
Dia pun segera menuju ruang Sehun dan melihat pria itu sedang fokus membuat lagu
"Sehun apa kau butuh sesuatu" ucap Hana dan pria itu melihat dia
"Kau sudah datang, apa kau sudah membantu mereka" tanya Sehun dan dia mengangguk sebagai jawaban
"Baiklah kau temani saja aku untuk disini dan aku duduklah pasti nya kau juga lelah" ucap Sehun dan dia meras tidak enak
"Tapi" ucap Hana merasa tidak enak hati
"Tidak apa-apa, sebentar lagi selesai dan hanya merubah sedikit dan kita akan ke ruang Billboard untuk mengetes lagi" ucap Sehun dan dia mengangguk paham, dan setelah selesai mereka pun berkumpul di ruang Billboard, untuk mendengarkan hasil lagu buatan Sehun, dan mereka pun sangat menyukai lirik dan nada nya
"ini sangat cocok dengan gerakan buatan Chanyeol" ucap YiFan dan mereka pun setuju, karena sangat cocok
"aku setuju bagaimana dengan yang lain" ucap Min Seok
"aku juga setuju" ucap Jong Dae dan mereka pun ikut menyetujui
"baik kita akan menyatukan lagu dan gerakan nya" ucap Suho
"karena jika sekarang tidak bisa maka besok kita akan memulainya" ucap Luhan dan latihan pun selesai kini mereka bisa pulang, untuk beristirahat
"Hana apa kau sibuk nanti, kami ingin mengajak mu untuk minum" ucap D.O yang berniat mengajak Hana untuk minum
"baiklah aku akan ikut, dan siapa saja yang akan ikut" ucap Hana karena tahu pasti akan ada Chanyeol
"yang akan datang nanti akan ada aku, Sehun, Kai dan mungkin Chanyeol akan datang jika dia mau ikut" ucap Baekhyun dan melihat Chanyeol melewati mereka lalu, menghentikan langkah kakinya, membuat dia kebingungan lantaran Chanyeol masih belum tahu dia mau akan datang atau tidak, dan dia berharap jika pria itu akan mau datang jika tahu dirinya juga ikut
"Chanyeol kau harus ikut minim bersama kami malam ini" ucap Kai
"siapa saja yang ikut" ucap Chanyeol, membuat Hana memiliki harapan
__ADS_1
"aku, Sehun, Kai, Baekhyun dan Hana, dan kau harus ikut bersama kami" ucap D.O
"sepertinya aku nanti tidak bisa datang karena ada urusan penting, kalian bersenang-senang lah, jika selesai aku akan mendatangi kalian
"baiklah kau harus datang jika selesai dengan urusan mu" ucap Baekhyun dan dia mengangguk paham lalu pergi begitu saja, tanpa menoleh ke arah Hana, dan membuat nya sangat kecewa
dan kini mereka berdua berada di dalam apartemen mereka berdua yang sudah Chanyeol beli, karena jika mereka menempati apartemen milik Chanyeol pribadi atau milik Hana, maka hubungan mereka akan di ketahui
Chanyeol pun bersiap-siap diri dan mengenakan baju santai, dan terlihat akan pergi ke suatu tempat, dan membuat Hana bingung dan ingin bertanya tetapi dia malu
"apakah dia marah jika aku satu ruang dengan Sehun, terlebih dia adalah mantan ku, tapi dia belum tahu jika kami sudah putus" gumam Hana dalam hati, karena mereka dari tadi hanya berdiam diri
"Hana" ucap Chanyeol dan dia pun menjawab panggilan dia
"ne" ucap Hana dan dia berharap, jika pria itu mengungkapkan perasaannya jika dirinya cemburu dengan kedekatan dirinya dengan Sehun, dan meminta agar dia menggagalkan rencananya untuk minum bersama, meski acara tersebut bukan hanya berdua dan ramai-ramai, dia teramat berharap
"ayo Chan ayo" gumam Hana dalam hati sangat bersemangat
"kau akan pergi kemana" ucap Hana bertanya kepada Chanyeol, yang dirinya akan pergi kemana dan menemui siapa, niat hati Hana untuk menanyakan sedetail mungkin tetapi dia masih belum memiliki keberanian
"aku masih ada urusan kamu ingat pesan ku" ucap Chanyeol lalu pergi begitu saja dan Hana merasa curiga dengan sikap Chanyeol yang sering pergi sendirian dan memutuskan untuk mengikuti dirinya, dan karena tidak ada waktu dia pun segera mengikuti nya tanpa dia sadari, dan dia pun berinisiatif untuk mencari mobil taksi tetapi dia baru sadar jika tas nya tertinggal, dia bingung harus kembali untuk mengambil tasnya, akan tetapi dia mungkin akan kehilangan jejaknya, atau dia akan berhutang kepada sopir taksi, tetapi mereka akan menolak dan menganggap dirinya akan kabur dan tidak mau membayar ongkos taksi
tetapi dia akan tetap mencari mobil taksi, tidak lama kemudian sebuah mobil mewah berwarna merah berhenti tepat di depannya, dan membuka kan kaca mobilnya
