The Girl'S Mom And Berondong

The Girl'S Mom And Berondong
BAB 43 - Kelakuan Shenna


__ADS_3

"Jangan menginterupsi dan dengarkan sampai selesai, OK?" Hazel mengangguk dan Morgan mulai bercerita.


"Shenna itu memang dekat denganku tapi kami gak ada hubungan apapun. Kamu sering dengar kan kalau aku ini playboy dan suka bermain dengan wanita?" Hazel mengangguk dia sangat tau persis karena Ana sering cerita tentang Morgan.


"Semua wanita itulah yang mendekatiku dan aku hanya bersikap baik dan gak menolak asalkan masih dalam tahap wajar. Hanya pelukan dan ciuman sangat normal bagiku." Hazel mengangguk lagi karena dia juga begitu meskipun hanya dengan pacar resminya saja saat bersama Juan.


"Bedanya, aku gak punya status dengan wanita-wanita itu dan mereka juga ga berharap banyak, karena dari awal sudah aku tegaskan kalau hubungan yang mereka jalani denganku hanya sebatas teman atau suka sama suka tanpa status dan sekedar saling menemani. Tapi dari sekian banyak wanita hanya Shenna yang baper karena hubungan kami cukup dekat dan paling lama, sampai kira-kira 4 bulanan atau setengah tahun, aku lupa."


"Ha? itu paling lama?" Pekik Hazel tak percaya.


"Iya sayang.. tapi jangan cemas, itu masa lalu dan sekarang aku hanya milikmu. Dengarkan dulu akan aku lanjutkan." Hazel mengangguk lagi sambil merebahkan kepalanya di pundak Morgan.


"Sampai suatu hari Shenna mengamuk karena aku tidak mau ada status apapun dengannya lalu dia pergi keluar negri untuk melancarkan karir modelingnya agar semakin terkenal dan memantaskan diri untuk bisa bersamaku. Tapi bukan itu yang aku cari, aku hanya belum bisa memberikan hatiku pada siapapun saat itu dan aku masih mencari. Lalu berapa lama dia kembali lagi dan kejadian itu membuat Shenna semakin jelek di mata keluarga kami."


~Flashback~


"Morgan, ayo cepat nak.." Teriak Lusia yang sejak tadi menunggu Morgan untuk turun dari kamarnya di lantai 3, entah suaranya sampai atau tidak yang penting Lusia puas telah berteriak, meskipun teriakannya tidaklah menggelegar.


"Sabar peri kecil, Morgan lagi dandan kayanya kan disana banyak yang cantik." Ujar Ken namun Lusia yang geram mencubitnya.


"Disana jangan genit, awas saja kalau macam-macam." Ancam Lusia gemas karena Ken yang meskipun sudah tua tapi masih digilai oleh wanita muda.


"Hehehe tenang istriku yang cantik dan imut, ketampananku sudah diambil oleh Morgan semuanya dan tak bersisa." Balas Ken tapi Lusia malah menghela napasnya panjang. "Yah, makanya Morgan begitu playboy dan suka ganti-ganti wanita setiap minggu," batin Lusia kesal.


Akhirnya Morgan turun dan mereka berangkat menuju sebuah acara lelang yang cukup mewah. Morgan selalu jadi pusat perhatian dan saat itu Shenna kembali, hanya sebentar karena adanya pekerjaan selama seminggu.


"Morgan.. aku kangen kamu." Sapa Shenna lalu memeluk Morgan dan menciumnya tapi Morgan berhasil menghindar dari ciumannya. Lusia merasa aneh melihat Shenna yang sangat berani sebagai seorang wanita dan dia tidak menyukainya.


"Apa-apan kamu! Lepas!" Hardik Morgan kesal karena Shenna terus saja merangkul lengannya sampai-sampai banyak orang yang salah paham mengira mereka adalah pasangan.


"Kau tidak kangen padaku Morgan sayang?" Tanya Shenna tapi Morgan yang kesal menghempaskan tangannya dan meninggalkan Shenna disana.


"Mami papi, kita pulang aja." Ajak Morgan dan Lusia setuju.


"Maaf tante Lusia dan om Ken, aku ga sadar ada tante dan om disini, gara-gara Morgan selalu yang ada di pikiranku." Ujarnya tapi Lusia malah langsung melenggang pergi tanpa membalas sapaan dari Shenna.


"Loh kalian sudah mau pulang" Tanya Elara yang baru saja tiba dengan Aries.


"Iya, ada wanita yang gak tau malu tadi." Jawab Lusia dengan wajah kesalnya.


"Siapa yang ganggu kak Ken lagi?" Tanya Elara tapi Morgan yang menjawab, "Bukan papi tante El, tapi Morgan yang diganggu."

