The Girl'S Mom And Berondong

The Girl'S Mom And Berondong
BAB 33 - Aku Siap!


__ADS_3

"Aku suka kalau Ruby bergantung padaku, kalau Amber sudah pasti, tinggal mamanya yang susah untuk di taklukan." Ujar Morgan, Hazel kesal mendengarnya lalu mencubit lengan Morgan geram.


"Lagi dong.. cubitanmu sangat enak, aku mau tiap hari dicubit begini." Sambung Morgan lagi tapi Hazel malah jadi berontak dan ingin melepaskan dirinya dari Morgan.


"Jangan begitu Morgan, aku yang susah kalau mereka bergantung padamu, gimana kalau nanti kamu punya pacar trus nikah?"


"Hm.. iya nih aku jadi pengen punya pacar trus nikah."


Hazel langsung terdiam mendengar ucapan Morgan, entah kenapa hatinya terasa tidak nyaman setelah mendengar perkataan itu keluar dari bibir Morgan.


Hazel menatapnya dan ingin sekali dia mencium Morgan seperti waktu itu, "bodoh bodoh Hazel jangan bodoh hilangkan pikiran mesummu Hazel!" rutuknya dalam hati tapi tidak dengan Morgan yang sudah menempelkan bibirnya di bibir Hazel yang ranum dan sexy itu.


"Aku mau punya pacar lalu menikah tapi hanya denganmu Hazel, aku sudah siap menjadi papanya Amber dan Ruby, aku siap menghadapi kamu, wanita dewasa dengan status janda 2 anak yang sebelumnya sangat menderita dengan pernikahanmu, aku siap membahagiakan kalian, bukan hanya kamu tapi juga Amber dan Ruby serta anak-anak kita nantinya." Bisik Morgan di telinga Hazel yang membuatnya meleleh, tubuhnya tiba-tiba panas dan ada perasaan aneh menghampirinya.


Morgan yang melihat ada celah langsung mengambil kesempatan, dia mencium Hazel dengan lembut, awalnya Hazel hanya diam tapi Morgan terus saja ******* habis bibirnya sampai Hazel kembali terlena dan membalasnya.


"Stop!" Tolak Hazel saat tangan Morgan menjalar kemana-mana, dia tengah mengelus gundukan kenyal milik Hazel dan berakhir penolakan.


"Sayang.."


"Jangan Morgan, kita gak bisa begini, status kita ingat status kita hanya sekretaris dan atasan."


"Kalau gitu naikkan levelnya jadi suami istri bagaimana?"


"Gak bisa!"


"Harus bisa sayang.. kalau kau gak mau aku akan menghamilimu."


Ancaman Morgan membuat Hazel terdiam, dia tak menyangka Morgan akan berkata begitu. Tapi Hazel malah tertawa hingga Morgan kesal dan cemberut melihatnya.


"Kau kira aku ga sanggup menghamilimu?" Tanya Morgan sedikit dengan nada kesal


"Aku sudah pasang spiral dan ga bakalan hamil juga kalau kamu apa-apain." Jawab Hazel enteng dan Morgan langsung membopongnya masuk ke kamar. Hazel tidak bisa menolak sebab Morgan telah membungkamnya dengan ciuman panas dan menggairahkan.

__ADS_1


Tubuh Hazel di hempaskan ke atas tempat tidur dengan lembut, Morgan menindih Hazel dengan tubuh gagahnya sampai Hazel tidak dapat bergerak.


"Sayang.. aku lakukan apapun gak akan membuatmu hamil kan, kalau begitu aku gak akan berhenti sampai kau yang minta ampun." Bisik Morgan lagi pelan, dia tidak memberikan waktu sedetikpun untuk Hazel menolaknya. Bibir dan tangannya menyentuh setiap inci tubuh Hazel hingga wanita itu terus gemetar dan merasakan gejolak luar biasa yang belum pernah dia rasakan.


Morgan melucuti seluruh pakaian Hazel hingga dia polos dan kembali memanjakan tubuh sexy itu dengan lembut, "Ahh.. eghh.." Entah kapan Morgan membuka bajunya hingga dia juga sudah polos.


Dengan 1 gerakan Morgan berhasil masuk dan suara Hazel bertambah nyaring terdengar, "Ini..ahh hentikan tolong.." Teriak Hazel refleks ketika Morgan berganti posisi dengan menaikkan tubuhnya menjauh dari Hazel tapi penyatuan mereka tetap tidak lepas.


Hazel menutupi wajahnya seperti menangkis sesuatu dan tubuhnya gemetar, wajahnya terlihat ketakutan. Tubuhnya mengingat posisi ini, dengan posisi ini Nicho terus memukulnya sambil melakukan penyatuan dengan kasar.


"Hazel sayang.. kenapa, lihat aku Hazel." Ucap Morgan lembut. Tapi Hazel malah menangis.


"Jangan pukul.. tolong jangan pukul lagi..." Lirih Hazel masih dalam posisi yang sama.


"Sttt.. sayang, maafkan aku, lihat aku Hazel aku Morgan sayang... ini Morgan." Ucap Morgan lagi yang kini menindih tubuh Hazel dan mendekatkan wajahnya mengelus pipi Hazel dengan lembut.


Hazel perlahan membuka matanya, "Morgan..." Lirihnya lalu melingkarkan kedua lengannya di leher Morgan.


