
"ahjusi terimakasih sudah membantu ku, sepertinya aku akan menyelesaikan sendiri" ucap Hana dan dia hanya mengangguk sebagai jawaban
"Apa kah aku harus menunggu mu, karena kau akan susah untuk kembali, apa kau akan bersama dia" ucap pria asing itu, dan nampak Hana berfikir
"Tidak perlu ahjusi aku akan naik taksi jika selesai" ucap Hana yang menolak bantuan pria itu, karena merasa tidak enak jika terus menerus menyusahkan dia, terlebih mereka tidak memiliki ikatan saudara atau Ikatan keluarga
"Baiklah jika itu keputusan mu" ucap pria itu dan Hana pun segera keluar, dan mengikuti langkah kakinya, hingga masuk ke dalam rumah sakit, dan dia masih mengikuti dari belakang
Dia terlihat sudah terbiasa datang kesini, dan suster pun mengenal baik dirinya
"Pasien sempat mengalami kritis, dan kini sudah membaik" ucap perawat wanita itu, dan berjalan bersama menuju ruang rawat, terlihat jelas jika Chanyeol sangat mengkhawatirkan seseorang
"Terimakasih sudah merawat dia dengan baik, apakah kedua orang tua ku masih ada disini" ucap Chanyeol dan dia mengangguk sebagai jawaban, membuat Hana semakin penasaran bukan hanya Chanyeol tetapi kedua orang tuanya pun juga menemani dia
"Mereka kini menemani pasien" ucap perawat tersebut
"Siapa yang sakit, dan apa mungkin dia" gumam Hana dalam hati, tidak terasa ada perasaan yang teramat sakit, mengetahui jika Chanyeol masih memperdulikan wanita lain, dan dia merasa jika dia masih memiliki perasaan untuk dia, dan untuk apa selama ini sikap dia sangat manis kepadanya, dia teramat kecewa terlebih kedua mertua nya pun sama
Dan mungkin cinta mereka bersatu, dan akan segera menceraikan dirinya jika sang ibu sudah sepenuhnya sembuh dari sakit nya
"Aku akan merelakan untuk melepaskan mu, jika itu membuat mu bahagia " gumam Hana dalam hati dia juga merasa bimbang untuk melihat sosok wanita yang membuat nya penasaran, tetapi dia juga takut jika hati nya akan tersakiti
"Dia suami ku, wanita lain tidak boleh memiliki nya dan aku harus mempertahankan dia" gumam Hana dalam hati, kini dia menyadari jika belum siap untuk melepaskan Chanyeol yang kini menjadi suaminya, di dalam hati di pikirannya masih berdebat, dan masih mengikuti mereka dari belakang
"Pantas saja dia tidak melarang ku untuk ikut bersama mereka dan kini aku tahu" gumam Hana dalam hatinya, lagi dan lagi dia sering berubah pikiran, hingga sampai dia pun masuk ke dalam kamar VVIP
Pintu tidak tertutup dengan rapat, dia pun mengintip dari celah-celah, kini dia tahu sosok wanita yang ingin dia lihat dan ingin mengatakan _jika pria yang bersamanya adalah suaminya_ tidak terasa matanya berlinang air dan membuat dadanya sesak sosok wanita itu
__ADS_1
"Kamu sudah datang, Hana bagaimana" ucap ibu Chanyeol
"Hana sekarang sedang bersama teman-teman ku, jadi kalian tidak perlu khawatir" ucap Chanyeol
"Bagaimana keadaan eomeoni, tadi aku dengar jika sempat kritis" ucap nya lagi
"Aku sudah membaik, Chan terimakasih sudah menyempatkan datang kesini, tetapi jangan ceritakan kepada Hana tentang kondisi ku saat ini, berjanji lah" ucap Anastasia yang tak lain ibu Hana
"Tetapi" ucap Chanyeol terpotong
"Chan berjanji lah agar membuat Hana selalu bahagia, dan aku tidak tahu sampai kapan bisa bertahan" ucap Anastasia dan membuat mereka teramat sakit mendengar keputusasaan wanita yang kini terbaring lemah di kasur
"Kami pasti akan menemukan ginjal yang baru, kamu harus bertahan" ucap tuan Park Chae Ran, nampak mereka sangat berusaha untuk tetap tegar di depan wanita itu
Dan Hana pun segera meninggalkan tempat itu karena merasa tidak tahan lagi dan ingin menangis, dan ketika akan berbalik dia tidak sengaja menabrak seseorang
"sorry aku tidak sengaja" ucap Hana karena melihat wanita itu seorang dokter dan terlihat bukan warga asli Korea
"suara ini apakah dia Hana" gumam Chanyeol dalam hati, yang merasa sangat familiar dengan wanita suara tersebut
"good night, bagaimana keadaan pasien" ucap wanita itu yang sempat bertemu Hana di depan
