
Karena sudah merencanakan dari seminggu yang lalu, Damian mengajak kedua putrinya untuk berlibur, akan tetapi putri bungsu nya tidak bisa ikut bersama mereka
"Dek apa kau yakin tidak ikut bersama kami" ucap Jessica ketika setelah memeluk sang adiknya, terlihat dia sangat berharap jika sang adik akan ikut bersama mereka, terlihat dia sangat mencemaskan sang adiknya
"Apa sebaiknya kita tunda, agar kamu bisa ikut bersama kami Daddy berat meninggalkan kamu meski di mansion banyak mafionso" ucap Daddy Damian yang sangat mengkhawatirkan keadaan putri bungsu nya, dan wanita itu menggeleng kepala sebagai jawaban
"Benar kita tunda dan kau harus ikut bersama kami ke Paris, kau sangat menyukai jika pergi ke sana" ucap Jessica yang mengangguk setuju, sedangkan dia hanya tersenyum
"Daddy kak Jess kalian pergi duluan jika selesai urusan ku maka aku akan menyusul kalian, kalian jangan khawatir apa kalian lupa siapa aku" ucap Keyzia yang penuh makna dan mereka mengangguk setuju
"Baiklah segera selesaikan urusan mu dan cepat menyusul kami" ucap Jessica
"Kamu bisa aja kedua Abang mu kemana pun pergi, dan Daddy akan menyuruh mereka untuk segera menyelesaikan pekerjaan nya dan datang menemani mu" ucap Daddy Damian dan dia tahu siapa yang di maksud kedua Abang nya yang tak lain, Max dan Thomas sedangkan mereka sedang sibuk dengan urusan pekerjaan, dan memang Keyzia menyuruh keduanya ke luar negeri
"Daddy key sudah baik-baik saja, dan ini hanya kecil dan memang key berniat untuk kalah agar mereka senang sudah merasa mengalahkan aku" ucap Keyzia dengan senyum penuh makna, dan terlihat beberapa bekas luka di bagian sudut bibirnya dan di keningnya
"Meskipun begitu mereka sudah berniat melukai mu dan aku akan membantu membalasnya" ucap Jessica yang merasa geram dengan sikap mereka kepada Keyzia
"Apa kau yakin key tidak membutuhkan Daddy mu ini, karena Daddy masih ingin membalas mereka yang sudah mencari masalah dengan putri kesayangannya Damian Howren Wales" ucap Damian dengan penuh rasa amarah dan membuat kedua putrinya tertawa
"Daddy apa lupa yang telah Daddy lakukan kepada mereka, dan sudah lama Jess tidak melihat amarah Daddy dan mereka seketika mati di tangan Daddy" ucap Jessica yang masih ingat kejadian waktu itu, ketika Keyzia di sekap oleh anak buah mafia, dan mereka adalah suruhan untuk melukai Keyzia dan beruntung anak buah Keyzia selalu mengikuti mereka membawa pergi Queen, dan sang queen hanya berpura-pura tidak melawan dan mengikuti kemauan mereka, dan melarang mereka melakukan pergerakan serta menunggu instruksi dari dia, dengan begitu Damian dan Jessica bisa menemukan keberadaan Keyzia
"Padahal Daddy tidak melakukan banyak hal memang mereka saja yang lemahnya" ucap Damian dengan bangganya
__ADS_1
"Apa kau yakin melawan dia sendirian key" ucap Jessica yang menanyakan lagi, dan dia mengangguk sebagai jawaban mencoba meyakinkan mereka
"Aku akan mengurus mereka, karena sudah lama aku tidak bermain main" ucap Keyzia dan mereka mengangguk paham lalu mereka berdua segera masuk ke dalam Pesawat pribadi milik keluarga Wales, dan sedangkan Keyzia pun segera meninggalkan bandara menuju ke suatu tempat
Dia menuju markas nya, yang berada di belakang mansion, anak buahnya membungkuk hormat menyambut kedatangan nya, dan mengikuti langkah kakinya
"Selamat datang Queen mereka sudah berada di ruang penyiksaan" ucap salah satu anak buahnya dan dia mengangguk, lalu berjalan menuju ke ruang bawah tanah, di depan ruangan terdapat dua penjaga, yang membungkuk hormat lalu salah satu anak buahnya memasukkan kode akses agar pintu terbuka, dia pun memasuki ruangan yang sudah terasa bau amis darah, dan tepat di bawa lampu seseorang yang terduduk lemas di kursi, tangan yang terikat kencang membuat nya susah untuk melepaskan diri, meskipun mereka bisa melepaskan ikatan di tangan nya, akan tetapi tidak bisa bebas dari mansion sebesar itu, dan juga penjagaan yang sangat ketat
