
Malam harinya keluarga Wang sedang makan malam dan Merry juga sudah kembali kerumah hanya untuk memastikan Oliv baik-baik saja tinggal di rumahnya. Namun malam itu terusik saat ada tamu yang tidak diharapkan datang.
"Tuan, ada seorang pria bernama Juan ingin bertemu anda dan nona Hazel." Ucap pelayan memberikan pesan dari penjaga gerbang di depan.
"Ngapain dia datang kemari?" Tanya Nicho melihat ke Hazel, tentu Hazel juga heran dan dari mana dia tau alamat rumah ini. Hazel lalu menatap ke Oliv dengan curiga tapi Oliv yang berlagak polos hanya diam saja dan tetap menikmati makan malamnya.
Nicho menyuruh pelayan untuk mengusirnya saja dan jika dia datang lagi juga jangan biarkan masuk, "Kau yang berikan alamat rumah ini?" Tanya Nicho pada Hazel yang sedang menyuai Ruby.
"Gak, aku ga bilang apapun, dia memang mau ketemu Amber tapi aku menolaknya karena Amber hanya anakku." Jawab Hazel sedikit berbisik agar Amber tidak mendengarnya.
Nicho diam, dia sebenarnya begitu kesal tapi dia tau Hazel tidak berbohong selama bertahun-tahun dia bersama Hazel dan dia tau pasti jika istrinya itu berbohong atau tidak dan memang benar Hazel sudah tidak ada perasaan apapun dengan Juan sama seperti dengannya, karena Nicho juga sadar Hazel tak pernah mencintainya dan selama ini hanya mendapatkan raganya.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
"Juan, kau harus terus merayu Hazel agar dia kembali padamu atau buat Nicho semakin cemburu saja biar cepat menceraikannya." Ujar Oliv dan tanpa mereka sadari kalau mereka sedang ada di Today Bar milik Morgan.
"Ya aku lagi usaha nih... besok aku akan menemuinya di sekolah saja sekalian mau liat Amber." Ujar Juan, sore itu mereka sengaja bertemu untuk membicarakan rencana mengeruk pelan-pelan harta Nicho yang saat ini sudah mempercayakan beberapa project kepada Oliv untuk diawasi.
"Nah aku sekarang lagi mengawasi proyek berlian hitam kalimantan, kan lumayan dan ada juga mutiara nanti aku kirimkan laporannya dan kau pindahkan sedikit demi sedikit." Jelas Oliv karena Juan akan pindah ke perusahaan pertambangan berlian yang menjadi rekanan dari perusahaan Nicho.
"Beres.. kita pasti untung besar, hanya ambil sedikit saja setiap ada kesempatan." Ujar Juan.
Dari jauh Morgan begitu penasaran dengan apa yang dibicarakan oleh kedua orang itu, kadang tampak berbisik, kadang serius, sesekali tertawa dan saat ini mereka bersulang, "Sepertinya mereka merencanakan sesuatu." Ucap Morgan pelan.
"Siapa?" Tanya Syifa yang duduk disampingnya karena mereka sedang membahas pekerjaan juga.
"Itu mereka.. eh bisakah kau carikan info tentang seseorang?" Tanya Morgan pada Syifa tapi dia langsung menggelengkan kepalanya.
"Aku udah cukup sibuk jadi suruh saja siĀ Evander itu." Syifa menunjuk ke arah Evan yang duduk di depannya.
"Loh kok aku sih.. ini aja belum kelar." Protes Evan, pasalnya Morgan sedang memberikan tugas untuknya mencari lokasi untuk membuka cabang TB lagi di kota ini.
"Ah kalian payah.. aku cuma mau tau tentang seseorang yang membuatkau penasaran."
"Siapa?"
__ADS_1
"Wanita cantik."
"Ah wanita lagi.."
"Eh yang ini beda Van, dia di siksa terus sama suaminya tapi kenapa gak lari aja, makanya kau penasaran."
"Yaudah mana orangnya nanti aku cari deh infonya."
"hehehe kau memang terbaik."
Morgan mengirimkan foto dan nama Hazel untuk Evan, "Gila.. bening banget, pantes aja Morgan sang playboy penasaran." Ujar Evan dan Syifa juga jadi penasaran dan melirik ke hape Evan.
"Eh iya yah cantiknya beda loh, ada aura sexy dan gilaa bodinya aku pengeeennn.."
"AH.. kamu ngapain punya bodi gitu, ketutup semua dari kepala ampe kaki Sip.."
"Yah untuk suamiku kelak, wleee.."
"ini mau cari informasi apaan dari si sexy ini?"
"Ok lah, 2 hari yah.."
"Sipp.."
Morgan dan Syifa masih tetap disana, sedangkan Evan sudah pergi, Morgan tetap penasaran dengan Oliv yang duduk berdua dengan Juan tapi sekarang wanita itu duduk sendiri dan malah Nicho yang datang tak lama setelah Juan pergi.
