The Girl'S Mom And Berondong

The Girl'S Mom And Berondong
BAB 9 - Bertemu Mantan


__ADS_3

Pagi-pagi Hazel masuk ke kamarnya dan dia melihat Nicho dan Oliv di ranjangnya dan dia hanya mengambil beberapa keperluannya dan langsung keluar membiarkan mereka menikmati lelapnya tidur sehabis bertempur.


Hazel sama sekali tidak cemburu, hatinya seakan mati rasa sejak Nicho berbuat kasar padanya dan jika dia berhasil terlepas dari Nicho maka dia berniat tidak akan pernah menikah lagi dan fokus pada kedua putrinya saja.


Setelah memandikan Amber dan Ruby, seperti biasa mereka akan sarapan dan mengantar Amber ke sekolah. Ruby berceloteh riang dengan Amber di dalam mobil hingga sampai di sekolah Amber mencum pipi Hazel dan pamit untuk masuk ke dalam gedung lalu Hazel dan Ruby kembali lagi kerumah, tapi supir akan membawa mereka keliling beberapa kali di daerah rumah agar Ruby merasa senang.


Sementara di rumah, Oliv bagai nyonya rumah mengatur sarapan yang akan dia makan ke para pelayan membuat beberapa pelayan sangat tidak menyukainya.


"Duh, sok banget sih padahal bukan nyonya rumah malah ngatur-ngatur begitu." Ujar salah satu pelayan disana.


"Iya, padahal non Hazel aja sangat baik dan ramah gak pernah perintah begitu." keluh yang lainnya tapi ada 1 pelayan yang sepertinya menyukai Olivia dan mengadukan semuanya ke dia.


"Biarkan aja, setelah aku jadi nyonya rumah disini maka aku akan pecat mereka semua." Ujar Oliv geram, "Dan seperti apa sih hubungan Nicho dan Hazel?" tanya Oliv pada pelayan itu sambil memberikan beberapa lembar uang berwarna merah.


"Kacau Non Oliv, mereka suami istri sepertinya hanya status, tuan sering memukul non Hazel apalagi kalau habis non Hazel keluar dan bertemu pria yang tidak di kenal langsung deh dia dihajar habis-habisan sampai pernah lagi hamil nona kecil sampai masuk RS karena pendarahan." Jelas Pelayan itu yang mendengar semuanya dari security di depan.


"Wow ternyata separah itu ya? Hem.. baiklah sana balik kerja."


Oliv tengah memikirkan cara menyingkirkan Hazel, pertama dia akan melihat Hazel menderita dulu dirumah ini sampai puas baru akan mengusirnya, membuat Nicho cerai darinya sangat mudah, tinggal hamil saja.


"Sayang.. aku sudah menunggumu begitu lama." Ucap Oliv begitu melihat Nicho yang turun dengan pakaian yang sudah rapi dan siap berangkat ke kantor.


"Sarapan dulu, ini masakan special untukmu." Oliv merangkul lengan Nicho dan menuntunnya untuk duduk dan mulai sarapan mereka berdua, Hazel yang baru kembali terlihat senang sambil menggandeng Ruby yang tertawa-tawa senang mengusik Oliv yang tidak suka melihatnya.


"Hazel, nanti malam ikut ke jamuan perusahaan dan jangan bawa anak-anak, kau saja ikut dan Oliv juga ikut, jam 7 kita berangkat." Ujar Nicho dengan nada memerintah dan wajahnya masih datar dan dingin seperti biasa.

__ADS_1


Oliv merasa jengkel dalam hati mendengarnya, karena dia pikir hanya akan bedua saja pergi dengan Nicho.


"Iya.." Jawab Hazel singkat, Hazel tidak ingin berlama-lama disana dan memilih kembali ke kamar Ruby dan bermain dengan putri kecilnya.


Nicho dan Olive berangkat ke kantor bersama, Oliv selalu berada di samping Nicho dan pekerjaannya memang bagus dan dia handal dalam berbagai hal karena Oliv memang terkenal cerdas sejak masih kuliah dulu hanya saja dia kurang beruntung dalam kehidupannya.


Lahir dari kelurga berantakan, ayahnya pemabuk dan pengangguran, ibunya harus bekerja keras sendirian untuk membiayai 2 anaknya Oliv dan adik perempuannya yang kini sudah menikah dan hidup bahagia. Ayahnya juga sering memukul ibunya karena mabuk sehingga Oliv memilih pergi dari rumah dan hidup sendiri dengan bekerja paruh waktu di toko roti milik orang tua Juan yang tidak terlalu besar tapi cukup ramai. Makanya Oliv bisa sangat menyukai Juan sejak dia remaja.


Sementara Hazel juga lahir dari keluarga yang tidak kaya, ayahnya hanya pengrajin perhiasan dan bekerja di toko perhiasan kecil di kota London sampai ada kesempatan bekerja di HK dengan gaji yang lumayan besar disana, dengan Hazel anak tunggal mereka dapat mencukupi biaya hidup Hazel di London yang memang sudah terbiasa hidup sederhana dan apa adanya, terlebih Hazel mendapat santunan dari pemerintah disana.


