The Girl'S Mom And Berondong

The Girl'S Mom And Berondong
BAB 25 - Pernikahan Nicho


__ADS_3

Hari pernikahan Nicholas Wang dan Olivia Martell berlangsung mewah tapi tertututp karena Nicho tidak ingin media meliput acara pernikahan ini padahal setau public dia telah menikah dan berita perceraiaannya juga belum banyak yang tau.


Banyak tamu undangan yang begitu kaget dan datang hanya karena rasa penasaran ingin tau apakah benar Mr. Wang yang mereka kenal telah bercerai dengan istrinya yang sangat cantik dan juga sexy namun jarang terlihat oleh public.


"Berarti benar ya kalau Mr. Wang sudah cerai dengan istri pertamanya tapi istrinya yang ini juga cantik sih."


"Tapi kapan cerainya? Ada yang tau?"


"Iya tuh, apalagi lihat istri barunya ini sudah kelihatan kalau lagi hamil."


"Padahal nona Hazel itu sangat cantik dan baik, sayang sekali."


Begitulah komentar beberapa tamu undangan yang sedang berkumpul dan masih penasaran. Namun Oliv tidak mengetahui dan dia masih tersenyum dengan bahagia di atas pelaminan yang super mewah dengan gaun pengantin perancang terkenal dan perhiasan mewah yang tinggal dia ambil dari perusahaan milik Nicho.


Terlihat dari wajah Oliv terlihat sangat bahagia tetapi wajah sombongnya tidak dapat dia tututpi dan semakin menjadi, bahkan dia tidak terlalu suka dengan beberapa teman sekantornya datang untuk memberi selamat, "Cih.. sudah gak level sama kalian." Cibirnya dalam hati dan melihat dengan ekor matanya ke arah beberapa sekretaris di perusahaan Nicho.


"Apa tamu dari keluarga Sadana dan Hastanta tidak ada yang datang?" Tanya salah satu tamu, mereka sedang menunggu 2 keluarga itu demi dapat membangun hubungan yang lebih dekat.


"Kemungkinan tidak, karena mantan istri Mr. Wang kan teman baiknya putri keluarga Hastanta dan aku hadir juga di pernikahan putrinya, mereka sangat dekat dengan anak-anaknya Mr. Wang." Jawab yang lain, pembicaraan itu terdengar oleh Merry dan dia sangat marah. Merry lalu mendatangi Nicho yang sudah sejak tadi turun dari pelaminan karena bosan dan memilih ngobrol dengan rekan bisnisnya.


"Nicho kemari sebentar." Panggil Merry dan menarik lengan Nicho, "Maaf tuan-tuan saya permisi sebentar." Ucap Nicho pada beberapa orang disana.


"Ada apa ma?" Tanya Nicho heran melihat mamanya yang sangat gusar.


"Hastanta dan Sadana gak ada yang datang? Apa ini karena Hazel?" Tanya Merry terlihat tidak senang.

__ADS_1


"Gak mungkin, memangnya siapa Hazel sampai 2 keluarga hebat itu mau menurutinya, hanya dekat saja dengan Ana gak akan mereka mencampur adukkan dengan bisnis." Jelas Nicho dan benar saja, baru selesai dia berbicara pada Merry, terlihat Damian dan Yana masuk ke dalam aula.


Di belakangnya tampak Archer menggandeng seorang gadis manis dengan mesra. Lalu di ikuti oleh Morgan yang datang bersama Syifa sekretarisnya.


Kehadiran mereka menjadi buah bibir, seluruh tamu berebut ingin menyapa mereka namun tidak ada yang berani secara terang-terangan. Hal ini berbeda saat mereka ada di acara amal karena tamu yang hadir di acara pernikahan Nicho kebanyakan dari rekan bisnisnya yang masih dalam bisnis yang sama yaitu perhiasan sehingga banyak yang sangat ingin tau dan dekat dengan keluarga Sadana dan Hastanta.


"Perusahaanmu harus bisa masuk dalam salah satu perusahaan di H&S Group, kalau sudah masuk, perhiasanmu akan ada di seluruh mall milik mereka dengan biaya sewa setengah harga Nicho, mama sudah menghitung keuntungannya jika store kita masuk ke mall mereka." Ucap Merry, karena selama ini mereka hanya membuka perhiasan dengan toko tersendiri di negara ini, perusahaan Nicho memang sangat besar di HK tapi di luar HK dia masih kalah jauh dengan 2 keluarga itu.


"Tuan Archer, Tuan Damian, Tuan Morgan, terima kasih sudah mau datang di pesta pernikahanku." Sapa Nicho pada mereka bertiga.


"Selamat Mr. Wang, semoga pernikahan kali ini langgeng dan bahagia selalu." Balas Damian yang memang lebih ramah dibanding Archer yang hanya berjabat tangan dan tersenyum sangat tipis. Sedangkan Morgan memilih diam saja karena rasa kesal dan benci melihat Nicho yang sangat kejam terhadap orang yang dia cintai. Apalagi dia terpaksa datang ke acara ini oleh Damian.


