The Girl'S Mom And Berondong

The Girl'S Mom And Berondong
BAB 13 - Menunggu Jandanya


__ADS_3

"Evander!" Teriak Morgan begitu Evan lewat di depannya, "Van udah belum?" Lanjutnya dan Evan berhenti dan menoleh ke arah suara itu.


"Ah kau disini rupanya, aku mencarimu dari tadi." Evan berhenti di meja yang di tempati Morgan.


"Aku pindah kesini tadi karna ada tamu, biasalah wanita yang hanya mau main, hehehe..." Morgan lalu bergerser agak ke dalam agar tidak terlihat orang karena mereka ada di ruangan outdoor.


"Huh.. aku udah cari informasinya tentang masa lalu Hazel ini baca sendiri." Evan memberikan laptopnya dan Morgan tercengang melihat foto yang di cari oleh Evan.


"Kau mau mati ya? Kenapa foto ini yang kau pakai." Bentak Morgan tak terima karena foto Hazel disana sangat sexy, menggunakan lingerie hitam hampir menunjukan semua lekuk tubuhnya.


"Sabar bro, itu kan hanya foto.. kau berlebihan lagian foto itu banyak di internet loh apalagi di online shop yang menjual merek baju itu." Ujar Evan dan Morgan pasrah saja karena memang benar, karir model Hazel dulu diawali dengan jadi model lingerie ini sebelum merek ini terkenal seperti sekarang.


"Hm.. umurnya udah 29 nih, wah aku jadi berontong tampan dong.. hehehe." Ujar Morgan membaca informasi yang diberikan Evan, masih normal yang dia tau dari Tatiana juga sama dengan ini.


"Loh, ayahnya di penjara London? Kok bisa?" Tanya Morgan setelah membaca sedikit kebawah lagi.


"Iya dan Nicho yang masukin dia ke penjara. Ayahnya asli Brazil dan ibunya Indonesia Inggris, makanya Hazel cantik dan sexy nya poll ga ada lawan bro.. tapi yah itu aku periksa agak aneh di kasus Pablo itu, kaya ada yang janggal tapi belum nemu soalnya dia tidak terbukti bersalah di pengadilan Indonesia karna temannya yang mencuri dan dia sama sekali gak ada kaitannya cuma disuruh ganti rugi hampir 1 juta dollar, trus masa gitu aja hukumannya 10 tahun, gak logika." Sambung Evan.


"Jangan-jangan.. Hazel.."


"Ya aku juga mikir gitu, Hazel pasti terpaksa nikah sama Nicholas itu, soalnya dari zaman mereka kuliah, Nicholas udah ngejer-ngejer Hazel tapi ditolak terus, malah pacarannya sama Juan Ignatius. Lalu Hazel hamil anaknya Juan dan itu terjadi pas pesta kelulusan mereka di salah satu rumah temannya, Juan ngambil secara paksa. Nah Hazel hamil kan ya.. minta tanggungjawabnya Juan tapi dia gak mau karna Hazel dituduh tidur dengan banyak pria setelah itu, tapi dari keterangan teman-teman Hazel itu semua gak bener, Hazel hanya keluar pas mencari Juan, setelah kejadian itu dia sama sekali gak keluar rumah untuk main atau ketemu temannya."


"kayanya kau harus cari informasi lagi yang akurat nih, kamu cek lagi Pablo ini di penjara mana dan tuntutannya apa aja? Ini gak bener, kasian Hazel, lagian kalo Nicho memang dari dulu ngejar Hazel kenapa sekarang malah nyakitin dia mulu dah.. aneh."


"Itu mungkin bukan cinta lagi bro tapi obsesi dan kegilaan, aku yakin Hazel sama sekali ga cinta sama suaminya, mau nikung?"


"Kalo bisa.. tapi harus pastiin dulu Hazel kenapa mau nikah sama orang gila kaya gitu."


"Iya deh aku cari tau Pablo dulu klo gitu."


Morgan masih membaca informasi yang diberikan Evan sambil memandangi foto sexy Hazel yang di sematkan di beberapa informasi di layar laptop itu. Dia harus segera bertindak jika harus mendapatkan Hazel untuk menyelamatkannya dan anak-anaknya yang juga sepertinya menderita disana.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Rumah keluarga Wang,


Makan malam hari ini begitu meriah karena Merry sangat senang melihat Nicho dan Oliv yang sudah tinggal dalam 1 kamar dan meninggalkan Hazel.


