The Girl'S Mom And Berondong

The Girl'S Mom And Berondong
BAB 51 - END


__ADS_3

Hari demi hari berlalu dan kini seminggu setelah pertemuan Hazel dengan Nicho, dan Hazel telah lebih baik kembali ceria, bahkan dia sudah bisa tertawa lepas bermain dengan Ruby dan Cello saat sore hari dan bereng bersama.


"Sayang.. kau masih berenang? Nanti masuk angin loh ayo naik." tegur Morgan begitu dia pulang kerja, padahal siang tadi mereka video call dan Hazel juga berenang.


"Bentar lagi ya.. gak terus-terusan kok, tanya mami deh ini baru masuk lagi." Tolak Hazel dan Morgan tidak bisa apa-apa lagi jika Hazel menginginkan sesuatu.


"Mami.. mana bibi?" Tanya Morgan melihat Lusia ada di dapur dan memasak.


"Ada tuh.. mau apa?" Tanya Lusia setelah menunjuk ke arah pelayan mereka.


"Bi.. tolong buatin teh jahe ya buat Hazel, makasih." Teriak Morgan karena pelayannya berada di dapur yang ada di luar rumah.


"Hahahah Hazel lagi senang berenang nampaknya, tiap hari dia main air." Lapor Lusia dan Morgan menggeleng pelan melihat kelakuan Hazel yang jadi aneh itu.


Besok paginya, benar saja Hazel tengah muntah-muntah dan badannya tidak enak.


"Tuh kan sayang.. kalau dibilangin suami itu yang nurut, sekarang jadi masuk angin gini dan badanmu hangat nih.. Ayo ke dokter." Gerutu Morgan dan Hazel yang memang salah hanya bisa menurut dan ikut Morgan ke dokter pagi itu juga.


Setelah pulang dari dokter, Morgan terlihat sumringah berbeda dengan Hazel yang berwajah antara kesal tapi juga senang.


"Loh kenapa kalian? Hazel gak apa-apa kan?" Tanya Lusia pada Hazel yang menghela napasnya panjang sedangkan Morgan begitu senang sampai sudah 3 kali dia mengecup pipi Hazel yang makin chubby.


"Mami akan punya cucu baru." Ucap Morgan dengan tersenyum lebar dan bangga.


"HA??!! HAZEL HAMIL?" Tanya Lusia dengan suara meninggi kuat.


"Ada apa sayang.."? Tanya Ken yang berlari menghampiri mereka di ruang tamu.


"Kenapa mami?" Tanya Imel yang sedang menggendong Fio.


"Hazel hamil.." Ucap Lusia pelan membuat mereka lega karena ternyata bukan sesuatu yang perlu dicemaskan.


"Berapa minggu?" Tanya Imel yang memang sedikit curiga sebab Hazel bertambah gemuk dan nafsu makannya juga meningkat sebulanan ini.


"Bukan minggu tapi bulan, sudah 3 bulan." Ucap Morgan dengan bangga.


"APA? 3 BULAN?" Teriak Lusia lagi.


"Kau ini benar-benar sama dengan papimu ya, gak bisa tahan diri sedikit lebih lama. Cello baru 8 bulan dan Hazel hamil 3 bulan? Astaga..." Omel Lusia mengingat betapa repotnya dia dulu.


"Sama dengan papi apaan mi?" Tanya Morgan bingung.


"Kau gak sadar? Hitung sendiri umur Damian Ana Fano dan kamu! Kalian cuma beda 1 tahun." Cerca Lusia lalu Morgan tertawa sambil menggaruk kepalanya karena baru sadar dengan ucapan Lusia.

__ADS_1


Sedangkan Ken hanya tertawa dan dengan bangga menepuk pundak Morgan. "Papi bangga denganmu nak." Ucapnya sedikit berbisik agar istrinya tidak dengar.


Lusia membawa Hazel kedalam dan duduk bersama di meja makan karena sudah hampir siang dan waktunya mereka menyiakan makanan bersama.


"Untung Imel hamilnya pas J udah hampir setahun, kalau ngga haduh.." Keluh Lusia melihat Imel yang menggendong baby Fio yang semakin hari semakin cantik.


"Bang Fano mah bisa tahan diri mi, Imel yang secantik itu dia bisa tahan tidur bersama ga diapa-apain, Morgan salut." Ucapan Morgan langsung di respon dengan cubitan oleh Hazel karena malu.


"kenapa sayang.. jangan marah nanti baby kita stress loh.." Morgan mengelus perut Hazel lalu mengecup keningnya.


"Iya.. mau gimana lagi, tapi aku jadi pengen makan rujak." Ucap Hazel dan Morgan langsung memanggil pelayan.


"Bibi.. tolong bikin rujak."


"Bukan.. aku maunya kamu yang buat sendiri."


"Hah?"


"Hahahaha kapok, siapa suruh ga tahan diri tuh anak kamu rewel kan." Goda Lusia karena Ken juga sama saat hamil Fano yang banyak permintaan apalagi Morgan, Ken sampai tobat.


\=//=


Morgan masih berkutat dengan pekerjaannya saat Hazel meneleponnya ingin makan sate yang dijual di belakang gedung mall, Morgan tentu saja menyanggupinya untuk pergi beli sendiri sambil videocall.