Yang lebih membuat Morgan tercengang adalah mereka berciuman di sana. "Wah.. parah tu orang, punya istri secantik ini masih aja selingkuh, dasar pria brengsek serakah." Umpat Morgan kesal melihat kelakuan 2 orang disana.
"Yang mana sih?" Syifa menoleh dan terkejut melihat yang diperhatikan Morgan sejak tadi. "Loh itu kan Mr. Wang dan asisten pribadinya, wah benar emang mereka ada hubungan khusus." Gumam Syifa sambil menggelengkan kepalanya. "Eh.. yang tadi itu istrinya kan? Kok dikit beda ya?"
"Kan aku ambil foto dia yang dulu masih jadi model, trus dia dulu juga model sexy banyak pake lingerie, ck.. dia cantik banget tapi sayang uda jadi istri orang." Keluh Morgan terlihat lesu dari wajahnya.
"HAHAHAHA seorang Morgan bisa jatuh cinta, sama istri orang pula tuh.." Tawa Syifa terdengar mengejek dan terus terbahak-bahak.
"kampret!! Uda ah.. cepat selesaikan aku mau minum nih." Kesal Morgan karena kalau ada Syifa dia tidak bisa minum alkohol.
__ADS_1
"Iya ini udah kok, bentar." Syifa menyusun barang-barangnya dan berdiri kemudian pamit pada Morgan. "Oh iya, besok jam 11 siang ada meeting di TK ya, awas kalo gak datang." Ancam Syifa sebelum beranjak dari depan Morgan.
Morgan juga beranjak dari meja tersembunyinya dan memilih duduk di kursi tinggi di meja bartender, "Bro minta yang biasa jangan terlalu keras ya.." Mintanya pada salah seorang bartendernya dan tak lama minuman berwarna biru muda diletakkan di depannya, Morgan meneguk seteguk lalu meletakkannya lagi sambil merenung tapi tidak ada yang dia pikirkan, hanya melamun.
"Selamat malam Tuan Morgan." Sapa seorang wanita, Morgan menoleh ke arah suara dan ternyata Oliv yang ada disana.
"Selamat malam, kamu asistennya Mr. Wang kan.." Morgan menyapanya kembali.
"Iya Tuan, nama saya Olivia Martell." Jawabnya dengan suara lembut menggoda. "Bole saya duduk disini?" Tanyanya kemudian dan Morgan mengangguk.
"Kelihatannya anda sedang banyak pikiran Tuan, apa yang membuat anda begitu risau?" Tanya Olivia mencari tau, dia hanya ingin mencoba mendekati Morgan saja.
"Jangan sungkan begitu panggil saja Morgan dan bicaralah yang santai. Aku hanya memikirkan masa depan.."
"Masa depan? Bukankah itu sudah terjamin? Anda memiliki semuanya dan.."
"Gak juga, aku memang banyak uang dan bisnis tapi hampa gak ada pasangan hehehe." Morgan terkekeh, dia sengaja memancing wanita ini dan ingin tau apa maunya.
"Ya ampun, Morgan, kamu itu ganteng, kaya, gak ada kekurangan apapun, masa gak ada pasangan?" Respon dari Oliv membuat Morgan kembali terkekeh.
"Yah tapi aku kesepian, banyak sih wanita yang datang tapi aku gak mau karena mereka gak sesuai tipeku." Jawab Morgan dengan memperlihatkan wajah lesunya, Oliv semakin penasaran.
"Apa tipe wanitamu?" Tanyanya.
"Aku suka wanita sexy, tinggi dan sebenarnya sangat suka sama wajah blasteran bule atau memang orang luar sekalian, dengan mata indah berwarna, rambut pirang tapi pirang yang gelap seperti wanita latin gitu." Jelas Morgan membayangkan Hazel yang berhasil mengambil hatinya.
"Oh.. kau bisa mencobanya denganku." Ujar Oliv yang kini tangannya dengan berani menyentuh lembut dada Morgan, ya memang Oliv itu cantik dan sexy, Morgan sudah melihatnya dengan pakaian ketat dan mini dress kemarin, dadanya besar dan bokongnya montok tapi itu saja tidak bisa membuat Morgan tertarik.
"Aku bukan dari amerika selatan tapi eropa Morgan, yah rambutku mungkin tidak pirang tapi ini warna rambut asliku loh coklat, dan tatap mataku.." Ujarnya lalu morgan menatap mata Oliv, ya mata itu memang cantik berwarna abu-abu terang tapi tak ada getaran dalam hati Morgan, dia biasa saja malah teringat mata indah milik Hazel yang selalu menghipnotisnya.
"Aku bisa menemanimu Morgan, agar kamu tidak kesepian lagi.." Bisik Oliv yang semakin mendekatinya, wajah mereka sudah sangat dekat dan hampir saja bibir mereka saling bersentuhan.
"Maaf Olivia." Morgan memalingkan wajahnya, Oliv mundur dan terlihat kesal. "Aku kembali saja, ada makan malam bersama keluargaku hari ini." Kilah Morgan dan pamit pergi meninggalkan Oliv yang kini duduk sendirian dengan kesal.
TBC~
__ADS_1