"Nicho, kau harus segera menikah dengan Oliv begitu dia hamil anak lelaki ya dan ceraikan Hazel." Titah Merry. Oliv tersenyum senang dan Hazel hanya diam saja begitu juga Nicho yang sudah mulai bosan dengan Hazel, tidak seperti Oliv yang begitu liar dalam memuaskannya.


"Mama, jangan bicara begitu gak enak sama Hazel." Ucap Oliv dengan nada sedih.


"Jangan pikirkan dia, aduh kamu ini terlalu baik hati." Merry mengelus lembut tangan Oliv yang akan menjadi menantunya sebentar lagi.


"Tapi mama yang sabar ya, aku besok akan ke Kalimantan dulu untuk urus kerjasama dengan pertambangan berlian disana, cuma 2 hari kok." Ucap Oliv dan Merry tentu tidak keberatan.


"Setelah kembali, mama akan siapkan pesta pernikahan kalian deh, gak perlu tunggu sampai hamil mama yakin kamu akan memberikan cucu laki-laki."

__ADS_1


Oliv tersenyum mendengarnya dan dia benar-benar merasa menang dari Hazel yang sebentar lagi akan di depak dari keluarga Wang dan menjadi gelandangan atau kembali jadi model sexy dan ******. "Baiklah ma, aku ikut saja."


Makan malam selesai, semua orang telah masuk ke kamar masing-masing kecuali Hazel yang sedang menyiapkan bekal untuk Amber besok, tiba-tiba Oliv muncul lagi disana.


"Hazel, sepertinya kamu sebentar lagi akan kehilangan status sebagai Nyonya Wang, kasihan sekali yah.." Ucap Oliv dengan tatapan kasihan yang dibuat-buat untuk mengejek Hazel.


"Gak apa-apa Oliv, aku serahkan dengan iklas untukmu. Permisi.." Ucap Hazel lalu kembali ke kamarnya.


CK.. mau bikin dia kesal dan menderita kok ga bisa sih.." Kesal Oliv sambil menghentakkan kakinya.


"Nona Oliv, kalau untuk membuat Hazel menderita caranya bukan begitu.." Ujar pelayan yang akrab dengan Oliv itu.


"Trus gimana?" Tanya Oliv memandang kesal padanya.


"Anak-anaknya, itu yang akan membuatnya menderita Non.. percayalah, Hazel sama sekali tidak mencintai Tuan, jadi pakai anak-anaknya dia akan nangis darah."


"Wow kamu pintar, ini untukmu." Oliv memberikan gelang yang diapakainya untuk pelayan itu lalu pergi sambil memikirkan rencana hebat yang akan membuat Hazel nangis darah.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Makan malam di keluarga Hastanta seperti biasa sangat ricuh dengan canda tawa, tapi kali ini berbeda karena Damian telah menikah dengan Yana, semua tampak biasa saja dan bahagia tapi itu semua sirna karena Morgan.


Morgan lagi ngejer seseorang." Ujar Morgan dan Lusia kembali menatapnya tajam.


"Morgan, kamu itu jangan bikin anak gadis orang nangis lagi.. kasian mereka." Lusia kembali menasehati dan Morgan masih dengan santai menikmati makan malamnya.


"APA?" Semua orang terkejut memandanginya dengan tak percaya. Lusia menepuk dadanya dan Ken mengelus punggung istrinya yang terkejut.


"Morgan!! Mami gak mau kamu jadi pebinor ya!" bentak Lusia pada anaknya.


"Tenang mami, Morgan lagi tunggu jandanya kok.. Morgan cuma masuk untuk cari celah dan kesempatan jadi Morgan hanya bertindak cepat. Gak mau kaya bang Dami dan bang Fano, lama." Jelas Morgan dan getokan sendok mendarat lagi dikepalanya hadiah dari Damian dan Fano.


"Duh, kak.. gimana anak kamu itu, liat 2 abangnya setia banget kenapa dia gitu sih!" Keluah Lusia ke Ken dan suaminya itu juga bingung dengan kelakuan anak bungsunya. Sedangkan Tatiana sepertinya tau siapa yang dikejar oleh Morgan.


"Jangan bilang kalau dia..."


"Yup betul." Morgan sudah memotong dan Tatiana tampak menghela napasnya.


"Kenapa Ana? kamu kenal siapa wanita itu?" Tanya Lusia dan Tatiana mengangguk.


"Dia sangat kasihan mi.. Morgan kalau kamu main-main jangan ganggu dia, mereka sudah sangat menderita dan jangan tambahin lagi." Tegas Tatiana dan Morgan malah tersenyum lebar mendengar nasihat kakak perempuan satu-satunya itu.


