldo berbuat kasar dengan nya .


atau mala membencin nya .


Mila cuman ingin bisa mendampingi suami nya baik susah maupun duka


" yes ... dia memilih tidur di luar , malam ini aku aman "! batin Mila dengan mara yang melirik sana dan sini mencari keberadaan Aldo


setelah memastikan tidak ada suara lagi ,


dan tidak ada penampakan manusia es batu tuh , Mila membuka mata nya .


" yeahhh... " teriak nya dengan tangan yang bersorak gembira .


" yeye yeye yeye ... aku akhir nya bisa mengusir si manusua es batu itu ..... kau memang cerdas Mila " puji Mila pada diri nya sendiri


" siapa manusia batu es tuh ?" tanya Aldo yang sedari tadi berdiri di belakang Aldo


Gleg.


Mila segera menoleh ke belakang


" marilah aku... ya tuhan .... aku masih ingin hidup malam ini Tuhan ... jangan cabut nyawa aku .. cabut saja nanti saat aku sudah membuat nya jatuh cinta, ke pada ku ". doa Mila


" kenapa mulut kamu komat Kamit gitu " tanya Aldo penasaran


" hehe ... mas "


" jangan panggil saya mas . panggil saya pak ! cepat beres kan barang barang kamu setelah itu kamu boleh istirahat ." perintah Aldo .


" gak mau "!


" beres kan !"


" nggak ! kecuali ?" Mila tersenyum penuh arti .


" kecuali apa ?! " tanya Aldo


" kecuali besok beliin aku ponsel keluaran terbaru dengan spesifikasi terbaik " kata Mila mencoba meraih kesepakatan yang jelas jelas menguntung kan nya


" baiklah ." ucap Aldo tanpa banyak pikir .toh hanya ponsel .itu terlalu murah untuk Aldo ketimbang waktu nya terbuang percuma untuk berdebat

__ADS_1


Mila langsung bersorak kegirangan .aldo menarik ujung bibir nya penuh arti .


" tidak jauh dengan gadis gadis di luar sana , sama saja " gumam nya dalam hati


seandai nya Aldo bisa tidur di kamar tamu ,


pasti dia lebih memilih tidur di kamar tamu .


namun pasti nya sang mama pasti tidak akan membiarkan itu terjadi .


Aldo sudah cukup lelah dia tidak ingin berdebat dengan siapa siapa .


direbahkan nya tubuh yang selalu di dambakan banyak wanita itu ke ranjang ukuran besar .


pikiran Aldo kembali melayang membayangkan wajah Pina .


" sedang apa kah Pina sekarang ya " gumam nya dalam hati


ah hati Aldo cukup bergemuruh membayang kan apa yang akan ia rasa kan menikah dengan wanita yang tidak ia cintai sama sekali , dan harus di di satu atap yang sama .


setiap apa pun itu , pasti tolak ukur Aldo adalah Pina .


Pina adalah gadis dewasa lebih dewasa lagi dati mlia namun karena orang tua Mila adalah kakak dari orang tua Pina. maka pina harus memanggil Mila seorang kakak


dengan iming iming mendapat kan ponsel keluaran terbaru untuk mengganti ponsel nya yang hilang ,Mila bersemangat menata barang nya di kamar Aldo yang sudah menjadi kamar mereka


bener bener masih bocah


meski pun usaha nya tadi tidak membuat Aldo tidur di luar karena infil dengan nya , namun setidak nya


besok ponsel baru nya , akan sampai ia bisa menghubungi para sahabat nya.


Mila sudah mencuci wajah nya dan mengganti baju nya dengan baju yang menurut aldo aneh .karena bukan nya piyama .


" kenapa kamu pakai baju seperti itu "? tanya Aldo


" karena aku tidur memang lebih nyaman pakai seperti ini , aku gak bisa tidur kalau pakai baju panjang panjang atau yang ribet ribet " ucap Mila


Aldo menelan seliva nya pasal nya Mila saat ini memakai celana pendek berbahan katun yang hanya menutupi pantat nya saja dan juga tengtop yang membuat belahan dada Mila terlihat .


Mila dengan santai nya mengenakan itu , entah sengaja menggoda Aldo atau bagaimana .toh kalau pun memang tergoda Aldo juga kan suami nya ia berhak melayani nya .


Mila merebah kan tubuh nya di samping Aldo.


Aldo juga lalu menyusun pembatas bantal juga guling sebagai pembatas di tengah .


" gak kebalik , harus nya aku yang melakukan itu karena takut kamu macem macem ." ucap Mila mencoba menggoda suami nya


" jangan banyak omong tidur saya lelah " kata Aldo


***


***


***


sementara di sebuah kafe hiburan malam , Pina sangat peustasi melihat kalau lelaki yang ia cintai ternyata sudah menikah dengan kakak sepupu nya .


tapi bagi Pina ia bertekad akan berusaha merebut Aldo dari Mila .


dan menikah dengan Aldo walau pun nanti ia menjadi istri kedua . bagi Pina itu tidak lah masalah karena cinta yang terlalu besar ia sanggup mengorban kan harga diri nya


" pin ... gue gak bisa melaku kan nya ..." ucap firman masih di atas Pina


" lakukan pak gue mohon gue mau .." ucap Pina dengan nada memohon


" tapi gue gak bisa janjiin Lo apa apa , gue gak seperti Aldo " ucap firman sedih


" gue gak butuh status Lo pak ? gue gak butuh ...


gue cuman butuh Lo buat puassin gue ! buat gue lupa dengan si brsngsek Aldo tuh "! ucap Pina dengan nada memohon


" baik lah kalau itu yang elo mau pin ." kata firman dengan hati yang teramat bahagia .


" Awwwwww...." pekik Pina kesakitan


" oh my God , mantap banget pin ...." Tan Rancau firman langsung memompa tubuh nya yang sudah menyatuh dengan Pina .


Pina yang awal nya merintih sakit .lama lama sudah sedikit mengimbangi firman apalagi rasa sakit nya sudah berganti rasa nikmat bahkan lebih nikmat dari Aldo .


" fir .. aku mau keluar ." kata Pina


" tunggu bentar pin kita keluar kan sama sama ." kata firman


tidak lama kemudian dua manusia itu mencapai puncak surga dunia nya . namun firman tidak terasa lelah , dia terus menggarap tubuh karyawan nya itu hingga menjelang pagi .


" thank pin ." firman mengecup kening Pina .


" thank juga firman telah memberi aku pengalaman yang luar biasa hingga ku bisa sekejab melupa kan rasa sakit ku sama Aldo .


cukup ini menjadi rahasia kita berdua ya fir , karena aku akan tetap memperjuangkan Aldo ". kata Pina


" kau memang gila karna cinta pin " ucap firman

__ADS_1


__ADS_2