The Mafia Queen

The Mafia Queen
Hana merasa terharu


__ADS_3

Sesuai rencana Chanyeol, yang mengantar kan ke rumah lama Hana, yang jarak nya sedikit jauh dari rumah nya, dan Sehun pun menjemput nya di sana.


"Terimakasih Chan, kau mau minum" ucap Hana menawarkan dia untuk beristirahat sebentar, tetapi dia menolaknya karena dia harus segera kembali ke Seoul dan Hana mengangguk paham, lalu dia pun segera meninggalkan rumah Hana tersebut, dan tidak lama kemudian mobil Sehun pun datang.


Setibanya di Seoul Hana maupun Chanyeol bersikap seperti biasa, tidak ada kecurigaan sedikit pun, hubungan Hana dengan Sehun berjalan seperti dulu. Kini setiap hari libur dia menyempatkan untuk ke rumah orang tua nya, sedangkan Chanyeol dia memilih tetap berada di Seoul, agar tidak ada yang mencurigai nya, Hana pulang untuk melihat kondisi sang ibu nya, dan terlihat wanita itu sangat bahagia, yang sibuk membantu calon besannya, untuk merancang acara pernikahan untuk putri nya, tetapi dia merasa bersalah kepada Sehun, yang telah membohongi dirinya, pernikahan yang akan di selenggarakan di gedung yang di hadiri oleh kerabat keluarga pengantin pria, sedangkan dari bela pihak pengantin wanita yang hanya di hadiri oleh Anastasia, yang tak lain sang ibu dari Hana, sebelum nya mereka berdua melakukan latihan atau gladi bersih, karena mereka berdua tidak ada waktu untuk melakukan hal itu, dan kini ada waktu luang, mereka menyempatkan, dan kini mereka melakukan latihan sebelum acara, Hana sudah menunggu di atas podium, dan Chanyeol berjalan di atas red karpet, yang menuju ke arahnya, terlihat Hana


"Kau gugup" gumam Chanyeol yang hanya bisa di dengar oleh Hana


"Sedikit aku tidak tahu jika rasanya menikah akan seperti saat ini" gumam Hana membalasnya


"Aku takut nanti terjatuh bukan sakit yang kurasakan, tetapi aku takut membuat mu malu" lanjutnya karena dia gugup akan jika menjadi pusat perhatian, terlebih dia tidak pernah menjadi pusat perhatian, berbeda dengan dia, yang sudah terbiasa, meski ini berbeda, dia juga merasa kan hal yang sama, meski hanya berjalan beberapa sentimeter saja dan Chanyeol hanya tersenyum dia menggenggam tangan Hana memberikan semangat


"Kamu rileks anggap saja kamu berjalan menuju seseorang di sana, dan anggap saja saat itu, kamu di kelilingi oleh bunga kupu-kupu yang berterbangan yang melihat mu" gumam Chanyeol dan dia pun menuruti perintah nya, yang menutup mata dan membuka secara perlahan dan melihat sekitar hanya ada bunga dan kupu-kupu yang menari nari, kini rasa gugupnya pun sedikit berkurang.


Mereka berjalan ketika iringan irama musik di mainkan, mereka berdua berjalan di atas red karpet memasuki gedung hotel tersebut, di sisi kanan kiri panggung di hiasi bunga yang sangat cantik, dan pohon-pohon yang berjajar, keduanya berjalan beriringan hingga sampai di singgasana


"Bagaimana apa kau masih gugup" tanya Chanyeol dan Hana tersadarkan, kini mereka berdua sudah sampai a dan telah melewati panggung tersebut, dan dia baru menyadari jika di sampingnya bukan Sehun tetapi Chanyeol, dan dia menggeleng kepala sebagai jawaban


"Aku sudah bisa mengatasi rasa gugup ku" ucap Hana meyakinkan dirinya, hingga latihan telah selesai, keduanya pun segera menuju ke kamar masing-masing, karena harus merias diri yang di bantu oleh perias pengantin wanita maupun pria

__ADS_1


Ibu Hana maupun ibu Chanyeol terlihat sangat bahagia, dan dia ikut bahagia meski dia belum yakin, dirinya bisa bertahan bersama Chanyeol atau tidak


"Setelah ini kamu harus mandi dan segera makan nanti ketika acara pasti kamu tidak sempat untuk makan" ucap ibu Hana


"Tapi eomma, aku tidak lapar tadi sebelum kesini, aku dan Chan sudah mencari makanan" ucap Hana


"Tapi setidaknya hana harus makan sedikit, nanti biar aku yang akan membawanya ke kamar kamu, setelah ini segera istirahat meski hanya sebentar dan setelah itu mandi" ucap ibu Chanyeol yang sangat memperhatikan dirinya seperti putri kandungnya, dan dia menatap ke ibunya dan dia setuju


"Dan kau harus istirahat ayo" ucap nya lagi dan mereka pun berpisah,


Hana pun segera menuju ke kamar dan istirahat sebentar, setelah itu dia bangun lalu segera melakukan ritual mandi, yang akan memakan waktu selama satu jam


"Nona air untuk mandi sudah di siapkan" ucap salah satu pelayan keluarga Park yang tak lain keluarga Chanyeol, dia pun segera masuk ke dalam kamar mandi yang sangat luas di sana sudah tersedia handuk biasa dan handuk kimono, bau sabun dari dalam buthup membuat nya tenang, aroma bunga yang dia sukai, dia pun segera melepaskan pakaiannya dan segera masuk ke dalam buthup, yang berisi air sabun dan bunga lavender, dia sangat menikmati mandi dalam buthup, seakan-akan sudah lama dia tidak menikmati aroma sabun tersebut