"saya sudah merasa cukup baik dokter Jess" ucap Anastasia dan dokter wanita itu tersenyum
"bagaimana perkembangan nya tuan Park, apakah kalian sudah menemukan pendonor ginjal yang cocok" ucap dokter Jess dan mereka menggeleng kepala sebagai jawaban, dan dia hanya tersenyum karena tahu jika mencari ginjal yang cocok, dan benar-benar sehat itu tidak lah mudah
"tetapi kami akan segera menemukannya dok" ucap tuan Park Chae Ran
__ADS_1
"apakah rumah sakit tidak memiliki calon pendonor ginjal" ucap Chanyeol
"di rumah sakit kami pasti memiliki pendonor ginjal tetapi ginjal yang di butuhkan pasien Anastasia tidak ada disini, jika melakukan operasi lagi dengan ginjal yang sama maka berakhirlah seperti ini lagi dan pasien yang akan mengalami kesusahan" ucap dokter pria tampan berwajah oriental bule seperti dokter wanita bernama Jess, keduanya nampak bukan warga Korea tetapi mereka sangat fasih dalam berbahasa Korea
"kalian tidak perlu mencari nya lagi aku sudah membaik dengan operasi ginjal yang sebelumnya, terimakasih dokter Lee sudah sangat baik merawat saya" ucap Anastasia karena tidak ingin menyusahkan mereka lagi dengan penyakit nya, dan terlebih dia sudah melakukan operasi transplantasi ginjal tetapi hasil belum memuaskan, pemilik ginjal memiliki penyakit dan kini ginjal tersebut harus di ganti, dan membuat mereka sangat merasa bersalah terlebih kepada Hana, dan dokter wanita itu pun sama
"dan apakah kita bisa mendapatkan ginjal yang cocok dan dimana rumah sakit tersebut" ucap Chanyeol yang masih ingin berusaha menemukan ginjal tersebut, dan dokter Lee hanya tersenyum, dan dokter Jess mengerti arti senyuman itu
"kami juga akan segera menemukan ginjal yang cocok dengan anda, dan anda harus tetap semangat" ucap dokter wanita itu yang di panggil dengan sebutan dokter Jess
"terimakasih dokter" ucap mereka, kedua dokter tersebut memeriksa dan setelah itu keduanya pun sama-sama pergi
"kau sangat keterlaluan kepada mereka, setidaknya dia aman bersama mereka dan aku tadi sempat bertemu" ucap Dokter Jess yang tidak habis pikir dengan pola pikir dokter Lee, dan dia pun berhenti seketika
"dimana dia sekarang, aku ingin bertemu dengannya" ucap Dokter Lee yang kini sangat penasaran dengan sosok seseorang yang bertemu dengan dokter Jess
"kamu jangan khawatir dia pasti bertemu dengan dia, karena selama ini mereka sudah bertemu jika masih merasa khawatir ayo kita lihat mereka" ucap Dokter Jess lalu membawa nya ke suatu tempat, dan benar saja apa yang mereka lihat saat ini
"aku ingin kesana" ucap Dokter Lee dan di halang oleh dokter Jess
"kau ingin semua rencana gagal, dan kita harus perlahan-lahan tapi pasti, semua butuh proses" ucap dokter Jess dan dia pun mengangguk paham, tidak lama mereka pun meninggalkan tempat itu
"Chan eomma eomeoni eobeji mereka sudah merahasiakan nya dari ku, dan eomma kenapa kau tidak mengatakan jika kau sekarang sakit parah" gumam Hana dalam hati yang seakan ingin berteriak, dia sangat kecewa hanya dirinya yang tidak tahu jika sang ibu masih sakit, dia putri yang sangat buruk tidak tahu jika sang ibu nya kini terbaring lemah
Hana berjalan menuju keluar rumah sakit, berencana untuk segera kembali meski belum tahu, dia akan menemukan kendaraan umum untuk membawanya pulang, dan dia tidak sengaja bertemu dengan pria asing yang sering menolong dirinya, dan dia pun menghampiri nya
"kau baik-baik saja kenapa menangis" ucap pria asing itu yang menahan dan melihat jika wanita di hadapannya kini sudah berlinang air mata, membuat nya penasaran, tetapi dia sepertinya tidak kuat untuk berbicara, dan akhirnya pria itu memapah nya membawa nya ke taman
__ADS_1
"bagaimana kau sudah merasa baik-baik saja" ucap pria asing itu, dan dia mengangguk sebagai jawaban
"apa yang membuat mu menangis jika kau mau menceritakan nya kan kepada ku, jika itu bisa membuat mu tenang" ucap nya lagi dan dia menyuruh ambil nafas dengan perlahan-lahan agar bisa tenang