
Olivia yang sedang kesal kembali ke tokonya dan masuk kedalam kantor kecil di dalam toko, dia dengan kesal menelepon Nicho dan mengadukan semua yang dilakukan Hazel padanya tentu saja dengan bumbu tambahan agar Nicho percaya.
"Dia itu ****** dan sekarang lagi hamil, makanya aku tanya tadi dan dia malah marah waktu aku kasih saran. Entah anak siapa yang dikandungnya kali ini."
"Sudahlah, jangan merepotkan hal yang bukan masalahmu." Jawab Nicho tapi Oliv masih tidak menerimanya karena telah ditampar oleh Hazel.
"Apa kau gak bisa berbuat apapun dengannya? Aku malas harus sering bertemu dengannya disini."
"Kalau gitu dirumah saja, aku gak menyuruhmu kerja kan."
"Ga mau, aku bosan cuma jaga Jayden seharian."
"Ya sudah, makanya jangan cari masalah lagi biarkan Hazel dengan hidupnya sendiri."
Oliv yang kesal lalu menutup teleponnya dan Nicho juga sebenarnya kesal mendengar Hazel hamil dan tidak tau siapa pria yang bersamanya.
"Hazel.. aku rela jika kau hidup dengan baik dengan pria yang baik tapi jangan menjadi ****** seperti dulu." Lirih Nicho yang merasa bersalah setelah tau kondisi Ruby setelah dia menyelidikinya.
Sedangkan Oliv yang masih kesal menghubungi Juan dan menyuruhnya mendekati Hazel lagi tapi Juan yang memang tidak punya perasaan apapun lagi dengan Hazel langsung menolaknya dan malah meminta Oliv untuk segera mengambil semua harta Nicho tapi Oliv menolaknya dan malah menutup teleponnya lagi.
Lalu Oliv mencoba menghubungi Jarvis untuk meminta tolong tapi dia juga tidak bisa, karena dia tau kalau Hazel adalah istri Morgan dan mereka baru saja akrab karena kerjasama perusahaan mereka.
"Huh.. dasar! Kenapa mereka semuanya seakan-akan membela Hazel ya?" Ucap Oliv Kesal lalu pergi untuk bertemu Juan setelah membaca pesan dari Juan yang masuk ke hapenya.
"Ada apa Juan?" Tanya Oliv begitu dia masuk ke mobil Juan yang telah menunggunya di Lobi tapi Juan tidak menjawabnya dan malah membawa Oliv ke tempat yang lumayan jauh dari kota.
"Kau itu kenapa? untuk apa kita kesini?" Tanya Oliv lagi setelah mereka sampai di dalam sebuah rumah kecil di daerah terpencil, "aahh aku tau, kau kangen padaku yah.. aku dengan senang hati melayanimu sayang, aku juga sudah kangen dengan hebatnya ini." Oliv menyentuh bagian bawah Juan tapi pria itu malah mendorong Oliv hingga jatuh ke lantai yang kotor itu.
"Kau.. sudah nyaman jadi Nyonya muda Wang dan lupa dengan kesepakatan kita? Jangan kira aku gak tau akal busukmu itu Oliv, setelah aku gak dibutuhin kamu seenaknya membuangku dan gak mau melanjutkan rencana kita."
__ADS_1
Juan mendekat padanya dan mencekik Oliv dan mengangkatnya lalu menghempaskannya lagi sampai terjatuh dan kepalanya membentur lantai dan pingsan. Juan meninggalkannya disana dengan mengunci semua akses keluar membiarkan Oliv sendirian dan merenungi kesalahannya setelah dia sadar nanti.
Sedangkan Nicho sudah sangat cemas karena Jayden terus menangis dan ingin ibunya tapi Oliv belum pulang padahal sudah jam 11 malam. Nicho yang panik lalu meminta pengawalnya untuk mencari Oliv dan tak lama hape Nicho berdering tanda pesan masuk.
"Nicho, tolong aku di sekap oleh Juan dia mau memperkosaku, aku ga bisa telepon karena dia diluar." Isi pesan Oliv membuat Nicho berang dan segera menyuruh pengawalnya untuk lacak keberadaan Oliv dengan pesan yang dia kirimkan dan telah menemukan lokasinya Nicho dan beberapa polisi sudah mendobrak masuk dan melihat Oliv yang meronta-ronta ingin dilepaskan Juan yang sedang mencumbunya.
"Lepaskan dia!" Teriak salah satu polisi dan Nicho juga ikut masuk dan sangat marah melihat kondisi Oliv yang saat ini sangat kacau, sebelum Juan berdiri Oliv memberikan pisau pada Juan di tangannya dan mengarahkan tangan Juan untuk menusuk perutnya dan berteriak.
Juan sangat kaget, padahal dia hanya menikmati tubuh Oliv seperti biasanya dan Oliv yang sejak tadi menggodanya dan kini Oliv malah menusik dirinya sendiri dengan pisau yang tadi mereka gunakan untuk memotong buah dengan tangan Juan.
Polisi yang melihat itu langsung menembakkan peluru dan terkena di dada Juan membuatnya langsung terjatuh dan tak berdaya.
