
Hana merasa dunia milik mereka berdua dan dia tidak tahu tentang masa lalu Chanyeol yang kini telah menjadi suaminya, keduanya terlihat sangat cocok sebagai sepasang kekasih dari pada sekedar sahabat, meski wanita itu lebih dominan membahas masa lalu mereka berbeda dengan Chanyeol dia sepertinya telah lupa tetapi dia sangat bahagia jika wanita itu masih mengingat masa lalu mereka
"Maaf mengganggu waktu mengobrol kalian, aku mau ke kamar mandi kalian bisa melanjutkan" ucap Hana yang ingin berpamitan, karena memang tidak ingin menggangu waktu mereka
"Chan temani, dia pasti butuh bantuan mu" ucap Seo Young Eun yang menyuruhnya untuk menemani
"Tidak perlu, aku bisa meminta bantuan yang lain, lebih baik Chan menemani mu Seo kalian pasti masih ada yang mau di bicarakan" ucap Hana menolak secara halus, meski dia sedikit berharap jika Chanyeol akan kekeh menemani dirinya, itu lah harapan dia
"Apa kau yakin bisa sendirian, jika butuh sesuatu panggil saja aku atau yang lain" ucap Chanyeol menuruti keinginannya, meski dia ingin membantu nya, tetapi wanita itu tidak mau dan tidak bisa memaksa kam kehendak nya, tiba-tiba dia merasa kesal dengan jawaban Chanyeol, dan akhirnya dia pun memutuskan untuk pergi dengan rasa kecewa, dan dia tetap tersenyum
Dia pun segera menuju ke kamar nya, meraung kesal kepada pria bernama Chanyeol
"Suami macam apa dia, main berpelukan di depan mata istrinya sendiri, dan wanita itu juga kenapa memeluk Chanyeol dan dia tidak menolak dan menerima dengan senang hati dasar pria" gerutunya dalam hati dan teringat wanita itu memeluk Chanyeol dan dia membalas pelukannya, dia merasa sangat marah dan kesal
"Kenapa aku merasa tidak suka melihat mereka berpelukan, memang benar mereka sudah bersahabat, dan siapa aku? aku istri dia, abaikan saja hana" gerutunya nya lagi seperti bingung dengan perasaannya dan otaknya yang tidak sinkron, mencoba menenangkan dirinya, tetapi tetap dia masih merasa gelisah
"Benar aku istrinya, kenapa dia memeluk suami orang lain dengan semaunya sendiri, memang disini negara lain, yang bebas memeluk siapa saja yang dia suka, apa lagi pria itu sudah memiliki istri" gerutunya nya yang semakin kesal, jika di ingat lagi
"Biarkan saja mereka berpelukan, mungkin dia yah mungkin dia, wanita yang dia ajak ke kedai kimci itu benar itu" gerutunya lagi dan lagi dia terdiam tanpa dia sadari seseorang masuk ke dalam kamar mereka, sudah beberapa kali mengetuk pintu kamarnya tetapi tidak ada respon dia pun memilih untuk masuk takut terjadi sesuatu, ternya dia melihat jika wanita itu masih dengan gaun nya, tidak ada kurang sama sekali, dia bergulat dengan pikiran nya
"Hana kau baik-baik saja kenapa diam saja dari tadi ku perhatikan dan kau sepertinya memikirkan sesuatu" tanya Chanyeol tetapi dia tidak merespon nya, Hana masih terdiam dan raut wajahnya berubah terlihat kesal seketika berubah tersenyum, karena dia merasa jika Hana berada di kamar terlalu lama dan dia sangat khawatir dan memutuskan untuk melihat dia
__ADS_1
"Kau baik-baik saja kau sakit" ucap Chanyeol yang tepat di depan wajahnya, dan tangannya menyentuh dahinya membuat dia mundur sedikit menjauh darinya
"Kenapa kau kesini dimana dia, seharusnya kau menemani dia, dan sejak kapan kamu masuk ke kamar ? dan aku tidak mendengar kau masuk atau mengetuk pintu" ucap Hana yang merasa cukup senang jika dia memilih dirinya
"Kau sudah berada disini sudah 40 menit, dan kau tidak kembali makanya aku kesini takut kau ketiduran di kamar mandi" ucap Chanyeol dan dia merasa kesal memang siapa yang ingin tidur di dalam kamar, jika ada kasur empuk, dia buat semakin kesal
"Dan aku sudah mengetuk pintu berkali-kali tetapi kamu tidak merespon nya, dan ternyata pintu kamar tidak di kunci jadi aku bisa masuk, ketika masuk aku melihat kau duduk sendirian seperti memikirkan sesuatu, apa kau capek kenapa tidak bilang" ucapnya lagi
