The Girl'S Mom And Berondong

The Girl'S Mom And Berondong
BAB 18 - Ketemu Calon Cucu Lagi


__ADS_3

Ana telah sampai ke rumah keluarga Wang, disana para security sangat terkejut melihat 2 nona kecil mereka pulang diantar oleh Tatiana yang mereka kenal sebagai teman baik Hazel, setelah pintu gerbang dibuka, Ana membawa mobilnya ke pintu depan rumah dan Hazel sudah berlari keluar begitu pelayan memberitahunya.


"Amber Ruby.." Hazel langsung memeluk 2 anaknya dan menangis terus sejak tadi.


"Mama.. Amber dan Ruby ga apa-apa, ada oma opa tante Ana dan om ganteng jagain kita disana." Kalimat Amber membuat Hazel tersenyum, begitu banyak orang baik yang menjaga 2 putri cantiknya bahkan pakaian dan rambut mereka begitu menggemaskan.


"Terima kasih Ana.." Ujar Hazel kini memeluk Ana yang sudah menolong anak-anaknya.


"Jangan padaku, Morgan yang menolong mereka. Bisa kita bicara sebentar?" Hazel mengangguk dan membawa Tatiana dan kedua anaknya ke kamar. Nina ingin mengikuti tapi Hazel malah memerintahkannya untuk membuat minuman.


"Tidak usah.. jangan ada yang ganggu kami dulu ya.." Ujar Ana karena curiga dengan pelayan itu.


Mereka masuk dan Ana mengunci pintu dan memilih duduk di sudut kamar yang jauh dari pintu agar pembicaraan mereka tidak ada yang bisa menguping.


"Jadi, ada laporan ke polisi tentang hilangnya Amber dan Ruby tapi hanya setengah hari sudah di cabut, lalu yang merencanakan ini sepertinya orang dari rumah ini, pelayan yang namanya Nina dan 1 orang supir tapi Amber gak kenal. Sekarang Morgan lagi cari supir itu, kau tau mereka di temukan Morgan di jalanan sepi arah tol mau ke Jakarta dan Amber hampir tertabrak olehnya, lalu Ruby tidur di pos yang sudah hancur setengahnya. Mereka kelaparan dan kehujanan, jadi Amber keluar karena ingin mencari makanan untuk Ruby. Kamu juga harus hati-hati sama yang namany Oliv itu, kayanya dia juga yang rencanain ini, Amber sangat benci padanya." Jelas Ana membuat hati Hazel sangat sakit mendengarnya.


Amber sempat bercerita tentang Oliv yang selalu menakutinya jika tidak ada yang melihat, dengan bilang kalau Amber akan dibuang jauh-jauh dan tidak akan kembali lagi.


"Aku gak tahan lagi Ana, kalau aku yang disiksa akan aku tahan tapi mereka sudah menyentuh anakku juga."


"Kau ingin pergi?" Hazel mengangguk. "Kau mau cerai?"


"Sangat sejak hari pertama masuk ke rumah ini. Tapi..."


"Jangan cemas, Morgan lagi cari tau tentang kasus ayahmu yang sangat aneh itu jadi setelah ayahmu keluar dari penjara segeralah gugat cerai."


"Gak bisa, kami nikahnya di HK jadi sudah.. aku gak bisa keluar kemanapun Ana.."


"Hm... nanti aku minta tolong om Aries kalo gitu, dia hebat di HK kan.."


"Terima kasih."


Ana dan Hazel saling pelukan lalu Amber dan Ruby yang melihatnya juga memeluk mereka. "Iihh kalian lucu banget sihh.." Ana gemas melihat mereka dan mencium mereka lalu tertawa bersama.


"Aku pulang dulu yah.. kalau ada apa-apa telepon aku." Ana pamit dan Hazel mengantarnya ke luar, begitu lihat Nina, Hazel sangat kesal tapi dia tahan dulu sampai Ana dapat bukti bahwa dia dan Oliv dalangnya.


Sementara Oliv yang telah dapat kabar kalau Amber dan Ruby telah kembali dengan selamat sangat kesal dan sejak tadi mengepal geram memikirkan bagaimana cara menyingkirkan 2 bocah itu lagi atau sekalian dengan Hazel yang sangat mengganggunya 2 hari ini. Nicho kembali memberi perhatian pada Hazel dan itu membuat posisinya terancam.


"Aku harus segera hamil untuk mengamankan posisiku, gak bisa di biarkan." Oliv menyusun rencana lagi agar membuat Nicho sibuk dan tidak bisa mengurusi Hazel, malah mereka akan pergi ke luar kota untuk bekerja sambil program kehamilan yang sebenarnya dia lebih sering lakukan dengan Jarvis yang bisa memuaskannya.


