The Girl'S Mom And Berondong

The Girl'S Mom And Berondong
BAB 47 - Foto Masa Lalu


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu dan kini kandungan Hazel telah sangat besar dan susah berjalan tapi dia terus saja tidak bisa diam dan ingin bergerak terus. Seperti sekarang dia dan Imel sedang menunggu Yana untuk belanja bareng. Yang akan melahirkan duluan adalah Hazel dan akan disusul Imel 2 bulan berikutnya dan Yana terakhir berselang 1 bulan.


3 Wanita cantik yang sedang hamil besar itu pun dengan aktif berjalan di MHS Mall dan di kawal beberapa pengawal dan baby sitter yang menjaga masing-masing anak mereka kecuali Amber dan Ruby yang hanya dijaga oleh Mira.


"Anak-anak disini aja ya makan eskrim, mami dan onty akan pergi beli baju dedek bayi." Ujar Hazel pada Amber karena dia adalah kakak tertua.


"Kalian tolong jaga anak-anak ya." Ucap Yana pada baby sitter disana dan beberapa pengawal meskipun tetap ada pengawal yang ikut dengan para bumil.


Fano tidak mengizinkan Imel pergi kemanapun tanpa pengawal karena dari ketiga bumil itu Imel lah yang paling mengkhawatirkan sebab aura kecantikannya makin terpancar saja hingga dengan keadaan hamil besar pun masih banyak pria yang selalu ingin mengenal dan mendekat.


"Imel, Yana, aku kesana dulu ya mau cari mbaknya." Pamit Hazel sebentar sambil mengambil beberapa baju bayi dan ingin menanyakan warnanya, mba penjaga toko juga sedang sangat sibuk karena ramainya pembeli di hari itu.


"Wah.. wanita ****** ini sudah hamil besar ternyata." Ujar Olivia yang juga ada disana dengan anaknya yang baru bisa jalan. Hazel melirik malas dan tetap berlalu saja.


"Hei, anak siapa yang kamu kandung itu? Jangan-jangan sama seperti anak pertamamu yang gatau siapa ayahnya?" Tanya Oliv sengaja dengan suara lantang untuk membuat Hazel malu tapi Hazel tetap santai dan malah berbicara pada mba penjaga toko sehingga Oliv terlihat kesal lalu menghampirinya lagi.


"Ck ck ck memang ya gak tau malu, memangnya kau sanggup belanja segini banyak dengan gaji sekretarismu itu? jangan-jangan kau jadi simpanan pria tua kaya yah?" Tanya Oliv dan memang dia sengaja karena disana sangat ramai dan banyak yang memandang remeh pada Hazel yang mereka kira memang benar seperti apa yang dikatakan Oliv.


"Sayang yah.. padahal wanita itu seperti artis hollywood tapi ternyata jadi simpanan." Ujar salah satu pengunjung disana. Imel dan Yana yang seja tadi melihat itu langsung menghampiri Hazel.


"Hazel, balik saja yuk, anak-anak sudah menunggu. Mba.. ini semua bungkus saja dan kirim ke rumah." Ujar Yana dan manajer toko yang kenal dengan Yana langsung menghampiri mereka.


"Nyonya maaf tadi saya tidak mengenali anda." Ucap manajer toko tapi Yana dengan ramah hanya memberikan senyumnya.


"Permisi, anda siapa ya?" Tanya Yana menatap tidak suka pada Oliv yang masih berdiri dekat mereka.


"Oh saya Olivia istrinya Mr Wang pemilik toko perhiasan dibawah." Jawab Oliv ramah karena dia mengenal siapa Yana sebenarnya.


"Terus ada urusan apa dengan Hazel?" tanya Yana lagi.


"Tidak ada Nyonya, saya hanya menyapa teman lama dan mengingatkannya untuk tidak menjadi wanita murahan lagi dan bertobat." Jawab Oliv lagi tapi Yana terlihat sangat marah.