"Nicho.. benar kamu akan bawa Hazel ke pesta nanti malam?" Tanya Oliv dan Nicho mengangguk menjawabnya sambil masih melihat laporan yang diberikan Oliv tadi


"Tapi.. aku gak yakin dia akan patuh untuk tidak berbuat macam-macam disana, kan banyak pengusaha hebat dan dia bisa saja selingkuh lo." Ujar Oliv memanasi Nicho tapi pria itu hanya tersenyum tak mau merespon karena dia tau Hazel tidak akan berani.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Nicho sedang menunggu Hazel selesai, Oliv juga baru saja keluar dari kamarnya yang memang berada di sebelah kamar Amber dan Ruby. Nicho tidak menatap pada Oliv dan malah terus menatap pada Hazel yang sangat cantik menggunakan dress brokat selutut berwarna navy, Hazel hanya cari aman dalam berbusana karena Nicho akan murka kalau Hazel memakai baju terbuka diluar. Sedangkan Oliv menggunakan minidress yang sangat ketat dan memperlihatkan paha mulusnya dan dada montok membusung sempurna sangat jauh berbeda dengan Hazel yang cantik sederhana dan terlihat anggun.


Nicho berbalik dan jalan lebih dulu dan kedua wanita itu mengikuti dari belakang, sampai di mobil Nicho yang sudah menunggu malah duduk dengan Oliv di belakang Hazel yang melihat itu langsung melangkah ke depan untuk duduk di samping supir saja dari pada ribut dengan Oliv malah mempermalukan diri sendiri.


Ternyata acara di aula itu sudah mulai 10 menit yang lalu, tapi masih banyak para pebisnis yang juga belum hadir karena terlihat masih banyak meja yang kosong, kebetulan meja yang ditempati oleh Nicho dan Hazel juga Oliv sama dengan Damian, Tatiana dan Morgan, jadilah mereka duduk bersama namun yang paling membuat syok adalah Juan juga hadir dan duduk bersama mereka bersama salah satu direktur di bidang property. Sungguh pertemuan yang tidak terduga.


"Selamat malam tuan Damian, apa kabar anda?" Sapa Nicho ramah pada Damian yang duduk di depannya di meja bundar itu, lalu mereka saling menyapa karena di meja itu semuanya saling kenal kecuali Oliv dan Juan yang tidak mengenal keluarga Hastanta.


Hazel dan Tatiana begitu akrab duduk bersama dan saling mengobrol dan tertawa membuat Oliv sedikit kesal karena dia baru tau kalau yang duduk bersama mereka adalah salah satu keluarga terkaya di negri ini bahkan melebihi Nicho.

__ADS_1


Oliv melirik ke arah Damian yang terlihat ramah, "mungkin aku bisa mendekati pria tampan ini, atau satunya lagi terlihat cool dan sedikit sombong tapi sangat luar biasa tampan" batin Oliv melirik kearah 2 pria itu, Juan juga merasa kesal karena Nicho dan Hazel seakan tidak mengenalnya, hanya Oliv yang menyapanya saat dia duduk disana.


"Yaampun, kenapa harus ketemu seperti ini dengan wanita cantik ini dengan suaminya lagi dan wanita itu siapa lagi dari tadi lirik aku dan bang Dami, dasar wanita tak tau diri, dengan baju kurang bahan gitu dikiranya aku dan bang Dami suka apa? Dasar!" Duh Morgan kok jadi julid sih.. haha.." batin Morgan dan dia tersenyum tipis merespon Tatiana yang sesekali mengajaknya bicara.


"Jadi Amber sudah sekolah dan dapat ranking 2 semester awal ini? Wah pintar sekali dia." Ujar Tatiana dan melirik ke Morgan yang juga tersenyum merespon ucapan Tatiana yang ada di sebelahnya, Morgan sengaja melihat ke arah kakaknya agar dapat curi pandang ke Hazel yang sangat cantik malam ini.


"Iya dan gurunya juga sering puji Hazel pintar, aku sangat bangga padanya Ana. Apalagi pelajaran di TK HGS itu kan sulit ya, aku baca bukunya saja seperti pelajaran anak SD loh." Sambung Hazel lagi.


"Loh Amber sekolah disana, itu kan milik kamu Morgan." Tukas Ana dan Morgan sedikit terkejut, memang dia yang mengambil alih TK dan SD yayasan HS dan itu salah satu TK dan SD terbaik.


"Oh jadi Amber sekolah disana, berarti dia memang jenius Hazel karena pelajaran disana memang sengaja dibuat lebih sulit. Berarti besok kamu ikut ke acara orangtua dong di sekolah?" Tanya Morgan dan Hazel sedikit terkejut karena tidak mendapatan informasi apapun.


"Bernarkah? Aku tidak tau dan gak ada informasi apapun dari gurunya dan email juga ga ada." Jelas Hazel dan Morgan juga agak heran.


"Memang gak diberitahu lewat email tapi kami kirimkan berupa surat yang diberikan ke orang tua melalui anak-anak, sengaja agar menumbuhkan rasa tanggungjawab mereka." Jelas Morgan, tapi Hazel sama sekali tidak mendapatkan apapun.


"Mungkin Amber lupa, karena aku juga belum membongkar isi tasnya dari kemarin." Ujar Hazel.


"Gak apa-apa, datang saja karena semua orang tua murid boleh datang dan Mr. Wang juga datang saja karena akan ada penampilan khusus dari setiap kelas untuk orang tua." Morgan sengaja menyinggung Nicho ingin tau respon dari pria itu yang bukan ayah kandung Amber yang Morgan tidak tau adalah Juan yang ada disanalah ayah kandung Amber.


"Besok saya tidak bisa karena ada meeting penting, kamu pergi sendiri saja." Ujar Nicho yang berarti memberi izin pada Hazel untuk pergi ke sekolah besok.


"Morgan.. jangan singgung Amber ke dia, dan kau lihat pria bule di samping Damian? itu mantan Hazel yang memperkosanya." Bisik Ana sangat pelan sebelum MC memulai inti acara malam ini. Morgan sudah mengepalkan tanganya karena emosi melihat pria bule itu yang sejak tadi melihat ke Hazel dan Ana dengan tatapan mesumnya.


TBC~

__ADS_1


__ADS_2