
Hampir 40 menit, akhirnya terdengar tangis bayi yang langsung membuat Morgan berdiri, tenanganya seakan terisi penuh mendengar suara bayi menangis.
"Mami, anakku lahir mami.." Ujar Fano sambil teriak memeluk Lusia.
"Morgan.." Panggil Ken yang baru saja datang dan terlihat dia juga kacau karena di serang wartawan.
"Papi.. anakku sudah lahir." Morgan memeluk Ken dengan erat.
"Selamat nak.." Ken menepuk pelan punggung Morgan dan Damian meninju lengan adik bungsunya dengan perasaan bangga.
Dokter keluar dan keluarga diizinkan masuk tetapi hanya 2 orang, Morgan dan Lusia yang masuk dulu untuk melihat keadaan Hazel yang kata dokter sudah baik-baik saja. Morgan yang masih menangis mengecup penuh cinta pada kening Hazel yang masih belum sadar.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Setelah 3 jam tertidur akhirnya Hazel bangun dan terlihat Morgan dengan panik memeluknya, "Morgan.. maafkan aku.." Isak tangisnya terdengar pilu tapi Morgan malah menciumnya, di kecupnya seluruh wajah Hazel.
"Hazel.. ini liat anakmu sangat tampan." Lusia menghampiri dan membawakan baby berwajah bule yang sangat mirip Morgan tapi mempunyai mata yang sama dengan Hazel.
"Anak mama..." Hazel menggendong anaknya dan waktunya dia berikan asi.
"Mama papa." Terdengar suara nyaring serentak dari Amber dan Ruby yang baru saja sampai.
"Amber Ruby, lihat adik sini.." Morgan menaikkan Ruby dan Amber berdiri disisi Hazel untuk melihat adik mereka yang sedang tidur habis menyusu.
"Wah adik ganteng mirip papa." Ujar Amber, "Adiknya Uby." Ujar Ruby juga dan menyentuh tangan mungil adik bayinya.
Setelah selesai menjadi piala bergilir semua orang, baby bule tampan itu di kembali kan ke box bayinya dan mereka sedang berdiskusi untuk memberikan nama karena Morgan sejak sebulan lalu sangat galau.
"Aku udah pilih 2 nama tapi bingung mau pakai yang mana." Ujarnya dan Lusia mendengus kesal melihat kelakuan Morgan yang aneh bin ajaib.
"Coba sebutin namanya." Ujar Ken.
"Gerald atau Lucas ya?" Tanya Morgan.
__ADS_1
"Ya ampun, papi kira nama unik darimana, ternyata gerald dan Lucas." Keluh Ken tapi Pablo datang dan menyeletuk, "Gimana kalau Marcello."
"Marcello, bagus juga iya Marcello saja." Morgan memastikan dan Ken keluar dan seperti biasa dia yang akan mendaftarkan nama cucunya.
"Nah sudah... " Ujar Ken saat kembali dan Morgan hanya terkekeh karena tau nama apa saja yang didaftarkan Ken.
"Untung aja ada 2 bidadari lucu ini.. kalau gak, kering banget cucu-cucuku." Sambung Ken lagi sambil mengelus kepala Amber dan Ruby.
"Maksudnya?" Tanya Lusia tidak mengerti.
"Semua cucu kita laki-laki peri kecilku, Darren, Jarred, Ana juga baru melahirkan Lionnel, trus ada Marcello." Jawab ken dan mereka baru tersadar.
"Wah kalian benar-benar ya.. gak ngabarin sama sekali, sampai aku taunya dari berita di tv." Kesal Elara begitu masuk ke ruang rawat Hazel dan disana sudah penuh sesak, semua anggota keluarga sangat komplit hanya minus Anna dan suaminya yang saat ini tinggal di singapura. Bahkan Elenna saja datang meskipun dia sedang sibuk.
"Aku pengen punya cucu juga.." Rengek Elara sambil menggendong Marcello yang sangat menggemaskan.
"Tenang cinta.. menantu kita kan lagi hamil." Ujar Aries dengan melirik Archer dan istrinya yang pemalu.
"Tenang ma, kan Elenna bentar lagi juga nikah jadi mama akan segera punya 2 cucu atau paksa saja si Singa itu cepet cari calon istri jadi sekalian 3." Sambung Elenna disambut tawa oleh semuanya kecuali Hazel yang masih memikirkan tentang pemberitaan tentang dirinya.
"Jangan cemas tentang pemberitaan itu, Archer dan Fano sudah mengurusnya tadi." Ujar Elara lembut, dia tau bagaimana perasaan Hazel saat ini.