"kau wanita waktu itu bukan, kenapa kau disini" ucap pria asing yang pernah membantu dia, terlihat dia pria baik, dia masih ingat jika dia belum membalas kebaikan dia, dan enggan untuk meminta tolong
"apa ada yang ahjusi bantu, sepertinya kau dalam keadaan kebingungan" ucap pria asing itu lagi
"ahjusi boleh kah mengantar kan aku ke suatu tempat, dan untuk mengikuti mobil seseorang aku takut dia semakin jauh" ucap Hana ragu-ragu dan pria itu pun langsung membuka kan pintu untuknya
"masuklah jika tidak ingin kehilangan jejak dia" ucap pria asing itu dan tidak lama berpikir karena tahu waktunya tidak lama, dan akhirnya dia pun mau masuk ke dalam mobil tersebut, lalu segera menancapkan gas mobilnya, hana pun mencoba fokus melihat ke depan, untuk mencari keberadaan mobil milik Chanyeol, dan terlihat jika saat ini jalan mulai macet dan dia melihat plat mobil yang tak asing baginya, yang mobil tersebut yang kini berselisih beberapa mobil di depan nya yang terkena macet
__ADS_1
"ahjusi itu mobilnya, kita ikutin kemana dia pergi" ucap Hana dan pria asing itu juga melihat angka plat nomor mobil tersebut, dia pun masih bisa melihat angka kecil dari kejauhan, meski usianya yang sudah tidak mudah lagi
"baik ahjusi sudah tahu, kamu jangan khawatir kita pasti bisa mengikuti mobil tersebut" ucap pria asing itu mencoba meyakinkan dirinya, dan benar saja setelah melewati jalan raya yang super macet, kini mereka memasuki jalan bebas macet tak lain jalan tol, dengan kecepatan tinggi mobil itu melaju agar bisa dekat dengan mobil Chanyeol
"ahjusi kau sangat hebat, apakah dulu ahjusi seorang pembalap" ucap Hana memuji kehandalan pria itu dalam mengemudi, sehingga mereka kini dekat dengan mobil Chanyeol
"ahjusi dulu bukan pembalap tetapi putri kesayangan ku dia adalah pembalap yang handal, dan dia selalu menang setiap ikut balap mobil" ucap pria asing itu yang di panggil ahjusi, dan Hana sangat senang mendengar cerita pria itu tentang putrinya
"dan ahjusi bangga memiliki putri seperti dia, yang kuat menghadapi kerasnya hidup" ucapnya lagi
"dan putri ahjusi sangat beruntung memiliki seorang ayah seperti ahjusi yang sangat menyayangi putrinya" ucap Hana yang menyadari jika pria itu merindukan sosok putrinya
"aw" ucap Hana yang merasa sakit di kepalanya, dan pria itu sangat khawatir melihat gadis itu tiba-tiba merasa sakit
"kau kenapa, apa kau baik-baik saja, ala sebaiknya kita ke rumah sakit" ucap pria asing itu yang kini merasa khawatir sangat
"tidak apa-apa ahjusi ini sudah biasa, mungkin saja aku kelelahan karena sibuk bekerja sebagai asisten artis" ucap Hana mengalihkan pembicaraan
"kau bekerja dimana perusahaan mana" ucap pria asing itu
"aku bekerja sebagai asisten artis bintang top di Korea, pasti ahjusi tahu EXO bukan mereka sangat terkenal di seluruh dunia, tapi ahjusi jangan bilang ke siapapun jika bertemu dengan asisten EXO, maka mereka akan mencoba mencari tahu ku, karena semua staf dijaga identitas nya" ucap Hana panjang lebar membuat pria itu tertawa mendengar ocehan nya yang menurutnya sangat lucu
"kenapa tertawa aku serius ahjusi" ucapnya lagi
"baiklah ahjusi akan menutup mulut, menjaga rahasia mu dan tidak akan bicara dengan siapapun tentang pertemuan ku dengan asisten EXO, apa kau sangat bahagia bekerja bersama mereka yang ku tahu pasti kau sangat kelelahan" ucap pria asing itu
"tidak ahjusi, karena aku sudah terbiasa bekerja dan pernah dulu di saat di bangku kuliah aku juga bekerja untuk membantu Eomma, dan meski dia melarang ku untuk bekerja tetapi aku merasa baik-baik dan rasa lelah ku hilang jika melihat Eomma tersenyum Karana kami dulu bukan dari keluarga yang memiliki segalanya dan harus bekerja keras agar bisa mendapatkan suatu keinginan" ucap Hana panjang lebar membuat pria itu tersenyum mengagumi sosok gadis yang baru dia kenal
"kau nampaknya sangat menyayangi ibu mu" ucap pria itu dan dia hanya tersenyum, dan kini mereka pun sampai di suatu tempat yang tak asing bagi mereka
"dia berhenti di rumah sakit apa kah teman mu memiliki penyakit" ucap pria itu dan Hana hanya menggeleng kepala, karena dirinya juga tidak tahu jika Chanyeol memiliki penyakit atau mengindap sakit apa, tetapi hatinya sangat pilu, jika tahu pria itu menyimpan sebuah rahasia yang memiliki sebuah penyakit
__ADS_1