The Girl'S Mom And Berondong

The Girl'S Mom And Berondong
BAB 34 - Sesuatu Yang Bergeser


__ADS_3

Pagi hari menjelang siang barulah Hazel bangun dari tidurnya, tubuhnya sangat lelah dan sama sekali tidak bertenaga dan untungnya hari ini hari minggu jadi dia tidak terlalu kaget saat melihat jam di dinding kamarnya.


"Sayangku.." Morgan masuk ke kamar yang entah dari mana. "Hazel.. cepat mandi dan kita pergi, mami sudah nunggu kita." Morgan menarik lembut Hazel agar duduk dari tidurannya, dia masih belum mengenakan apapun pagi itu.


"Aku capek.." Lirih Hazel yang matanya masih terpejam dan mengantuk. Morgan yang gemas langsung mel*mat bibir itu dan membuat mata Hazel membulat sempurna.


"Ayo kita mandi bareng." Morgan menggendongnya. "No.. nanti di lihat anak-anak dan ada Mira." Hazel berusaha melepaskan diri tapi Morgan tetap membawanya ke kamar mandi yang ada di luar kamar.


"Anak-anak sudah diantar Mira ke rumah mami sayang jadi tinggal kita berdua disini." Morgan mendudukkan Hazel di kursi yang telah dia sediakan di kamar mandi. "Aku akan bersihkan rambutmu." Morgan mencuci rambut indah Hazel setelah melihat ada sisa cairan mengering di rambutnya untung saja Hazel tidak tau.


Hazel terus saja menikmati sentuhan lembut Morgan yang membasuh tubuhnya, sejak tadi dia sudah menolak tapi Morgan tetap memaksa hingga Hazel hanya pasrah saja.


"Hazel.. aku gak tahan kalau begini terus." Geram Morgan yang sejak tadi menahan nafs*nya. Akhirnya dia juga melepaskan pakaiannya hingga sama-sama polos. Hazel awalnya menutup matanya lalu mengalihkan tatapannya tapi Morgan menuntun tangan Hazel untuk menyentuh miliknya yang telah berdiri tegak.


"Ahh.. apa ini!!" Pekik Hazel dan akhirnya dia melihat keseluruhan bentuk dari Morgan.


"Dia yang membuatmu berteriak semalaman sayang.." Ujar Morgan dan Hazel sangat terkejut dengan ukurannya.


"Besar sekali, pantas saja sangat sesak tapi enak." Gumam Hazel tidak sadar.


Morgan tak tinggal diam, dan telah melancarkan cumbuannya hingga mereka bertempur sangat liar di dalam kamar mandi sempit itu sampai beberapa ronde.


"Hazel.. tadi terasa sesuatu di dalam sini, kenapa ya?" Tanya Morgan bingung karena dirinya merasakan sesuatu yang aneh saat berhubungan.


"Ha? Ga tau, mungkin itu mu terlalu panjang." Jawab Hazel asal tapi jawabannya itu membuat Morgan sangat senang.


"Apa punya mantan tidak sepanjang ini?" Hazel membulatkan matanya tapi dia tetap menjawab karena kesal tidak pernah merasakan yang namanya mencapai puncak kenikmatan sejak pertama kali melakukannya dulu.


"Kalau Juan aku ga tau karna ga liat, kalau Nicho mungkin hanya setengahnya."


"Wah.. pantas saja rasamu masih sempit, ternyata punya Nicho mini." Kekeh Morgan tapi Hazel malah sadar akan ucapannya yang sangat memalukan dan tertunduk dengan wajah memerah.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


"Mama.. kami baru selesai berenang." Teriak Amber begitu melihat Hazel dan Morgan baru sampai di rumah besar Lusia dan Ken. Sedangkan Ruby sudah dibawa ke rumah Aries oleh Mira yang mulai sekarang punya tugas baru yaitu menemani Ruby bermain piano.

__ADS_1


"Senang ya di rumah om ganteng?" Tanya Hazel dan Amber mengangguk, "Bukan om ganteng tapi om papa yang ganteng." Ralat Amber sehingga Morgan tertawa bahagia mendengar ucapannya.


"Kalian kenapa lama sih? Sudah lewat jam makan siang loh cepat makan dulu..liat tuh muka Hazel pucat banget, kamu sakit?" Hazel menegang, tak tau harus menjawab apa. Ini semua gara-gara Morgan yang tidak mau melepaskannya.


"Ssshh..." Desis dan rintih Hazel begitu dia duduk, perut bawahnya terasa sakit dan nyeri.


"Kenapa Hazel?" Tanya Lusia cemas.


"Gak apa-apa tante, hanya sakit perut, lagi dapet." Bohong Hazel dan Morgan hanya menahan senyumnya.


Seharian ini Hazel sangat tidak nyaman dengan perutnya dan akhirnya dia permisi untuk membeli sesuatu dan keluar rumah setelah menitipkan anak-anak pada Mira dan Lusia sore itu.


Untung saja Morgan juga lagi keluar sehingga dia bisa kabur pergi ke RS untuk memeriksakan dirinya. "Ini pasti ada masalah dengan alat itu." Ucap Hazel saat duduk menunggu gilirannya.


"Wah.. ini kenapa bisa bergeser? Bilang sama suaminya jangan kasar-kasar, main lembut saja ya.. jangan bar-bar hehehe" Ucap sang dokter wanita itu sambil tertawa kecil, dokter itu tau pasti ukuran suami Hazel tidak biasa karena bisa menggeser sedalam ini.


