The Girl'S Mom And Berondong

The Girl'S Mom And Berondong
BAB 19 - Aku Tunggu Jandamu


__ADS_3

Lusia sedang duduk menyuapi Ruby makan dan Amber yang sudah 6 tahun memilih makan sendiri saat Ken ingin menyuapinya, kedua orang ini sangat bahagia dapat mainan lucu.


Sementara Hazel dan Morgan terlihat duduk bersama di samping anak-anak itu, Hazel tampak selalu menghindar dan merespon seadanya saat Morgan mengajaknya ngobrol. Hazel takut nanti akan di hajar lagi jika Nicho tau dia dekat dengan pria lain.


"Hazel.. kau yakin akan bercerai dengan Nicho jika ayahmu bebas?" Tanya Morgan yang sengaja membicarakan tentang ayahnya dan perceraian agar Hazel mau lebih banyak meresponnya.


"Iya, tapi apa ayahku bisa bebas? Aku gak yakin karena Nicho menuntutnya 10 tahun." Jawab Hazel, Morgan sedikit senang akhirnya Hazel meresponnya.


"Aku sudah tau dan asistenku sedang disana menyelidiki seharusnya dalam beberapa bulan ini akan ada hasilnya, kamu yang sabar ya.. kalau mau aku bisa bantu masukin gugatan cerai tapi dengan syarat ada bukti kekerasan yang suamimu lakukan." Jelas Morgan, Hazel sedikit terkejut karena Morgan begitu serius ingin membantunya.


"Maaf Morgan, aku banyak menyusahkanmu.." Lirih Hazel menatap ke wajah Morgan, baru kali ini dia benar-benar memandang wajah tampan itu begitu dekat dan jelas.


"Gak kok, aku hanya membantu mama dari anak-anak lucu itu." Kilah Morgan, sebenarnya dia sangat tidak tahan melihat Hazel yang begitu dekat dengannya bahkan dia ingin sekali mengelus wajah cantik di depannya.


"Bolehkah aku berharap padamu kalau ini akan berakhir?" Tanya Hazel kemudian Morgan mengangguk, "Pasti, kau boleh mencariku kapanpun kamu mau Hazel."


"kalau begitu aku akan menggugat cerai Nicho dan apakah ayahku akan baik-baik saja?"


"Tentu, aku jamin ayahmu gak akan luka disana."


"Terima kasih, mohon bantuannya."


"Jangan sungkan, aku iklas kok yang penting bisa melihat kalian tersenyum aku sangat senang."


Malam yang sangat membahagiakan bagi Morgan, dia bisa ngobrol dan memandangi wajah Hazel dengan puas tanpa harus sembunyi-sembunyi hari ini karena bantuan Amber dan Ruby yang duduk dipangkuan Morgan, mereka sama sekali tidak mau turun setelah Ken dan Lusia kembali ke atas pelaminan menemani Tatiana dan Marco.


Acara pernikahan Tatiana berlangsung sangat meriah dan sukses, Hazel kembali pulang ke rumah keluarga Wang dan bersamaan dengan Merry yang juga baru sampai.


"Hebat ya ibu dan anak sama aja, tau mana yang ikan besar langsung di caplok sama murahannya." Sindir Merry begitu melihat Hazel.


"Amber Ruby, ayo nak.." Hazel mengandeng 2 anaknya naik ke tangga dan menuju kamar mereka, Hazel dibantu pelayannya mengganti pakaian Amber dan Ruby.


"Loh mba, mana mba yang biasa?" Tanya Hazel yang baru sadar kalau pelayannya beda.


"Maaf non saya Mira, yang gantiin kakak saya sementara karena dia sakit." Jawabnya dan Hazel mengangguk mengerti. Sudah biasa rumah ini berganti pelayan hanya Nina yang bertahan paling lama.

__ADS_1


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Seminggu berlalu dan Nicho telah kembali kerumah setelah di HK mengurus pekerjaanya. Oliv juga bersamanya tapi kali ini Nicho pulang dalam keadaan emosi yang memuncak, dia telah dikirim gugatan cerai dari Hazel sejak 2 hari lalu di sana.


"Hazel!!" Teriaknya begitu masuk ke rumah siang itu.


"Ada apa?" Tanya Hazel setengah berlari menghampirinya.


"Kau.. berani menggugat cerai dariku.. kau kira bisa lepas dari ku hah!" Bentak Nicho lalu menampar keras Hazel.


"Aku berani! Sejak kau mengabaikan saat anakku hilang aku gak takut lagi padamu, silakan mau pukul atau apapun, lakukan saja aku sudah kebal kau siksa selama ini." Tantang Hazel, dia sudah tau kalau ayahnya bisa bebas dan Morgan telah memastikan ayahnya tidak akan terluka disana.


Nicho yang marah kemudian menamparnya dan menarik rambut Hazel kuat, lalu mencengkram wajahnya. "Kau gak akan kemana-mana, dan kau kira gugatanmu itu akan di terima? Jangan mimpi Hazel aku belum puas membuatmu menderita dan kau itu milikku jadi jangan coba kabur."


