
"aku akan segera melacak keberadaan mereka berdua" ucap Keyzia
"aku akan juga membantu mencari keberadaan mereka" ucap Jessica dan dia mengangguk sebagai jawaban, mereka pun menuju ke kamar Keyzia. Tidak memakan waktu lama Keyzia pun mendapat kan posisi keberadaan mereka
Keyzia, Damian, Jessica, Leon beserta anak buah mafionso ikut mengawal mereka menuju tempat penyekapan
"apa benar ini tempat Thomas dan Max di tahan" ucap Leon dan Keyzia mengangguk sebagai jawaban, dan mereka pun percaya karena kemampuan Keyzia tidak di ragukan lagi
"key dan Jessica kalian harus hati-hati, meski musuh tidak terlihat tetapi mereka pasti berada di dekat kita" ucap Damian, yang melihat gedung berukuran besar yang terbengkalai tidak ada penjagaan yang ketat, tetapi tetap waspada jika musuh melakukan perlawanan
"kita harus berpencar supaya cepat bertemu" ucap Jessica
"Daddy bersama Jessica dan key bersama Leon" ucap Damian mereka pun setuju, akan tetapi terlihat Jessica seperti ada perasaan kecewa atas keputusan Damian, akan tetapi dia tidak menunjukkan nya dan Leon menyadari nya dia mencoba untuk memberi pengertian dengan isyarat, dan tetapi Keyzia menyadari sikap mereka berdua, mereka di bagi dua tim dan anak buah mafionso terbagi, dan segera berpencar
"kau mau kemana key, jangan jauh-jauh" ucap Leon, dia seperti lupa siapa Keyzia sebenarnya, gadis dulu yang dia kenal tak lain Queen mafia kejam berhati dingin, dia akan membalas apa yang telah mereka perbuat termasuk sebuah kebohongan
"kau kesana aku kesini" ucap Keyzia yang terlihat sangat berhati-hati, dengan mode serius dan Leon mengiyakan karena tahu karakter Keyzia masih sama seperti dulu, dia tidak mau di bantah
"jika butuh sesuatu segera hubungi aku, sebaiknya mereka ikut bersama dan aku akan membawa dua anak buah" ucap Leon dan dia mengangguk sebagai jawaban, mereka pun berpencar lagi. Leon bersama dua anak buah mafionso sedangan Keyzia bersama anak buahnya berjumlah kan 5
dia saat mereka berkeliling, sedangkan Damian dan Jessica sudah menemukan keberadaan mereka, dan bersamaan dengan Leon bertemu di sebuah ruangan yang tidak terkunci dan juga tidak ada penjagaan
"Thomas Max bangunlah" ucap Damian, kedua pria itu tertidur pulas di kasur, tanpa ikatan atau penutup mulut agar tidak bisa berteriak
"bang Max bang Thomas bangun, apa kalian baik-baik saja" ucap Jessica yang juga ikut membangun kan begitupun dengan Leon, dan akhirnya kedua pria itu terbangun dan terlihat bingung
__ADS_1
"Daddy, Jessica, Leon dan mereka juga, kenapa kalian ada disini dan dimana ini, Max kita ada dimana" ucap Thomas yang masih belum sadar dan melihat anak buahnya mafionso juga berada disana
"kau juga tidur dan dimana ini, seharusnya kita berada di dalam pesawat menuju ke Jeju" ucap Max yang sangat bingung, keduanya beberapa kali menguap mengantuk
"anak buah kita memberitahu jika kalian di culik dan mobil kalian berada di pinggir jalan" ucap Jessica
"sebenarnya apa yang terjadi kepada kalian, bukannya kalian sekarang sudah sampai di Jeju" ucap Damian yang ikut menimpali dan kini melihat mereka berdua tampak baik-baik saja tidak ada yang terluka sedikitpun
"kami sudah sampai di bandara dan tidak menunggu lama, kami pun masuk ke pesawat kelas bisnis, karena lapar kami pun memesan makanan" ucap Max berusaha mengingat lagi
"kami berdua sudah berada di dalam pesawat dan setelah makan, kita tidur karena merasa ngantuk pada waktu itu dan sekarang baru bangun" ucap Thomas berusaha mengingat kembali tetapi hanya itu saja yang dia ingat pada malam itu
"apa kalian merasa sakit di bagian kepala, atau tubuh kalian" ucap Leon dan keduanya menggeleng kepala sebagai jawaban, karena merasa bingung jika keduanya tidak merasa sakit bagian kepala atau tubuhnya