"Jangan takut ya.. ini aku, aku gak akan memukulmu, aku mencintaimu Hazel." Ujar Morgan lalu kembali mencium Hazel dengan lembut, perlahan dia bergerak lagi, membuat Hazel mende*sah tertahan karena ciuman mereka.


"Tentu sayang.. aku juga baru sadar kalau ini sangat enak, apalagi melakukannya denganmu." Geram Morgan karena dia sudah akan mencapai puncaknya. Hazel saja sudah 3 kali mencapainya itu yang belum pernah dia rasakan, kini Morgan menggeram dan mengeluarkan laharnya di dalam Hazel dengan hentakan kuat.


Morgan memeluk Hazel dengan erat, dia tidak mau melepaskan wanita ini apalagi dia telah melepaskan perjakanya untuk Hazel. "Hei sayang.. kau telah mengambil keperjakaanku, kau harus tanggung jawab dengan menikahiku Hazel." Ujar Morgan di sela kecupannya di bagian ceruk leher Hazel.


"Ha? Kau masih perjaka? Gak mungkin." Pekik Hazel tak percaya, "Morgan bisa melakukannya dengan senikmat ini dan dia mengaku masih perjaka?" Ucapnya dalam hati.


"Iya, ini kali pertama ku sayang."


"Tapi kenapa terasa sangat enak?"


Morgan mengerutkan keningnya heran, "Loh.. kamu sudah punya anak Hazel kenapa menanyakan itu?"


"Baru kali ini aku merasakan seperti ini, selama ini hanya sakit." Ujar Hazel dengan wajah sendunya mengingat semua kejadian yang telah dia alami.

__ADS_1


"Jangan mengingatnya lagi, sekarang aku akan memberikan seluruh cintaku padamu dan anak-anak jadi jangan sedih."


"Kau mau dengar ceritaku?"


"Tentu saja, kau mau cerita apa?"


"Aku selama ini gak pernah tau arti dari mencintai, arti dari pernikahan. Sejak awal cinta pertamaku adalah Juan, dia sangat baik dan perhatian meskipun terkadang bertindak kasar pada orang lain tapi denganku dia sangat baik. Sampai hari itulah aku tau semuanya, selama ini dia baik hanya agar aku mau tidur dengannya, dia memaksaku dan itu sangat sakit. Sampai akhirnya aku sendirian, hal yang sama datang lagi dan lebih menyakitkan. Aku selalu di pukul dan disiksa sebelum atau sedang melakukannya. Jika menolak tubuhku akan penuh dengan cambukan bahkan kadang lebih parah." Hazel terdiam, dia menarik napas panjang.


"Jadi.. tadi itu.."


"Iya, posisi itu selalu dengan posisi itu dia menampar dan memukulku dengan tali pinggangnya jika aku menolak maka lebih parah lagi yang akan aku terima." Hazel sudah meneteskan airmatanya.


"Sudah, jangan cerita lagi. Yang penting sekarang kau tau kan enaknya? Kita akan lakukan dengan penuh cinta dan kelembutan. Tatap aku dan percayalah bahwa aku akan terus melindungi kalian."


Hazel menatap manik mata Morgan yang penuh ketulusan, dia luluh lantak, iya Hazel luluh dengan perhatian dan kelembutan Morgan padanya.


"Eh tapi tadi kau ketakutan tapi kenapa malah membukanya lebar?" Pertanyaan frontal Morgan membuat Hazel terkejut dan sangat malu.


"Itu bukan kemauanku! Hanya refleks karena dulu Nicho akan menghajarku jika tidak membukanya." Jawab Hazel tapi dia sangat malu mengatakannya. Hazel berbalik dan tidur menyamping membelakangi Morgan.


"Jangan pikirkan dia lagi, kau hanya perlu menerima cintaku sayang." Morgan kembali mengecup pundak dan leher Hazel, awalnya hanya kecupan ringan tapi berakhir memberikan tanda kemerahan. Tangannya sudah menjalar ke bagian tertentu yang sangat disukainya.


"Aku suka ini." Bisiknya sambail menyentuh benda kesukaannya, Hazel kembali panas, dia ingin lebih dan ingin sekali merasakan hal yang tadi lagi.


"Ahh.." De sahnya saat tangan Morgan menjalar kebagian bawah dan bermain disana, mengusap lembut tapi kadang cepat hingga Hazel tak tahan dan kembali menggapai puncaknya.


Morgan melakukannya lagi, perlahan tapi pasti miliknya masuk dan dia mendiamkan disana menikmati hangat dan sempitnya cengkraman Hazel.


"Sayang.. kau yakin telah melahirkan 2 putri cantik itu dari sini?" Tanya Morgan sambil tangannya menjelajah dibawah.


"Iya.. kenapa?" Jawab Hazel tapi dia yang sudah tidak sabar malah bergerak sendiri.


"Ini sangat sempit sayang.. apakah benar kau janda? Aku gak percaya." Bisik Morgan dan dia kembali bergerak pelan membuat Hazel semakin meracau tidak jelas. Berbagai gaya dan posisi mereka coba dan Hazel sangat lua biasa malam itu dan dia belajar mendominasi karena Morgan mengarahkannya. Dia seperti sedang belajar sesuatu hal baru dan sangat menyukainya.

__ADS_1


TBC~


__ADS_2