
setelah sampai Mila dirumah ia pun segera menuju kamar nya dan bergegas untuk
mengganti pakaian dan langsung menuju ke kamar mandi untuk melaku kan ritual mandi nya itu .
tok..tok.. tok.
suara pintu diketuk dari arah luar ..
" sayang kamu sudah pulang kalau sudah selesai langgsung turun ke bawah ya untuk makan siang bersama , ayah dan ibu akan tunggu di ruang tamu ya nak " ucap ibu Irma sediki berteriak kepada anak nya itu .
" iya Bu, mila lagi mandi nih, nanti Mila akan susul Bu " ucap mila yang sedikit berteriak dari arah kamar mandi .
" Bu, hmm...... ayah sudah bicarakan sama pak Rudi Sanjaya tentang perjodohan anak kita Bu yang akan segera kita selengara kan Bu " ucap ayah Kevin kepada istri tercinta nya itu .
" hmmm .... apa gak terlalu cepat mas ..lagi pula Mila kan masih sekolah , dan Mila pasti tidak ingin kalau secepat menikah karena ia ingin melanjut kan kuliah nya dan ingin berkerja dulu mas , kan kita bisa saling mendekat kan mereka terlebih dahulu dari pada harus langsung menikah kan mereka , sipat mereka berdua masih labil mas belum sepenuh nya dewasa karena usia mereka belum genap dua puluh tahun mas " ucap ibu Irma yang agak sedikit ragu dengan keputusan suami nya itu yang terlalu memaksa kan kehendak nya untuk segera menikah kan anak bungsu nya itu , sementara anak sulung nya saja belum juga menikah sampai sekarang .
"pokok nya ayah sudah berjanji dengan keluarga Sanjaya untuk menjodohkan putri kita jadi ibu jangan coba coba untuk menentang keputusan ayah karena ini demi keluarga kita dan sikap silah turami di antara kita jangan pernah putus " ucap Kevin namun Kevin pun tetap teguh dengan pendirian nya.
" terserah mas aja deh , mas nya yang mengatur semua nya mas kan tidak pernah ingin mendengar kan penjelasan dari ibu " ucap ibu Irma lalu pergi dengan jawaban pasrah sambil meninggal kan suami nya yang masih terdiam di meja makan sambil melihati punggung istri nya yang sudah pergi dalam keadaan marah .
ia hanya ingin melihat anak bungsu nya itu gadis kecil nya itu hidup bahagia dan mendapat kan pria yang baik pula untuk membimbing nya ke jalan yang benar
***
***
***
dikamar mila
Mila pun terbangun dari tidurnya karena ponsel nya berbunyi
__ADS_1
" uhhhh siapa sih nelpon nih mengganggu saja " ucap Mila sambil meraih hp nya di atas nakas .
Mila pun terbangun dari tidurnya masih dengan mata terpejam sambil mengangkat hp nya dengan malas
" halo siapa sih pagi pagi gini mengganggu saja apa tidak tau kalau masih ngantuk " ucap Mila dengan suara khas orang lagi baru tidur nya .
" sayang bangun donk Uda siang lo kan kita mau MOS " suara dari balik telpon
ehhh....menarik napas dengan panjang ...
"gak pala lo ingetin Tan gue juga inget kalo hari
ini ada MOS " ucap Mila dengan enteng nya.
" Lo di ingetin malah ngegas Lo , masih mending gue ingetin karena Lo adalah sohib gue " ucap intan yang mulai kesal dengan kelakuan sahabat nya itu .
" woy lo liat jam tuh Uda jam berapa tidur aja
kerja nya" .. celetuk intan dengan kesal nya.
telah membuatnya kesiangan ia sangat lah terkejut saat melihat jam dinding yang menunjuk kan jam yang sudah siang .
"whatt , Uda jam 07:20 astaga aku telat nih " ucap Mila sambil memutus kan telepon nya secara sepihak .dan karena kurang pokus Mila pun menginjak pena nya yang kemarin terjatuh di lantai dan akhirnya cobaan tidak bisa di hindari Mila pun terjatuh di lantai dengan telentang .
" aww,, sakit nya sebaiknya aku buru buru deh mandi timbang nanti terlambat lagi " ucap Mila .
Mila pun bergegas untuk bersiap siap pergi ke sekolah.
sementara di areal sekolah intan ,,Nadira,, dan Jesi ternyata sudah sampai di sekolah lebih awal dari pada Mila .
" huu.. akhirnya gak terlambat juga" ucap ketiga nya sahabat mila dengan sangat lega.
__ADS_1
" ehh btw Mila kok belum sampai ya ?" ucap Jesi bertanya ke pada kedua sahabat nya itu .
" aduh... gimana nih , Mila belum juga datang mana hp nya gak aktip lagi di hubungi kemana tuh anak. " ucap Nadira yang sudah merasa sangat cemas dengan Mila karena sebentar lagi pelajaran akan segera di mulai tapi Mila tak kunjung datang juga.
setelah Mila sampai di sekolah ternyata gerbang sekolah sudah di tutup pertanda
bahwa waktu pelajaran sudah di mulai dan Mila sangat merutuki diri nya kenapa ia tidak bisa mengatur waktu nya untuk bangun pagi .
" gimana ni aku terlambat mana di kunci segala lagi nih gimana cara masuk nya apa aku teriakin satpam aja ya mungkin akan dengar " ucap Mila yang mencoba untuk memanggil satpam berulang kali tapi Al hasil satpam tidak datang juga,
dengan perasaan kecewa Mila pun duduk di taman sekolah sambil mencari sesuatu di dalam tas nya dengan teliti.
" sial banget malah mati lagi ni hp gimana
cara telpon Nadira ya sial banget aku hari ini mana keadaan terlambat di tambah hp habis batrai lagi dan berusaha berpikir untuk menelpon para sahabat tapi Mila pun tak mendapatkan ide
akhir nya Mila pun memutus kan untuk menunggu para sahabat nya sampai pulang sekolah .namun mila pun tak menyadari dari tadi ada yang sedang mengintai Mila dari arah jauh namun ia tidak mengetahui siapa yang mengintai nya ..
***
***
***
" tan, hmmm ..... Mila gak masuk ya ....."
ucap Nadira sedikit bertanya dan sedikit penasaran dengan keberadaan Mila saat ini tidak biasa nya Mila kalau sekolah itu terlambat apa lagi saat melaku kan mos .
" gak tau kayak nya gak sih ....tapi kira kira Mila kemana ya kok gak kasih kabar ya , aku jadi khawatir kalau begini cara nya ucap intan yang sedang sedikit bingung.
" coba telpon lagi Tan mana tau nomor dia aktip , lagi pula tadi pagi nya yang tidak aktip Nana tau ini Uda aktip " ucap Nadira .
__ADS_1
" oke tapi Nomor nya masih aja gak aktip , aku jadi khawatir kalau gini cara nya " ucap Jesi yang khawatir terhadap sahabat nya itu .
" kira lu. lu aja yang khawatir sama Mila , gue dan Nadira juga sama khawatir sama Mila karena Mila kan sahabat kita jadi kita harus tau kenapa bisa dia sampai tidak masuk sekolah dan terlambat , setau gue sih dia tuh gak pernah telah kalau nama nya sekolah " uvap intan yang ikut khawatir .