The Girl'S Mom And Berondong

The Girl'S Mom And Berondong
BAB 44 - Pernikahan


__ADS_3

Hari H pernikahan Morgan dan Hazel di gelar tertutup dan mewah, tidak ada orang luar yang tahu selain keluarga besar Hastanta dan Sadana serta orang kepercayaan mereka. Ada beberapa rekan bisnis yang sudah sangat dekat dengan kedua keluarga itu dan beberapa teman baik Morgan.


"Hazel.. ada kejutan untukmu." Ucap Ken dan Hazel sedikit bingung karena tidak biasanya ayah mertuanya datang padanya duluan untuk berbicara.


"Iya papi.." Sahut Hazel lalu mengikuti Ken untuk ke ruangan sebelah sebelum dirinya keluar untuk acara pemberkatan.


"Hazel.." Panggil seseorang, suara yang sangat Hazel rindukan.


"Ayah.." Lirih Hazel tak percaya, dia berlari dengan mengangkat gaunnya dan memeluk sang ayah yang sudah sangat lama tidak bertemu.


"Ayah kembali nak, maafkan ayah." Ujar Pablo dan Hazel menggelengkan kepalanya.


"Lupakan semuanya ayah, Hazel bahagia sekarang." Ujarnya pelan dan dia sudah menangis haru sejak tadi.


"Jangan nangis dong, ini hari bahagia nanti makeupnya luntur loh." Goda Ana lalu mereka tertawa bersama. Pablo menceritakan sedikit bagaimana cara keluarga Hastanta membawanya ke singapura dan membantunya agar bisa masuk lagi ke negara ini.


"Terima kasih Ana, papi." Ucap Hazel yang tidak tau lagi harus bagaimana berterima kasih pada keluarga ini.


Pablo dengan gagahnya mengantarkan Hazel menuju pria yang sebentar lagi akan resmi menjadi menantunya. Morgan saat itu sangat gugup, terlihat dari wajahnya yang tegang tetapi tetap tersenyum dan terpesona dengan kecatikan Hazel yang sempurna pagi itu.


Pemberkatan selesai dengan baik, setelah menandatangani surat-surat mereka akhirnya resmi menjadi suami istri. Keluarga, teman dan rekan kerja juga sangat bahagia melihat Morgan yang telah menikah.


Amber dan Ruby juga sangat senang, Amber terus tertawa di samping Lusia sedangkan Ruby memilih berada di gendongan Ken karena dia takut dengan banyak orang disana tapi gadis kecil itu juga terus tersenyum melihat mamanya yang terlihat bahagia.


"Ruby senang?" Tanya Ken lalu gadis kecil itu mengangguk dan tersenyum.


"Ruby mau digendong kakek?" Tanya Ken lagi tapi Ruby menggeleng lalu melingkarkan tangannya di leher Ken dan tidak mau melihat Pablo yang ada di samping mereka.


"Sabar saja, Ruby masih belum begitu dekat denganmu nanti juga dia pasti mau." Ucap Ken pada Pablo yang terlihat sedih dengan apa yang terjadi dengan cucunya.


"Iya gak apa-apa yang penting Ruby baik-baik saja, itu sudah cukup." Jawab Pablo pasrah melihat Ruby yang masih tidak mau dipeluk olehnya.


"Kakek jangan sedih, ada Amber." Ucap Amber lalu memeluk kaki Pablo karena dirinya sangat tinggi membuat Amber suka di gendong olehnya. Pablo mengangkat Amber dan terlihat anak itu senang berada di ketinggian dalam gendongan Pablo dan bisa melihat sekeliling dengan jelas.

__ADS_1


"Sayang.. sepatunya dibuka dan duduk saja, jangan berdiri terus nanti capek." Morgan menuntun Hazel agar duduk di kursi yang tersedia di belakang mereka dengan begitu perhatian.


"Lihat peri kecil, Morgan itu mirip denganku kan? Begitu penyayang dan perhatian." Ucap Ken saat itu, dia merangkul Lusia yang mengangguk setuju.


"Iya kak, asal bar-barnya di ranjang jangan mirip aja." Ken tertawa mendengarnya.


"Pasti mirip sih meskipun gak separah kakak." Celetuk Elara yang berada di samping mereka.


"Kita buktikan saja nanti." Sahut Aries ikut-ikutan.


"Kalian sengaja menggodaku kan?" Sinis Ken dan dibalas tawa oleh mereka.


"Fano juga perhatian mami." protes Fano yang melihat maminya yang begitu perhatian pada Morgan hari ini.


"Hahahha cemburu sama adik sendiri, semua anak mami itu perhatian dan penyayang mami tau kok." Jawab Lusia dan Fano tersenyum bangga.


"Nah kalau J besarnya akan mirip papi atau mami mu?" Tanya Ken yang telah menggendong J sambil menciumanya dengan gemas. Cucunya yang sebentar lagi genap 1 tahun itu begitu tampan dan lucu, setiap orang yang melihatnya pasti tidak tahan ingin menggendongnya tapi J sangat dingin dan pendiam, seperti Fano dan Imel juga.


+//+


Amber yang sangat ingin tidur bersama dengan papa dan mamanya juga dilarang dan sudah diculik Imel dan Fano, Ruby diculik oleh Elara dan Aries agar tidak mengganggu malam pertama pengantin itu.


