
Dalam sekejab pemberitaan buruk tentang Hazel telah menghilang, H&S Group yang selama ini sangat jarang bahkan tidak pernah menggunakan kekuasaan mereka, sekerang bertindak tegas. Stasiun Tv telah diberikan peringatan dan mereka semua patuh, pasalnya H&S Group dan stasiun TV sangat bergantung satu sama lain.
Produk yang di produksi H&S Group semua iklannya akan menjadi laba yang besar mengingat setiap produk rumah tangga menggunakan produk mereka tanpa kecuali. Apalagi H&S Group juga keluarga dari Arche Group sehingga semua perusahaan berbagai bidang tentu saja tunduk pada 2 perusahaan raksasa ini.
"Nah kalo gini aku setuju sama om Ken dulu buat buka stasiun Tv sendiri atau beli saja yang ada tapi masih kecil dan kembangkan." Ujar Archer dan Damian setuju tapi tidak dengan Aries yang sejak dulu menentangnya.
"Jangan.. kasihan mereka. Kita sudah cukup dengan yang kita punya saat ini dan mereka juga patuh kan dengan permintaan kita, jadi jangan di perpanjang." Ujar Aries menenangkan.
"Baiklah..." Ken tak berkutik karena dia memang tidak mengerti tentang bisnis.
"Jadi para wartawan sudah diurus kan? Lalu apa yang terjadi dengan Shenna?" Tanya Aries lagi karena saat ini pemberitaan seluruh stasiun Tv malah tentang Shenna yang disengaja oleh Morgan dengan meyebarkan bukti foto dan video yang dia dapatkan sejak lama.
Foto dia sering berpesta saat dulu masih jadi model biasa, video dengan banyak pria tua pemilik perusahaan dari mana saja yang diambil diam-diam oleh pengawal yang di utus Morgan sejak kejadian Monika yang lalu. Semua di sebarkan dengan sangat liar di sosial media sehingga Shenna terpuruk.
"Dia pasti habis kali ini, Morgan itu sangat baik dan manis tapi jangan diganggu. Dia akan tetap terlihat baik tapi.. hiii..." Lanjut Leo yang memang lebih dekat dengan Morgan karena jarak usia mereka hanya 1 tahun.
"Hahahah paling baik itu Damian, anak tertuaku ini paling baik hati, tidak sombong dan..."
"Kurangnya hanya 1, kurang kejam dalam berbisnis." Potong Aries saat Ken memuji anak tertuanya.
"Ah aku ga ngerti tentang bisnis." Keluh Ken lagi.
"Papi pensiun saja deh.. nikmati hari tua sama mami dan cucu-cucu." Goda Damian tapi Ken tetap akan bekerja.
"Paling hebat jika berbisnis itu Fano, dia cukup kejam seperti Archi tapi dia terlalu sibuk menjaga istri dan anaknya jadi kalian harus saling membantu." Aries merujuk pada Damian dan Fano juga Morgan.
"Tentu om.. kita kan memang saudara jadi pasti akan saling bantu. Apalagi ada Archi dan Leo juga kan. Anak kedua om jem juga jago tuh, anak tertua Om Nathan juga hebat." Puji Damian pada 2 sepupunya yang lain dan Aries setuju dengannya.
__ADS_1
"Nah sekarang tinggal Leo nih yang masih jomblo, kapan kamu nyusul Leo?" tanya Damian dan Leo hanya tersenyum dingin karena dia belum bisa membuka hatinya untuk seseorang.
"Sabar saja, jangan gegabah sampai salah pilih." Nasihat Aries dan Leo mengangguk. Perbincangan di ruang tamu kamar rawat Hazel itu berakhir dengan semuanya pulang dengan pasangan masing-masing kecuali Leo yang masih sendiri dan memilih pulang kerumah setelah dia minum sedikit di TB bersama Evan yang kebetulan akan kesana juga.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
"Morgan.. bangun dong.." Panggil Hazel karena Morgan masih tidur padahal sudah hampir jam 10, memang ini hari minggu tapi dia sudah janji akan main dengan Amber dan Ruby tadi malam. Amber sudah menekuk wajahnya dan Ruby duduk diam di samping Morgan, dan Cello malah asik duduk di atas Morgan sambil menepuk perut papanya.
