
"siapa kamu berani sekali mendekati tuan Robert, apa kau tidak tahu jika dia adalah kekasih ku" ucap Clara yang mendorong tubuh Keyzia dan mengenai tembok, kini dia di kelilingi tiga wanita yang tersenyum jahat. bukan Keyzia Howren Wales yang akan tinggal diam kepada seseorang yang ingin menganggu nya
"kekasih" ucap Keyzia dengan senyum mengejek, dan membuat Clara dan kedua teman temannya kesal, dan Clara tidak tinggal diam dia menyuruh Gaby untuk mengambil sesuatu
"kenapa kau takut, sudah terlambat" ucap Maudy dengan senyum jahatnya, ketika mereka terlihat memiliki niat jahat
tidak lama kemudian Keyzia pun keluar dari kamar mandi wanita dengan mulus, tanpa ada luka sedikitpun dan segera menuju ke ruangannya
"nona kemana saja dan ini minuman" ucap Robert
"nona apa yang telah terjadi" ucapnya lagi yang baru menyadari jika pakaian Keyzia masih dalam keadaan basah, dan dia pun segera mengambil kan handuk untuk nya
"kau kembali lah" ucap Keyzia yang menerima handuk dan minuman milik dia taruh di atas meja
"kau menyembunyikan kekasih mu" ucap Keyzia seperti sebuah pertanyaan, dan membuat Robert bingung antara pertanyaan atau sebuah kalimat
"nona pasti sudah tahu kehidupan pribadi saya" ucap Robert yang memang benar adanya, meretas adalah keahlian Keyzia dan juga mereka saling mengenal sudah lama, dan kehidupan Robert masih sama seperti sebelumnya, dia masih belum ingin menjalin hubungan dan Keyzia mengetahui akan hal itu, kehidupan pribadi anak buahnya dan Keyzia memberi isyarat jika tidak ada pertanyaan lagi, dan dia mengangguk hormat lalu keluar
"apa yang terjadi dengan nona" gumam Robert untuk pertama kalinya Keyzia bertanya tentang kehidupan pribadinya, karena dirinya mengetahui jika Keyzia akan mencari tahu informasi tentang nya, dan dia pun segera menuju ke ruangannya
"maaf mengganggu waktunya tetapi ini sangat penting, karena seseorang telah melakukan penganiayaan kepada kami" ucap Clara dengan wajah penuh memar dan bukan hanya dirinya saja, akan tetapi kedua wanita yang berada di sampingnya
"apa maksudnya" ucap Robert dengan tatapan datar, tidak ada rasa empati sedikit pun untuk mereka bertiga, dirinya yang tidak tahu apa mereka lakukan sehingga mendapatkan luka
"seseorang tiba-tiba melukai kami bertiga, karena tidak sengaja menyiram air minum dan mengenai bajunya" ucap Gaby
"maksudnya kami teman Gaby tidak sengaja menumpahkan air minum, dan mengenai baju nya kami sudah meminta maaf tetapi dia sangat kesal" ucap Maudy melanjutkan drama yang telah di persiapkan tadi
"dan dia menyerang kami bertiga meski kami sudah meminta maaf, tetapi dia menyerang kami" ucap Clara dan dia mengangguk mendengar penjelasan dari mereka
__ADS_1
"lalu siapa dia" ucap Robert, pertanyaan nya hanya formalitas saja sebagai wakil pimpinan CEO
"kami tidak tahu siapa namanya, akan tetapi kami masih ingat dengan wajahnya" ucap Clara dan dia mengangguk sebagai jawaban
"segera obati luka kalian" ucap Robert dengan mode datar, dan membuat Clara berbunga-bunga, karena mendapat kan perhatian dari Robert. ketiga nya pun keluar dari ruangan Robert dan menuju ke ruang kesehatan, dan juga mengganti pakaian dengan pakaian cadangan milik mereka
"baik" ucap Robert dan dia pun keluar dari ruangan nya, setelah mendapatkan panggilan
"dimana tuan Robert" ucap Clara yang menghampiri lagi ke ruangan nya, akan tetapi hanya ada petugas kebersihan yang baru saja keluar dari ruangan tersebut
"tuan Robert pergi ke ruangan CEO" ucap petugas kebersihan
"apakah CEO datang hari ini" ucap Maudy dan dia mengangkat bahunya, karena tidak tahu CEO datang atau tidak, karena tidak ada yang tahu wajah asli CEO tak lain pemilik perusahaan ternama tersebut