"Saya sangat tersanjung anda-anda mau datang kesini." Sambung Nicho dengan senyum lebarnya.


"Oh iya, mall baru yang akan buka bulan depan, saya pastikan merek perhiasan anda pasti akan masuk dalam list didalamnya." Sambung Damian lagi dan hal itu sangat membuat Nicho bahagia, mereka berbincang sebentar lalu Nicho kembali lagi ke pelaminan untuk menemani Oliv yang terlihat sedikit lelah.


"Ngapain sih bang? Perhiasannya gak perlu masuk ke mall baru itu." Kesal Morgan tapi Damian malah tersenyum.


"Makanya kau saja yang handle mall baru itu biar tau rasanya kerjasama dengan orang yang gak kita sukai tapi tetap harus profesional." Ujar Archer membuat Morgan jengah.


"Aku gak akan kerjasama dengan orang kaya gitu, nyebelin, brengsek, ga punya hati." Rutuk Morgan kesal, Archer dan Damian malah tertawa melihat si bungsu yang kesal dengan mantan suami dari wanita yang dia cintai.


"Kau ini, cepetan dong kejer si janda cantik, masa kalah sama Archi yang dapat daun muda itu." Ujar Damian menunjuk ke gadis muda yang sedang bersama Yana di sudut lain pesta bersama para istri-istri pengusaha lain yang dia kenal.


"Susah bang.. dia mau fokus sama Ruby, harapanku tinggal Ruby aja, Amber udah setuju." Jawab Morgan.

__ADS_1


"Dan hati-hati sama Shenna, dia pasti akan membuatmu jatuh ke pelukannya dan kalau dia tau kau dekati Hazel aku takut dia nekad." Pesan Archer dan Morgan mengangguk, mereka tiba-tiba berubah serius ketika membicarakan Shenna.


"Pokoknya jangan sampai kejadian 2 tahun lalu terulang.. itu sangat bahaya Morgan, apalagi Hazel punya anak dan aku takut si Shenna itu nyakitin anak-anaknya."


"Bener.. kasian dia dan kau harus benar-benar bertanggungjawab terhadap mereka yang sudah kau tarik ke dalam hidupmu.


"Kenapa sih dia itu sangat terobsesi denganku padahal dia bisa kan cari pria lain yang lebih daripadaku, bang Archi, Leo, dulu-dulu dia bisa deketin bang Dami dan bang Fano, kenapa mesti aku?" Decak Morgan kesal karena selalu dia yang dikejar-kejar wanita dan kali ini wanita yang tidak waras.


Damian dan Archer tertawa mendengarnya, "Dasar! Kau yang cari masalah, lihat Archi ga pernah mau ladenin wanita manapun, begitu juga Leo yang dingin bahkan melebihi abangnya, mungkin lebih mirip om Aries, aku memang ramah tapi rata-rata wanita mau dekat pasti ga jadi karena kira Yana pacarku dulu, kalau Fano, kau tau sendirikan dia gimana setianya sama Imel." Jelas Damian panjang lebar.


"Kau sendiri yang meladeni wanita-wanita itu, makanya ketemu sama yang gila bikin kau kapok." Sambung Archer.


"Ah sudahlah jangan dibicarakan, aku pusing dan masih merasa bersalah pada korbannya itu." Ujar Morgan yang sangat sedih pada korban dari kebrutalan Shenna 2 tahun lalu.


"Jangan pikirkan yang lalu, sekarang jaga saja yang kau sayangi dan Shenna pasti akan terus mengejarmu dan ingat jangan sampai dia ketemu mami, bisa-bisa mami ngamuk lagi loh." Damian mengingatkan dan Morgan akhirnya tertawa mengingatnya.


"Hahahaha tapi itu lucu sih bang, mami bener-bener kapok." Morgan makin tertawa begitu juga Damian dan Archer.


"Hai, para pria mau sampai kapan disini? Aku ada urusan lagi." Tanya Yana menghampiri mereka.


"Ya sudah pulang saja yuk, aku juga bosan lama-lama disini." Ajak Archer yang sudah mulai bosan dan kembali mengapit lengan gadisnya. Kedua keluarga itu pulang setelah pamit pada kedua mempelai, kali ini mau tak mau Morgan harus berjabat tangan dengan Nicho.


Banyak tamu lain yang merasa kecewa karena tidak sempat mendekat pada Archer dan Damian hanya sekedar menyapa, mereka tidak ada yang berani mendekat karena kedua pria itu sepertinya sangat menikmati waktu bersama, sehingga tidak enak untuk mendekat apalagi tidak begitu kenal. Karena kedatangan Sadana dan Hastanta membuat Nicho semakin dipandang tinggi oleh rekan bisnisnya.


TBC~

__ADS_1


__ADS_2