"Nicho.. kita sepertinya harus ke Kalimantan deh, ada meeting penting yang harus kamu ikuti." Ujar Oliv begitu masuk ke ruangan kantor Nicho dan memberikan berkas di tangannya.


"Loh kamu aja kan bisa.." Balas Nicho karena dia sangat malas untuk ke sana, selain dia tidak begitu suka disana juga ada Juan yang selalu membuatnya emosi.

__ADS_1


"Tapi ini permintaan orang dari pertambangan." Ucap Oliv lagi yang sebenarnya dia dan Juan yang telah merencanakannya.


"Baiklah, kapan pertemuannya?"


"Besok sore dan kita harus berangkat minimal malam ini."


"Untunglah anak-anak sudah ditemukan dan kau cari orang untuk usut siapa yang membawa Amber dan Ruby dari sekolah sebelum kita berangkat."


"Baik."


Olive keluar dari ruangan Nicho dengan hati panas, Nicho masih saja memikirkan 2 anak itu dan ini pasti karena Hazel "Dasar.. aku akan membuatmu di buang dari keluarga Wang, aku ingin melihatmu jadi pengemis Hazel sialan!" Geram Oliv bergitu dia kembali ke ruangannya.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Beberapa hari berlalu dan Oliv benar-benar membuat Nicho sibuk sampai tidak ada waktu untuk dirumah tetapi itu adalah berkah bagi Hazel yang hidup dengan tenang di rumah tanpa kehadiran Nicho dan Oliv, sementara Juan dan Jarvis tetap merencanakan mengeruk bagian berlian milik perusahaan Nicho dengan besar-besaran dan telah membuatnya rugi hingga 2 juta dollar, padahal dia bisa mendapatkan keuntungan 1 juta dollar selama 3 bulan ini tapi malah rugi.


Berlian yang diharapkan tidak sebanyak yang diperkirakan malah sangat sedikit dari jumlah yang seharusnya. Terpaksa mereka mencari lokasi baru dan mulai lagi menambang dan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.


"Juan.. stop, jangan ambil terlalu banyak. dia bisa curiga." Tegur Oliv di telepon, dia sangat cemas karena Juan yang serakah begitu banyak mengambil keuntungan dan Nicho sudah bertanya-tanya, untungnya dengan kelicikan bicaranya Oliv dapat menangkan Nicho kembali.


Dirumah keluarga Wang, semua orang berkumpul untuk makan malam. Sudah sebulan lebih mereka jarang bertemu.


"Nicho besok Tatiana akan menikah, undangannya sudah aku foto dan kirim ke pesanmu apa sudah kau lihat?" Tanya Hazel saat selesai makan malam.


"Mama juga dapat undangan berbeda nih.. tapi masa harus pergi bareng kalian? Huh.. menyebalkan. Kita pergi masing-masing saja." Ujar Merry dan Hazel mengangguk karena dia juga tidak mau bareng mertuanya ini.


Besoknya, Merry tengah sibuk dari siang sudah pergi ke salon dan Hazel masih santai dirumah dan menyiapkan makanan untuk Amber yang sangat ingin makan bubur seperti yang dia makan di rumah Morgan, masakan Lusia membuat Amber jadi sangat suka makan bubur putih tetapi rasanya sangat enak.


"Bubur apa sih Amber. . mami dari tadi coba ga ada yang mirip semuanya. Bubur ayam kan?" Tanya Hazel tapi Amber tetap menggeleng, meskipun salah tapi dia melahapnya sampai habis.


"Bukan ma, gak tau bubur apa tapi enak banget.. oma yang masak."


"Iya enakkk..." Timpal Ruby, Hazel menggeleng pelan melihat 2 putrinya yang sangat dimanja di keluarga Hastanta padahal mereka belum pernah ketemu sama sekali.


Sorenya Hazel baru bersiap untuk ganti baju dan dia juga tidak mengunakan make up tebal karena akan ribet sambil menjaga 2 anaknya, dia hanya berpesan ke Amber dan Ruby kalau disana tidak boleh nakal dan harus tetap di sebelahnya.


"Amber jagain adik Ruby ya dan Ruby pegang terus tangan kakak dan mama ga boleh lepas, nanti kita ketemu tante Ana yang jadi putri hari ini."


"Iya mama.." Jawab mereka serentak.


