
Hana pun mengenakan gaun pilihan nya sendiri meski dia tidak percaya diri, apakah cocok atau tidak untuk dia, setelah wanita itu membantunya mengenakan dan memuji dirinya, dan dia pun bercermin dan benar jika dirinya sangat cantik mengunakan gaun tersebut, dia merasa canggung menggunakan gaun yang cantik, dan terlihat dari bahan kain dan desain harganya seperti harga mobil baru
"Keluarlah Hana" ucap wanita itu dan dia pun keluar sesuai permintaannya, terlihat kedua pria itu sedang asik mengobrol dan kini menatap dirinya
"Dia sangat cantik" gumam Chanyeol dalam hati, dan pria itu masih menatap dirinya, dalam hitungan detik terdengar suara deheman dari sebelah nya, membuyarkan lamunan nya
"Dari tadi diam saja, bibi mu sudah memanggil mu untuk berapa kali tetapi kau masih diam saja" ucap pria yang berada di sampingnya sambil tertawa menggeleng kepala
"Memanggil maksud paman" tanya Chanyeol bingung
"Sepertinya dia sangat menyukai calon istri nya sehingga tidak mendengar apa yang ku ucapkan" timpal istrinya sambil tertawa dan membuat Chanyeol menahan malu
"Tadi bibi bertanya bagaimana menurut pendapat kamu gaun yang di kenakan Hana" tanya nya lagi
"Menurut ku ini bagus" jawab Chanyeol yang menilai penampilan Hana dan dia hanya bisa tersenyum
"Paman juga setuju ini memang cocok untuk Hana, memang jago istri ku memilih kan untuk hana" ucap pria itu
"Bukan, gaun ini pilihan Chan dan Hana pun menunjuk gaun pilihan dari Chan, memang kalian berjodoh, dia yang memilih nya sendiri" ucap wanita itu, mereka pun melanjutkan untuk memilih alas kaki yang akan gunakan, dan mereka berdua berjalan beriringan di red karpet, terlihat sangat serasi, meski Hana belum mengenakan riasan dia nampak sangat cantik dan Chanyeol pun ketampanan nya tidak berkurang, dia semakin tampan mengenakan setelan jas tersebut
"Andai saja punya seorang putra pasti akan aku jodohkan dengan Hana" gumam wanita itu yang masih di dengar oleh Chanyeol
"Paman bibi seperti nya kita harus kembali, nanti sore, kita mau kembali ke Seoul" ucap Chanyeol dia memberi isyarat agar dia setuju meski dia ingin segera menyelesaikan kegiatan tersebut
"Apakah benar padahal bibi mau mengajak kalian makan bersama" ucap wanita itu
"Terimakasih bibi mungkin lain waktu kita makan bersama" ucap Hana yang mengerti apa maksud Chanyeol
"Baiklah kalian jika kembali hati-hati, ingat Chan jaga calon istri kamu" ucap pria itu dan dia mengangguk paham
"Bibi senang bisa bertemu calon istri Chan" ucap wanita itu
__ADS_1
"Hana juga sangat bahagia bisa bertemu dengan bibi" ucap Hana mereka berpelukan untuk perpisahan, dia teramat bahagia bertemu dengan mereka berdua yang sangat menerima kehadirannya meski tahu dia hanya wanita biasa sedangkan Chanyeol dia adalah Arist idola yang sangat terkenal
"Chan jaga hati calon istri kamu, bibi paham kamu pasti punya fans wanita sedunia tetapi wanita yang akan mendampingi mu yaitu Hana" ucap wanita itu menasehati Chanyeol, karena dia merasa jika calon istri Chanyeol pantas untuk di perjuangkan, terlebih wanita itu sangat nyaman bisa mengobrol dengan Hana
"Chan akan selalu menjaga Hana" ucap Chanyeol dengan bersungguh-sungguh dan pasangan suami istri tersebut tersenyum bangga, keduanya pun segera berpamitan, di dalam mobil keduanya terasa canggung dan terasa hening
"Kau lapar sebaiknya kita cari makan bagaimana" tanya Chanyeol mencairkan suasana
"Aku seperti nya sangat menginginkan ramyeon, disini di mana paling enak" ucap Hana
"Aku tahu ramyeon yang sangat enak, kau pasti sangat menyukai nya" ucap Chanyeol, dia pun kembali fokus menyetir menuju ke kedai ramyeon langganan nya, setelah sampai di kedai ramyeon yang memang sangat ramai, karena disana merupakan ramyeon paling di sukai oleh warga Korea, dia tak lupa mengenakan topi dan masker agar tidak ada yang mengenali dirinya
Setelah mendapat kan tempat duduk, lalu dia menekan bel untuk memanggil pelayan, lalu dia juga yang memesan kan untuk mereka berdua
"Kau mau kimci dan kimbap" ucap Chanyeol dan dia mengangguk setuju
"2 Ramyeon, 1 kimci, 1 kimbap, dan 1 botol Soju" ucap Chanyeol dan pelayan mencatat pesanan mereka