"Siapa dia, kenapa dia tersenyum sangat menakutkan" gumam Hana dalam hati, tetapi dia juga merasa sakit di bagian kepalanya, dan wanita itu masih menatap dirinya dengan tersenyum miring, membuat dia semakin takut, dia pun tidak berani memejamkan matanya karena takut sosok wanita itu membayanginya, perlahan sakit yang dia derita sedikit berkurang, dan segera menyelesaikan ritual mandinya, lalu membilas tubuhnya dengan air shower dan memakai handuk kimono, dia pun segera memakai gaun dan di bantu oleh beberapa pelayan, di lanjut merias wajahnya


Hana merasa dirinya adalah pengantin wanita yang sangat menyedihkan, karena tak ada yang menemani dirinya, sosok seorang ayah tak ada di sampingnya untuk menemani dirinya, di hari istimewa nya, meski ini hanya pernikahan sementara, untuk menghargai permintaan sang ibu, dia berusaha tersenyum menguatkan dirinya, karena dari kecil dia tidak pernah bertemu dengan sosok pria yang di panggil Appa, ketika dia bertanya tentang pria itu, Anastasia selalu menangis ketika akan menceritakan sosok ayahnya, dia mencoba mengingat masa lalu nya dengan suaminya, dan membuat dirinya merasa bersalah, telah mengingat masa lalu sang ibu yang kelam, meski dia tidak mengingat karena waktu itu dirinya masih dalam kandungan, dan mereka berpisah sebelum dirinya di lahirkan, kini pengantin wanita sudah berada di atas podium. Dia menatap para tamu undangan sudah datang, dan beberapa baru datang


"Appa" gumam Hana dalam hati, dari arah belakang sosok pria paruh baya yang datang lalu menggandeng tangan nya, membuat dia menoleh ke arah nya

__ADS_1


"Untuk hari ini dan seterusnya kau juga putri ku" ucap ayah Chanyeol dan membuat Hana sangat bahagia, sehingga dia ingin menitihkan air matanya


"Jangan menangis nanti bedaknya luntur mau terlihat seperti boneka Anabelle" ucapnya lagi membuat wanita itu tertawa kecil, tuan Park Chae Ran pun mengajak dia berjalan hingga di tengah-tengah


"Kamu panas bahagia" gumam ibu Hana yang melihat ekspresi putrinya yang seakan berkecil hati, tanpa kehadiran sosok seorang ayah, tetapi pria itu datang dan bersedia menjadi wakil nya, para tamu undangan sudah berada di dalam gedung, dan menatap kagum dirinya


"Dia sangat cantik, beruntung sekali Chan" gumam salah satu tamu, yang masih memiliki hubungan keluarga dengan keluarga Park


"Dia juga sangat beruntung mendapatkan Chanyeol, keduanya pasangan yang cocok" gumam kerabat keluarga Park, mereka mengagumi dirinya dan benar saja, mereka tidak membicarakan tentang status keluarga mempelai wanita, meski mereka juga dari kalangan konglomerat, dan juga Chanyeol seorang artis Korea yang sudah mendunia, dan kini mempelai pria pun mulai memasuki gedung, dia menatap tanpa berkedip, dan dia tersadarkan dan melanjutkan berjalan, hingga sampai di tengah-tengah podium bertemu dengan keduanya


"Aku akan menyerahkan putri ku, jaga dia, lindungi dia, dan beri kasih sayang yang seutuhnya dan penuh ketulusan, karena dia putri kesayangannya kami" ucap tuan Park Chae Ran, yang melepaskan tangan Hana dan menyerahkan kepada Chanyeol, dan dia pun menggandeng tangan hana


"Aku akan menjaga melindungi dan akan menyayangi istri ku dengan tulus dengan sepenuh, hingga akhir hayat ku" ucap Chanyeol dengan bersungguh-sungguh tidak ada keraguan sedikitpun, Hana menatap dia dari raut wajahnya tidak ada keraguan sedikitpun.


"Aku akan menjadi istri yang baik untuk suamiku" ucap Hana, kini tiba waktunya untuk berc**man, dan Hana menutup matanya seakan dia belum siap, dan akhirnya Chanyeol mencium keningnya, dan dia pun membuka mata, pria itu menatap nya dengan tersenyum, dan membuat nya salah tingkah, dan keduanya berjalan beriringan, hingga sampai di singgasana, sedangkan tuan Park Chae Ran kembali ke tempat, dan mempersilahkan mereka melanjutkan acaranya, tetapi di tengah jalan Hana gagal fokus, karena teringat tadi, meski dia sudah biasa mendapatkan perlakuan manis dari Sehun, seperti dia mencium keningnya, sehingga dia kehilangan keseimbangan.


"Aku akhirnya jatuh juga, pasti sebentar lagi mereka mentertawakan kami maafkan aku" gumam Hana dalam hati, yang meyakini dia akan terjatuh, dan memilih untuk memejamkan matanya, dan dengan sigap Chanyeol menyadari tingkah aneh yang kehilangan keseimbangan nya, lalu dia pun segera menangkap tubuhnya, dan kini dia dalam dekapan pelukan, lalu menggendong nya


"Kenapa aku merasa melayang bukan jatuh, dan kenapa tidak rasa sakit maupun suara tertawa mereka" gumam Hana dalam hati

__ADS_1


"Kau baik-baik saja apa kau sakit" tanya Chanyeol, dan Hana masih memejamkan matanya, dan dia melihat jika dirinya berada dalam gendongan Chanyeol


"Aku tidak jatuh" tanyanya membuat Chanyeol ingin tertawa tetapi dia menahannya, tetapi membuat para tamu merasa iri melihat adegan yang sangat manis, meski tidak tahu yang sebenarnya terjadi


__ADS_2