"apa kalian tidak ingat setelah berada di dalam pesawat" ucap Jessica dan keduanya menggeleng kepala sebagai jawaban
"kami tidak ingat waktu itu kami tertidur dan bangun dan berada disini" ucap Max
"salah satu mafionso, melihat rekaman CCTV tidak melihat kalian masuk ke area bandara dan mobil kalian juga berada di tepi jalan, dan mengatakan kalian di culik" ucap Jessica dan membuat keduanya semakin merasa bingung
"kami sudah berada di pesawat waktu itu dan apa kalian juga melihat rekaman CCTV tersebut" ucap Thomas yang merasa ada yang tidak beres, dan mereka menggeleng kepala sebagai jawaban
"apa kalian tidak ingat lagi kejadian setelah tidur dan kini kalian berada disini, dan kalian tertidur sangat lama" ucap Leon dan kini mereka merasa ada yang janggal dan mereka juga merasa ada penyusup di markas yang menyamar menjadi anak buah mafionso
"siapa yang mempermainkan kita" ucap Damian karena seperti nya mereka masuk dalam perangkap
__ADS_1
"di luar tidak ada penjagaan yang ketat, jika kalian di culik pasti ada beberapa anak buah yang menjaga, akan tetapi kami lihat tidak ada siapapun" ucap Jessica dan mereka mengangguk sebagai jawaban
"kami sungguh berada di pesawat kami belum lupa dan setelah itu kami tertidur setelah makan" ucap Thomas
"dan siapa yang memberi tahu lokasi tempat ini" ucap Max jika di culik mereka tidak akan mudah menemukan lokasi keberadaan mereka, terlebih tidak tahu posisi tepat nya karena kemungkinan mereka berada di Jeju, atau masih ada di kota yang sama
"kami sebenarnya tidak tahu tempat ini dan kami berusaha melacak kalian, dan Keyzia yang berhasil menemukan tempat ini" ucap Damian
"benar dimana Keyzia bukannya dia bersama mu Leon" ucapnya lagi kini baru menyadari, Keyzia tidak bersama mereka membuat mereka terkejut
"Keyzia dimana Leon bukannya dia bersama mu kenapa kau sendirian tadi" ucap Jessica kini mereka mengkhawatirkan Keyzia
"kami tadi berpisah tetapi dia membawa anak buah, maaf kan aku karena tidak bisa menolak permintaan dia" ucap Leon yang merasa bersalah karena lalai menjaga Keyzia,
"apa kau sudah gila Leon, jika Keyzia terjadi sesuatu aku tidak akan memaafkan mu" ucap Thomas penuh ancaman karena dia sangat menyayangi adik es kutub nya
"kau tahu jika kami tidak bermain main dengan ucapan kami" ucap Max pun sama memberikan peringatan sebuah ancaman, meski tahu jika Leon tak lain calon suami dari adik angkatnya dan akan menjadi pemimpin nya, dan Damian menampar dengan keras pipi Leon hingga mengeluarkan darah, karena merasa kecewa dengan sikap kecerobohan Leon kepada putri kesayangannya
"Daddy sekarang bukan waktu nya untuk saling menyakiti dan bang Max bang Thomas, sekarang bukan waktu nya untuk saling menyalakan, dan waktu nya mencari keberadaan Keyzia" ucap Jessica untuk berusaha menyadarkan mereka dan fokus kepada Keyzia, mereka mengangguk paham lalu segera mencari Keyzia
"hahaha" suara tawa yang semakin dekat, dan suara tawa tersebut diiringi dengan sebuah tepukan tangan, membuat mereka terdiam dan bingung karena suara tawanya sangat familiar di telinganya
"Keyzia" gumam mereka yang melihat sosok gadis yang mereka cari, berada di sana tepat di hadapan mereka yang kini mengeluarkan senyuman menyeringai, membuat mereka bingung di saat waktu yang genting
"key kemana saja Daddy sangat mengkhawatirkan kamu, takut terjadi sesuatu kepada mu" ucap Damian yang terlihat sangat gelisah tanpa ada kebohongan
__ADS_1
"key maaf kan aku karena meninggalkan kamu tadi, sungguh aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama" ucap Leon, yang sangat takut jika Keyzia akan kecewa kepada nya
"key baik-baik saja tidak ada yang terjadi bukan" ucap Jessica, dan tetapi reaksi Keyzia membuat mereka terkejut di luar dugaan