
MC memulai acara yang ternyata adalah acara lelang akan ada 5 perhiasan yang akan di lelang malam ini, dari perusahaan Nicho akan mengikut sertakan 2 perhiasan.
Black Diamond yang telah menjadi sebuah kalung cantik yang anggun berbentuk tetesan air yang berlapis-lapis terlihat sederhana tapi sangat cantik, dan sebuah cincin berlian.
Lalu patung naga dengan ukiran sempurna dari batu giok, 1 set perhiasan dari mutiara hitam, yang terakhir adalah sebuah bongkahan crystal yang sangat besar berbentuk abstrak asli dari alam dan belum tersentuh atau dipoles, inilah yang di inginkan oleh Nicho dan dia harus mendapatkan batu itu.
"Kamu suka gak Hazel sama kalung black diamond tuh? cantik banget ya.." Ujar Ana pada Hazel yang sejak tadi melihat ke arah kalung itu.
Morgan melirik ke arah mereka ingin mencari tau dan ternyata memang Hazel menyukai kalung itu, dengan bentuk yang simple, emas putih dan berlian hitam itu juga di kelilingi berlian putih yang halus menambah kesan anggun dan mewah.
"Baik, aku akan beli itu tapi kapan bisa ngasihnya ke kamu, Hazel... " ucapnya dalam hati.
"Lelang akan dibuka dengan harga USD 50,000"
Morgan mengangkat papan bertuliskan 10, lalu beberapa orang juga mengangkat papan yang sama sampai akhirnya Morgan terus bersaing hingga dia mendapatkan kalung itu di harga USD 110,000
"Hei, mau buat siapa kalung itu?" Tanya Ana berbisik tapi Morgan tidak mau memberitahukan pada kakaknya itu, "Rahasia." Bisiknya.
Nicho tersenyum dan menundukkan kepalanya pada Morgan untuk berterima kasih karena kalung itu berasal dari perusahaannya dan keuntungannya mencari 40% lebih tinggi dari yang seharusnya dia dapat dan 40% itu akan dia sumbangkan sesuai peraturan pelelangan disini.
Perhiasan selanjutnya mereka tidak tertarik sama sekali jadinya Hazel dan Tatiana permisi ke toilet tetapi sudah 15 menit mereka belum kembali membuat Morgan dan Damian khawatir dengan Ana jadinya Morgan segera menyusul apalagi Juan juga tidak ada di kursinya. Morgan jalan dengan tergesa-gesa dan di toilet wanita hanya ada Tatiana yang baru saja keluar.
"Mana Hazel kak?" tanya Morgan sedikit panik.
"Udah keluar dari tadi, karna rame tadi kami gantian." Jawab Ana lalu Ana dan Morgan mencari Hazel yang tertanya mereka melihat Hazel ditarik paksa oleh Juan ke pintu belakang gedung.
"Jangan ikut campur, kita pantau aja dari sini kalau seandainya pria itu kasar baru kita bantu." Cegat Ana saat Morgan ingin menyusul Hazel dan Juan yang tidak jauh dari sana. Tanpa mereka tau, Oliv juga menyusul dan mengambil foto Juan dan Hazel yang sedang berbicara, Juan mencoba memeluk Hazel tapi dia di dorong menjauh.
"Jangan sentuh aku Juan!" Bentak Hazel yang akhirnya Juan melepaskan kedua tangannya dari pundak Hazel.
"Aku hanya ingin tanya, Amber anakku kan? Yang kalian bicarakan tadi?" Tanya Juan namum Hazel malah membalasnya dengan tersenyum sinis.
"Anakmu? Kapan aku punya anak denganmu? Kan kau sendiri yang tidak mengakuinya waktu aku bilang hamil, jadi Amber hanya anakku." Jawab Hazel dengan tegas sambil menatap tajam pada Juan.
"Aku minta maaf Hazel, aku mohon pertemukan aku dengan Amber aku ingin melihatnya sekali saja."