"tetapi aku melihat jika tuan Robert ke ruangan CEO dengan membawa makan siang" ucap petugas kebersihan tersebut, dan mereka bertiga pun segera menuju ke ruangan CEO, yang berada tidak jauh dari ruangan milik Robert
"ada apa" ucap Robert ketika melihat ketiga wanita itu masuk, ketika dirinya sudah mempersilahkan untuk masuk
"tuan akan makan siang, maaf sudah menganggu waktunya" ucap Maudy yang melihat beberapa makanan yang tertata rapi di meja
"dia yang telah melukai kami tuan, kami berharap dia mendapat kan hukuman yang pantas" ucap Gaby ketika melihat Keyzia keluar dari kamar pribadi nya, dan Robert melihat ke arah wanita itu menunjuk
"atau lebih baik dia di pecat saja dari perusahaan ini, karena sikap nya yang sangat keterlaluan" ucap Maudy yang ikut menunjuk ke arah Keyzia sedangkan diri ya hanya santai
"apa mungkin dia merasa punya kuasa karena memiliki sponsor dari ruang Robert" ucap Clara dengan senyum mengejek, berharap Robert meminta nya untuk menutup mulut, agar tidak ada yang bisa di dengar orang luar dan mau menutup mulut tentang Keyzia, lalu dia mendapatkan keuntungan
"turun kan tangan mu dan jaga sikap kalian, nona maaf" ucap Robert dengan tatapan tajam dan dia menunduk hormat, kini mereka menyadari jika telah mencari musuh yang salah
"jadi wanita itu CEO perusahaan ini" gumam Clara yang masih bisa di dengar, dan kini mereka tidak bisa mengarang cerita lagi, dan kini Robert juga memahami alasan Keyzia basah karena ulah mereka bertiga, jika tahu dia akan mematahkan tangan mereka bertiga karena telah lancang
__ADS_1
"pecat mereka dan blacklist" ucap Keyzia lalu duduk di kursinya, lalu Robert memanggil petugas keamanan untuk mengusir mereka bertiga
"nona maafkan kami" ucap Clara dan ketiga memohon agar di maafkan atas kesalahannya
"jangan pecat kami, atau mem-blacklist dari perusahaan nona" ucap Maudy yang berusaha untuk meluluhkan hati Keyzia
"jika nona mau memaafkan kami bertiga, kami bersedia menyiram air seperti yang tadi" ucap Gaby lalu mengambil air minum yang berada di atas meja, dan keduanya pun mengikuti apa yang di lakukan oleh Gaby
"nona boleh menyiram kan air kepada kami bertiga" ucap Clara dan berharap Keyzia memiliki hati nurani, akan tetapi dia mengiyakan permintaan nya, dan dia tersenyum penuh makna, kini dirinya seperti sedang menonton syuting drama secara langsung, dan mereka bertiga pun menyiramkan air dan membasahi pakaian nya
"apa kami masih bisa bekerja disini nona" ucap Clara, akan tetapi Keyzia menggeleng kepala sebagai jawaban
"aku hanya memaafkan bukan untuk tidak di pecat" ucap Keyzia dengan senyuman menyeringai
"lalu apa yang harus kami lakukan nona" ucap Maudy
"ada satu syarat" ucap Keyzia dan mereka mengangguk setuju apapun syarat yang di berikan oleh Keyzia, mereka akan selalu setuju dan membuat Robert merasa bingung, untuk pertama kalinya Keyzia memberi kesempatan kepada seseorang yang telah mencari masalah dengannya
"aku ingat jika Robert adalah kekasih mu, dan aku akan bertanya kepada nya, apa benar kau bisa kembali bekerja jika tidak maka" ucap Keyzia dengan senyum menyeringai membuat mereka berkeringat dingin, karena ketahuan jika telah berbohong
"Robert apa benar jika dia kekasih mu" ucap Keyzia yang menunjuk ke arah Clara
"tidak nona, saya tidak mengenal dia atau berhubungan dengannya" ucap Robert dengan cepat dan tanpa berfikir
"maaf kan kami nona tuan" ucap Clara
"mohon jangan pecat kami bertiga" ucap Gaby
"kami mohon nona memberi kesempatan kedua" ucap Maudy, dan Keyzia mendekati mereka bertiga
__ADS_1
"jangan pernah menganggu ku atau dia" ucap Keyzia dengan tatapan tajam, dan juga terdengar seperti sebuah ancaman, membuat mereka bertiga bergidik ngeri jika wanita itu bukan CEO biasa
"hidup lah dengan nyaman" ucapnya lagi dan petugas keamanan membawa mereka keluar dari ruangan tersebut