"Pak, ada surat yang ditujukan ke bapak langsung." Ucap sekretarisnya yang terlihat berumur.


Map pertama berisi laporan kondisi Shenna saat ini yang kembali ke rumah orangtuanya di kota M dan dia saat ini telah menjadi istri ke 3 seorang pengusaha kaya di kota itu.


"Ok berarti Shenna aman gak akan ganggu kami lagi." Ucap Morgan segera menutup laporan itu lalu beralih ke map 1 lagi.


"What??" Pekik Morgan saat melihat isinya adalah surat resmi dari perusahaan Nicho di HK dan saham sebesar 70% milik Nicho telah dibagi 2, untuk Ruby 35% dan untuk Jayden 35%.


"Gila.. Ruby-ku masih kecil udah jadi orang kaya. Rumah mewah di HK diatas bukit ini juga diberikan ke Ruby? Wah ini apartemen mewah juga di HK ada 2, disini ada 3, ck ck Ruby.. masa depanmu aman nak, papa gak perlu khawatir lagi denganmu meskipun papa jauh lebih kaya dari ayah kandungmu." Ucap Morgan pada dirinya sendiri dan menutup map itu.


.


.


"Kenapa Nicho berikan semua harta dan sahamnya ya?" Tanya Hazel yang sedang bergelayutan manja di dada Morgan.


"Untuk Ruby memang haknya Ruby, kalau Jayden mungkin rasa bersalah dan memang setengah dari saham itu juga milik Jarvis sih kan mereka sepupu yang memang warisan Jarvis direbut oleh Merry." Jawab Morgan.


"Oh iya.. Merry kemana sekarang?" Tanya Hazel lagi yang tanpa embel-embel lagi memanggil mantan mertuanya.

__ADS_1


"Aku dengar sih dia kembali ke HK untuk urus bisnisnya sendiri yang berbeda dengan punya Nicho dan masih sombong." Jawab Morgan lagi.


Hazel mengeratkan pelukannya dan bersiap untuk tidur karena dia tiba-tiba mengantuk berada di dekapan Morgan.


"I love you istriku.." Morgan mengecup puncak kepala Hazel.


"I love you too suamiku." Gumam Hazel yang tertahan oleh tubuhnya Morgan tapi Morgan dengar dengan jelas kalimat itu dan tersenyum bahagia.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


5 tahun kemudian


Hazel sedang mengejar anak bungsunya yang sejak tadi tak bisa diam dan hanya menjahili kakak-kakaknya, bahkan Amber diam saja saat rambutnya ditarik, Ruby juga pasrah saat piano barunya di lempar dengan botol susu, bahkan Cello hanya bisa menangis saat adiknya memukul hidungnya tanpa sengaja.


"ya ampun kamu ini perempuan kenapa bar-bar sih sayang..." Morgan mendekati anak bungsunya, Cheryl yang masih 1 setengah tahun itu. Sedangkan anak 1 lagi Javier sedang anteng memakan coklatnya dan belepotan.


"Huh.. ramai sekali cucu-cucu kita ya peri kecil." Ucap Ken dan Lusia lalu membantu Hazel membersihkan Javier karena dia sedang mendiamkan Cello dan Morgan menggendong Cheryl agar tidak merusuh lagi. Amber yang beranjak remaja itu masih membantu Ruby untuk belajar dan sesekali membaca bukunya.


"Ini mirip keadaan kita dulu, gak ada yang bisa nenangin Morgan kan dengan kenakalannya dan itu menurunnya malah ke Cheryl." Sambung Lusia setelah Javier bersih.


"Mami.. bantu bujuk Morgan biar mau vasektomi, ga sanggup lagi kalau nambah anak mami." Keluh Hazel karena Morgan masih kekeh mau tambah anak lagi setelah Cheryl.


"Iya nanti mami bantu, atau kamu ancam saja kaya mami ke papi dulu, gak kasih jatah selama sebulan penuh."


"Masalahnya kan mi.. Hazel juga ga tahan hehehe."


"Huh kalian tuh sama aja."


Lusia mendengus kesal, anak dan menantunya ini memang sama aja kalau urusan ranjang, ga bisa tahan diri makanya anaknya sudah 5 sekarang.


"Hazel, kamu hamil lagi?" Tanya Imel saat melihat Hazel makan mangga muda.


"Hah Hazel hamil lagi?" Semua anggota keluarga langsung berteriak serentak, bahkan Elara dan Aries juga sama terkejutnya, mereka semua sedang berkumpul karena akhirnya Leo akan menikah.


"Eh.. ngga kok, ini lagi datang bulan dan memang lagi suka makan mangga ini dan ini ngga asem tapi manis." Jawab Hazel lalu semua orang bernafas lega mendengarnya.


"Dan kamu Morgan, besok ikut ke RS dan vasektomi." Tegas Lusia menatap tajam ke Morgan.


"Gak ada bantahan!" Lanjut Lusia saat Morgan ingin menjawabnya.


"Baiklah mami..." Jawab Morgan pasrah dan Hazel malah tertawa.


END~

__ADS_1


Terima kasih telah membaca, aku hanya menuangkan suatu cerita yang membuat otakku penuh dengan halu tingkat tinggi.


Jangan lupa baca cerita-ceritaku yang lain ya~ bye


__ADS_2