The Girl'S Mom And Berondong

The Girl'S Mom And Berondong
BAB 14 - Curi Start


__ADS_3

Sebuah kamar hotel yang cukup mewah, Oliv dan Juan saling bergumul menuntaskan hasrat dan gairah yang selama ini tertahan. Oliv memang piawai dalam memuaskan pasanganya di atas ranjang dan inilah yang sangat disukai oleh Juan dan Nicho pun terjerat olehnya.


Juan menghentak kuat dari bawah keatas dan Oliv masih bergoyang mendudukinya, mereka sesekali saling berpagutan dan tiba-tiba suara bel berbunyi.


"Sebentar beb, kejutanmu telah datang." Oliv turun dan tubuh Juan dan terlentang di kasur dengan senyum yang terbit diwajahnya.


"Beb, kenalkan ini Jarvis Lim dia sepupunya Nicho." Juan memperkenalkan mereka dan Jarvis begitu terpesona oleh kecantikan Oliv yang sexy sesuai dengan seleranya dan jarvis juga seorang pemain wanita yang ulung.


"Hai Olivia, kau sangat menggoda.." Geram jarvis menatap liar, menyapu seluruh tubuh polos Oliv yang sangat menggodanya.


"Hai Jarvis, kau jauh lebih tampan dari Nicho aku jadi penasaran dengan ini." Ujat Oliv dan tangannya sudah meraba ke bawah menyentuh kejantanan Jarvis.


"Silakan rasakan sendiri Oliv, aku atau Nicho lebih handal.." Bisik Jarvis yang tangannya sudah meremas lembut dada Oliv membuatnya mendesah. Akhirnya mereka melakukan permainan bertiga, memuaskan hasrat Oliv yang memang sangat tinggi.


"Aahh Jarvis, kau lebih hebat, jauh lebih hebat sayang.." Teriakan Oliv menjadi penyemangat Jarvis untuk tetap menghentakkan kuat miliknya dari belakang, sedangkan Juan sedang menikmati permainan lidah Oliv sambil duduk selonjoran. Semalaman mereka bermain mencapai puncak kenikmatan yang luar biasa.


Pagi harinya mereka bertiga pergi bekerja seperti biasa dan membicarkan banyak hal tentang rencana untuk sedikit demi sedikit mengambil keuntungan dari perusahaan Nicho, dan mereka juga membutuhkan batuan Jarvis yang sangat membenci Nicho karena ibunya adalah adik kandung ayahnya Nicho tapi bagiannya benar-benar direbut oleh Merry dan Nicho dengan alasan anak perempuan tidak berhak mendapatkan warisan, dengan cara licik Merry berhasil memindahkan setengah saham dan aset milik mereka ke nama Nicho.


"Jadi kita akan bekerja sama, untuk uang dan harta benda silakan ambil saja, aku hanya ingin membuat Nicho dan Merry jatuh miskin bila perlu ambil dan kuras." Ujar Jarvis dengan tatapan dingin. Dia bukan pria jahat hanya saja dendam membuatnya ingin menghabisi Nicho dan Merry yang tega membuang ibunya ke tempat kumuh setelah mengambil semuanya.


"Baiklah, tapi kita masih bisa bermain kan?" Tanya Oliv sambil mengerling nakal.


"Terserah Juan saja, aku tidak akan mengganggu hubungan kalian." Jawab Jarvis karena dia hanya suka bermain tanpa perasaan.


"Kami menjalin hubungan bebas, dia boleh dengan siapapun dan begitu juga aku, jadi silakan saja." Jawab Juan.


"Kalian gila.." Timpal Jarvis sambil menggeleng, hubungan aneh ini memang tampak tabu di daerah Jarvis tinggal selama ini.


Pertambangan pertama dimulai dan baru hari pertama Juan sudah menyelundupkan lumayan banyak berlian untuk dia jual kembali ke F Jewelry yang akan membantunya.


Beruntung pemilik FJ itu seorang wanita paruh baya yang cantik dan sexy, beberapa kali memberikan kenikmatan pada wanita itu membuat Juan diberi bantuan luar biasa olehnya. Kini Juan hanya setiap harinya menerima uang dalam bentuk EUR dalam rekening rahasia miliknya dan Oliv.


