
Terlihat bukan hanya dia saja yang merasa senang, tetapi kedua orang asing tersebut sangat bahagia, dia merasa jika orang tersebut mengenal baik sang ibu, tetapi dirinya tidak mengenal siapa mereka, dan nampaknya mereka berdua bukan tetangga atau kerabat dekatnya, meski dia tidak tahu apakah sang ibu memiliki saudara atau kerabat terdekat, dan menganggap jika sang ibu anak tunggal, dan sudah tidak memiliki ayah dan ibu, atau hidup sebatang kara dan hanya memiliki hanya dia
"Dokter pindahkan ke ruang VIP" ucap pria paruh baya tersebut
"siapa mereka" gumam Hana dalam hati
"Baik" jawab nya, lalu mereka pun segera memindahkan ke kamar VIP sesuai permintaan
"Kamu pasti lelah dari perjalanan kemari, sebaiknya segera istirahat lah" ucap Wanita paruh baya tersebut yang terlihat masih cantik di usianya yang tidak mudah, dia mengangguk sebagai jawaban
Dia pun mendekati sang ibu yang masih tertidur, dia menggenggam tangan wanita itu dengan lembut
"Eomma maaf kan Hana yang tidak bisa menemani mu setiap saat" gumam Hana dalam hati, dia merasa sangat sedih dan bersalah apa yang terjadi pada sang ibu nya, wanita itu pun mendekati dirinya, lalu memapah nya untuk ke sofa
"Kamu pasti lapar sini makan dulu bersama" ucap wanita asing itu
"Tapi ahjumma" ucap Hana ingin menolak ajakannya
"Kau butuh tenaga untuk menjaga dan kau pasti sangat lapar dari tadi perut mu sudah berbunyi" ucap wanita itu dan dia baru menyadari jika dirinya memang sengaja hanya makan sedikit, karena hari ini dia akan jalan bersama Sehun, dan dia baru menyadari jika dirinya belum memberi kabar lalu dia pun mencari ponsel miliknya tetapi dia tidak menemukan benda kecil tersebut
"Apa yang kau cari kelihatannya sangat penting" ucap wanita itu yang memperhatikan dirinya dari tadi
"Tidak ada" jawab Hana dia teringat jika dia sangat terburu-buru sehingga membuat ponselnya tertinggal di apartemen ketika selesai menerima panggilan tersebut, dan dia berfikir jika menghubungi nya nanti melalui ponsel milik ibunya, dan wanita itu tersenyum, wanita itu sudah menyiapkan makanan untuk dia dan dia pun menerima nya
"Kami belum mengenal kan diri aku Jung Ye In dan dia suami ku Park Chae Ran" ucap Ye In wanita paruh baya tersebut memperkenalkan hubungan dia dengan sang ibu, jika mereka berteman waktu di bangku SMA hingga kuliah setelah wisuda sang ibu nya kembali lagi ke negara nya yang tak lain Amerika, sejak itu mereka tidak pernah bertemu lagi dan tidak pernah berkomunikasi, dan wanita itu hilang seperti di telan bumi, dan kini dia tiba-tiba datang ke Korea, dan menemukan teman lamanya
"Eomma mu dulu siswa baru di sekolah, dia banyak yang mengagumi akan kecantikannya karena wajah oriental bule, dia sangat pendiam tetapi dia murid yang sangat jenius, banyak yang mendekati dia tetapi dia selalu dingin, tetapi aku mencoba untuk mendekati dia pun mau menerima ku sebagai sahabat nya, hingga kami duduk di bangku kuliah yang sama" ucap wanita itu
__ADS_1
"Dan berkat Eomma mu juga kami di pertemukan hingga sekarang" timpal pria paruh baya tersebut, kini dia pun tahu hubungan mereka sangat dekat, dan dia pernah mendengar kan cerita jika sang ibu memiliki dua sahabat, satu sahabat wanita nya dan yang satu dia pria berbeda usia dengan mereka, dia pun mendengar kan cerita masa lalu sang ibu, dia pun sangat bersemangat mendengar cerita masa lalu sang ibu, yang tak lain wanita itu sangat dingin, dan wanita itu tetap ingin berteman dengan nya meski beberapa kali mendapat penolakan tetapi angin apa yang merasuki nya dan membuat dia menerima wanita itu sebagai sahabat nya, lalu menceritakan awal mula mereka bertemu dan berakhir seperti ini, kemalangan menimpa wanita itu
