
Di depan Thomas yang tak lain saudara laki-lakinya, dan mengetahui jika mereka akan berpisah kamar tidur
"kau tidak perlu keluar karena aku sudah selesai bicara, dan mengobrol lah sesuka hati karena aku masih ada urusan" ucap Thomas yang peka jika Keyzia ingin mengusir nya, dan lebih memilih untuk bersama Chanyeol, tapi dia merasa sangat bahagia
"terimakasih thom Hyung" ucap Chanyeol dan pria itu pun berjalan melewati dirinya, dan menepuk bahunya, dan dia mengangguk sebagai jawaban
"apa yang ingin kau katakan kepada ku" ucap Keyzia to the poin yang ingin menanyakan maksud kedatangan nya
"kau tidur lah di kamar lalu aku akan tidur di kursi sofa seperti biasa nya" ucap Chanyeol yang memberanikan dirinya, untuk mengajak tidur di kamar yang sama dan tidak perlu untuk pindah kamar
"kau tidak perlu khawatir aku akan tidur di kamar yang lain, kau tidak perlu tidur di kursi sofa" ucap Keyzia yang jika Chanyeol yang berpikir jika dia akan tidur di kursi sofa ruang tamu, dan Chanyeol bermaksud kursi sofa yang dia maksud adalah, kursi sofa yang berada di dalam kamar Keyzia
"baiklah tetapi kau tidur dimana" ucap Chanyeol yang menanyakan lagi
"aku akan tidur di sini kau tidak perlu khawatir, karena disini juga ada kamar tidur" ucap Keyzia dan Chanyeol mengangguk paham, karena di dalam ruangan tersebut ada sebuah pintu yang berbeda, dari pintu yang dia masuk tadi
"apa kau butuh sesuatu lagi" ucap nya lagi
"aku tidak butuh apapun, tetapi apa kau butuh sesuatu mau aku bantu" ucap Chanyeol yang tidak ingin pergi, dan nampak Keyzia tidak mengerti maksud perkataan Chanyeol, dia bisa meminta bantuan kepada Thomas bukan kepada nya
"kau tidur lah karena seharian telah bekerja" ucap Keyzia dan dia mengangguk paham, lalu dia pun pergi meninggalkan ruang kerja Keyzia
"key jangan tidur terlalu malam, jika butuh bantuan ku katakan saja" ucap Chanyeol yang berada di ambang pintu, dan Keyzia hanya menjawab nya dengan tersenyum
__ADS_1
"key tahan aku untuk berada disini" gumam Chanyeol dalam hati, akan tetapi Keyzia enggan untuk mengatakan hal itu, ketika keluar dari ruangan tersebut Chanyeol merasa kecewa dengan sikap nya
"apa yang harus aku lakukan" gumam Chanyeol dalam hati, nampak nya dia berusaha keras untuk mendapatkan ide, hal yang bisa membuat nya dapat masuk ke dalam ruang Keyzia
"apa aku membawa kan cemilan untuk nya" gumam Chanyeol dalam hati, seperti mendapat kan sebuah ide cemerlang. agar dirinya dapat masuk kembali ke ruang kerja Keyzia
"itu ada telepon" ucap Chanyeol yang mengarah ke meja di sana terdapat telepon rumah, yang memang sengaja di sediakan di setiap lantai, lalu menghubungi maid untuk di bawakan buah-buahan serta cemilan untuk Keyzia, dirinya pun menunggu hanya beberapa menit, tak lama kemudian dia pun datang dan membawa kan nampan makanan
"maaf tuan jika telah menunggu lama" ucap maid paruh baya tersebut
"terimakasih sudah membantu ku, dan kau boleh kembali istirahat, maaf sudah menganggu waktu mu" ucap Chanyeol dan wanita itu mengangguk dan tersenyum lalu menunduk hormat ketika akan pergi, setelah pekerjaan nya selesai.