__ADS_1
"Gak.. Amber anakku dan jangan coba mengganggu hidup kami."
Hazel berbalik dan berlari meninggalkan Juan yang masih kesal karena Hazel telah berubah, bukan gadis polos yang biasa bisa dia permainkan lagi.
"Aku akan mendapatkanmu lagi Hazel, meskipun hanya menikmati tubuhmu" batin Juan dengan seringai tipisnya tapi, Morgan masih memperhatikan dia dari jauh.
Tatiana mengejar Hazel dan kembali ke tempat duduk mereka, "Kenapa lama?" Tanya Nicho sedikit berbisik tapi dengan nada menekan.
"Tadi sangat ramai di toilet terus tunggu Tatiana selesai juga." Jawab Hazel berbohong. huh.. mudah-mudahn dia gak tau tadi aku bersama Juan sedang bicara." ucap Hazel dalam hati.
"Bang Dami, mutiara itu sepertinya cocok buat mami." Ujar Morgan karena saat ini sudah dimulai pelelangan 1 set perhiasan mutiara yang sangat cantik.
"Gak deh, nanti Archer ngamuk lagi.. tuh dia lagi berebut sama temennya." Tolak Damian dan Morgan baru tau kalau Archer juga ada disini dan pasti mutiara itu untuk tante Elara.
"Ah iya.. berarti nanti kita tunggu cincin berlian itu saja, mami pasti senang." Morgan menunjuk ke arah layar di depannya.
"Jangan deh, mami ga suka pakai barang mahal, nanti aku juga yang pakai hehehe.." Ujar Tatiana senang karena itu memang benar, semua perhiasan Lusia pasti dia yang pakai karena maminya selalu berdandan apa adanya.
"Ck.. itu mah kak Ana aja yang sering ngambil perhiasan mami." Ujar Morgan melirik ke Ana.
"Iya juga ya.. balik modal dong kita kalau beli buat mami." Celetuk Morgan.
Hazel yang mendengar perbincangan itu tersenyum tipis, perasaannya sangat hangat mendengar kekompakan kakak beradik itu.
Sedangkan Oliv terus melirik ke arah Morgan yang sangat tampan dan dia telah membayangkan betapa senangnya bisa menjadi menantu keluarga Hastanta. "Aku akan coba menggodamu Morgan, kau tampan dan terkenal playboy, pasti tidak sulit menaklukkanmu." Ucapnya dalam hati.
Sedangkan Nicho sudah sejak tadi emosi karena Juan terus memperhatikan Hazel, sesekali Nicho memberikan tatapan tajam ke Juan agar dia sadar kalau Hazel adalah miliknya tapi Juan malah balas menatapnya dengan memberikan senyum mengejek.
Setelah acara selesai, semua telah pulang ke tempatnya masing-masing. Sesampainya dirumah, Hazel langsung ingin ke kamar untuk mengganti pakaian dan ke kamar anak-anaknya tapi Nicho sudah menghadangnya dan menarik rambut Hazel kuat.
"Dasar ******! Kau berani menemui mantan pacarmu di belakangku hah?!" Teriak Nicho dan menyeret Hazel dengan menarik rambutnya. Amber yang kebetulan belum tidur karena menunggu Hazel melihat itu lalu berlari turun tangga dan langsung memukul Nicho dengan tangan kecilnya.
"Lepasin mama...!" Teriak Amber, Hazel sangat takut jika Nicho juga memukul Amber.
"Amber, kembali ke kamar nak.. mama mohon kembali keatas." Lirih Hazel yang masih ditarik oleh Nicho menuju tangga. Oliv yang melihat kejadian itupun tersenyum puas, rencananya untuk membuat Hazel semakin menderita berhasil.
__ADS_1
"No.. lepasin mama! Kata bu guru hanya orang jahat yang suka mukul.. om jahat, Amber akan lapor polisi biar om ditangkap, kata bu guru orang jahat akan di tangkap polisi." Amber tetap menarik dan memukul Nicho agar melepaskan Hazel.