"Kau gila Nicho, aku istrimu tapi apakah kau pernah memperlakukanku seperti seorang istri? Kau hanya menyiksaku bahkan kau bawa wanita ini kan.. jadi untuk apa aku dirumah ini? Bebaskan aku dan kau bisa bersamanya dengan leluasa." Tak ada tangisan lagi yang ada hanya kemarahan dari Hazel.


"Istri, kau memang istriku dan hanya untuk pelampiasan nafsu, kau tau.. terkadang aku jijik padamu jika mengingat betapa ****** dirimu dulu bersama banyak pria. Aku juga ragu Amber adalah anak Juan, aku mengurungmu dan menyiksamu untuk memberimu pelajaran agar kau tidak liar seperti dulu." Geram Nicho yang sudah tidak tahan, dia menarik Hazel lalu mengurungnya lagi di dalam kamar tapi kali ini Hazel di tempatkan di salah satu kamar tamu. "Jangan harap kau bisa bercerai denganku Hazel! Aku bersumpah akan membunuh Pablo kalau kau berani macam-macam padaku."


"Jangan ada yang berani membuka kamar itu." Titah Nicho pada beberapa pelayan disana. Nina dan Oliv saling memberikan tatapan penuh arti dan tersenyum simpul.


"Baik tuan.." Jawab Mira menundukan kepalanya.


Hazel tak bisa berbuat apapun, dia ditempatkan di kamar lain, dia coba mendorong pintu dan membukanya tapi sia-sia, jendela bisa terbuka tapi itu di lantai 2 dan lumayan tinggi bisa saja dia terluka jika lompat dari sana.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Sudah 2 hari Hazel di kurung di kamar tamu dan Ruby sejak kemarin terus menangis membuat Nicho sangat kesal mendengar tangisan anak 2 tahun itu lalu mengurung Ruby bersama dengan Hazel di 1 kamar. Pintu itu hanya dibuka untuk memberikan makanan untuk mereka. Amber yang sangat pintar dibantu Mira menyelipkan telepon yang diberikan Ana pada Hazel, tidak lupa juga dengan chargernya.


"Hazel.. kau tidak apa-apa?" Tanya Morgan begitu Hazel meneleponnya menggunakan hape jadul yang diberikan Ana.


"Iya aku dan Ruby hanya dikurung didalam kamar untungnya Amber tidak ikut dikurung, apakah berkas perceraianku sudah diproses?" Tanya Hazel.


"Iya sudah aku kirimkan tapi aku sepertinya harus kesana karena butuh penjamin, kau bukan warga negara sana dan di sini kau tidak punya keluarga jadi Hastanta yang akan menjamin dirimu. Tenang saja bukti kekerasan sudah aku dapatkan dari Mira." Jelas Morgan disana.


"Mira.."

__ADS_1


"Iya Mira sebenarnya adalah karyawan di restoranku jadi anggap saja dia mata-mata dan perselingkuhan mereka juga sudah ada buktinya. Kau tenang saja ya.. jangan cemas juga soal ayahmu, aku jamin dia akan bebas sebentar lagi"


"Morgan.. kenapa kau sangat baik padaku?"


"Aku.. hem.. mau jujur atau gak nih.."


"Jujur lah.. aku gak bisa menerima kebaikan yang begitu banyak, aku berhutang budi padamu."


"Kalau gitu bayar saja selesai kan.."


"Bayar... aku gak punya uang, nanti setelah bebas dari Nicho aku akan bekerja lalu membayarmu."


"Gak perlu, setelah cerai dari Nicho kau bisa jadi istriku untuk membayarnya, aku akan perlakukanmu dengan sangat baik.."


"Jangan bercanda Morgan, aku ini lebih tua darimu dan janda 2 anak lagi.."


"Aku gak becanda Hazel.. aku tunggu jandamu."


"Hahaha kau ini.. aku hanya ingin fokus pada anak-anakku Morgan dan kau bisa cari wanita lain yang masih single, jangan memilih wanita sepertiku yang sudah rusak."


"Jangan berkata begitu Hazel, kau wanita paling baik dan paling menawan yang pernah aku lihat, eh.. kakak iparku juga menawan tapi aku cintanya sama kamu."


"Gombal, ya sudah aku akan tutup telepon dan terima kasih."


"Iya, aku akan ke HK malam ini dan mungkin 3 hari lagi baru kembali. kau jangan berbuat aneh agar tidak disakiti oleh Nicho brengsek itu."


"Iya.. "


Tut..


Hazel melamun setelah menutup teleponnya dengan Morgan, dia memikirkan kenapa seorang Morgan yang tampan, kaya, sempurna bisa suka pada dirinya yang hanya wanita malang dan sudah hancur.


"Ah.. aku hanya perlu memikirkan bagaimana hidupku selanjutnya dengan 2 malaikatku ini.." Gumam Hazel mengelus rambut Ruby yang sedang tertidur.


TBC~

__ADS_1


__ADS_2