The Girl'S Mom And Berondong

The Girl'S Mom And Berondong
BAB 15 - Amber dan Ruby Hilang


__ADS_3

Hampir jam 2 siang Hazel dan Nicho akan kembali pulang karena Hazel yang memintanya, perasaanya tidak enak karena memikirkan apakah Amber sudah pulang atau belum, "Nicho, kau bawa hape mu ga?" Tanya Hazel begitu mereka masuk ke dalam mobil.


"Ada tadi sejak tadi mati karena lupa aku charge, hape mu mana?"


"Aku lupa bawa, tadi ketinggalan di meja nakas. Aduh aku tiba-tiba cemas pada Amber dan Ruby." Wajah Hazel sudah sangat khawatir, apalagi hari itu entah kenapa Nicho menyetir sendiri tidak menyuruh supirnya.


Hazel sangat tidak tenang seperti terjadi sesuatu pada anak-anaknya. Nicho heran melihat Hazel yang sangat gelisah tidak seperti dirinya yang biasa, dia hanya melaju sedikit lebih kencang agar cepat sampai dirumah.


"Amber Ruby!" Panggil Hazel begitu sampai sambil berlari tapi mereka tidak ada satupun yang menyaut malah ada pelayan yang keluar dengan tergesa-gesa.


Non Hazel, Amber dan Ruby hilang, sekarang Non Oliv dan supir dengan 2 orang pelayan lainnya sedang mencarinya." Ujar pelayan itu, Hazel terpaku dia tidak bisa berkata apapun, dia hanya jatuh terduduk di lantai seakan tenaganya hilang tak tersisa.


"Hilang, bagaimana bisa hilang? Kalian jemput dia gak tadi?" Teriak Haze histeris.


"Ada apa ini?" Tanya Nicho yang baru saja masuk ke dalam rumah.


"Nicho.. Amber dan Ruby hilang, ayo cari mereka sekarang." Hazel bangkit berdiri dan berjalan keluar tapi Nicho menariknya, Hazel sudah menangis histeris.


"Tenanglah.." Ujar Nicho tapi Hazel tetap ingin keluar hingga Nicho yang geram menariknya dnegan kuat dan mendudukkannya di sofa.


"Jelaskan." Titahnya pada pelayan yang ada disana.


"Tadi yang jemput mereka supir dan Nina Tuan, sampai disana mereka tunggu nona kecil gak keluar jadi mereka turun sambil bawa Ruby tapi malah Ruby yang main di lapangan juga ikut hilang." Jelas pelayan itu.


"Kenapa bisa dua-duanya hilang? Udah periksa cctv?" Tanya Nicho lagi.


"Sudah Tuan, tapi non Ruby jalan ke arah yang gak tersorot cctv dan non Amber juga jadi ga ketangkap cctv itu Sekarang Nina dan non Oliv ke sekolah lagi buat cari mereka, nomor Tuan dari tadi tidak bisa dihubungi." Jelasnya lagi.


Hazel makin panik dan terus menangis, tak lama Oliv dan Nina kembali tidak ada hasil, Amber dan Ruby benar tidak di temukan.


"Aku sudah lapor polisi tapi kata mereka akan bantu cari, tapi 1x24 jam baru bisa surat resminya keluar tapi tetap akan di cari." Ujar Oliv yang juga cemas tetapi hanya pura-pura. Ini adalah rencanya dan Nina untuk membuat Hazel semakin menderita dan 2 anak itu dia pastikan akan hilang dan tak kembali agar tidak ada penghalang baginya kelak jika punya anak di keluarga Wang.


Hazel langsung pingsan, dia tak sadarkan diri. Nicho dengan cepat membopongnya ke kamar dan ke kamarnya bukan kamar anak-anak. Oliv yang melihat itu sangat marah karena kamar itu sekarang adalah miliknya.


"Ada apa ini?" Tanya Merry yang baru saja pulang, dia bingung melihat Nicho menggendong Hazel naik ke tangga.


"Hazel pingsan mam, Amber dan Ruby hilang tadi waktu di sekolah." Jawab Oliv, tapi Merry hanya santai saja menanggapinya.

__ADS_1


"Ohh aku kira ada apaan.. hah.." Merry yang cuek membuat Oliv tersenyum.


Saat itu baru jam 4 sore, Hazel terbangun dan histeris lagi ingin mencari Amber dan Ruby tapi Nicho melarangnya, dia tidak mau Hazel keluar karena akan berbahaya, dia sedang panik dan bisa berbuat nekad.


"Tenang dulu Hazel!" Bentak Nicho yang sudah tidak sabar melihat kelakuannya.


"Aku gak bisa tenang, mereka anak-anakku Nicho, kau mungkin tidak menganggap mereka ada tapi mereka adalah hartaku dan hidupku, kalau mereka terluka sedikit saja aku gak bisa hidup lagi Nicho gak bisa!" Teriak Hazel padanya tapi Nicho tetap tenang dan membawa Hazel kembali ke ranjang.


"Kalau kau gak tenang aku gak akan mencari mereka." Ancam Nicho menatapnya tajam.


"Aku ga peduli, kau memang kejam Nicho.. Ruby itu anakmu, anak kandungmu!" Bentak Hazel lagi dan berlari keluar kamar. Dia tidak peduli lagi dan tetap akan mencari kedua anaknya tapi Nicho segera menyuruh security menangkap Hazel kembali dan Hazel di kurung di dalam kamar.