"Oliv.. sayang, kau tak apa-apa?" Nicho menghampiri dan Oliv menangis histeris. Juan yang telah terbaring lemas hanya tertawa melihat akting Oliv yang luar biasa dan dia menyesal mengenal Oliv dan mempercayainya.
"Oliv kau wanita iblis." Ucap Juan pelan sesaat sebelum menghembuskan nafas terakhirnya. Nicho sempat mendengarnya tapi dia memilih untuk diam saja karena buktinya Oliv sedang terluka saat ini karena Juan.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
"Kenapa? Apa yang kau pikirkan?" tanya Morgan dan Hazel hanya menarik napasnya dan menghembuskan pelan berulang-ulang untuk menenagkan kegelisahannya.
"Gak ada hanya gelisah saja, tidur aja deh." Hazel mengeratkan pelukannya dengan tidur miring dengan sedikit jarak karena perutnya sudah mulai menonjol itu.
"Baiklah.. istri cantik dan seksiku mau tidur padahal aku maunya minta jatah." Morgan juga mengeratkan rangkulannya dan menemani Hazel sampai tidur nyenyak.
Pagi harinya sudah tersebar berita tenang istri salah satu bos pengusaha berlian hampir di lecehkan oleh mantan pacarnya. Foto Juan tertampang jelas di layar kaca di berita Tv nasional dan Hazel sangat terkejut, dia langsung melihat ke arah Morgan.
"Sudah jangan pikirkan itu." Morgan memeluk Hazel, berarti kegelisahan Hazel tadi malam adalah tentang Juan, Morgan merasa sedikit kesal karena Hazel masih terhubung dengan Juan meskipun dia tidak sadar, mungkin karena Amber adalah anak kandung Juan. Hazel melirik Amber yang masih main dengan Ruby dengan ceria tanpa tau yang terjadi.
"Jangan pikirkan lagi, Amber baik-baik saja kan selama ini, kita akan menjaganya dengan baik." Ucap Morgan lagi dan Hazel mengangguk.
__ADS_1
"Nanti kalau Amber sudah dewasa baru kita ceritakan." Ujar Hazel lembut dan Morgan setuju.
Saat makan malam di rumah keluarga Hastanta, mereka terkejut mendengar Damian akan pindah ke rumahnya sendiri.
"Kenapa pindah Dami?" Protes Lusia karena dia maunya semua anak, menantu dan cucunya tinggal di rumah yang sama.
"Dami kan sudah beli rumah itu sejak lama mami, masa ga di tempati dan lagian kalau semua tinggal disini juga mami yang repot. Dami udah punya 1 anak dan yana sekarang hamil lagi, Fano dan Imel juga bentar lagi punya 2 anak, Morgan bentar lagi punya 3 anak, terlalu rame mi.." Jelas Damian agar Lusia mengerti, lagi pula rumah Damian juga adalah rumah paling elit di komplek Pegasus cluster A yang sangat mahal.
"Baiklah, tapi sering-sering kesini, dan Yana harus dijaga dengan benar, bawa Bik Yum aja biar bisa jaga dan masakin kalian." Ucap Lusia dan Damian akhirnya setuju saja daripada harus berdebat lagi.
"Nah kalian tetap akan tinggal disinikan?" Tanya Ken melihat ke arah Fano dan Morgan bergantian.
"Fano dan Imel disini aja, kan Fano anak kesayangan mami. Bisa-bisa mami nangis kejer kalo Fano pindah." Goda Fano dan Lusia malah tertawa mendengarnya.
"Nah itu.. makanya Dami pindah duluan biar Fano yang disini temenin mami papi." Sambung Damian.
"Aduh kalian ini, mami tuh sayang sama semua anak mami, Ana ajah di boyong suaminya mami nangis 3 hari." Jawab Lusia, "Kalau Morgan gimana?" Tanya Ken lagi.
"Morgan ga boleh pindah." Tegas Lusia sebelum Morgan menjawabnya.
"Loh kenapa mami?" Tanya Morgan dan Lusia menghela napasnya.
"Mami masih belum 100% percaya sama kamu, bisa-bisa nanti Hazel makan hati, trus masih ada si Shenna yang berkeliaran, kalau kalian tinggal sendiri takutnya dia berani datang untuk ganggu." Jelas Lusia dan Morgan tertawa mendengarnya.
"Mamiku yang cantik.. Morgan ga mungkin biarin tuh wanita sadis dekat-dekat Hazel, mami tenang aja, kami ga bakal pindah kok.. Morgan udah renov kamar bawah dan kamar bang Dami juga nanti akan Morgan renov, tenang aja." Jawab Morgan membuat Lusia lega mendengarnya.
"Iya peri kecil.. jangan terlalu banyak pikiran, anak-anak semua telah dewasa dan mempunyai kehidupan rumah tangga sendiri jadi jangan cemas." Ken mengelus lembut kepala istrinya itu.
"Iya sih tapi bagiku semua anak-anak ini masih kecil saja." Jawab Lusia dan semua yang mendengarnya malah tertawa.
__ADS_1
"Anak kecil yang bisa buat anak kecil mi.." Celetuk Morgan dan akhirnya dicubit Hazel karena disana banyak anak kecil. Amber, Ruby, Darren, dan Jarred yang masih asik menikmati pudding.
TBC~