Sedangkan Oliv saat ini yang sudah tidak ada pekerjaan dan tinggal menunggu waktu pulang memilih di kamar bersama Jarvis yang selalu membuatnya melayang jauh, "Kalian itu saudara tapi sangat berbeda aahh.. kalu begitu perkasa Jarvis." Desah Oliv di sela permainan Jarvis padanya.


"Apa yang beda baby, ukuran jelas aku lebih besar.. perkasa?"


"Iyaaahh.. dia itu cepat naik tapi cuma beberapa menit uda muncrat, tapi istirahat bentar udah naik lagi tapi kan gak puas aahh plis lebih cepat ahh..." Teriak Oliv begitu Jarvis menghentak cepat dan kuat. Tak lama Oliv sudah melenguh panjang mencapai puncaknya sedangkan Jarvis masih mendaki pencapaiannya yang pastinya masih lama.


.


.


.

__ADS_1


"Kau akan kembali ke kota J juga?" Tanya Oliv setelah permainan mereka usai dan tentu setelah dia bangun dari tidur panjangnya pagi itu.


"Iya tapi sepertinya kita beda pesawat, aku flight sore, kamu siang kan?" tanya Jarvis yang tengah memakai kemejanya.


"Iya, aku ingin minta bantuan, kamu kan punya banyak supir tuh boleh pinjam 1 supir dan mobil gak?"


"Untuk apa?"


"Mau kasih pelajaran Hazel, agar dia makin menderita dan segera pergi trus aku bisa jadi Nyonya Wang."


"Hahahah.. kau sangat ingin jadi Nyonya Wang?"


"Yah sampai selesai mengambil semuanya akan kutinggalkan dia, tapi kamu bisa kan membuatku hamil.. aku harus hamil anaknya baru bisa pertahankan statusku nanti dan harus dengan pria oriental jadi kamu cocok."


"Baik, tentu aku bersedia sayang.." Mereka kembali berciuman mesra sebelum memulai permainan singkat sebelum berpisah pagi itu.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


"Nicho.. aku kangen." Ucap Oliv begitu tiba di rumah keluarga Wang, dia mengecup pipi Nicho yang sedang ada di ruang keluarga sendirian sambil membaca beberapa berkas sore itu.


"Semua telah beres dan besok kau harus pergi ke acara amal, jam 10 pagi sampai 2 siang bersama istrimu.." Sambung Oliv yang akan memulai rencananya.


"Hazel.. besok jam 9 kita jalan acaranya di pinggiran kota acara amal." Ucap Nicho sedikit berteriak karena Hazel sedang berjalan menuju pintu samping ingin menjemput Amber dan Ruby yang sedang main.


"Besok suruh supir dan pelayan saja."


"Baiklah.."


"Kenapa harus sama Hazel, bawa aja Oliv." Ujar Merry yang entah muncul dari mana.


"Gak bisa mami, kan orang-orang taunya Hazel itu istri Nicho jadi ya harus dia." Olive yang menjawab, dia harus bisa membuat Hazel ikut dengan Nicho agar bisa mencelakai anak-anaknya besok.


"Iya mam, biar aja Hazel yang ikut." Sambung Nicho.


"Hah, baiklah tapi segera kau nikahi Oliv biar mama cepat punya cucu." Merry memberikan minuman herbal pada Oliv.


"Ini minum agar cepat hamil obat ini sangat mujarab turun temurun dari keluargaku agar dapat keturunan anak laki-laki." Ujar Merry lalu Oliv minum ramuan itu dengan terbatuk batuk.


"Mam, rasanya aneh." Oliv menyingkirkan minuman itu, hampir setengah dia minum tapi Merry memaksanya harus menghabiskan semuanya.


Besoknya, Hazel telah bersiap dengan pakaian santai kaos putih dan celana panjang jeans, rambut di kuncir tinggi dan memoles makeup natural membuatnya seperti anak kuliahan yang mau ke kampus mirip dirinya waktu kuliah dulu.


"Kenapa kau pakai baju begitu, kau ingin bikin malu Nicho disana?" Protes Oliv melihat penampilan Hazel yang sederhana. Nicho yang berdiri tak jauh dari Oliv terpana melihatnya, Hazel yang sama dengan waktu kuliah dulu yang selalu berhasil membuat hatinya luluh.

__ADS_1


"Ini kostum yang tepat Oliv, apa kau pernah ke acara amal seperti ini?" Tanya Hazel tak mau kalah dengan Oliv.


"Hey.. jangan remehkan aku, itu kumpulan orang-orang kaya dan terpandang kalau kau pakai baju begitu namanya memalukan." Timpal Oliv lagi.