"Benar aku capek makanya aku beralasan ke kamar mandi, jika bilang aku capek mungkin dia akan tersinggung" ucap Hana dan pria itu mengangguk paham
"Baiklah aku akan menyiapkan air untuk mu, tunggulah sebentar" ucap Chanyeol yang masuk ke dalam kamar mandi dan tidak lama dia pun keluar
"Dia sudah pergi dari tadi karena masih ada urusan dan aku menunggu mu di bawa tetapi tidak datang" ucap Chanyeol dan dia mengangguk paham, tiba-tiba perasaan senang menyelimuti dirinya, dan pria itu menghubungi seseorang dan tidak lama mereka pun datang
"kalian bantu apa yang di perlukan oleh istri ku" ucap Chanyeol kepada kedua pelayan rumah nya, memang sengaja di bawa oleh kedua orang tuanya, untuk membantu putra dan menantunya
"Baik tuan" ucap mereka berdua, membuat hati Hana berbunga-bunga ketika pria itu menyebut dirinya sebagi istri ku
"Kau mau kemana kau tidak istirahat" tanya Hana, dan pria itu tersenyum
"Aku akan segera kembali, dan mereka akan membantu apa yang kau perlukan" jawab nya lalu dia pergi meninggalkan mereka, dan seperti perintah tuannya, mereka pun membantu Hana melepaskan gaunnya dan beberapa yang di perlukan oleh nona mudahnya, dia pun menikmati air hangat dan aroma sabun bunga kesukaan nya, serta bunga yang menghiasi kamar mandi membuatnya tidak nyaman, tetapi dia harus menggunakan air itu untuk mandi
__ADS_1
"Ini hanya air bukan bukan lautan api" gumam Hana dalam hati untuk meyakini dirinya sendiri, dia pun masuk ke dalam buthup, tiba-tiba dia merasa sakit kelapa dan seketika bayangan wanita asing sedang tersenyum miring, yang sedang menatap dirinya membuat dia takut
"Siapa kamu, kenapa mendatangi ku" ucap Hana, bukan menjawab tetapi hanya bisa tersenyum miring membuat di merinding ketakutan, seakan tubuhnya kaku tidak bisa di gerakan, dia pun menghilang
"Annyeong" sapa wanita itu yang seketika berada di sampingnya, membisikkan tepat di telinga nya, membuat dia sangat takut, dan terbangun dan kini mendapati dirinya sudah berada di atas kasur, tidak lagi di kamar mandi, dan bingung dengan dirinya yang tadi sedang mandi dan kini sudah memakai pakaian tidur
"Siapa yang membawa ku kesini, yang aku ingat tadi aku masih mandi dan sekarang" gumam Hana dalam hati, Chanyeol pun masuk melihat dia sudah bangun, dia melihat dia yang sudah mengganti pakaian dengan baju tidur
"Ketika aku kemari untuk membawakan makanan untuk mu, dan mereka bilang jika kamu belum keluar dari kamar mandi, dan takut terjadi sesuatu terjadi, dan menyuruh mereka melihat mu, betapa terkejut nya yang melihat mu, di dalam buthup yang pingsan dan untung saja pada waktu itu kau akan tenggelam dalam air, dan aku yang menggendong tubuh mu untuk keluar dari buthup" ucap Chanyeol menjelaskan detailnya dan dia tidak ingat apapun dan tiba-tiba dia menutup sekujur tubuhnya, dan tiba-tiba merasa gelisah
"Jadi kau melihat aku tadi dan apa kau juga yang" tanya Hana dengan menahan rasa malu nya, meski dia tahu jika Chanyeol sudah menjadi suami nya, dan berhak melihat tubuhnya yang telanjang, bukan hanya melihatnya saja, akan tetapi lebih tepatnya dia berhak ......
"Tadi kau masih menggenakan baju kimono dan mereka lah yang membantu mengganti kan pakaian mu" jawab Chanyeol yang menjawab beberapa pertanyaan di dalam pikiran Hana, dan dia tertawa seakan tahu apa yang dia takutkan
"Mereka mana bisa menggendong tubuh mu yang berat dan jadi aku yang menggendong mu" ucapnya lagi, kini dia merasa bersalah, karena dirinya yang membuat tubuh dia basah, dan juga telah berfikir yang tidak-tidak
"Mianhe gomawo" ucap Hana dan Chanyeol hanya tersenyum, dia pun membawa kan nampan bersisi beberapa makanan untuk dia
"Kau tadi belum sempat makan dan dua jam kami tidur jadi makanlah" ucap Chanyeol dan dia pun mengangguk paham lalu menerima makanan yang di bawa oleh dia
"siapa wanita itu" gumam Hana dalam hati, yang masih memikirkan wanita asing, yang nampak sangat familiar baginya, tetapi senyum miringnya membuat dia takut dan sekaligus membuat dia senang
__ADS_1