"Jaga ucapan anda! Adik ipar saya bukan wanita murahan, tolong perbaiki sikap anda yang masih kampungan itu." Hardik Yana tegas, Oliv tak percaya akan pendengarannya dan melirik ke Hazel yang masih diam saja.

__ADS_1


"Maaf.. tadi Nyonya bilang adik ipar?" Tanya Oliv lagi, tak dapat disembunyikan bahwa dia sangat terkejut mendengar ucapan Yana.


"Ya benar, Dayana dan Imelda ini kakak iparku jadi apa masalahmu?" Hazel bersuara, mengakui statusnya dan Oliv menatapnya tak percaya.


"Bagaimana bisa? Kau hanya janda 2 anak yang menyedihkan.." Ujarnya masih dengan nada merendahkan.


"Aku pernah bilang kan.. aku maunya dapat pria muda berondong dan kaya raya. Kau lupa?"


Oliv limbung, dia berpegangan pada pelayannya yang menggendong Jayden sejak tadi disampingnya.


"Dan.. jangan sembarangan menuduh orang lain jika kau lah wanita murahan itu, aku lihat anak ini sama sekali gak mirip Nicho, entah siapa ayah kandung anak lucu ini. Kasihan mantan suamiku itu." Sambung Hazel, Yana tersenyum mendengar ucapan Hazel yang mulai berani.


"Nah.. benar, kurasa Mr Wang membuang berlian dan mendapatkan batu kali." Ejek Yana lalu mereka pergi dari sana. Oliv masih terbengong.


"Kenapa dia selalu mendapatkan yang lebih baik dariku, aku gak terima! Dia harusnya menderita tapi malah dapat jadi menantu keluarga Hastanta?" Gumam Oliv lalu dia pergi dari sana untuk melaporkan pada Nicho semua yang terjadi.


"Sayangku senang hari ini?" Tanya Morgan yang telah duduk di tengah-tengah Amber dan Ruby yang kini sedang makan eskrim.


"Loh kok dikasih makan eskrim semua?" Tanya Hazel, Imel juga panik karena J baru saja sembuh dari flu sedangkan Yana sudah menyingkirkan eskrim itu dari Darren.


"Benar nih?" Tanya Imel memastikan, meskipun tetap saja es itu tidak baik buat J yang baru sembuh.


"Tenanglah bidadari, aman kok, aku gak mungkin biarkan keponakan dan anak-anakku sakit." Jawab Morgan lalu mereka duduk bersama. Amber duduk di kursinya sendiri dan Ruby berada di pangkuan Morgan agar Hazel bisa duduk disampingnya.


"Kalian darimana?" Tanya Morgan setelah para bumil duduk dengan tenang di kursi dan sisi anaknya masing-masing.


"Tadi beli perlengkapan bayi." Jawab Imel, "Tapi ketemu wanita kampungan, seperti perhiasan berjalan." Sambung Yana.


"Hmmpphh hahahha perhiasan berjalan." Seru Hazel sambil tertawa geli.


"Siapa sih?" Tanya Morgan penasaran, "Oliv.." Jawab Hazel lalu Yana menceritakan semuanya.


"Huh.. dia itu ada dendam apa sih sama kamu? Selalu mengganggu." Kesal Morgan.

__ADS_1


"Mungkin cuma iri karena dari dulu kan aku menang terus dari dia." Jawab Hazel lagi dan benar, Morgan juga setuju.


Tanpa mereka sadari ada Shenna yang kebetulan ada disana dan geram melihat interaksi Morgan dengan Hazel dan akhirnya dia tau siapa pria yang menghamili Hazel karena Morgan terlihat berkali-kali mengusap perut buncit Hazel yang sebulan lagi melahirkan.


"Wanita sialan! Bisa-bisanya dia berhasil menggoda Morgan sampai hamil begitu dan anak-anaknya juga terlihat dekat dengan Morganku." Ucap Shenna tak jauh dari sana yang melihat Ruby sedang menyuapi Morgan dengan eskrimnya.