"Emangnya kau sudah pernah ke acara amal seperti ini?" Tanya Merry kesal melihat kelakuan Hazel yang mulai berani membantah.


"Sudah ma, dulu waktu masih jadi model sering ikut Tatiana ke acara amal dan disana kita gak bisa hanya berleha-leha dan duduk tapi harus bantu mengerjakan sesuatu, kaya memasak dan membersihkan panti." Jelas Hazel kemudian Oliv dan Merry tercengang, mereka yang tidak pernah ikut dalam acara begini berpikir disana hanya duduk santai menikmati acara.


"Udah, ayo berangkat." Nicho menarik lengan Hazel membuat Oliv sedikit kesal melihatnya apalagi sebelum Hazel, Oliv sudah protes duluan ke Nicho yang juga hanya pakai baju sederhana dan malah sepatu sport.


Begitu sampai disana, benar saja semua peserta menggunakan pakaian santai bahkan Damian dan Archer terlihat menggunakan kaos dan celana pendek saja.


"Wah.. istri anda sangat cantik Mr. Wang seperti gadis remaja." Puji salah satu rekan bisnisnya dan dibalas senyuman oleh Nicho dan berjabat tangan ke beberapa orang disana.


"Hazel.. pas sekali aku bertemu denganmu, ayo ikut bersama kami saja mau siapkan makanan disana." Tatiana menarik Hazel untuk mengikutinya, disana sudah ada kumpulan para istri pengusaha dan istri pejabat, Hazel sebenarnya sangat sungkan tapi Ana tetap memaksanya.


"Hai Hazel.." Sapa Morgan yang ternyata juga ikut menghadiri acara itu.


"Oh halo Morgan.. apa kabar?" Hazel berbasa-basi.


"Baik, udah lihat kamu disini jadi lebih baik lagi.." Jawab Morgan dia berdiri di samping Hazel sambil ikut membagikan makanan untuk para lansia disini.


Sementara Nicho mengikuti bapak-bapak lainnya membersihkan halaman sambil memantau istrinya dari jauh yang ternyata terlihat akrab dengan Tatiana dan Morgan. Mereka bercanda sambil sesekali tertawa bersama lansia yang memuji kecantikan dan ketampanan mereka.


Setelah semuanya selesai giliran mereka yang makan siang, Ana dan Hazel makan bersama dan tentu saja Morgan si berondong juga ikut kemanapun mereka pergi seperti seorang pengawal, hal itu membuat Nicho sedikit kesal.


"Wah Morgan itu selalu bersama Tatiana yah seperti pengawalnya." Ujar salah satu bos besar yang ada disana, kebetulan Damian juga bersama mereka dan dia tau adiknya sedang pendekatan dengan istri orang dan Nicho juga ada di sekitarnya.


"Oh Morgan memang di suruh papi untuk jaga Tatiana, karna dia anak perempuan satu-satunya makanya Morgan nempel terus." Jawab Damian untuk mengalihkan kecurigaan Nicho yang sejak tadi tidak nyaman memandang ke Morgan dan Hazel.


"Wah benar sih, harus di jaga ketat, lagian Tatiana udah punya pacar kan?" Tanya mereka lagi.


"Iya, tapi pacarnya lagi selesaikan S2 nya yang terlambat dan bulan depan baru kembali kesini makanya Morgan yang jagain. Bulan depan adikku Fano menikah, baru 2 bulan lagi Tatiana." Jelas Damian lalu melirik ke arah Nicho sebentar, untungnya Nicho telah lebih santai setelah mendengar penjelasan Damian.


"Tuan Archer gimana? Belum ada tanda-tanda mau menyusul Damian kayanya." Celetuk salah satunya lagi.


"Aku masih cari, mungkin kalo ketemu yang mirip istrinya Mr. Wang baru segera nikah hahaha..." Canda Archer sengaja membuat Nicho panas karena tambah 1 lagi yang suka melihat istrinya.


"Jangan nambah masalah deh.." Bisik Damian ke Archer yang sengaja memanasi Nicho yang terlihat tidak nyaman Morgan bersama mereka.


"Tenang ajah, adik kita itu uda curi start, dia udah coba cari tau status pernikahan mereka di HK lewat papa." Balas Archer membuat Damian membelalakkan matanya tak percaya.


TBC~

__ADS_1


__ADS_2