"Ahh anak-anak papa udah mandi dan wangi.." Morgan akhirnya bangun dan menggendong Cello, mengecup pipi Ruby lalu turun dari tepat tidur menghampiri Amber yang masih manyun.
"Amber kenapa bibirnya maju gitu?" Tanya Morgan tanpa rasa bersalah.
"Papa cepat mandi, katanya mau main." Kesal Amber lalu Morgan tertawa dan mengecup kening Amber dengan gemas.
"Iya.. tunggu ya.." Morgan memberikan Cello kembali pada Hazel yang sedang memilih pakaian untk Morgan.
"Anak-anak, bagaimana kalau kita pergi nonton kartun di bioskop?" Tanya Morgan dan Amber yang masih manyun langsung tersenyum cerah.
"Mau!" Teriaknya sambil melompat.
"Ruby juga mau.." Sahut Ruby yang kini sudah tidak cadel lagi.
"Cello mau?" Tanya Hazel pada anaknya yang baru berusia 8 bulan tapi sudah ngoceh tidak jelas.
"Baiklah.. kita sarapan dulu trus pergi." Kata Morgan tapi Hazel malah menggeleng kepalan, "Sarapan apaan? Kita semua sudah sarapan, langsung pergi saja deh.. nanti papa makan di sana aja." Cegah Hazel dan Morgan setuju saja.
Mereka berangkat dengan membawa nany masing-masing karena akhirnya Jarred ikut dengan mereka sebab Imel semalaman tidak tidur dan Fano gantian harus jaga baby girl mereka yang masih 5 bulan itu.
__ADS_1
"Baby Fio.. aduh cantik banget.." Hazel dengan gemas mencium Fiorella putri Fano dan Imel yang sangat cantik perpaduan antara Imel dan Fano lagi. Mereka memang pasangan luar biasa jika memproduksi anak, seimbang.
"Jarred ikut onty yah, kita mau nonton Pikachu." Ujar Hazel dan Jarred melompat senang mendengar Pikachu yang pasti membuat anak-anak suka.
"Tolong ya Hazel.." Ujar Fano dan Hazel tersenyum mengiyakan.
Morgan telah menyewa 1 studio VIP khusus untuk anak-anaknya, jadi ruangan bioskop yang tidak terlalu besar itu sangat pas untuk mereka, terserah anak-anaknya mau berteriak berceloteh ataupun melompat tidak akan ada yang terganggu. Popcorn manis dan keju menjadi favorit semuanya, sedangkan Morgan memakan sandwich dan french fries ditemani oleh Hazel yang lebih menikmati moment indah ini dari pada menikmati film kartunnya.
Setelah selesai nonton selama 1,5jam Morgan membawa semuanya ke salah satu restoran yang menyediakan menu kid meal. Semuanya telah mendapat jatah makanan dengan pesanan masing-masing begitu juga nany dan pengawal yang akan makan bergantian.
Keluarga besar itu terlihat bahagia meskipun berisik tapi orang-orang sangat senang melihat mereka. Anak-anak yang cantik dan lucu membuat setiap orang pasti tersenyum melihatnya.
"Hazel.. ha hah... ha.." Mira yang baru kembali dari toilet terlihat ngos-ngosan karena berlari kencang.
"kenapa sih? Sampai capek begitu." Tanya Hazel heran melihat Mira sangat tergesa-gesa.
"Itu ada keributan di toko perhiasannya Olivia." Jawab Mira karena dia baru melewati tempat itu.
"Keributan apa?" tanya Morgan karena mall nya selama ini sangat aman.
"Olivia di tarik paksa oleh Nicho setelah aku tanya ke pegawai tokonya ternyata Olivia ketahuan selingkuh dan pria itu ternyata sepupunya Nicho." Jelas Mira lagi lalu meminum jusnya dengan tergesa-gesa.
"Haaah.. haus banget." Lanjutnya.
"Hm.. sudah aku duga." Gumam Nicho dan Hazel melihatnya dengan bingung. "Anak mereka sama sekali ga mirip Nicho tapi malah mirip Jarvis dan aku pernah lihat di hapenya Jarvis memang ada layar depannya pakai foto Jayden, saat aku tanya dia hanya senyum gak jawab." Morgan menjelaskan karena dia memang dekat dengan Jarvis.
TBC~
__ADS_1