"Baik tunggu sebentar" ucap nya lalu menunduk lalu pergi untuk membuatkan pesanan, salah satu pelayan memberikan sebuah minuman untuk berjaga-jaga jika haus
"Aku selalu kesini hampir sering, dan ramyeon disini memang enak" jawab Chanyeol dan dia mengangguk setuju karena tempat itu sangat ramai
"Kau kesini pasti dengan kekasih mu" ucap Hana tetapi tidak terdengar oleh Chanyeol karena seseorang datang yang mengenali dirinya meski mengenakan penyamaran
"Akhirnya kau datang juga Chan, paman sangat merindukan kamu" ucap pria itu yang tak lain pemilik kedai ramyeon tersebut
"Paman maaf jarang datang kesini karena sibuk bekerja" ucap Chanyeol mereka pun berpelukan
"Paman tadi melihat seseorang yang sangat seperti mu ketika masuk ke sini dan benar itu kamu ketika aku melihat mu lebih dekat meski mengenakan masker dan topi paman masih ingat saat dulu awal mengenakan itu" ucap pria itu panjang lebar dan pria itu hanya mengangguk paham
"Paman duduk lah pasti paman lelah setelah berkerja begitu keras, dan tamu yang datang tidak ada hentinya" ucap Chanyeol dan pria itu pun setuju, dan membuat Hana mengagumi sikap Chanyeol yang tidak pemilih meski dia sudah terkenal, terlihat keduanya sangat kenal dekat
__ADS_1
"Kau masih sama saja tidak berubah Chan" ucap pria itu
"Dia siapa Chan aku baru melihat dia disini, dan untuk pertama kalinya kau mengajak dia kesini, apa dia kekasih mu, dia sangat cantik sekali" ucap nya lanjut yang baru menyadari jika pria itu tidak sendirian
"Paman dia Hana teman ku, kami rekan kerja" ucap Chanyeol karena dia tahu jika wanita itu tidak nyaman jika dia di panggil calon istri
"Aku kira dia kekasih mu Chan, kapan kau ajak kekasih mu, atau kau takut dia akan menjadi sasaran para fans mu, paman akan menjaga rahasia" ucap pria itu sambil tertawa
"Nanti paman aku akan mengajaknya kesini" ucap Chanyeol
"Baiklah aku tidak sabar untuk bertemu wanita yang beruntung bisa mendapatkan hati kutub seperti mu dan maaf kan paman yang mengira kau kekasih Chan" ucap pria itu dan Hana tersenyum
"Tidak apa-apa paman" ucap Hana dan tidak lama pesanan mereka pun datang dan menikmati nya, pria itu segera kembali untuk membantu pegawai nya
"Dia sangat baik sekali kalian Sepertinya sangat dekat" ucap Hana yang melihat interaksi keduanya
"Paman ramyeon dia sangat baik dan bisa menjaga rahasia sehingga aku tidak perlu khawatir" ucap Chanyeol dan dia mengangguk paham
"Kimci ini sangat enak" ucap Hana yang memakan kimci dengan sangat lahap
"Habiskan apa kau mau menambah" ucap Chanyeol dan dia menggeleng kepala sebagai jawaban, pria itu tersenyum melihat pola makan Hana yang menyukai kimci tersebut dengan lahap, dan Chanyeol membantu membersihkan saus kimci, yang ada di sudut bibir Hana
"Kau seperti anak kecil saja" ucap Chanyeol dan membuat Hana malu, karena dia pasti belepotan
"Dada ku sakit, aku tidak boleh sakit, eomma tidak ada yang menjaga nya" gumam Hana dalam hati, yang merasa dadanya tidak beres
"Kimci disini memang enak aku selalu memesan nya dulu" ucap Chanyeol membuat Hana sedikit kesal, dia semakin cepat makan dan membuat Chanyeol tertawa
"Aku tidak akan menghabiskan nya kau makan lah sendiri, nanti aku akan memesan lagi untuk di bawa ke rumah, kau Sepertinya sangat menyukainya" ucap Chanyeol tetapi tak di hiraukan oleh Hana, yang semakin melahap Kimci itu, hingga tersedak lalu Chanyeol memberikan segelas minum, dia hanya tersenyum melihat Hana sangat menikmati kimci itu meski dia hanya kebagian sedikit, setelah selesai mereka pun segera membayar harga makanan meski pria itu menolak karena sudah menganggap Chanyeol seperti putranya dan dia tidak ingin mendapatkan gratis
"Kau sudah lama tidak kesini, jika ada waktu ajak lah kekasih mu Chan datang kesini" ucap nya ketika mereka berpamitan, dan dia mengangguk setuju lalu segera pergi, tak lupa membawa kimci untuk di bawa pulang
__ADS_1
"Kimci yang penuh kenangan" teriak Hana yang kini mulai membenci kimci, Chanyeol tidak bisa mendengarnya karena dia berteriak dalam hati, kedai, kimci keduanya seperti memiliki kenangan untuk Chanyeol
"Kenapa aku marah" gumam nya lagi dan dia segera menghubungi seseorang