__ADS_1


"Hahahaha akhirnya ada penggantinya juga, kakakku sudah gak laku lagi ya?" Tawa Elara menggelegar.


"Ya kita balik juga deh kalau gitu, ya suamiku?" Tanya Elara pada Aries. "Iya terserah kamu saja." Jawab Aries dan mereka memilih kembali dan mencari makan malam di restoran terdekat.


3 hari kemudian Shenna datang ke Today Bar dan bertemu dengan Morgan yang saat itu sedang berbicara dengan seorang wanita cantik yang masih muda. Morgan terlihat akrab dengan wanita itu hingga Shenna merasa cemburu.


"Siapa gadis kecil itu?" Tanya Shenna ketus pada salah satu bartender disana.


"Gak tau, udah sejam lebih mereka ngobrol." Jawabnya malah Shenna makin kesal saat Morgan bisik-bisik terlihat mesra dengan gadis muda disampingnya.


Setelah gadis itu pergi Shenna mendekati Morgan, "Morgan siapa gadis tadi?" tanya Shenna langsung, Morgan menatapnya bingung.


"Urusannya apa sama kamu? Mau dia siapa gak ada hubungan denganmu." Jawab Morgan sinis dan pergi begitu saja meninggalkan Shenna yang masih kesal.


"Raffi, cari tau siapa gadis ini." Perintahnya pada pria paruh baya di sebelahnya.


"Iya sebentar.." Jawab Raffi yang merupakan manajer merangkap asisten Shenna. Tak lama dia sudah mendapatkan informasi tentang gadis tadi.


"Ohh ternyata cuma gadis remaja, baru semester 1 dan salah satu penerima beasiswa di yayasan HS dan kandidat utama sekretaris Morgan karena pintar." Shenna membaca laporan yang diberikan Raffi dan dia sangat marah saat membaca riwayat hidup Monika.


"Dia tuh memang sudah dekat dengan Morgan dari dia kecil, ayahnya salah satu pekerja di rumah besar Hastanta dan dia sejak kecil sangat mengagumi Morgan." Jelas Raffi hingga murka Shenna tak terbendung lagi.


"Lumayan dapat gadis remaja, aku yakin dia masih perawan hehehe..." Kekeh Raffi sambil membayangkan menikmati tubuh mungil gadis itu.


Monika malam ini jalan sendirian menuju rumahnya yang tidak jauh dari jalan raya, saat dia baru memasuki gang kecil, dia sudah di bekap dari belakang dan di seret ke tempat sepi karena 2 rumah di bagian depan gang memang adalah rumah kosong dan seberang rumah kosong itu juga adalah bagian belakang ruko sebuah toko mainan yang akan sepi di malam hari.


Monika meronta ingin melepaskan diri tapi dia tetap di seret masuk ke rumah kosong itu, "Makanya jadi cewek tu jangan mikir ketinggian, berani dekat-dekat Tuan Morgan yang terhormat. Aku akan ambil kehormatanmu agar gak pantas lagi bersama Tuan Morgan." Ujar Raffi dengan nada mengejek, dia menggunakan topeng hingga Monika tidak melihat wajahnya.


Raffi menggerayangi tubuh Monika mulai dari membuka kancing kemejanya dan mulai merem** gudukan itu sampai menjamah bagian bawah dari luar celananya. Untung saja Monika bergerak cepat saat Raffi lengah dia menendang junior Raffi hingga dia meringis kesakitan dan melepaskan cengkraman tangannya pada Mornika.


Monika lari keluar dan berhasil dikejar oleh Raffi tapi saat Monika berhasil lari, dia malah menuju jalan raya dan tertabrak mobil yang sedang melaju kencang. Raffi yang melihat itu langsung melarikan diri kedalam kegelapan area sepi dan hilang begitu saja.


Monika dilarikan ke RS terdekat setelah ambulance datang dan polisi memeriksanya, pemilik mobil yang menabrak Monika adalah sepasang suami istri dan 2 anak mereka. Waktu ambulance datang petugas kesehatan telah tau saat melihat kondisi Monika bahwa dia tengah berusaha lari dari pelecehan sebab kemejanya terbuka paksa dengan beberapa kancing yang hilang, cup bra nya terbuka dan ****** ******** juga sudah tersobek sedikit.


Untungnya Monika dapat selamat dari tabrakan itu dan masih hidup meski dia kehilangan 1 matanya karena benturan keras. Morgan segera datang untuk melihatnya setelah tau si pelaku menyebut namanya, Monika telah memberikan seluruh kesaksian dan Morgan sangat bersalah atas apa yang menimpa Monika. Sampai sekarang pelaku tidak ditemukan meskipun Morgan curiga terhadap Raffi tapi mereka tidak punya bukti dan saksi.


