
"Pagi sayangku.." Morgan mengelus pipi Hazel lalu mengecup sekilas bibirnya.
"Pagi.. ini sudah jam berapa?" Tanya Hazel dan matanya masih terpejam namum sudah tersenyum karena kecupan Morgan.
"Jam 9." Jawab Morgan dan Hazel langsung bangkit dan terduduk.
"Amber harus sekolah dan hari ini ada lomba, kita sudah janji mau pergi dengannya." Pekik Hazel lalu saat dia ingin turun Morgan segera membelit pinggangnya agar dia tetap diam.
"Jangan panik sayang, acara itu sudah aku undur ke minggu depan dan sekarang Amber mungkin sudah diantar ke sekolah sama supir." Ujar Morgan membaut Hazel lega.
"Janji ya senin depan kita ke sekolah dan ikuti perlombaan itu."
"Iya tapi perlombaannya sudah diubah oleh Sipa, ga ada lomba lari atau apapun karena istriku kan sedang hamil jadinya diubah menjadi lomba bakat." Lanjut Morgan.
"Eh? Bisa begitu?"
"Bisa dong, kan yang punya sekolah aku, suamimu."
"Oh iya. lupa."
"Duh gemas.."
Morgan kembali mengecup seluruh wajah Hazel yang terlihat polos dan menggemaskan tapi aura sexy tetap lebih dominan.
"Tapi dari mana sayangku ini belajar jurus melahap seperti tadi malam?" Tanya Morgan menatap lekat pada Hazel yang wajahnya sudah memerah.
"Ana menyuruhku nonton film p*r*o untuk belajar." Jawabnya malu-malu membuat Morgan terkekeh geli. Padahal sudah berbagai macam gaya dan posisi mereka coba sebelumnya tapi baru kali ini Hazel begitu liar menggunakan tangan dan bibirnya membuat Morgan melayang tinggi.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
~ 2 Bulan Berlalu ~
"Mami, Hazel mau izin ke kantor ya.." Ujar Hazel dengan perutnya sudah terlihat membesar di kehamilannya yang ke 4 bulan.
"Oh. pergilah, ajak sekalian Imel deh karena Fano juga ada di tempat Morgan sekarang dan titip ini ya.. mami sebenarnya malas keluar. hehe.." Lusia memberikan bekal makanan Fano juga dan Hazel dengan senang hati membawakannya.
"Halo J, kamu makin cakep aja sih.." Hazel mencium pipi J yang makin gembul dan menggemaskan.
"Onty antik.. jangan kiss." Ujar J yang baru belajar bicara namun sudah sangat pintar.
"Ouh.. onty kiss lagi deh." Sekali lagi Hazel mencium J dan J yang kesal lalu memeluk Imel dengan membenamkan wajahnya di leher sang mami.
__ADS_1
"J jangan gitu dong.. onty kan sayang makanya kiss J." Tegur Imel dan J akhirnya mau melihat Hazel lagi dan tersenyum melihat Hazel yang mengedipkan sebelah matanya.
"Ayo kita ketemu papa ya.." Imel dan J masuk ke dalam mobil dan diikuti oleh Hazel.
"Banyak banget bawa makanannya?" Tanya Imel yang baru sadar didalam mobil sudah ada 2 buntelan besar dan 1 kecil.
"Iya, anak-anak juga mau makan siang sama Morgan, jadi aku bawa aja yang banyak, mungkin ada Syifa dan Evan disana, belum lagi Bian, kan Fano juga disana." Jelas Hazel.
"Oh iya, aku lupa Bian juga ada hehe.. rame deh kantor Morgan. Ayo kita berantakin kantornya uncle ya J."
J hanya tertawa mendengar ucapan maminya dan diikuti oleh Hazel yang makin sayang pada J yang semakin lucu dan pintar berharap anaknya dengan Morgan akan sepintar J nantinya.
"Ya ampun Hazel kenapa bawa sebanyak ini? Kan berat." Ujar Morgan begitu melihat Hazel masuk ke dalam ruangannya dengan buntelan besar dan Imel juga membantu membawa buntelan besar yang 1nya, sedangkan J sedang berada di kereta dorongnya dengan memangku buntelan kecil, semua berisikan makan siang mereka.
"Gak berat kok, cuma terlihat besar aja." Jawab Hazel lalu duduk di sofa di ikuti dengan Imel yang telah menggendong J. Tak lama baby sitter J masuk dengan membawa tas dan juga perlengkapan J juga.
"Wah kayanya ramai nih.. " Ucap Morgan sambil membantu Hazel membuka semua kotak makanan dan menyusunnya sambil menunggu Fano dan anak-anak datang siang ini.
Setelah makan siang yang riuh dan ceria, Morgan telah kembali meeting lagi di ruangan lain dan tidak membiarkan Hazel pulang, begitu juga Imel yang harus menunggu Fano selesai dengan Morgan. Mereka menunggu sambil bermain dengan anak-anak bahkan Ruby sudah jago bermain pianika hadiah dari Leo untuknya.
"Istriku, ayo kita pulang.." Fano telah kembali setelah menyelesaikan pekerjaannya dan pamit pulang pada Hazel. Amber dan Ruby serta Mira ikut pulang dengan Fano karena Hazel masih menunggu Morgan yang masih lanjut ke meeting berikutnya.
"Istriku sepertinya sangat kelelahan." Ujar Morgan saat masuk ke ruangannya dan melihat Hazel tertidur di kursi kerjanya. Hazel tertidur dengan sangat nyenyak dan tak terganggu sedikitpun saat Morgan mengecup keningnya.