dia pun kembali ke ruangan Keyzia yang kini membawa kan nampan isi buah, cemilan dan minuman untuk nya
"kau seharusnya tidak perlu melakukan ini, karena disini sudah ada" ucap Keyzia dan membuat Chanyeol hanya tersenyum, dan baru menyadari jika di dalam ruangan tersebut ada lemari es, yang ukurannya sama besarnya yang jelas penuh dengan beragam macam, minuman serta cemilan tak hanya minuman dan minuman saja
"kau juga melupakan hal-hal kecil" gumam Keyzia dalam hati, akan tetapi dia tetap berusaha untuk tetap tersenyum, meski dia menyadari jika Chanyeol sungguh melupakan hal tersebut
"tetapi aku kesepian jika berada di kamar apa kau mau temani aku, jika kau tidak sibuk" akhirnya Chanyeol mengatakan yang sebenarnya, dan Keyzia mengangguk paham lalu menyuruh menghampiri nya ke balkon, untuk mencari udara segar lalu Chanyeol menaruh nampan makanan tersebut di atas meja, tiba-tiba dia melepaskan jaketnya lalu memakai kan nya ke tubuh Keyzia
"udara malam sangat dingin dan kau pasti kedinginan, pakai lah" ucap Chanyeol yang tersenyum mengapa dirinya, dan akhirnya Keyzia menerima nya
"terimakasih" ucap Keyzia dan Chanyeol mengangguk sebagai jawaban dan tersenyum
__ADS_1
"maaf jika aku telah melupakan mu dan kenangan kita yang lalu, meski begitu aku akan berusaha mengingat nya lagi" ucap Chanyeol yang merasa jika dirinya benar-benar telah melukai Keyzia, karena melupakan tentang masa lalu mereka berdua
"kau tidak perlu mengingat nya lagi yang terpenting saat ini kau sehat" ucap Keyzia yang pasrah dengan keadaan, dan tidak menginginkan Chanyeol mengingat kehidupan mereka berdua di masa lalu, melihat Chanyeol baik-baik saja itu sudah cukup bagi Keyzia, yang sangat berarti bagi nya, untuk pertama kali nya dalam sejarah hidup Keyzia, pasrah dengan keadaan karena sebelumnya dia selalu mendapat kan apa yang di inginkan nya, tidak ada hal yang mustahil baginya, dan menemukan keberadaan Damian hal yang mustahil bagi nya untuk bisa bertemu lagi dengan ayah kandungnya, akan tetapi dia mampu menemukan nya, tetapi tidak untuk saat ini dia sungguh pasrah demi kebaikan Chanyeol
"aku sangat menyesal karena bisa melupakan masa lalu kita, dan tidak mempercayai mu" ucap Chanyeol
"mungkin sudah takdir kau dulu juga pernah mengatakan jika tidak ada yang salah dengan takdir" ucap Keyzia dan Chanyeol mengangguk paham, seolah dia sangat bangga kepada Keyzia karena masih mengingat apa yang dia katakan kepada nya, lalu dia mengelus kepalanya dengan lembut, mereka berdua menikmati indahnya malam bertabur bintang di langit yang gelap
"apa kau yakin tidak kembali ke kamar" ucap Chanyeol lagi dan Keyzia menjawab nya dengan mantap, jika dia akan tidur di ruang kerja nya
"baiklah aku akan kembali ke kamar kau jangan lupa istirahat" ucap Chanyeol dan Keyzia mengangguk sebagai jawaban lalu dia pun pergi keluar dari ruang kerja Keyzia
ketika Chanyeol telah sampai di kamar dan berusaha untuk memejamkan kedua matanya, akan tetapi masih susah untuk tidur
"kalian adalah kedua mata ku, kenapa tidak menurut dengan perintah ku" gumam Chanyeol yang merasa kesal, karena tidak kunjung bisa tidur
"apa key baik-baik saja" gumam nya lagi, otaknya masih berpikir akan tetapi tubuh nya butuh istirahat, keduanya tidak berjalan dengan sinkron
"apa aku menemani nya saja, aku lebih baik menghampiri nya, jika tidak begitu aku tidur di kursi sofa disana" gumam Chanyeol dalam hati, meski dia tahu jika Keyzia kini berada di kamar pribadinya, dan tidak masalah jika harus tidur di ruang kerjanya, setidak nya mereka di tempat yang sama
"untuk pertama kali galau karena tidak bisa tidur" gumam Chanyeol dalam hati, Karana dirinya lah yang membuat nya susah untuk tidur, terlalu memikirkan Keyzia
akhirnya Chanyeol memutuskan untuk pergi ke ruang kerja Keyzia, agar dia bisa tenang
__ADS_1
"mereka akan pergi kemana" gumam Chanyeol dalam hati