
baru 20 jam setelah Chanyeol pergi dari mansion, Keyzia merasakan sesuatu yang hilang dari dirinya, dia selalu mengecek beberapa kali ponsel miliknya. seperti berharap seseorang mengirim pesan untuk dirinya
"key, kau baik-baik saja" ucap Thomas yang memasuki ruang kerjanya
"ada apa bang" ucap Keyzia menanyakan kedatangan nya
"nanti malam ada, kau ikut" ucap Thomas dan dia mengangguk sebagai jawaban
"Hay Momo mau bermain" ucap Keyzia menyapa singa putih nya masuk ke dalam ruangan nya, dan Thomas mengelus kepala singa putih itu dan diikuti Max, dan Momo berjalan menuju Keyzia
"dia pasti ingin bermain dengan Chanyeol, sedangkan dia baru kemarin pergi" ucap Max seperti bisa memahami perasaan Momo dia mengendus di kaki Keyzia, dan Max mendapatkan tatapan tajam dari Keyzia, dan karena Keyzia tidak ingin mendengar nama Chanyeol di sebut
"selama key sibuk kerja ke luar negeri, sehingga membuat nya jarang menemani Momo, dia lah yang menemani nya bermain" ucap Thomas, karena dia tahu betul kesibukan Keyzia sehingga tidak sempat untuk bermain dengan Momo, dan Chanyeol meskipun sesibuk apapun, dia selalu menyempatkan waktu untuk bermain dengan Momo
"Momo sangat bersemangat bermain dengan dia, dan selalu menunggu di depan menyambut kedatangan nya" ucap Max, yang memang benar adanya jika Momo sangat dekat dengan Chanyeol, karena memang dirinya lah yang selama ini menemani Momo bermain
"Momo mau bermain" ucap Keyzia dan Momo seperti bisa mengerti bahasa Keyzia dan mengangguk sebagai jawaban, lalu dia mengajak keluar Momo, dan kedua pria itu menghela nafasnya, karena melihat sifat Keyzia sangat keras kepala
dan Keyzia kembali teringat ketika bermain dengan Momo, terlalu banyak kenangan tentang Chanyeol dan Momo
"apa kau tahu, jika dia sangat breng_sek" ucap Keyzia dan menceritakan semuanya, apa yang dia rasakan dan dia pendam sendiri
"dia ingin berpisah dengan ku" ucap nya lagi dengan nada sedih mata berkaca-kaca, dan Momo seperti bisa merasakan apa yang di rasakan Keyzia
"apa kau ingin ikut bermain-main, permainan yang sangat menyenangkan seperti dulu" ucap Keyzia dan Momo menjawab dengan anggukan, dan Keyzia tersenyum menyeringai
"Daddy besok akan ke Amerika" ucap Damian
"mau key temani" ucap Keyzia dan dia menjawab dengan gelengan kepala
"sebaiknya key disini saja, dan tunggu Chan pulang" ucap Damian dan Keyzia mengangguk sebagai jawaban
"Daddy mau Max temani" ucap Max yang sudah menganggap Damian seperti ayah kandungnya, dan begitupun dengan Damian sudah menganggap Max seperti putra kandungnya
"kau temani key disini, Daddy baik-baik saja karena sudah lama tidak pulang" ucap Damian yang memang merindukan negaranya
"Daddy jika disana terjadi sesuatu, segera hubungin Key" ucap Keyzia dan menggenggam tangan nya dengan erat, seperti berat melihat ayahnya pergi sendirian
__ADS_1
"disana banyak anak buah Mafioso jadi Daddy ada yang melindungi, dan jangan lupa jika Daddy mu ini masih mudah, mampu melawan mereka dengan sendiri" ucap Damian yang memang benar adanya di usianya 45 tahun masih terlihat mudah
"benar Daddy masih bisa melawan musuh, setelah itu pasti minta pijat karena pegel" ucap Thomas dan membuat mereka tertawa
"sepertinya Thomas meremehkan kemampuan Daddy, kasih pelajaran sekarang juga" ucap Max memprovokasi
"key bisa mewakili Daddy" ucap Damian yang menjadikan Keyzia menjadi tamengnya
"jika melawan key, aku akan tetap mundur dan mengambil seribu langka" ucap Thomas dan mengundang tawa, karena tahu jika Keyzia mampu mengalahkan musuh tanpa bantuan anak buah, dan dia masih teringat pertemuan dirinya dengan Keyzia
"dan sejak itu kami berjanji akan melindungi Keyzia, dan dia adalah adik kami" ucap Max
"tetapi kalian juga membohongi ku" ucap Keyzia dan membuat kedua pria itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"maaf kan Abang yah key, kami berjanji tidak akan mengulangi lagi" ucap Thomas dan di angguki oleh Max
"kami akan berjanji tidak akan membuat mu kecewa lagi" ucap Max dan Keyzia mengangguk paham, demi kesehatan nya
"dan kapan Daddy akan kembali" ucap Keyzia