Hampir 2 jam Morgan duduk di depan Hazel sambil bekerja memeriksa semua laporan akhir bulan yang diberikan Evan tadi, belum lagi laporan dari perusahaannya sendiri.
"HHnngg..." Hazel menggeliat karena baru bangun, Morgan tersenyum melihatnya dan akhirnya Hazel sadar sepenuhnya saat melihat Morgan yang duduk di depannya.
"Sayangku capek banget ya?" Tanya Morgan dengan polosnya.
"Iya lah.. kan tadi malam tidurnya hampir pagi, gara-gara ka-mu." Jawab Hazel lalu berjalan meninggalkan Morgan untuk ke toilet.
"Hehehe iya dong.. tiap malam gak boleh disia-siain punya istri cantik dan seksi." Ucap Morgan pelan sambil terkekeh.
"Morgan.. kamu masih lama?" Tanya Hazel begitu kembali menghampiri Morgan yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
"Iya, masih ada 2 map lagi." Morgan menunjuk kearah tumpukan map dan membuka data di laptopnya, Hazel melihat itu dan ingin membantu tapi Morgan tidak mau membuat Hazel lebih kelelahan lagi.
"Aku bantu deh.. kan cuma duduk dan cocokin data, cari yang mudah aja suamiku.. soalnya aku maunya kamu temenin aku makan cemilan manis nanti." Ujar Hazel dan akhirnya Morgan setuju saja
Hampir 2 jam baru Morgan dan Hazel selesai dengan data dan laporan yang harus mereka periksa, "Sepertinya kamu harus cari sekretaris deh untuk gantikan aku, kalau laporan sebanyak ini akan susah untuk di kerjakan sendiri." ucap hazel sambil memberekan beberapa map dan kertas yang masih berserakan.
__ADS_1
"Iya sih, tapi aku ga mau cari sembarang orang sayang.." Jawab Morgan, "Ya dan juga ga boleh wanita yang masih muda cari aja seperti mba Lia." Sambung Hazel yang jadi cemberut.
"hehehe.. belum dapat udah cemburu. Menggemaskan.." Morgan mencium gemas Hazel sambil merangkulnya dan turun kebawah untuk mencari cemilan.
"Gak apa-apa nih kita turun berdua?" Tanya Morgan karena Hazel masih mau menurupi pernikahan mereka.
"kan orang taunya aku masih sekretarismu." Jawab Hazel santai, "Oh iya.. lupa, habisnya kamu kan istriku kesayanganku."
Setelah Hazel memakan 2 potong slice cake dan memesan 2 cupcake lucu dia permisi ke toilet dan Morgan menunggunya di cafe miliknya di lantai 4 itu. Hazel berjalan santai sambil mengelus perutnya yang mulai menonjol karena dia memakai dress yang lumayan ketat.
"Ya ampun Hazel.. kau hamil lagi? Memang yah kalau wanita j4lang itu luar biasa, hamil tanpa nikah masih bisa santai." Ujar Olivia yang tanpa sengaja bertemu dengan Hazel saat mau masuk ke lorong menuju toilet.
"Hai Nona Hazel.." Sapa Shenna juga yang kebetulan keluar dari lorong toilet.
"Aihh kenapa sial banget sore ini, ketemu 2 wanita mengerikan ini," Batin Hazel kesal namun dia hanya membalas mereka dengan senyuman.
"Siapa yang kali ini kau rayu? Atau kau sudah jadi sugar baby? atau jadi sugar mami?" Tanya Oliv dengan sinis dan tatapan menghina.
"Bukan urusanmu nona Olivia, aku mau berhubungan siapa saja itu hak ku." Jawab Hazel dengan tegas.
"Iya sih tapi kita ini kan pernah berteman jadi aku hanya kasih saran, mending kau cari pria tua kaya raya dari pada piara berondong miskin." Ejek Oliv dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Hazel.
"Mpphh.. maaf maaf." Ujar Shenna tiba-tiba karena tidak bisa menahan tawanya.
"Tapi kau salah nona Olivia Martell, aku maunya cari pria muda berondong kaya raya." Balas Hazel santai kali ini dia tidak akan diam saja jika mereka menghinanya.
"Hahahah jangan membuat lelucon seperti itu Hazel.. mana ada pria muda kaya yang mau menerimamu yang kotor ini, anak pertamamu saja ga jelas asal usulnya, anak keduamu aku dengar sekarang kena penyakit mental..."
Plaaakkk
Oliv langsung terdiam karena Hazel dengan marahnya menampar wajah itu dengan kesal, "Jangan menghina anak-anakku Nona Olivia, kau boleh menghinaku tapi jangan sekali-kali menghina anakku, camkan itu!!" Bentak Hazel lalu segera pergi dari sana, tidak jadi ke toilet karena perasaannya sudah kacau dan sangat emosi.
"Ayo kita pulang!" Ketus Hazel membuat Morgan terkejut karena mood Hazel yang sangat buruk setelah kembali dari toilet.
"Kenapa sayang.." Morgan bertanya dengan cemas saat telah berada dalam mobil.
"Tadi aku ketemu Oliv dan dia menghina Amber dan Ruby setelah menghinaku, kesal dan aku tampar saja dia. Disana juga ada Shenna yang melihat kami." Jelas Hazel dan wajahnya makin cemberut.
"Sudah.. biarkan saja mereka, yang penting kau tetap bahagia menjadi istriku, apapun yang mereka katakan jangan terpengaruh ya.. nanti baby jadi stress juga." Ujar Morgan lembut padahal hatinya sudah panas mendengar ada yang menghina istri dan anak-anaknya.
TBC~
__ADS_1