"Nah.. tahan sedikit." Ujar dokter. Hazel meringis karena sesuatu yang tertarik keluar.


"Apa harus di pasang lagi dok?" Tanya Hazel karena saat ini dia sangat tidak nyaman dengan perutnya dan inti tubuhnya terasa sedikit nyeri.


"Jangan dulu, tunggu seminggu atau 2 minggu ya baru datang lagi."


Selesai itu Hazel kembali ke rumah besar dan dia sudah harus siap menerima banyak pertanyaan dari Morgan karena tidak pamit padanya tadi.


"Dari mana sayang?" Tanya Morgan begitu melihat Hazel kembali masuk ke ruang keluarga.


"Dari apotik, kan lagi dapet." Jawab Hazel berbohong.


"Loh jadi beneran?" Tanya Morgan dan Hazel mengangguk.


"Yah.. padahal mau ajak main di bathtub, kayanya seru." Bisik Morgan tapi ada nada kecewa, Hazel melotot dan memberi peringatan padanya melalui matanya dan Morgan hanya nyengir lalu kembali duduk dan bermain game bersama Amber.


"Loh kok main game? Dari mana ini?" tanya Hazel karena dia tidak begitu suka anak-anaknya bermain game.


"Punya kami, memang jarang dimainin karena sibuk." Jawab Morgan.

__ADS_1


"Amber, jangan sering-sering main ini ya.. mama ga mau kamu jadi malas belajar." Pesan Hazel lembut pada Amber yang terlihat antusias memainkannya.


"Iya mama, Amber cuma main kalau hari minggu aja sudah janji sama om papa dan oma." Jawab Amber.


Seminggu berlalu dan Hazel tidak kembali ke dokter karena Morgan juga sudah tidak ada waktu bermesraan dengannya sejak dibukanya 12 store baru dan dia juga membuka cafe sendiri di mall ini. Hazel juga sangat sibuk menemaninya kemanapun sambil menyiapkan kebutuhan Morgan yang ternyata mempunyai kebiasaan unik.


"Hm.. aku baru tau Morgan suka minuman begini." Gumam Hazel pelan saat Syifa mengirimkan pesan kalau Morgan akan minum minuman manis kalau sedang lelah.


"Ada apa sayangku..." Tiba-tiba Morgan sudah ada dibelakangnya dan mengambil es cendol yang sedang Hazel siapkan.


"Eh.. jangan dulu, gulanya belum dimasukin." Hazel mengambil kembali dan menunagkan gula aren lalu Morgan meminumnya.


"Ah seger.. terima kasih sayang." Morgan mengecup bibir Hazel sekilas, Hazel tampak diam tapi di hatinya dia ingin lagi bahkan ingin ciuman yang lebih lama.


"Loh kenapa balik lagi? Bukannya ada meeting?" Tanya Hazel begitu melihat Morgan kembali ke ruangannya.


"Iya tapi aku undur 1 jam lagi, aku capek." Kata Morgan lalu Hazel menghampirinya tapi Morgan malah menarik Hazel dan mereka masuk kedalam ruang kamar rahasia dibalik rak buku.


"Kenapa masuk kemari Morgan?" Tanya Hazel tapi Morgan malah sudah mendaratkan bibirnya di tengkuk Hazel dan menghirup aroma tubuhnya yang sangat memabukkan. Sekali lagi terjadi pertempuran disana, hanya sekali karena Morgan akan segera pergi meeting penting.


"Kamu disini saja, nanti kita lanjutkan." Bisik Morgan saat dia hendak keluar dan Hazel hanya mengangguk pasrah.


"Cuma sekali tapi kenapa lelah sekali." Gumam Hazel pelan lalu tertidur.


Sebenarnya Morgan sangat kesal hari ini tapi karena Hazel rasa kesalnya menguap pergi tak bersisa. Dia harus meeting dengan Shenna yang sejak tadi sudah menunggunya di ruang meeting bersama beberapa pejabat penting di mall itu, juga ada Fano yang sedang menggantikan Damian yang sedang di Singapura.


"Mana sekretaris cantikmu?" Tanya Fano sedikit berbisik tapi masih bisa didengar oleh orang-orang disana terutama Shenna yang langsung menajamkan pendengarannya.


"Oh lagi capek jadi aku suruh istirahat saja." Jawab Morgan jujur tapi dia tidak sadar akan ucapannya yang membuat orang-orang merasa aneh.


"Maksudnya?" Tanya Fano lagi.


"Ah tadiĀ  Morgan suruh dia mengerjakan sesuatu sampai kelelahan dan bukan pekerjaan kantor makanya Morgan merasa bersalah." Sambungnya lagi, "Iya Morgan main 1 ronde tapi buas banget bang makanya dia jadi kelelahan," batin Morgan sambil menahan senyumnya.


Sedangkan Shenna jadi penasaran siapa sekretaris cantik yang dimaksud oleh mereka, "Aku harus cari tau tapi Morgan sepertinya gak suka kalau kantornya di masuki oleh orang lain, aku harus cari cara lain kalau gitu," batin Shenna.

__ADS_1


Morgan memang sudah berpesan pada Lia dan security di depan kantornya kalau hanya sekretaris pribadi dan keluarganya saja yang boleh masuk ke kantornya dan jika penting maka akan dia temui di ruang khusus tamu di sebelah ruangan sekretaris.


TBC~


__ADS_2