The Mafia Queen

The Mafia Queen
sniper


__ADS_3

Setelah mendapatkan penyiksaan dari Keyzia, akan tetapi kedua pria itu masih tetap pada pendiriannya, tidak akan membuka suara atas semua pertanyaan dari Keyzia. Kedua pria itu lah yang mengirim pesan anonim


"Jadi kalian tidak ingin menjawab baiklah" ucap Keyzia dengan senyum devil nya


"Meski kau berusaha menyiksa kami, dan berharap kami akan membuka suara jangan harap nona" ucap pria yang kini berlumuran darah, wajah pucat sedangkan Keyzia lah pelakunya


"Kami berdua tidak akan memberi tahu kepada mu kau berusaha untuk menyakiti kami, karena tahu kau tidak akan membunuh kami karena masih ingin tahu siapa dalang nya" ucap pria yang satunya


"Kau pasti ingin tahu siapa hana, dan apa hubungan kalian berdua, karena kalian tidak berbeda kalian satu" ucapnya sambil tersenyum mengejek membuat tangan kanan Keyzia geram telah mengejek Queen nya, karena dia memang tidak di ketahui oleh siapapun meski Thomas Max Jessica maupun yang lainnya. Jika Keyzia memiliki anak buah yang dia latih secara khusus, dan hanya dirinya lah yang tahu keberadaan mereka, tugas mereka menjadi bayangan dari anak buahnya yang selama ini menjaganya, karena bayangan sehingga tidak ada yang menyadari keberadaan mereka dan hanya Keyzia saja yang mengetahui, dan sebelum nya dia sudah memberi pesan dia akan menghubungi mereka terlebih dahulu, dan penugasan mereka juga khusus, dan sempat hilang komunikasi beberapa tahun, dan mereka tetap setia kepada pimpinannya meski Keyzia sempat hilang jejak


"Apa maksud mu jangan bertele-tele" ucap Keyzia tetapi mereka berdua hanya tertawa dan Keyzia menembakkan tepat di kaki kirinya membuat nya mengerang kesakitan


"Apa kau yakin dengan cara seperti ini membuat kami membuka suara" ucapnya lagi


"Keluarga maupun orang kepercayaan nya saja menutup kebenaran buat apa kau ingin tahu siapa Hana cukup hiduplah sebagai Keyzia Queen mafia" ucap nya penuh mengejek


tepat meski membuat

__ADS_1


"Queen mereka tidak akan pernah membuka suara jika seperti ini sebaiknya kita gunakan rencana B" ucap pria yang tengah menahan amarah, dan Keyzia mengangguk setuju karena dia juga merasa jika mereka berdua sangat setia kepada pimpinannya. Dan anak buahnya memberikan sebuah amplop besar berwarna coklat


"Queen King, beberapa mafionso sudah berada disana untuk memantau" ucap salah satu pria yang berpakaian serba hitam, dan membuat keduanya sedikit berusaha menguping pembicaraan mereka berdua, dan dia hanya mengangguk sebagai jawaban, dia pun mengeluarkan beberapa lembar foto dari amplop yang di tangannya, dan tersenyum smirk begitu pun dengan Keyzia, seperti sangat puas dengan kinerja anak buahnya


"Queen merek sudah berada di tangan kita" ucap nya, dan Keyzia memberikan kode untuk segera melemparkan ke tubuh kedua pria itu, dan beberapa lembar foto terlihat jelas siapa mereka yang berada dalam foto tersebut, membuat kedua mata mereka terbuka lebar


"Kalian tahu siapa mereka" ucap Keyzia dengan suara dinginnya dan senyum devil, senyuman penuh makna kejahatan, membuat mereka bergidik ngeri


"Jangan sentuh istri dan putri ku, mereka tidak tahu apapun aku akan menjelaskan semuanya ku mohon" ucap pria itu yang teramat sangat takut, jika benar anak buah Keyzia nekat akan melakukan sesuatu kepada mereka, sesuai perintah Keyzia sang Queen nya


"Aku tidak ingin mereka keluarga ku terlebih putri ku masih bayi dan istri ku baru melahirkan, dia sangat menyayangi putri nya yang masih bayi" ucap pria itu yang menangis tersedu. Karena takut jika mereka akan melakukan sesuatu kepada istri dan putrinya yang masih bayi


"Kita akan selamat maupun keluarga mu dan keluarga kita, mereka hanya menggertak saja jangan lupa kita masih ada king yang akan melindungi mereka" ucap pria itu meski tahu keluarga nya kini nyawanya terancam dan juga nyawanya juga