"Diam kau anak haram!" Bentak Nicho, Hazel yang mendengar hinaan ke anaknya tidak terima lalu berontak dan menginjak kaki Nicho dengan heels nya, akhirnya Nicho melepaskan tangannya dari rambut Hazel digantikan sebuah tamparan keras di wajahnya.
"Kau boleh menghinaku tapi jangan sekali-kali menghina anakku Nicho!" Teriak Hazel melawan.
"Kau sudah berani hah.." Nicho mendekat lagi dan ingin mencengram lengan Hazel tapi dia lebih cepat mendorong dengan kuat tubuh Nicho sampai dia hampir terjatuh. Hazel langsung menggendong Amber dan lari keatas menuju kamar dan menguncinya tepat sebelum Nicho dapat mengejarnya.
"Buka pintunya brengsek! Kau bisa lolos hari ini, besok aku akan menghajarmu." Teriak Nicho masih menendang pintu kamar Amber. Hazel terus memeluk Amber yang sudah menangis, ibu dan anak itu menangis bersama sambil berpelukan. Untung saja Ruby masih tidur dan tidak terganggu.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
"Mama.. telepon tante Ana, ini." Amber memberikan telepon jadul yang diberikan Tatiana untuknya terakhir kali mereka bertemu, pesan Ana untuk menggunakan telepon itu dalam keadaan darurat saja dan disimpan dengan baik.
"Gak usah nak, mama tidak apa-apa, besok juga om Nicho akan baik dan gak marah lagi. Amber sekarang tidur lagi ya, besok sekolah." Hazel menuntun Amber kembali ke tempat tidurnya dan bersama merebahkan dirinya sampai Amber tertidur baru dia bangkit lagi.
"Untung aja ada beberapa baju yang sudah aku pindahkan." Hazel mebuka lemari dan mengambil bajunya, setelah membersihkan diri Hazel kembali tidur meskipun dia tidak bisa tidur nyenyak yang penting istirahat.
Pagi harinya Hazel bangun lebih pagi dan segera mengantarkan Amber ke sekolahnya. Hari yang seharusnya dia menemani Amber karena ada acara pun tidak bisa dia ikuti. Tengah malam tadi Nicho memberikan pesan lewat pelayan agar Hazel tidak boleh kemanapun hanya boleh mengantar jemput Amber saja.
"Wah.. nyonya muda Wang, enak sekali ya.. sudah menikah masih aja cari mantan." Celetuk Oliv begitu Hazel memasuki pintu rumah dan dia akan pergi ke kantor. Hazel hanya diam dan terus melangkah masuk tanpa merespon Oliv yang semakin kesal dengan Hazel yang biasa saja.
"Kau kemari.." Panggil Nicho yang sedang menuruni tangga ingin menyusul Oliv pergi ke kantor.
"Ada apa?" Tanya Hazel malas.
"Aku peringatkan, jangan membuat ulah dan jangan berani menemui Juan lagi, kau tau apa yang bisa aku lakukan." Ancam Nicho menatap tajam pada Hazel.
"Aku juga gak mau ketemu si brengsek itu, jangan khawatir aku sangat membencinya sejak dia mencampakkanku dan lebih memilih asistenmu itu dulu." Jelas Hazel dan Nicho sedikit terkejut mendengarnya.
"Oliv? Maksudmu Juan pernha berhubungan dengannya?" Tanya Nicho penasaran.
"Itu yang aku tau, setelah Juan gak mau bertanggungjawab padaku dia pacaran dengan Oliv dan tinggal bersama." Sambung Hazel lagi, untungnya Oliv sudah ada di mobil jadi tidak mendengar percakapan mereka.
"Kalau gak percaya tanya aja pada Darius, dia yang waktu itu kasih tau aku makanya aku ke apartemen Juan dan melihat mereka sedang.. ya kau taulah." Lanjut Hazel lalu dia meninggalkan Nicho yang masih mencerna penjelasan Hazel itu.
__ADS_1
TBC~