The Girl'S Mom And Berondong

The Girl'S Mom And Berondong
BAB 7 - Sudah Milik Orang


__ADS_3

1 tahun berlalu dengan cepat, Hazel semakin cantik karena tuntutan dari Nicho tetapi dia tetap tidak bahagia, hanya saja dia semakin merawat dirinya. Itu dia lakukan hanya untuk menyenangkan Nicho yang semakin baik padanya, Hazel boleh keluar lebih lama jika itu urusan penting ataupun tentang masalah sekolah Amber.


Ruby juga sangat sehat dan cantik mirip dengan Hazel dan Amber dengan warna rambut coklat kepirangan dan warna mata yang sama dengan mereka, hanya saja Ruby terlihat lebih memiliki wajah oriental keturunan dari Nicho. Meskipun begitu, Merry tetap tidak menganggap cucunya itu.


"Kapan kau hamil lagi? Keluarga Wang butuh penerus dan itu harus laki-laki." Tanya Merry dengan nada meninggi seperti biasanya. Sekarang Hazel, Amber dan Ruby duduk dan makan malam bersama dengan Nicho. Ya, Amber sudah boleh duduk dan dilayani sebagai nona kecil di keluarga itu, entah apa yang membuat Nicho menajadi lebih baik sekerang ini.


Dalam kehidupan s*ksual, Nicho tetap kasar dan masih sering menyakiti Hazel namun dia pasrah saja yang penting kebutuhan anak-anaknya terpenuhi.


"Mama... huaaa..." Tangis dan teriak Ruby karena jatuh karena berlarian, pelayannya tidak bisa menangkapnya karena anak ini memang lincah padahal baru berumur 1 tahun 2 bulan.


"Ruby sayang... sakit kan, makanya jalan saja pelan-pelan ya.." Hazel menggendongnya dan Ruby yang masih terisak mengangguk pelan, Hazel baru kembali dari mengantar Amber ke sekolahnya.


"Kenapa dia?" Tanya Nicho yang kebetulan turun untuk berangkat ke kantor.


"Jatuh karna lari." Jawab Hazel, Nicho melirik sekilas pada Ruby tapi anaknya itu malah membuang muka dan langsung menenggelamkan wajahnya di leher Hazel.


Nicho yang melihat Ruby begitu hanya bisa menghela napasnya berat, dia memang tidak dekat dengan Ruby bahkan belum pernah menggendongnya sekalipun, Ruby seakan tidak mengenal ayahnya sendiri.


"Besok ada pesta perusahaan jadi kau siap-siap dan bawa anak-anak bersamamu, tapi jangan berbuat macam-macam disana, pakai baju bagus tapi jangan terlalu terbuka." Titah Nicho sebelum pergi ke kantor.


"Iya aku mengerti." Jawab Hazel pada Nicho yang telah berbalik dan meninggalkan Hazel dan Ruby disana.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Morgan yang telah selesai dengan pembukaan Bar ke 5 nya masih sibuk menemani beberapa temannya di kota S, dia sebenarnya sangat lelah sehabis ini dia akan langsung terbang kembali ke salah satu acara pesta perusahaan rekan bisnis dari H&S Group dan dia harus datang untuk menggantikan Fano yang sedang sibuk.


"Sipa.. apa harus aku kesana? Capek tau." Keluh Morgan tapi Syifa tak memberikannya kelonggaran karena Morgan sudah berjanji kalau Bar nya buka lagi maka dia akan fokus ke perusahaan.


"Gak bisa! Kau harus mengutamakan perusahaan mulai sekarang dan Bar akan di handle orang lain." Tegas Syifa dan Morgan tertunduk lesu, dia sangat tidak suka duduk dalam kantor dan melihat berkas, lebih baik dia mengelola Bar dan Restorannya meskipun lelah tapi waktu cepat berlalu.


Morgan sudah jarang bermain dengan wanita dia hanya meladeni beberapa saja jika merasa bosan, itu juga sekedar minum dan ngobrol bareng di TB.


Besoknya, Morgan sedang berjalan ditemani Syifa di sebuah pesta yang diadakan oleh perusahaan perhiasan yang akan masuk ke dalam H&S Group dan Morgan harus datang mewakili HS menggantikan Fano dan Damian yang baru saja patah hati karena wanita yang dicintainya akan segera menikah dengan sahabatnya.

__ADS_1


Morgan yang sangat lelah dan juga bosan melihat sekeliling, "Kali aja bisa cuci mata liat yang bening.." Ujar Morgan pelan dan hanya Syifa yang bisa mendengarnya.


"Nah itu dia.. si cantik bening kayanya pernah liat deh.." Morgan menunjuk ke arah Hazel yang sedang bersama Nicho lalu dia pergi dengan menggandeng Amber dan Ruby di kanan dan kirinya. Morgan melangkah cepat untuk dapat mengejar dan menyapa wanita cantik itu.


"Morgan.."


"Loh kak Ana kesini juga?"


Tanya Morgan begitu berbalik dan melihat kakaknya yang memanggilnya.


"Iya, kamu mau kemana?" Tanya Ana curiga melihat Morgan tergesa-gesa dan sepertinya dia melihat Hazel juga bersama 2 putrinya.