"Apa kau yakin jika king bisa melindungi istri dan putri ku sedangkan mereka kini sudah di tangan dia" ucapnya yang jelas bisa membaca situasi, jika anak buah Keyzia sudah berada di dekat mereka, akan tetapi mereka berdua tidak menyadari akan hal itu, jika nyawa mereka sudah berada di tangan Keyzia, dan tidak ada harapan harus membuka suara


__ADS_1


"apa kau lupa jika istri ku juga berada dalam bahaya" ucap pria itu, sedangkan Keyzia hanya tersenyum smirk dan begitupun dengan tangan kanannya, dan juga foto salah satu anak buah Keyzia sudah mengarah kan sniper ke arah mereka, dan dalam hitungan detik dia mampu membunuh mereka tanpa meninggalkan jejak


"kami dulu di tugaskan untuk mencari keberadaan mu, setelah mengetahui jika kau waktu mengalami kecelakaan dan menghilang, kehilangan mu membuat king sangat frustasi dan keluarga mu juga berusaha mencari keberadaan mu di beberapa negara yang mungkin, akan tetapi kami maupun keluarga serta anak buah mu tidak bisa menemukan mu, hingga beberapa tahun lamanya" ucap salah satu dari mereka yang memutuskan untuk membuka suara, karena jika tidak maka nyawa istri maupun putrinya akan melayang dalam hitungan detik, karena karena king


"dan kami menemukan mu dengan identitas baru kepribadian baru, begitupun dengan tuan Damian juga berhasil menemukan mu, saat kau bertemu dengan ayah mu tetapi kau tidak mengenali nya, menganggap dia sebagai orang lain, sejak saat itu mereka memantau dan mencari tahu tentang kehidupan mu yang baru, akan tetapi kau waktu itu tidak mengenali king saat pertama kali bertemu, dan kau juga tidak mengenali anak buah mu, kami diam-diam selalu memantau mu dari kejauhan" ucapnya lanjut mereka menceritakan semuanya, membuatnya terkejut dengan apa yang dia dengar, kini Keyzia merasa telah merasa di khianati bukan hanya ayah dan kakak nya juga Leon beserta orang kepercayaan nya maupun anak buahnya


"tolong jangan pernah kau menyakiti keluarga kecil kami" ucap nya tanpa di hiraukan oleh Keyzia


"Queen kami akan mencari tahu dimana tempat tinggal Queen waktu itu" ucap tangan kanannya, dan dia mengangguk sebagai jawaban, dia pun pergi meninggalkan ruangan tersebut dan menaiki mobilnya keluar dari mansion dan menuju ke suatu tempat, dia kini merasa di khianati oleh orang terdekat nya untuk kedua kali nya dia merasa di khianati, dan kenyataan yang selama ini tidak dia ketahui, dan akhirnya dia pun sampai tempat dimana pernah dia singgahi, dan menemui pemilik apartemen tersebut yang juga masih mengenali nya


"Hana akhirnya kau datang juga aku merindukan mu, karena sudah menikah kau pasti jarang datang kesini, dan jarang bermain bersama teman teman mu seperti dulu" ucap wanita paruh baya yang menyambutnya dengan baik dan juga memeluk nya


"aku sudah mendengar jika ibu mu meninggal maaf aku tidak mengunjungi mu, karena tidak tahu dimana letak rumah suami mu, dan semenjak itu kau juga jarang datang kesini, dan kata teman mu jika kau bersama suami mu berada di luar negeri dan mereka lah yang merawat apartemen mu" ucap nya lagi, membuat Keyzia semakin bingung


"apa kau sekarang sudah kembali lagi kesini, dimana suami mu sekarang kenapa sendirian" ucap nya lagi yang kini menanyakan sosok seorang suami nya, dan dia tidak menjawab dan melainkan meminta kunci cadangan kamar apartemen, dan dia pun memberikan kepada Keyzia tanpa berfikir panjang, karena dia adalah penyewa apartemen tersebut. dia pun segera masuk ke dalam kamar apartemen yang masih terjaga kebersihannya, meski sudah lama tidak ada yang menempati nya, karena masih tersisa dua bulan masa penyewaan nya, dia melihat sekeliling tidak ada foto pernikahan yang terpajang di dinding, dan dia memutuskan untuk memasuki kamar single, yang dia lihat beberapa bingkai foto yang masih tertata rapi, dan dia pun mengambil salah satu, dan memperhatikan di dalam foto tersebut tak lain ada dua wanita dan dua pria, mereka nampak tidak asing bagi Keyzia


"mereka bertiga" gumam Keyzia yang mengingatkan seseorang yang pernah dia temui

__ADS_1


__ADS_2