The Girl'S Mom And Berondong

The Girl'S Mom And Berondong
BAB 20 - Olivia Hamil


__ADS_3

Morgan saat ini ada di salah satu cafe di HK, setelah selesai memberikan bukti dan berkas ke pengacara yang ditunjuk Aries untuk membantunya, tak lama Evan datang menghampiri setelah selama ini berada di London untuk mengurus masalah Pablo.


"Hai Van.. gimana? Udah jadi orang London." Celetuk Morgan melihat perubahan Evan yang kulit wajahnya menjadi lebih bersih dan putih.


"Liat nih jadi makin cakep kan.. dari musim gugur ke musim semi aku disana hasilnya makin cakep bro, thanks ya.." Jawab Evan malah membuat Morgan tertawa mendengarnya. Sambil sesekali menyeruput kopinya dan makan cemilan dia mendengar semua penjelasan yang Evan berikan tentang kasus Pablo.


"Jadi Pablo yang minta dipindahkan ke penjara London karena dia warga sana, kalau seandainya di penjara Indo atau HK dia bisa mati duluan bro, pinter juga dia. Dan sebenanrya cuma 2 tahun dia dituntut tapi si Nicho bayar orang sana untuk kasih dia hukuman 10 tahun untuk menjerat Hazel dan si Rudolf yang curi perhiasan itu udah hidup enak di London juga sambil mantau Pablo." Jelas Evan, Morgan mengangguk dan benar dugaannya.


"Berarti memang benar, di Rudolf itu di suruh oleh Nicho untuk mencuri dan menjebak Pablo agar Hazel bisa menikah dengannya."


Evan mengangguk, "Dan kau tebak.. perhiasan itu gak hilang malah si brengsek Nicho itu dapat untung besar dalam penjualannya, kalung ini dan set perhiasan ini.." Evan memberikan foto perhiasan yang digambar oleh Pablo, dia megambarkan lagi di secarik kertas waktu dipenjara atas permintaan Evan.


"Loh.. ini kan kalung yang aku beli di lelang waktu itu." Morgan meneliti lagi gambar itu dan memenag benar.


"Bawa kalung itu dan bukti surat lelang akan jadi bukti penting, Pablo bisa keluar dari penjara secepatnya."


Morgan merogoh beberapa kantungnya dan mengeluarkan dompet, "Ini... bawalah." Morgan memberikan kalung itu dan Evan menggeleng.


"Gila.. barang semahal ini kau simpat di dompet?"


"Heheh lupa keluarin waktu itu baru inget ini." Morgan terkekeh karena sebenarnya dia hanya menunggu waktu untuk memberikan kalung itu ke Hazel.


"Aku besok berangkat lagi ni?" Tanya Evan, dia lelah bolak balik secepat ini.


"Besok atau lusa aja, aku juga 2 hari lagi baru balik kok.. makan dimsum dan mie dulu sepuasnya hahaha.."


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Di kantor Nicho, dia sedang melihat laporan keuangan dan menemukan beberapa kejanggalan. Oliv yang sejak tadi melihatnya mulai cemas jangan sampai Nicho mengetahui korupsinya dan berlian hitam juga si Juan ambil terlalu banyak setiap pengerukan.


"Kenapa rugi lagi sih.." Keluah Nicho kesal lalu membanting laporan itu, dia memijat kepalanya karena stress, total kerugian sudah mencapai 3 juta dollar.

__ADS_1


"Sudahlah kembali ke tempatmu dulu aku sedang pikirkan solusi ini." Ujar Nicho dan akhirnya Oliv meninggalkannya.


"Apa ada yang coba main-main dibelakangku?" Gumam Nicho saat Oliv berjalan ke arah pintu, dia mendengar gumaman itu dan mulai memikirkan cara supaya Nicho tidak terlalu fokus di pertambangan itu.


"Duh.. gimana ini? Nicho sepertinya mulai curiga Jarvis, si Juan ambil terlalu banyak jadi mungkin ketauan kalau terus seperti itu." Keluh Oliv begitu Jarvis mengangkat teleponnya.


"Hei.. kau coba cek sudah hamil belum soalnya hampir tiap malam kita bercinta selama 2 bulan ini dan kau tidak mengeluh lagi datang bulan." Ujar jarvis dan Oliv langsung melebarkan matanya lalu tersenyum.


"Benar juga, ya udah aku tutup dulu." Oliv segera pergi karena itu juga sudah sore dan dia coba ke apotik terdekat untuk membeli test pack, begitu kembali ke kantor dia langsung ke toilet dan cek, "Benar aku hamil.." Ucapnya pelan dan masih ada 1 test pack lagi dan akan dia cek besok paginya.


"Kau akan jadi alatku untuk mengambil semua kekayaan keluarga Wang, jadi anak lelaki ya.." Oliv mengelus perutnya dan tersenyum membayangkan akan hidup mewah.


Sementara Nicho sejak tadi masih memikirkan cara untuk menghentikan kerugian besar yang dia alami. Tak lama Oliv masuk kembali dengan wajah yang sangat ceria.