Hazel memakaikan Amber dan Ruby baju yang sama berwarna pink pastel dengan bawahan mengembang selutut, tanpa lengan dan berkerah ala cheongsam, rambut juga di gulung 2 keatas di beri pita menjuntai sedikit panjang, kedua putrinya sangat cantik dan imut. Hazel sendiri memakai gaun panjang berwarna salem yang terlihat anggun dan cantik, meskipun tidak terlalu ketat tapi memnag tubuh Hazel sangat sexy sehingga aura kecantikannya tetap terpancar.


Semua dia beli melalui online karena tetap saja dia tidak diperbolehkan keluar rumah oleh Nicho, untungnya kartu ATM Nicho tidak pernah dia ambil kembali ataupun dia tanya penggunaannya.

__ADS_1


Begitu Hazel dan 2 putrinya masuk ke aula pernikahan Tatiana dan Marco, seluruh mata memandang padanya dengan kagum, ada yang masih berbisik ada yang tetap berdecak tak percaya, aura kecantikan dan sexy sangat terpancar darinya apalagi dengan menggandeng 2 putri cantiknya membuat semua orang gemas.


"Tante Anaaa.. beneran jadi putri." Celetuk Amber begitu naik di atas panggung, mereka memang sengaja datang telat karena Merry tidak mau bertemu mereka dan disuruh duduk bersama di acara itu.


"Iya sayang.. kamu juga cantik sekali hari ini.. Ruby juga, ya ampun kalian ini.." Ana mencubit gemas mereka lalu ingin berjongkok menciumi mereka namun tidak bisa, terhalang oleh gaun megahnya.


"Udah jangan macam-macam, jadilah anggun untuk hari ini saja." Tukas Hazel.


Dari jauh Morgan terus memandangi Hazel tanpa berkedip. "Itu si calon janda mi.. cantik kan." Ujar Morgan tanpa berkedip.


"Wow gilaa.. cantik banget, yah mami cuma sepingganggnya dong, dan rambutnya itu asli?" Lusia tak percaya, dari tinggi badan, cantik, rambut yang indah sampai body nya Hazel mendapat pujian.


"Duh calon cucuku kenapa imut banget sih, papi akan kesana." Begitu Ken melangkah sudah di cegah oleh Morgan.


"Jangan dong piii.. mereka jatah Morgan, papi tunggu aja tuh 2 mantu papi yang lagi hamil." Morgan menunjuk 2 abangnya yang duduk dengan lemas karena istri mereka Dayana dan Imelda sedang hamil.


"Ya udah kita sama-sama aja kalo cuma kamu orang bisa curiga, itu masih istri orang." Tegur Lusia dan akhirnya mereka bertiga bersama menghampiri Hazel yang sudah turun dari pelaminan Tatiana.


"OMAAAA!!!" teriak Amber dan Ruby bersama membuat beberapa tamu sangat kaget dan melihat ke arah mereka, Hazel menunduk meminta maaf karena mengganggu, Merry yang ada disana juga telah melotot pada Hazel dan menghampirinya juga.


"Hai cantik.. kalian kangen oma dan opa gak?" Tanya Lusia lalu menggendong Ruby.


"KANGEN!" Teriak mereka lagi bersama, para tamu melihat lagi tapi kali ini mereka tersenyum karena melihat Ken dan istri sangat hangat memperlakukan anak-anak itu bahkan mereka sudah ada di gendongan masing-masing.


"Hazel, apa-apaan kamu?" Hardik Merry sedikit berbisik namun dapat di dengar orang-orang disana.


"Maaf Tuan Kenny dan Nyonya Lusia, mereka memang anak-anak nakal." Ujar Merry namun Lusia langsung membantahnya.


"Nakal? Tidak, mereka sangat baik dan lucu." Merry tertegun, melihat keakraban anak Hazel yang begitu dekat dengan keluarga Hastanta.


"Kenapa anakmu begitu dekat dengan mereka?" Tanya Merry lagi dengan berbisik.


"Oh karena Morgan yang telah menyelamatkan Amber dan Ruby waktu hilang itu ma." Jawab Hazel tenang.


"Terima kasih Morgan, juga Tuan dan Nyonya Kenny telah baik hati merawat Amber dan Ruby." Ujar Hazel dengan sopan.


"Jangan khawatir, kami senang kok ada mereka jadi ada yang diajak main. Amber hari ini mau nginap lagi gak?" Tanya Ken dan tentu Amber langsung mau. "Mau opa.. tapi ajak mama juga."


"Gak boleh Amber.. lain kali aja yah.." Tolak Hazel, tidak mungkin dia bisa menginap apalagi si mertua masih meliriknya dengan tatapan tidak bersahabat.


"Oh baiklah, lain kali aja ya.. nanti opa pasang perosotan dulu di kolam renang baru datang main lagi." Ujar Ken dan Amber mengangguk.


TBC~

__ADS_1


__ADS_2