"Gak mungkin kalian telah nikah, ga ada pemberitaan apapun. Aku akan menyingkirkan wanita itu dan lihat saja, apakah ibumu yang terhormat itu akan menerima wanita ****** itu." Lalu Shenna mencari Raffi dan merencanakan sesuatu.


"Pokoknya sebarkan dulu aib wanita itu ke media dan kita lihat keluarga besar itu akan berbuat apa ke wanita sialan itu." Ucap Shenna dengan sinisnya pada Raffi yang telah siap dengan laptopnya dan mengunggah banyak foto Hazel dengan lingerie yang sexy dan entah dari mana dia dapatkan foto lama yang sudah di take down oleh merek terkenal itu.


Besok paginya telah terjadi kehebohan dengan media yang sudah mengerumuni MHS Mall di jam 9 pagi saat Morgan sampai, tapi karena dia melewai jalur khusus jadi dia bisa masuk ke kantor dengan aman. Evan menceritakan pada Morgan tentang pemberitaan tentang Hazel yang menjadi kekasih rahasia Morgan dan segala aibnya sampai anak haram dan kehidupan liarnya di London.


Oliv yang juga melihat berita itu tertawa dengan puas karena dia tau siapa penyebar berita itu karena tadi malam Shenna mencarinya untuk mendapatkan semua berita tentang Hazel.


"Cari siapa pelakunya dan jangan sampai Hazel lihat berita ini." Titah Morgan dengan emosi memuncak.


Imel dan Lusia tengah panik saat tau berita itu dan berusaha agar Hazel tidak melihatnya tapi terlambat, ternyata Hazel sudah menangis histeris di kamarnya dengan TV menyala dan dirinya lah yang menjadi pemberitaan semua stasiun Tv. Bahkan dia mencari namanya di internet dan foto masa lalunya sebagai model sexy bertebaran dimana-mana membuatnya sangat malu.


Lusia dan Imel terus menggedor pintu kamar Hazel tapi dia tetap tidak mau membukanya dan terus menangis, dia malu karena semua masa lalu nya telah terkuak, bagaimana bisa dia menghadapi mertua dan keluarga besar suaminya.


"Sayang.. buka pintunya, jangan begini Hazel sayang.." Morgan membujuknya dengan mengetuk pelan pintu kamar, kunci duplikat tidak bisa membuka pintu itu karena Hazel mengunci dengan manual juga. Morgan segera pulang setelah Lusia memberitahu keadaan Hazel padanya.


"Kok gak ada suaranya mami?" Tanya Morgan khawatir.


"Duh gimana ini.. dobrak aja." Lusia memanggil beberapa pengawal dan mereka mendobrak paksa pintu itu.


"Hazel sayang!!" Teriak Morgan saat melihat Hazel telah pingsan di lantai dan mengeluarkan banyak darah. Lusia segera memanggil ambulance tapi Morgan malah langsung menggendongnya dan pergi ke RS dengan mobilnya yang di kemudikan oleh Evan.


"Dokter tolong.. " Teriak Morgan panik saat mereka sampai, dan dokter yang sudah standby langsung memberikan pertolongan pertama.


"Tuan, nyonya harus segera di operasi untuk melahirkan bayinya karena benturan." Ujar dokter.


"Terserah yang penting istri dan anakku selamat." Jawab Morgan lalu Hazel dibawa ke ruang operasi.

__ADS_1


Morgan duduk di lantai, dia tidak kuat berdiri lagi sedangkan Evan sibuk menghadang wartawan yang entah tau dari mana, beruntung di RS Archer memang dijaga sangat ketat sehingga tidak terjadi kekacauan. Lusia datang duluan ke RS dan memeluk Morgan yang masih terduduk lemah karena sudah 30 menit tak ada suara ataupun dokter yang keluar dari ruang operasi. Tak lama Ken juga datang bersama Damian, sedangkan Fano bertugas menjaga rumah yang juga telah didatangi wartawan. Fano juga menjaga Imel yang sedang hamil karena syok melihat Hazel pendarahan tadi.


TBC~


__ADS_2