"Ada wanita cantik kak jadi aku kejar sampai sini hehehe.." Jawab Morgan.


"Morgan! jangan macam-macam yah.. dia tuh..."


"Tatiana.." Panggil Hazel yang baru keluar dari toilet dan menggandrng 2 putri cantiknya. Tatiana terdiam tidak bisa melanjutkan omelannya pada Morgan yang sudah berbalik sambil tersenyum ke arah Hazel.


"Waahh Om itu ganteng.." Celetuk Amber menunjuk ke arah Morgan.


"Maaf ya adikku ini emang agak nyebelin." Ana mendekat ke Hazel dan menggendong Ruby yang makin cantik juga.


"Hai Ruby.. kamu makin besar aja, mau sama onty jalan-jalan?" Tanya Ana sambil mengecup pipi gembul Ruby dan bocah itu tersennyum dan mengangguk senang.


"Yuk jalan.." Ajak Ana tapi Morgan malah menghadang Hazel saat dia ingin mengikuti Ana.


"Eits tunggu dulu dong cantik... Aku Morgan, namamu siapa?" Tanya Morgan dengan senyum menawannya.


"Aku Hazel." Jawabnya singkat karena Hazel tidak mau berlama-lama menghilang dari Nicho tapi Morgan malah terus menghalanginya.


"Ohh.. Hazel, cantik seperti warna matamu sangat cocok" Ujar Morgan tapi Hazel malah menertawakannya.


"Kau salah Morgan, warna mataku ini amber bukan hazel, ayahku salah beri nama." Kekeh Hazel karena setiap orang pasti salah mengira.

__ADS_1


"Hehehe maaf aku ga tau, kalau adik kecil yang cantik ini siapa namanya?" Morgan sedikit berjongkok untuk menatap gadis kecil di depannya.


"Aku Amber om ganteng.." Jawab Amber dengan gemasnya membuat Morgan tidak tahan untuk mencubit pipinya dengan gemas.


"Berarti ini yang benar, Amber dengan mata amber." Ujar Moran dan Hazel mengangguk.


"Permisi Morgan kami harus kembali kalau tidak suamiku bisa marah." Hazel meninggalkan Morgan sebelum dia merespon ucapan Hazel.


"Cantik banget.. sayang udah jadi milik orang, jadi pebinor dosa gak ya?" Gumam Morgan pelan, dia sangat suka melihat Hazel dan 2 putrinya dan ingin sekali punya istri dan anak cantik seperti itu.


Morgan masih memantau Hazel dari jauh, bagaimanapun dia istri pria lain dan dia tidak mau merusak rumah tangga mereka. Tapi Morgan seperti melihat raut sedih dan tertekan di wajah Hazel sejak berdiri di samping suaminya. Bahkan mereka tidak dekat apalagi mesra, suaminya juga sama sekali tidak merespon apapun celotehan 2 anaknya dan malah terkesan dingin dengan putri cantiknya.


Morgan mendekat sedikit dan menarik Tatiana agar menjauh dari mereka, "kak.. kok aku gak ngerasa mereka itu suami istri ya?" Tanya Morgan curiga sejak tadi.


"Jangan sok tau, mereka tuh suami istri dan nikah uda 3 tahun ini." Jawab Ana makin bingunglah si Morgan.


"Loh kok 3 tahun?Amber aja kayanya uda 5 atau 6 tahun umurnya."


"Iya, karna Hazel udah punya Amber duluan baru nikah sama Nicholas. Dulu dia diperkosa sama pacarnya dan gak mau bertanggungjawab trus ya gitu deh.."


"Kasihan sekali dia, kalo gak salah dia kan yang kakak bilang sering dipukul suaminya?"


"Iya, eits.. jangan macam-macam Morgan, jangan dekati dia karena akan bikin masalah baru di hidupnya."


Morgan terkekeh karena kakaknya tau apa maksud Morgan sebenarnya, Tatiana sudah berpesan pada Morgan jadinya dia sepertinya akan mundur saja jadi pebinornya.


"Ah sayang sekali.. kenapa aku harus bertemunya sekarang sih saat hatiku telah jatuh untuknya," pikir Morgan yang sudah merasakan getaran aneh di hatinya tapi dia tidak bisa berbuat apapun.


"Sipa.. aku pulang deh, gak ada yang perlu diomongin kan tentang bisnis? Aku malas dan mau tidur aja di rumah." Ujar Morgan setelah bertemu Syifa lagi di pesta itu.


"Iya deh, yang penting udah tulis nama dan setor muka, padahal belum kenalan sama Mr. Wang itu loh.." Tunjuk Syifa ke arah Nicho dan disana juga ada Hazel dan anak-anaknya. Morgan mendengus kesal melihat mereka ada rasa cemburu melihat Hazel yang bersama suaminya.


"Dah.. aku pergi." Morgan melambikan tangannya lalu meninggalkan Syifa yang masih bersama beberapa teman dan rekan kerjanya disana.

__ADS_1


"Apa ini karma karna aku selalu memainkan perasaan wanita? Tapi kan mereka yang mendekatiku..aku hanya menikmati saja begitu di puja-puja oleh mereka," pikir Morgan sambil menyetir untuk kembali ke rumah saja


TBC~


__ADS_2