Dan beberapa anak buahnya yang ikut masuk, yang membawa ember berisi air dingin, Keyzia memberikan kode agar membangun kan mereka, dan keempat nya pun terbangun setelah terguyur dengan air dingin, dengan kondisi ruangan yang sangat dingin membuat mereka terasa membeku seperti es cream, masuk dalam lemari pendingin, dan merasa terkejut wanita yang di hadapannya
"Nona Keyzia" gumam Rebecca dan Angel bersamaan dalam hati
"Dia kenapa masih hidup, bukannya anak buah ku sudah mengurus nya, mereka melawan satu saja tidak becus" gumam salah satu pria yang ingat jika wanita di hadapannya yang tak lain targetnya
"Kenapa kalian merasa bingung" ucap Keyzia dengan senyum smirk nya dan membuat mereka tertegun dengan melihat senyum nya
"Siapa kau, dan seharusnya kau sudah mati" ucap ketua mafia
"Lepaskan kami jika tidak ingin nyawamu akan melayang setelah kami keluar dari sini" ucap tangan kanan mafia
"Key jangan mengira kami takut karena berada disini, kau ingat kami bisa membunuhmu tanpa ada jejak" ucap Angel dengan nada sombong nya, dan masih belum sadar jika nyawa dirinyalah yang terancam saat ini juga
"Lepaskan kami, jika kamu masih menyayangi nyawamu" ucap Rebecca, mereka masih dengan nada sombong nya menyuruh Keyzia untuk melepaskan nya
__ADS_1
"apa kau tidak tahu jika aku adalah ketua mafia yang terkuat di kota ini, dan dengan mudah aku akan menyuruh anak buah ku melacak keberadaan ku, setelah itu akan membalas perbuatan mu, jika kau mau melepaskan kami maka kemungkinan kami akan memaafkan mu, dan jangan pernah muncul di hadapan kami" ucap pria yang tak lain ketua mafia dengan nada sombong nya,
"lepaskan kami dan kami akan memberikan kesempatan untuk kau kabur dan menyelamatkan nyawa mu" ucap pria mudah yang tak lain tangan kanannya, meski mereka berusaha untuk mengukur waktu untuk bisa melepaskan ikatan tangan nya dan Keyzia menyadarinya, dan dia hanya tersenyum penuh makna
"kau dengar tadi, mereka akan memberikan mu kesempatan jadi lepaskan kami, dan segera lah kabur dan jangan pernah muncul di hadapan kami, ingat kau bukan lah lawan mereka, kau hanya wanita lemah dan hanya memiliki anak buah yang tidak seberapa" ucap Angel yang ikut menimpali
dan karena dia tidak memiliki waktu meladeni ocehan mereka, dan saat ini dia tidak ingin bermain-main lalu mengarahkan anak jarinya dan salah satu anak buahnya yang membawa senjata mendekat, dia pun mengambil pistol lalu menarik pelatuk nya mengarah tepat di kepala tangan kanan mafia tiga kali tembakan, seketika pria itu mati di tempat, dan membuat mereka terkejut dan kini merasa ketakutan, suara tembakan membuat mereka terdiam
"diam atau ingin" ucap Keyzia dengan senyum devil nya, dan mereka baru menyadari jika lawannya bukan sembarangan
"dia monster" gumam ketua mafia, pria yang terlihat tidak mudah
"dia bukan manusia" gumam Angel dalam hati
"aku salah cari lawan" gumam Rebecca dalam hati, ketiga nya merasa nyawanya tidak akan selamat jika membuat hatinya tidak nyaman, dan dengan mudah nyawa mereka akan melayang satu persatu
"siapa yang berencana membunuh ku" ucap nya lagi, dan membuat mereka menutup rapat mulut nya
"jawab atau" ucap Keyzia lagi
"mereka berdua yang menyuruh ku untuk membunuh mu dan berencana mengambil harta keluarga Wales" ucap pria paruh baya yang tak lain sebagai ketua yang membuka suara
"kau juga ingin mengambil harta milik keluarga Wales apa kau lupa pria tua" ucap Angel dan mereka pun berdebat dan Keyzia tidak ingin membuang waktunya lalu, dalam hitungan detik mereka mati, dengan tembakan tepat mengenai kepala dan jantung, darah pun bercucuran dan Keyzia pun terkena dengan darah segar mereka
__ADS_1