"Tapi tetap saja, aku telah membuat keluarga ini malu dengan masa laluku." Isak tangis Hazel terdengar. Morgan lalu memeluknya.
"Memangnya apa yang kamu lakukan? Hanya jadi model kan? Biasa saja itu, lagian merek itu kan sekarang sangat terkenal dan tebak? Mereka itu menghubungi ku tadi menanyakan apakah kamu mau jadi modelnya lagi?" Ujar Elenna membuat Morgan meliriknya.
"Gak boleh, enak aja." Kesal Morgan lalu mengusap air mata Hazel.
"Dengar, itu bahkan bukan masalah. Kau tau dulu aku bahkan punya foto bugil bagian atas lalu Aries menghapusnya dan video porno ku juga sangat banyak dan lihat sekarang kami dan kita baik-baik saja." Jelas Elara dan Hazel sangat terkejut dia menghentikan tangisnya tak percaya.
"Hahaha itu bukan video asli, tapi foto asli sih soalnya dia lagi ganti baju." Lanjut Lusia lalu Elara menceritakan bagaimana dulu dia melewati semuanya agar Hazel juga belajar menerima konsekuensi karena dunia hiburan itu kejam, apalagi ada orang yang iri mengetahui bahwa dia adalah kekasih Morgan.
"Jangan sedih, kita semua punya masalalu lagian kamu kan jadi model untuk menghidupi dirimu dan anakmu jadi semua orang akan mengerti." Lanjut Ken.
__ADS_1
"Nanti biar papi dan Damian yang bicara ke public, kamu tenang aja ya. Ayo Dami, kamu akan menggantikan papi sebagai kepala keluarga nantinya." Ken mengajak Damian dan keluar bersama bertemu para wartawan yang masih sibuk dengan pemberitaan tentang Hazel dan Morgan.
"Jangan sedih lagi ya sayang.. hatiku sakit melihatmu menangis." Hazel mengangguk, dia tetap menggenggam tangan Morgan dan tidak mau dilepaskannya.
"Ini ulah siapa sih?" tanya Lusia dan Archer yang jawab, "Shenna lah siapa lagi."
"Duh wanita itu bikin kesal saja, gak dia ga ibunya sama-sama ngeselin." Pekik Lusia keceplosan.
"Ibunya? Maksud mami?" Tanya Morgan bingung.
"Hahahah udah lah cerita aja Siaa.." Tawa Elara melihat Lusia sudah salah tingkah. Dia segera memindahkan Amber dan Ruby keruangan lain bersama Mira yang tadi datang bersama mereka.
"Jadi Shenna itu sebenarnya anaknya si mecin rubah betina namanya Sasha." Lusia terlihat kesal dan Elara tak bisa menahan gelak tawanya.
"Sasha? Mecin?" Archer dan Morgan kebingungan.
"Jadi Sasha itu dulu aktris yang sangat cantik dan sexy, dia sering main di film papimu dulu waktu masih muda dan..." Elara berhenti dia menahan tawanya saat Lusia meliriknya dengan kesal.
"Dia teman berperang Ken." Celetuk Aries.
"Perang di ranjang." Seru Elara dan Lusia sudah berkali kali menarik napasnya jika mengingat kejadian dulu.
"Haaa??? Beneran mi?" Tanya Morgan tak percaya begitu juga Hazel.
"Iyah tapi sebelum papi ketemu mami, bahkan si mecin itu masih menggoda papi sampai mami dibuli sama dia." Jelas Lusia lagi dengan ketus.
"Untung mamimu ini tahan banting, di pukul sama si mecin bisa melawan bahkan menggigit balonnya." Sambung Elara lagi dan tertawa geli sambil memperagakan balon di dadanya.
"Biar tau rasa dia, balon isi silikon itu untung ga pecah." Lanjut Lusia membuat semua orang tertawa begitu juga Hazel yang tertawa sambil menahan sakit di perutnya.
"Udah udah.. Hazel jangan ketawa dong, sakit kan.." tegur Lusia melihat Hazel tertawa sambil meringis kesakitan memegang perutnya.
"Mamiku hebat banget siihh..." Morgan memeluk Lusia dengan gemas, maminya masih saja pencemburu meskipun sudah tidak muda lagi.
__ADS_1
"Pantes saja mami sangat benci Shenna, gak nyangka ternyata dibalik itu.. hahahaah" Lanjut Morgan tak berhenti tertawa membayangkan maminya yang cantik dan imut itu berkelahi dengan ibunya Shenna setelah dia cari foto Sasha dan terlihat sangat wow.
TBC~