The Girl'S Mom And Berondong

The Girl'S Mom And Berondong
BAB 6 - Melahirkan


__ADS_3

Hazel ditinggal sendirian di kamarnya, kandungannya sudah 9 bulan dan hanya Amber yang menemaninya kalau malam, setelah semua pelayan pulang mereka akan dikamar dan bermain bersama.


Nicho sudah 1 bulan ini berada di London untuk bertemu Oliv dan mengurus masalah Visanya yang tidak kunjung diberikan karena Oliv sempat membuat masalah serius di bulan terakhirnya di negara ini hingga dia masuk dalam daftar blacklist.


Dengan bodohnya dia memukul seorang office girl yang tidak sengaja menumpahkan kopi ke gaunnya sampai korban menderita luka jahitan yang cukup banyak dikepalanya akibat dipukul pakai gelas keramik oleh Oliv.


Sedangkan Merry sudah seminggu ini kembali ke HK untuk mengurus masalah bisnis, tinggallah Amber yang menemani Hazel dan dia sudah diajari untuk menelepon Tatiana jika Hazel kesakitan atau tertidur lama.


Dan itulah yang dia lakukan saat ini, Hazel sedang kesakitan dan Amber yang sudah paham langsung mengambil hape Hazel dan tekan nomor 1 dan hijau. Tatiana yang siaga langsung datang bersama ambulance dari RS Acher jadinya Nicho dan Merry tidak akan mengusik Hazel sampai dia pulih.


"Hazel.. kau sudah sadar.." Tanya Ana yang melihat Hazel mengerjabkan matanya beberapa kali, setelah melahirkan anaknya dengan normal Hazel kelelahan dan pingsan.


"Anakku mana Ana.. Amber.." Tanya Hazel dengan suara masih lemah.


"Anakmu masih di ruangan bayi sebentar lagi suster akan membawanya aku sudah menekan bel, Amber sedang tidur di sofa sana." Jawab Ana dan Hazel terlihat bingung dengan kamar mewah yang disediakan Ana untuknya.


"Terima kasih Ana.." Ucap Hazel dan Ana menggeleng dan tersenyum pada Hazel yang masih terlihat lemah, kata dokter anaknya sangat kecil dan seperti kekurangan gizi tapi masih sehat.


"Aku sudah menyuruh dokter pasang spiral agar kau tak hamil lagi, suamimu itu gila dan berbahaya kalau hamil lagi kau akan semakin menderita Hazel." Jelas Ana dan Hazel memang ingin memasang alat KB tapi dia tidak bisa keluar sebelum hamil ini, untung saja Ana mengerti dan telah melakukannya duluan tanpa Hazel memintanya.


Suster membawa bayi mungil itu ke pangkuan Hazel yang sudah menangis haru melihat bagaimana bayi mungilnya bisa bertahan selama ini dengan kekejaman suaminya.


"Aku akan berikan dia nama Ruby, dia sangat indah seperti batu Ruby dia akan menjadi anak yang kuat dan berani." Hazel mencium Ruby berkali-kali, meskipun ayahnya jahat tapi dia akan mendidik Ruby dan menjadikannya anak baik dan pemberani.


Ana membiarkan Nicho membawa pulang Hazel setelah 2 minggu di RS Acher dan benar saja Nicho dan Merry tidak berani berbuat apapun di RS ini karena mereka tidak ingin menciptakan masalah dengan keluarga Sadana dan Hastanta yang menjadi pemilik nomor 1 kerajaan bisnis di Asia saat ini.


"Ah dan 1 hal lagi.. apakah keluarga Wang tidak cukup uang untuk menyewa pelayan? Atau rumah kalian terlalu kecil? Aku akan belikan rumah baru beserta pelayan jika kalian tidak mampu." Ujar Ana menyindir ibu dan anak itu yang sedang menunggu Hazel bersiap untuk pulang.


"Tidak perlu nona Tatiana, kami telah menyiapkan pelayan untuk membantu Hazel di rumah jadi anda jangan cemas." Tolak Merry dengan tidak enak, mereka bukan dari keluarga miskin tapi Merry memang sengaja agar kelakuan putranya tidak diketahui orang luar.

__ADS_1


Sedangkan Nicho memilih keluar dari ruangan itu karena dia tidak sabar dengan Hazel dan juga emosi dengan perkataan Tatiana yang menyindirnya.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


"Kau berani mengadukanku pada Tatiana! Aku pastikan kau tidak akan pernah keluar lagi dari rumah ini ataupun berhubungan dengannya, camkan itu!" Bentak Nicho sambil menjambak rambutnya kuat, setelah mereka sampai dirumah sewaktu Hazel masuk ke kamar Amber dan juga Ruby.


Oeekkk!!!


Ruby menagis keras begitu Nicho melepaskan tarikan rambutnya pada Hazel, "CK.. berisik sekali, diamkan dia! Kau jangan masuk ke kamarku sebelum dirimu bersih, jadi kau tidur saja disini sampai kau bisa melayaniku lagi dan kembalikan bentuk tubuhmu seperti semula." Bentak Nicho lalu keluar dari kamar anak itu dan pergi lagi mencari wanita diluar.


Hazel merasa lega karena dia akan tidur di kamar Amber dan menjaga Ruby, tidak perlu melihat Nicho yang semakin hari semakin membencinya.


"Entah kapan ini akan berakhir ya Tuhan.." Batin Hazel, tapi dia tidak akan menyerah, "Aku harus kuat demi Amber dan Ruby, demi ayah juga dan ayah."