Dia pun segera berpamitan untuk pergi, mereka mengizinkan dan bersedia menemani sang ibunya
"Selamat sore bisa saya bantu" ucap perawat dengan ramah
"Saya mau membayar biaya pasien atas nama Jung Anastasia" ucap Hana dan dia pun segera mencari pasien atas nama tersebut tidak lama dia pun mendapat nya
"Nona pasien tersebut sudah menyelesaikan semua biaya perawatan" ucap perawat tersebut dan membuat Hana bingung, lalu dia bertanya siapa yang melunasi semua biaya nya tersebut
"Tuan Park Chae Ran beliau lah yang melunasi semua biaya perawatan nya" jawab nya lanjut dan Hana mengangguk sebagai jawaban, dan dia segera menghampiri nya untuk mengembalikan karena dia tidak ingin merepotkan orang lain meski mereka sahabat sang ibu nya, karena sudah bertahun- tahun mereka berpisah
"Terimakasih sudah menemani eomma dan sudah banyak menolong kami" ucap Hana dan sepasang pasutri tersebut mengangguk dan tersenyum
"Jika butuh sesuatu datang lah kepada kami" ucap wanita itu
ketika ingin berbicara seseorang datang memasuki kamar tersebut
"Kau sudah datang pasti lelah perjalanan kesini" ucap wanita paruh baya itu dan segera memeluk pria mudah yang baru datang
"Sepertinya aku mengenal suara itu" gumam Hana dalam hati, yang familiar akan suara tersebut
"Kau pasti lelah putra ku tapi lepas lah masker dan topi mu apa kau tidak lelah" ucap ayah juga memeluk nya, dan pria itu segera melepaskan keduanya
"Hana" ucap pria itu yang mengenal dirinya
"Chanyeol kenapa ada disini" ucap Hana yang mengenali pria itu, dan dia tidak pernah menghubungi siapa pun jika dirinya berada di rumah sakit
__ADS_1
"Aku disini untuk bertemu dengan kedua orang tua ku" ucap Chanyeol dan wanita itu mengangguk paham, jika pria itu adalah putra dari teman ibu nya
"Kalian sudah bertemu" ucap ibu Chanyeol dan keduanya mengangguk bersamaan
"Tidak menyangka jika kalian sudah kenal" ucap ayah Chanyeol
"Ahjumma belum sempat mengenal dia adalah putra kami dan kini dia sedang berada di Seul" ucap ibu Chanyeol mengenalkan putranya, dia hanya mengangguk sambil tersenyum
"Seperti yang di lihat kalian sudah kenal satu sama lain" ucap ayah Chanyeol
"Benar kami satu tempat kerja lebih tepat aku bekerja sebagai asisten mereka" ucap Hana dan mereka mengangguk paham
"Jadi kalian sering bertemu dong" ucap ibu Chanyeol sangat bahagia
"Bagaimana kalau kita mengobrol disana kamu pasti lelah" ucap ayah Chanyeol dan mereka pun setuju
"Ceritakan tentang dia, pasti membuat mu susah jika berkerja dengan dia, jika dia suka membuat mu susah" ucap ibu Chanyeol dan wanita hanya bisa tersenyum, Hana juga menceritakan awal mula dia bekerja dengan Chanyeol
Tiba-tiba ibu Hana bangun dan mereka pun segera menghampiri nya
"Eomma sudah bangun" ucap Hana dan sang ibu hanya tersenyum melihat putrinya kini ada bersama dia, dan melihat kedua sahabatnya yang berada disana di temani putranya karena pria itu sangat mirip
"Bagaimana keadaan eomma apa masih ada yang sakit" ucap Hana dan wanita itu menggeleng kepala sebagai jawaban
"Jika membutuhkan sesuatu katakan lah" ucap ibu Chanyeol
"Tidak aku sudah membaik sekarang" jawab nya, membuat mereka merasa tenang, mereka pun menceritakan semua nya, dan juga hubungan Hana dan Chanyeol di tempat kerja membuat ibu Hana sangat bahagia mendengar cerita tersebut, dan Hana sangat posesif yang tidak ingin lepas dari jangkauan sang ibu nya
__ADS_1
Setiap dokter atau perawat datang dia selalu kekeh menemani dia, dan kedua orang tua Chanyeol masih setia menemani mereka, terlebih mereka sangat perhatian
Dia juga sudah meminjam ponsel milik Chanyeol untuk menghubungi seseorang, dan dia merasa lega setelah mendapatkan kabar dari Hana, pria itu juga kini berada di rumah orang tua nya, dan segera mungkin akan menjenguk ibu hana