"Buka Nicho, kau brengsek, pria kejam gak punya hati. Aku mau cari anakku Nicho anakku." Teriak Hazel tapi Nicho tetap tidak membiarkannya keluar.


"Jangan biarkan dia keluar." Titah Nicho pada pelayan yang ada disana. "Panggil Pak tugu kemari." Perintahnya, hanya 3 menit Pak Tugu kepala keamanan rumah itu menghadap.


"Ada apa Tuan?" Tanya Pak Tugu sambil menundukkan kepalanya.


"Cari Amber dan Ruby, mulai dari area sekolah dan sekitarnya sekarang." Perintahnya dan di jawab anggukan oleh Pak Tugu.


"Gak akan ketemu.. mereka udah aku buang jauh-jauh." Ucap Oliv dalam hati, diam-diam dia sudah menyuruh supirnya Jarvis untuk membawa 2 anak itu jauh dari kota J dan kalau bisa di pedalaman.


Tengah malam Morgan masih menyetir jauh dari kota J, dia sangat lelah malam ini harus pergi lagi ke kota B yang 3 jam berkendara sendiri di tengah malam seperti ini.


"Aiisshhh pake hujan lagi.. udah malam, hujan apa-apaan sih.." Keluh Morgan lalu dia merasakan getaran di hapenya, "Halo." Jawabnya sambil menyalakan speaker dan meletakkan hapenya di dashboard mobilnya.


"Morgan.." Terdengar suara Lusia disana.


"Iya mamiku yang cantik..." Jawab Morgan.


"kamu ngapain sih malam-malan ke Bandung?" Tanya Lusia terdengar suaranya begitu khawatir.


"Ini mi, ada masalah tadi di Bar dan aku harus ke rumah keluarga korban, anak gadis orang di lecehkan tadi untung aja bisa selamat jadi aku yah mau minta maaf sama orangtua pelayanku." Jelas Morgan, tadi siang salah satu pelayan wanitanya di gerayangi oleh pelanggan padahal disana sangat ketat dan tidak boleh menggoda pelayan atau staff.


"Lah bukannya ada security dan peraturan ga boleh ngapa-ngapain pelayan yah? Kok bisa sih.." Tanya Lusia lagi.


"Tau tuh mi, udah di penjara sih orangnya dan pelayanku uda di pulangin tadi langsung ke rumah orang tuanya jadi ini aku mau nyusul sekalian mau tanya proses hukumnya mau lanjut atau damai, si cowo juga masih SMA mih kelas 11." Jelas Morgan lagi dan akhirnya dia sampai ke kota Bandung setelah hampir 3 jam nyetir sendirian.

__ADS_1


"Ohh bagus deh, yang sopan ya kalo ngomong sama orang tua nanti, trus langsung pulang atau nginap sana?"


"Belum tau mami, kalau capek kayanya nginap dulu morgan belum tidur mi."


"Nginap aja deh ini udah tengah malam loh.."


"Iya deh Morgan nginap aja. Ya udah mi, nih uda mau sampe nanti Morgan kasih tau pastinya ya.. bye mamiku yang cantik..." Morgan membiarkan hapenya agar menutup sendiri. Dia memarkirkan mobilnya di sisi kiri untuk melihat lagi GPS alamat yang diberikan karyawannya tadi.


"Ah udah dekat tapi dimana nih rumahnya.." Ucap Morgan pelan, akhirnya dia turun dari mobil dan bertanya pada pos kamling yang masih ada beberapa bapak-bapak yang sedang nonton siaran olahraga di tv kecil.


"Pak maaf mau tanya alamat ini dimana ya?" Morgan menunjukan alamat dari peta yang telah dibukanya.


"Cari rumah siapa nak? Lebih cepat kalau tau namanya karena ini daerah kampung." Jawab salah satu bapak disana.


"Oh nama karyawan saya Fatia Nurmaningsih Pak, kalau orang tuanya gak tau, tapi adiknya Ramadhani... siapa yah lupa."


"Fatia? sama Ramadhani? itu ponakan saya..." Ujar salah satu dari mereka lagi, "Mari saya antar."


"Naik mobil saja pak.." Morgan menuju mbilnya lagi.


"Jangan, tidak bisa masuk mobil jalan saja, deket sini."


"oh iya? Sebentar."


Morgan kembali ke mobilnya dan mengambil tas ransel dan beberapa paper bag yang isinya adalah beberapa buah tangan untuk keluarga Fatia. Setelah sampai dan mengutarakan tujuannya ke sana Morgan ternyata di sambut baik dan keluarga juga tidak akan menuntut hanya meminta si pria itu yang ternyata masih remaja untuk datang meminta maaf.


"Baik pak, saya akan menuruhnya dan keluarga datang untuk meminta maaf kalau begitu."


"Iya terima kasih nak Morgan mau datang jauh-jauh kesini."


"Tidak apa-apa pak, lalu Fatia mulai senin nanti jangan ke TB lagi, pindah ada ke resto udah saya urus."


"Terima kasih pak."


Morgan akhirnya pergi dari rumah itu dan mencari hotel terdekat saja untuk istrirahat karena sudah sangat mengantuk. Tapi sebelumnya dia sudah menghubungi Evan untuk mengurus remaja itu dan orang tuanya agar datang besok siang setelah dibebaskan.


Morgan memang sudah terkenal bertanggungjawab pada seluruh keryawannya, makanya dia mau tengah malam jauh-jauh menyusul Fatia yang hanya pelayan baru di TB

__ADS_1


TBC~


__ADS_2