"Mereka? apa lagi ini?" Lusia sudah bingung dan makan malam itu terasa hambar buatnya.


"Duh mami, dia teman model Ana dan kasihan sekali dia. Diperkosa sampai 2 kali." Ujar Tatiana.


.

__ADS_1


.


Lusia menarik napasnya dalam-dalam untuk menenangkan hatinya. "Morgan Ana ikut mami." Titahnya dan kedua anaknya itu mengikutinya dari belakang, Ken juga akhirnya ikut.


"Jelaskan." Perintah Lusia menatap ke Morgan dengan mata tajamnya.


"Mami, namanya Hazel dan dia udah punya 2 anak."


"What??" Kini Ken yang memekik terkejut.


"Denger dulu papi... jadi anak pertamanya itu hasil dari perkosaan oleh pacarnya sendiri trus anak keduanya dari suaminya yang sekarang tapi sepertinya dia menderita. Kak Ana lanjutkan.." Pinta Morgan pada kakaknya.


"Jadi mi, Hazel dulu tuh model pakaian dalam lingerie, dia menekuni model itu untuk biaya anaknya trus di rekrutlah masuk ke Bellatrix makanya Ana kenal dengannya tapi dia hanya bertahan 1 tahun pas karirnya naik dia menikah tapi Ana dengar karena terpaksa dengan ancaman." Jelas Tatiana, Lusia mengerutkan dahinya.


"Ancaman?"


"Iya, Morgan uda selidiki dan ayahnya Hazel ada di penjara, tuduhannya ga jelas tapi dia dapat hukuman 10 tahun dan ini udah jalan tahun ke 4 dan Hazel itu di siksa oleh suaminya." Sambung Morgan.


"Iya mi, waktu dia hamil anak ke 2 aja Ana yang bantu dia, habis di siksa sama suaminya pendarahan dan sendirian dikamar, rumah mereka gak ada pelayan 24 jam dan dia pingsan di kamarnya, untung sebelum itu dia sempet telepon Ana makanya dia dan kandungannya selamat."


"Kok kakak ga cerita?" Tanya Morgan karena dia sama sekali tidak tahu tentang hal ini.


"Lah waktu itu kamu kan belum kenal Hazel, baru juga beberapa bulan ini kan kenalnya.."


"Oh iya, lupa.."


"Tapi tetap aja, dia itu istri orang..." Lusia menekankan.


"Iya mamiku yang cantik, Morgan hanya pendekatan dan kasih perhatian aja dikit-dikit sambil akan bantu ayahnya keluar dari penjara." Ucap Morgan menenangkan Lusia.


"Tapi kenapa dia bodoh sekali mau aja disiksa suaminya dan gak kabur?" Tanya Ken dan itu juga yang ada di pikiran Lusia.


"Gak bisa papi, pernah dulu waktu awal nikah dia kabur tapi waktu tertangkap lagi dia diancam, ada video ayahnya di penjara sedang di pukuli habis-habisan makanya dia bertahan sampai sekarang." Jelas Ana yang tau betul bagaiman kehidupan Hazel.


"Mami ga masalah kamu mau dengan janda, gadis, atau siapapun tapi jangan main curang, kalau dia resmi cerai kamu deketin, mami gak akan larang tapi selagi dia masih istri orang, jangan Morgan." tegas Lusia menatap mata Morgan.


"Iya mami, Morgan tau makanya harus cari tau dulu kebenarannya dari ayahnya Hazel baru bisa nolong, kalau uda, minta tolong kak Ana buat bujuk Hazel biar cerai, aku akan menunggu jandanya saja, apalagi kalau mami lihat 2 anaknya duh.. cantiknya pake banget mi.."


"Terserah kamu, papi juga ga akan melarang kalau nikahnya dengan janda, itu pilihan hidupmu dan kamu juga sudah dewasa dan papi gak akan ikut campur." Sambung Ken dengan tersenyum, dia percaya Morgan akan melakukan yang terbaik.


"Duh, kamu nih selalu bikin mami pusing dari kecil.." Keluh Lusia dan Morgan segera memeluknya.


"Jangan peluk istriku Morgan.." Sergah Ken kesal, dia tidak suka anak-anaknya memeluk Lusia.


"Idih.. papi masih cemburuan, sini Ana aja yang peluk." Ana memeluk Ken dengan manja karena Ken memang paling sayang padanya.


TBC~

__ADS_1


__ADS_2