"Daddy pasti merindukan Momo" ucap Damian yang mengelus kepala singa putih itu, dan mereka kini memasuki area penerbangan, karena Keyzia juga menjadi investor sehingga mendapatkan hak istimewa
"Daddy jaga kesehatan disana, jika ada waktu aku akan kesana untuk bekerja" ucap Thomas dan memang benar adanya disana masih ada perusahaan yang harus di pantau
"jaga kesehatan Daddy selama disana, aku akan segera kesana" ucap Max
"Daddy jaga kesehatan, dan jangan lupa mengirim pesan untuk key" ucap Keyzia
"kalian jangan khawatir, Daddy bisa jaga kesehatan dan bisa jaga diri" ucap Damian berusaha untuk meyakinkan mereka, dan ada sosok sosok wanita dan pria melihat dari kejauhan, keduanya nampak menyadari jika kehadiran nya tidak di harapkan, terlebih di depan Keyzia
"Daddy, key, bang Thomas bang Max, aku sangat merindukan kalian" gumam nya dalam hati
"kau pasti rindu dengan key, apa kau mau kesana dan mengantar kan Daddy" ucap nya dan dia menggeleng sebagai jawaban, seperti tahu jika kehadiran nya memang tidak di inginkan, terlebih Keyzia masih membenci dirinya
"key harus bisa menjaga kesehatan, dan kalian juga" ucap Damian lalu memeluk putrinya dan kedua putranya, dan menaiki eskalator
"aku melihat mereka dari sini sudah cukup" ucap nya dan pria itu mengangguk paham, meski tahu jika wanita itu sangat merasa sedih
__ADS_1
setelah itu mereka bertiga menuju ke suatu tempat, Thomas dan Max menggunakan mobil yang sama, sedangkan Keyzia menggunakan mobilnya berdua dengan Momo
"Momo tetap diam disini" ucap Keyzia dan Momo menurut perintah darinya, dan Keyzia tidak lupa membawa mainan untuk Momo
"Hay key, hay Thomas, Hay Max" ucap seorang pria tampan dengan jaket hitam, dengan wajah oriental bule menghampiri mereka bertiga, tak lupa dengan senyuman membuat nya semakin terlihat tampan, sedangkan Keyzia seperti biasa saja dan banyak wanita mengagumi ketampanan nya
"kenapa dia selalu ada di manapun, dan selalu berhubungan dengan key, meski kita sudah lama mengenal" gumam Thomas yang mencurigai sosok Kelvin
"dia pasti ada niat tertentu atau dia memang sengaja ingin mendekati key" gumam Max seperti tidak menyukai Kelvin, karena selalu muncul di saat ada Keyzia
"selamat malam tuan Kelvin" ucap Thomas
"malam tuan Kelvin" ucap Max keduanya menyapa Kelvin dengan formal
"kita sudah berada di luar dan kalian tidak perlu formal, apalagi kita sudah mengenal lama bukan" ucap Kelvin yang ingin mengajak bercanda mereka berdua
"dan itu yang membuat ku semakin mencurigai mu, kenapa kau muncul, dimana pun key berada" gumam Thomas yang ingin berteriak tepat di depan mukanya
"iya kami juga baru sadar, jika kita saling mengenal sudah lama, dan juga kamu selalu ada dimana pun kami berada seperti google map" ucap Max dan membuat mereka tertawa, dengan candaan nya sedangkan Keyzia hanya diam
"kenapa Google map" ucap Thomas di sela tertawa nya dia masih sempat menanyakan
"selalu mendapat kan jawaban yang akurat dimana pun keberadaan key" ucap Max dan semakin membuat Thomas tertawa dengan jawaban Max seperti menyindir, sedangkan Kelvin hanya tersenyum
"seperti Intel dong bisa melacak keberadaan orang" ucap Thomas menimpali dan kini balap di mulai, di pembukaan acara balap Keyzia melawan pemain wanita, dan tanpa mereka ketahui jika wanita itu di temani seekor singa putih, dan penonton menyoraki nama Keyzia dan lawan nya, akan tetapi Keyzia selalu menang
"selamat atas kemenangan mu dan aku akui jika kamu pembalap yang profesional, lain waktu aku akan berhasil mengalahkan mu" ucap wanita lawan main Keyzia, dan dia hanya tersenyum penuh makna, dan enggan untuk meladeni ocehan nya
"selamat key atas kemenangan mu berturut turut" ucap Kelvin
"key mau pergi kemana" ucap Max sedangkan Thomas sudah berada di area balap
"aku masih ada urusan bang, kalian bersenang-senang lah" ucap Keyzia dan Max mengangguk paham
"key mau pergi kemana" ucap Kelvin seperti penasaran dengan urusan Keyzia
"dia pasti lapar setelah balap" ucap Max dan Kelvin mengangguk paham, lalu kedua pria itu bersiap-siap untuk ikut balap, karena Kelvin adalah musuh Max dia arena balap
__ADS_1