"Aku punya ide Nicho kita hentikan dulu pertambangan dan mulai produksi berlian yang ada untuk menutup kerugian dengan penjualannya." Saran Oliv dan Nicho berpikir sejenak.


"Benar juga kenapa kau pintar sekali, tapi apakah orang pertambangan akan setuju?" Tanyanya lagi dan Oliv tersenyum lalu mendekati Nicho kemudian duduk dipangkuannya sambil memeluknya.


"Baiklah kau atur saja ya.." Nicho mencium Oliv dengan ganas lalu ingin ketahap berikutnya tapi Oliv menolaknya.


"Kenapa sayang.. gak biasanya kau menolakku."


"Nanti aja, ayo kita pulang." Ajak Oliv dan mereka memilih untuk pulang ke rumah.


Sesampainya dirumah, Nicho yang akan ke kamar untuk mandi dan ganti baju disusul oleh Oliv tapi mereka terhenti karena di ujung lorong kamar itu adalah kamar tamu tempat mengurung Hazel dan ini sudah hari ke 4 dia ada didalam kamar.


Yang membuat Nicho terhenti adalah Amber yang duduk di depan pintu sambil ngobrol dengan Hazel ditemani oleh Mira si pelayan yang menjaganya. Nicho sedikit kasihan melihat Amber tapi dia tetap harus mengurung Hazel tanpa komunikasi ke orang luar agar perceraian mereka tidak akan pernah terjadi.


Makan malam hanya ada Merry, Nicho dan Oliv, Amber tidak mau makan bersama mereka dan memilih makan di depan pintu kamar Hazel sambil ngobrol dan Hazel juga Ruby makan di baliknya. Pemandangan yang sangat menyedihkan dan itu semuanya Mira rekam dan kirimkan ke Morgan yang sedang bersama pengacaranya. Kabar baiknya gugatan itu diterima dan saat ini masih dalam proses.


"Mama, Nicho aku mau bicarakan sesuatu..." Ucap Oliv setelah makan malam mereka selesai masih di meja makan menikmati puding yang diinginkan Oliv malam itu.

__ADS_1


"Bicara apa? Kelihatannya serius." Tanya Merry dan Oliv langsung mengeluarkan test packnya dengan 2 garis merah.


"AAHHH beneran? Kamu hamil sayang?" Tanya Merry tak percaya.


"Iya mam.. " Jawabnya dan Nicho langsung memeluk dan menciumnya.


"Mudah-mudahan anak laki-laki, dan kamu jangan bekerja lagi suruh pelayan selalu siapkan makanan sehat dan.." Merry terus berceloteh memikirkan segala kebutuhan Oliv kedepannya, sedangkan Oliv masih memikirkan bagaimana caranya agar Hazel di usir agar hanya dialah penguasa dan nyonya rumah ini.


Berita kehamilan Oliv juga terdengar di telinga Hazel dan itu semua dari Mira, Hazel juga berpesan pada Amber untuk menjauh dari Oliv dan jika bertemu dengannya langsung menjauh agar Amber tidak di salahkan kalau-kalau terjadi sesuatu pada Oliv, dia kenal betul siapa Oliv dan tidak mau anaknya terseret.


Hazel juga mendapatkan kabar berupa pesan dari Morgan yang masih di di HK dan akan segera ke London mengubah rencananya untuk menemui Pablo karena 90% Pablo bisa bebas beberapa bulan lagi. Hazel sangat senang dan terus menangis haru atas kebaikan Morgan padanya, dia sangat bersyukur kalau Morgan selalu ada untuknya.


Pagi hari terjadi drama, Oliv memainkan drama yang sangat membuat para pelayan lelah. Segala jenis sarapan yang diberikan tidak bisa dia makan dan menyuruh mereka terus mengulang dan harus sesuai seleranya. Merry dan Nicho saat itu sudah pergi dan hanya tinggal Oliv di rumah itu yang dengan bebasnya berkeliaran dan memberi perintah.


"Mulai besok ruang tamu ini harus ada bunga segar dan setiap hari diganti." Ujar Oliv begitu melihat meja ruang tamu yang kosong.


"Pewangi ini ganti jadi yang lebih seger jangan wangi buah deh.."


"Disana karpetnya ganti warna abu-abu, dan mulai besok sarapanku harus ala british ya jangan ada lagi nasi goreng atau bubur."


"Ini apaan?"


"Oh itu paketnya Non Hazel, Non.."


"Dia dapat uang dari mana beli online begini dan ini merek mahal loh.."


Oliv membuka paket itu dan ternyata isinya adalah sepatu sport ukuran anak-anak sepertinya untuk Amber. Oliv yang tidak terima lalu masuk ke kamar Amber dan Ruby dan melihat isi lemari mereka penuh dengan pakaian merek terkenal.


"Dasar wanita tak tau diri, ternyata selama ini dia memakai barang mewah seperti ini. gak bisa di biarkan." Kesal Oliv lalu melihat tas Hazel yang ada di meja nakas, dia membongkarnya dan akhirnya ketemu ATM atas nama Nicho dan mengguntingnya karena kesal.


"Tunggu besok Hazel, kau dan anak-anakmu akan diusir dari sini."

__ADS_1


TBC~


__ADS_2