"Hazel sayang... masih lama bersihin makeup-nya?" Tanya Morgan yang sudah tak sabar ingin memeluk istrinya.


"Sabar ya, setelah selesai ini masih mau mandi lagi." Jawab Hazel yang kini sedang kesulitan membuka gaunnya. Morgan dengan cekatan ikut membantu dan meloloskan gaun itu.


"Kita mandi bersama saja." Bisik Morgan setelah melihat tubuh Hazel.


"Boleh.." Hazel menarik lembut tangan Morgan dan mereka masuk ke kamar mandi.


"Wow siapa yang menyiapkan ini?" Tanya Hazel dan Morgan juga tidak tau.


"Gak tau, mungkin memang dari pihak hotel, kita nikmati saja." Jawab Morgan.

__ADS_1


Hazel dengan telaten membuka semua pakaian Morgan dan mereka kini sama-sama polos dan masuk kedalam bathtub berisi air hangat dan penuh dengan kelopak mawar dan tercium aroma therapy yang membuat mereka merasa rileks.


Hazel duduk di pangkuan Morgan dan menyandarkan punggungnya di dada suaminya itu dan bermain air sambil mengobrol hal-hal romantis, tangan Morgan tentu tidak diam dan sudah menjalar kemana-mana menikmati tubuh sexy istrinya.


"Sayang.. aku suka ini\, jadi tambah besar ya." Bisik Morgan saat tangannya sudah merem*s lembut dad* Hazel yang menantang.


"Iya.. kan memang begitu." Jawab Hazel pelan dan menikmati sentuhan itu.


"Sepertinya kau harus bekerja keras hari ini dan kau saja yang bergerak sayang.. kalau aku bisa-bisa ga tahan dan menerkammu habis-habisan." Lanjut Morgan lagi dan Hazel naik dari duduknya dan juga membawa Morgan untuk segera menyelesaikan mandi mereka di bawah Shower dan saling menyentuh tubuh dengan menyabuni seluruh tubuh mereka.


Setelah selesai mereka segera ke tempat tidur karena Hazel juga tidak tahan dengan junior Morgan yang telah tegak dengan kokohnya seakan sengaja menggoda Hazel untuk segera bermain dengannya.


Entah keberanian dari mana Hazel malam ini sangat liar bermain diatas Morgan, dia bahkan melakukan pemanasan dengan bermain lama dengan si junior dengan permainan tangannya yang handal bahkan melah*pnya sampai habis.


"Ahh.. sayang.. kau luar biasa malam ini." Morgan terus mendes** nik*at saat Hazel memutar pingg**nya dan naik turun untuk terus memomp* junior. Tapi itu tak bertahan lama karena Hazel duluanlah yang mencapai puncaknya dan jatuh di atas Morgan yang masih sangat segar.


"Giliranku baby.." Morgan membalikkan tubuh Hazel menjadi dibawahnya, menindihnya dan siap beraksi lagi. Dengan lembut dia melesak masuk dan menghuja* istrinya dan bergerak pelan namun tambah lama makin cepat membuat Hazel berteriak kenikma**n dan bergetar hebat berkali-kali sampai Morgan juga mencapainya. Malam panjang yang sangat panas itu dilalui mereka dengan peluh yang becucuran namun senyum cerah terpancar dari keduanya.


Morgan mengecup wajah Hazel yang terlihat lelah tetapi masih tersenyum puas, "Kau hebat sayang.. i love you." Bisik Morgan lalu turun ke perutnya dan menciumnya berkali-kali. "Anak papa yang hebat, jangan buat mama kesakitan ya, papa sayang kamu." Ujarnya dan Hazel terkekeh pelan mendengarnya, dia belum terbiasa karena kehamilan pertama dan keduanya dia sama sekali tidak diperhatikan.


"Kau bahagia?" tanya Morgan sambil memeluk Hazel dan bersiap tidur setelah membersihkan diri.


"Hm.. sangat bahagia sampai mau melayang rasanya." Jawabnya sambil mengelus wajah tampan pria muda yang kini telah jadi suami keduanya dan pria ke 3 dalam hidupnya.


"Loh tadi kan sudah melayang sampai berteriak mendesah kencang." Goda Morgan.


"Bukan begitu, itu beda.." Balas Hazel lalu mengecup bibir Morgan dan menggigitnya gemas.


"Jangan mulai.. besok gak bisa jalan loh, lagian aku gak mau menyakiti anakku ini." tegur Morgan lalu mengelus lembut wajah Hazel.


"Hah.. akhirnya tiap hari bisa memelukmu sambil tidur, aku selalu jatuh cinta lagi dan lagi setiap melihatmu sayang." Morgan kembali mengecup lembut bibir Hazel.


"Aku gak tau apakah ini cinta? Tapi aku nyaman bersamamu, aku merasa aman dan terlindungi. Terima kasih." Balas Hazel sambil mendekatkan tubuhnya dan membenamkan wajahnya di dada Morgan mencari ketenagan yang dia maksud.

__ADS_1


"Gak apa-apa, tetaplah di sisiku selamanya." Jawab Morgan dengan mengeratkan pelukannya.


TBC~


__ADS_2