-Flashback End-


"Jadi Monika buta?" Tanya Hazel yang kini telah berpindah duduk di samping Morgan.


"Sekarang udah pulih karena dia dapat donor mata, kami memindahkannya ke Singapura agar hidup tenang disana, kuliah dan bekerja di perusahaan HS Grup disana. Dia trauma dan gak mau balik lagi." Jawab Morgan dan Hazel menghela napas lega mendengarnya.

__ADS_1


"Tapi sebenarnya apa hubunganmu dengan Monika? Dan kenapa Shenna sampai begitu marahnya?" Tanya Hazel lagi yang sangat penasaran.


"Gak ada, hanya seperti adik kakak, karena Monika itu dulu sangat lemah dan dibuli di sekolahnya dan adiknya masih kecil jadi aku yang sering belain kalau ke sekolah, lagian waktu itu dia sedang curhat sedang menyukai seseorang di kampus dan aku kebetulan kenal dengan orang itu." Jelas Morgan dan sekali lagi Hazel bernapas lega.


"Jangan cemburu dong sayang.. hatiku gak pernah kemana-mana, setelah pertama kali melihatmu sudah membuatku tertarik sayang saat itu kamu istrinya Nicho brengsek itu." Ucap Morgan dan Hazel tersenyum senang mendengarnya.


"Aku jadi takut kalau Shenna tau kita akan menikah." Hazel menjadi khawatir, karena Monika saja mengalami kejadian sangat mengerikan yang belum tentu pasti.


"tenang sayang, aku akan menjagamu dan aku pastikan dia gak akan bisa mendekatimu apalagi menyentuhmu." Morgan mengelus wajah cantik Hazel yang makin hari makin membuatnya jatuh cinta.


"Eh, kalau kejadian mami yang bisa sampai membenci Shenna gimana, aku penasaran." Tanyanya lagi hingga Morgan tertawa mengingat kejadian itu.


"Jadi 2 hari setelah kejadian itu adalah hari terakhir Shenna disini dan dia harus kembali ke NY nah malam itu ada acara di perusahaan Arche Group dan kami semua kesana terus, Shenna membayar seorang pelayan hotel di acara tersebut untuk menjebakku meminum wine yang sudah dicampur dengan obat perangsang, tanpa sengaja yang minum adalah papi." Morgan berhenti bercerita kemudian tertawa geli mengingatnya.


"Terus..? Cepetan aku penasaran."


"Terus papi mulai tuh gelisah dan kami saat itu sangat kaget dan panik sebab papi tanpa efek obat aja sudah sangat buas di ranjang dan mami sangat kewalahan, itu kata tante El. Setelah semua selesai kami cari tau dan ternyata Shenna berusaha menjebakku malah kenanya di papi dan mami benar-benar ga bisa bangun 2 hari karena capek, makanya mami sangat benci Shenna."


"Wow.. papi segitunya?"


"Iya sayang.. papi manggempur mami habis-habisan, kami sampai kasihan sama mami saat itu, papi tuh ga ada puasnya dan kata mami aku mirip papi, gimana apa iya aku juga buas?" Tanya Morgan dengan senyum nakalnya.


"Mungkin iya juga, soalnya KB ku bergeser jauh dan kata dokter kamu terlalu bar-bar." Jawab Hazel dengan malu-malu.


"Tapi aku bisa menahan diri loh, sebenarnya aku ingin menggempurmu habis-habisan tapi aku takut kamu trauma sayang, apalagi sekarang lagi hamil aku tambah takut bisa menyakitimu dan anak kita." Ucap Morgan sambil tangannya mengelus lembut perut Hazel.


"Maaf kalau kamu jadinya kurang puas sama aku dan terima kasih karena mau mengerti, aku janji setelah ini akan lebih baik melayanimu." Balas Hazel dengan tidak enak.


"Jangan begitu sayang.. aku puas dan sangat puas, meskipun menahan diri tapi kau sangat nikmat." Bisik Morgan dengan suara parau, tiba-tiba badannya jadi panas dan juniornya mulai bergerak sendiri tanpa di suruh.


"Nah dia bangun.." Sambung Morgan dan Hazel melihat tonjolan besar itu kemudian bergidik.


"Tapi dokter bilang jangan dulu." Tolak Hazel, "Boleh asal jangan tembak dalam."


"Tapi bolehkah kita lakukan lagi setelah menikah saja?" Morgan diam tapi dia mengerti, "Iya sayang.. aku gak akan maksa kamu cintaku." Morgan mencium dan ******* bibir Hazel, mereka berciuman mesra sampai suara deheman mengganggu mereka.


"Ehem.."


"Apa sih Evan? Ganggu aja." Keluh Morgan begitu tau Evan yang masuk.


TBC~

__ADS_1


__ADS_2