The Girl'S Mom And Berondong

The Girl'S Mom And Berondong
BAB 30 - Melamar Hazel


__ADS_3

"OMAAA!!" Teriak Amber dan Ruby bersama, Lusia memeluk mereka berdua lalu membawa mereka ke area taman bermain yang telah dibangun Ken bulan lalu untuk cucu-cucunya.


"Kalian main dulu ya.. oma mau kedalam sebentar." Lusia mengelus Ruby dan dia mengangguk. Area taman belakang sangat aman dan ada pengawal juga yang membantu memperhatikan mereka dari jarak 5 meter karena tau Ruby tidak suka dengan orang asing.


"Duduk dulu." Titah Lusia dengan ketus lalu memberikan hapenya pada Morgan.


"Loh.. kok ada berita begini?" Tanya Morgan heran, dia melihat Shenna dan dirinya di artikel sebuah majalah online yang lumayan terkenal dengan gosip murahannya. Hazel mengintip sebentar dan melihat judul artikel itu membuatnya gelisah.


"Jelaskan pada mami?"


"Mami, tadi tuh Morgan duduk di cafe sendirian dan nunggu Hazel, lalu Shenna datang langsung duduk disana, hanya sebentar kok terus dia pergi lagi dan Morgan gak ada ramah-ramahnya sama dia." Jelas Morgan tapi Lusia tetap kesal karena dia sangat tidak suka dengan Shenna yang terobsesi dengan Morgan.


"Benar Hazel?" Tanya Lusia tapi Hazel malah bingung karena dia tidak tau kalau Morgan menunggunya.


"Hazel ga tau tante karena Hazel pulang kerja itu langsung turun karena ada janji dengan anak-anak." Jawab Hazel jujur.


"Loh mba Lia ga sampaikan pesanku dari Leo?" Tanya Morgan dan Hazel menggeleng.


"Mami, bener deh.. hapeku tinggal di kantor bang Dami trus dari siang Morgan di kantornya Leo, kalau mami ga percaya telepon saja anak itu." Jelas Morgan lagi dan akhirnya Lusia percaya.


"Baiklah mami percaya, tapi jangan sekali-kali kamu menjalin hubugan dengan Shenna atau mami nikahkan kamu dengan wanita lain secepatnya." Ancam Lusia, bukan hanya Morgan yang terkejut, Hazel juga terkejut mendengar ancaman itu.


"Ya ampun mamiku yang cantik.. Morgan ga pernah ada hubungan apa-apa sama Shenna sejak dulu atau sekarang dan nanti, gak akan mami."


"Ya terserah.."


"Tapi kalau mami mau nikahkan Morgan boleh sih.."


Hazel menatap Morgan dan rasa itu datang lagi, kegelisahan dan tidak nyaman.


"Maksudmu?" Lusia mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Yah kalau mau nikahkan Morgan boleh saja, tapi maunya nikah sama Hazel." Jawabnya.


"Huh.. itu maunya kamu, Hazel mau gak?" Lusia menatap Hazel yang juga sedang melihat ke arah Morgan. Tiba-tiba hatinya jadi tenang mendengar kalimat terakhir itu.


"Gimana cantik, mau ga nikah sama anak bandel ini?" Tanya Lusia lagi dan Morgan sudah trsenyum bahagia.


"Mami memang hebat, langsung tanpa aba-aba melamar Hazel untukku." Batin Morgan.


"Hm.. aku.. mm... tapi ini terlalu cepat, aku harus berpikir dulu tante." Jawab Hazel ragu.


"Statusku sudah janda, 2 anakku dari 2 pria yang berbeda, aku takut akan membuat keluarga baik ini jadi tercoreng," Batinnya lagi.


"Pikir apalagi sayang.. kau gak rindu padaku 2 minggu ini? Aku sangat merindukan kalian." Ujar Morgan lembut, mereka saling pandang lama. Lusia yang tau ini akan jadi drama romantis memilih pergi menyusul cucu-cucunya apalagi tadi dia dengar kalau Jarred dan Darren sudah turun juga untuk bermain.


"Tapi ini ga bisa diputuskan begitu saja Morgan, apa kata orang kalau kamu yang masih single dan tampan juga anak dari keluarga terpandang menikah denganku, janda anak 2, dari 2 pria berbeda mereka akan menghujatku habis-habisan." Jelas Hazel tapi Morgan malah tersenyum senang mendengarnya.


"Jadi menurutmu aku tampan?" Tanya Morgan dan Hazel langsung mengangguk. "Makanya harusnya kamu yang cocok dengan pria tampan ini." Sambungnya.


Morgan menindihnya, "Kamu itu sangat cocok denganku, wanita cantik dan sexy sangat serasi dengan pria muda yang tampan, berondong tampan ini akan jadi pria ke3 mu Hazel dan yang terakhir, aku sudah 27 tahun sekarang." Bisik Morgan sambil membelai lembut seluruh wajah Hazel dengan jari tangannya lalu perlahan dia mendaratkan sebuah kecupan di kening Hazel dengan lembut dan lama.