Ucapnya dalam hati lalu merebahkan dirinya disamping Ruby. Hazel juga sedang memikirkan cara agar Amber bisa segera sekolah, anak pertamanya sudah cukup umur untuk masuk TK dan dia sedang memikirkan caranya untuk mengatakan pada Nicho agar bisa memasukkan Amber ke sekolah terdekat saja.


Merry pergi duluan pagi itu untuk bertemu rekan bisnisnya dan Nicho masih duduk dan menikmati sarapan, dia menyuruh Hazel duduk juga dan menemaninya disinilah kesempatan Hazel membujuk Nicho agar mengizinkan Amber sekolah.


"Hm.. Nicho, aku ingin minta tolong." Ucap Hazel pelan, dengan perasaan takut dia mengutarakan keinginannya.


"Ada apa?" Ketus Nicho yang masih makan.


"Aku ingin minta tolong, Amber sudah cukup umur untuk masuk TK, apakah kau bisa bantu?" Tanya Hazel, Nicho menghentikan makannya dan meminum jusnya.


"Tidak perlu sekolah mahal, yang biasa saja dekat sini." Sambung Hazel tapi itu malah membuat Nicho marah.


"Kau kira aku gak sanggup membiayai dia sekolah di tempat mahal!! Kau menganggap aku apa ha!?" Bentak Nicho membuat Hazel terkejut, dia tidak berani menatap wajah Nicho yang sudah berubah dingin dan menyeramkan.


"A a ku.. tidak mau menyusahkanmu lagi pula mama pasti ga setuju kau membiayai Amber." Sambung Hazel dengan gugup.

__ADS_1


"Itu urusanku, aku gak mau temanmu itu merendahkanku, mulai sekarang akan ada pelayan disini 24 jam, Amber masukkan dia ke sekolah terbaik dan kau urus keperluannya jangan sampai orang luar mengira aku gak sanggup membiayai kalian. Tapi ingat jangan berbuat macam-macam diluar atau ayahmu akan merasakan akibatnya." Ancam Nicho lalu dia pergi sambil meninggalkan kartu ATM-nya untuk Hazel.


"Pin nya hari ulangtahunku." Ujarnya sambil lalu.


Hazel tersenyum lega, dia mengambil kartu ATM itu lalu sepiring sarapan dan berlari ke kamar Amber untuk memberitahu putrinya agar bersiap untuk masuk sekolah sebentar lagi.


"Amber, masih ingat kan yang mama ajarkan? Minggu depan kau akan masuk sekolah dan punya banyak teman ya, ingat jangan nakal dan ikuti apa kata guru nanti di sekolah." Ucap Hazel dan Amber mengangguk sambil mengunyah makanannya.


Hazel selalu mengajari Amber sejak dia sudah mulai bisa bicara, apalagi hampir 2 tahun ini mereka selalu dirumah dan untuk membuang rasa sepi dan bosan Hazel selalu mengajari Amber mengenal huruf dan angka, bahkan Amber sudah bisa menulis namanya sendiri dan berhitung.


Hazel dan Amber bersiap akan pergi ke sekolah untuk mendaftar, dan Hazel memilih TK terbaik di kota itu dengan biaya yang lumayan mahal dan dia akan membayar langsung setahun kedepan agar tidak ada masalah jika mertuanya kembali.


"Nona Hazel, Tuan berpesan anda akan diantar dengan supir dan tidak boleh kemanapun selain ke sekolah dan antar jemput nona kecil setiap harinya. Silakan." Ujar pelayan baru yang dipekerjakan Nicho di rumah untuk memantau Hazel.


"Iya, saya titip Ruby ya mba.. tolong jaga dia kami hanya sebentar." Pesan Hazel dan membawa Amber naik ke mobil untuk menuju sekolah. Amber terlihat sangat senang karena sudah lama dia tidak keluar dengan bebas seperti ini.


Setelah menyelesaikan pendaftaran dan pembayaran Hazel langsung kembali, ditangannya sudah ada tas sekolah, buku dan seragam serta keperluan Amber, dia membeli semuanya di sekolah karena tidak diperbolehkan keluar oleh Nicho. Sedangkan keperluan lainnya dia akan titip pada Ana karena dia bilang akan mengunjunginya besok siang.


"Amber.. sayangnya mama, seneng gak tadi di sekolah?" Tanya Hazel sembari mendudukkan Amber di pangkuannya.


"Seneng.. banyak teman dan mereka suka sama Amber ma, kata mereka Amber cantik." Jawab Amber yang sudah pintar bicara meskipun dia baru 5 setengah tahun saat ini.


"Nanti sekolahnya sendiri ya.. mama cuma antar kaya tadi." Amber mengangguk, anak pintar ini entah kenapa sejak dulu sangat baik dan pengertian meskipun sering ditinggal kerja oleh Hazel bersama pengasuh tapi tidak pernah rewel sama sekali.


Nicho tidak pulang dari kemarin dan Merry malah berada di rumah terus sampai membuat Hazel pusing dengan ocehannya yang tidak terima Nicho mengeluarkan uang banyak untuk sekolah Amber yang masih TK, belum lagi Nicho menyiapkan pelayan 24jam dan mobil beserta supir.


Merry sebenarnya tau alasan Nicho, dia hanya tidak ingin dianggap remeh oleh orang lain, tapi Hazel yang sudah biasa mendengar omelan mertuanya itu selalu diam dan mendengarnya kadang mengangguk pelan untuk merespon agar wanita tua itu tidak semakin marah.


TBC~

__ADS_1


__ADS_2