"Oh Tuhan.. perasaan ini, bibirnya ini, kenapa sangat hangat dan membuatku lemas," batin Hazel.


Morgan dengan cepat menyudahi kecupannya lalu menyambar bibir Hazel yang sangat sexy dengan ciuman lembut tapi menuntut, ciuman yang sangat lama dan membara membuat Hazel tidak bisa berbuat banyak, dia terlena dan bahkan membalas pagutan itu. Mereka berdua ternyata sangat ahli dalam berciuman. Morgan si playboy yang sudah fasih berciuman dan Hazel yang sudah pernah menikah jadi mereka seakan saling memberikan ciuman terbaik untuk saling memuaskan.


Morgan melepaskan pagutannya dan mereka saling menghirup udara yang sejak tadi tertahan karena asik berciuman, Hazel yang telah lama tidak merasakan ciuman mesra dan bergairah membuat tubuhnya hangat.


"Ini ciuman terhebat yang pernah aku rasakan bahkan ciuman pertamaku dengan Juan dulu tidak ada apa-apanya," batin Hazel.


Morgan kembali menciumnya dan kali ini lebih lembut dan dengan penuh cinta, sekali lagi Hazel pasrah atas perlakuan Morgan dan dia juga menikmati.


"Astaga kalian..."

__ADS_1


Morgan terkejut dengan suara yang dia kenal, "Abang ngapain sih ganggu aja." Keluh Morgan dan dia naik dari atas tubuh Hazel yang sejak tadi dia tindih, begitu juga Hazel yang sangat malu karena kepergok begitu oleh Damian dan Fano. Dia memilih berlari pergi dengan wajah memerah untuk menyusul anak-anak.


"Kamu itu yang gak sadar tempat, ini ruang tamu di depan pintu utama siapapun bisa masuk kemari. Untung abang yang datang, kalau mami, kalian pasti dinikahkan besok." Ujar Fano kesal melihat Morgan yang suka nyosor tidak tau tempat.


"Bang, Morgan akhirnya bisa meluluhkan hatinya dan kalian mengganggu, lagian tadi juga mami sudah lamar Hazel untuk Morgan kok, hampir saja dia terlena dan bilang iya, kalau abang ga ganggu." Jelas Morgan dengan kesal dan Damian juga Fano akhirnya tertawa mendengarnya.


Mereka telah menggagalkan rencana si bungsu dengan ciuman dahsyatnya untuk menjerat Hazel agar wanita itu bilang 'iya' tapi semua sia-sia.


"Ya udah nanti aja lagi, yang penting dia gak nolak dicium kan?" Tiba-tiba Ken sudah ada di antar mereka.


"Loh kok papi tau?" Tanya Morgan heran, Ken lalu duduk disampingnya di ikuti kedua abangnya juga duduk di sofa depannya.


"Papi dari tadi liat ciuman panas kalian disana." Ken menunjuk sebuah ruangan tepat di sebelah ruang tamu itu.


"Papi ngintip ya? Iiihh.. " Pekik Morgan kesal dan dibalas tawa oleh semua yang ada disana.


"Ikuti saran papi, Hazel sebenarnya sudah mulai cinta sama kamu tapi dia mungkin takut, sama dengan mami kalian dulu akhirnya papi nyosor terus dan papi jebak mami agar nikah sama papi hehehe.." Jelas Ken yang malah membuat ketiga anaknya menggeleng.


"Mami beda dengan Hazel pi.. mami masih single dan Hazel mungkin masih ragu, apalagi dia pernah disakiti, dia di paksa oleh pria yang dia cintai lalu suaminya juga jebak dia agar nikah dan disiksa, kalau Morgan melakukan hal yang sama maka takutnya Hazel akan pergi pi." Jelas Morgan tapi Ken tidak setuju.


"Bukan begitu Morgan, kau bisa jebak dia dengan cintamu agar dia gak bisa pergi sama sekali. Tadi papi lihat wajahnya berubah kesal saat kalian sebut nama Shenna, berati dia sudah cemburu, ngerti kan?" Morgan mengangguk dan dia punya rencana luar biasa agar Hazel tidak akan bisa meninggalkannya.


"Morgan mengerti pi, tenang saja Morgan sudah punya rencana. Bye.. Morgan mau main dulu dengan calon istri dan anak." Morgan meninggalkan mereka dan menuju taman belakang untuk bermain dengan Hazel dan anak-anaknya.


"Loh papi juga mau kemana?" Tanya Damian melihat Ken yang baru saja berdiri.


"Papi juga mau main sama calon cucu cantik, kalian sih ga bikinin cucu perempuan yang lucu dan cantik." Keluh Ken membuat 2 anaknya mengerutkan kening.


"Tenang pi, Fano rencananya mau program anak kedua setelah J setahun." Ujar Fano lalu menyusul Ken untuk kumpul bersama.


TBC~

__ADS_1


__ADS_2