
Chanyeol baru tiba sekitar pukul 2 malam, dia sedikit mabuk karena pengaruh alkohol, dan melihat Hana sedang tertidur lelap di atas kursi sofa dan menyadari jika dia menunggu dirinya pulang hingga larut malam dan tidak terasa dia pun tertidur, dan Chanyeol pun mendekati wajah yang teduh, membuat nya merasa nyaman, dia juga merasa bersalah telah membuat dia menunggu lama, dan memutuskan untuk memindahkan ke kamar
"Kau sudah pulang" ucap Hana yang tersenyum menatapnya
"Maaf sudah membuat mu menunggu" ucap Chanyeol
"Kau habis minum" ucap Hana yang mencium bau alkohol dan dia mengangguk sebagai jawaban, karena memang benar dirinya habis minum bersama teman-temannya
"Mau aku siapkan air hangat" ucap Hana dan dia menggeleng kepala
"Tidak perlu kau pasti lelah dan aku bisa menyiapkan sendiri kau tidur lah" ucap Chanyeol dan dia mengangguk, pria itu pun menaruh nya ke atas kasur lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, dan setelah itu dia segera mengenakan baju tidur
Hana masih larut dalam kesedihan paska meninggalnya sang ibu, dan Chanyeol berusaha untuk membuatnya kembali tersenyum
"Kamu harus berusaha untuk menerima keadaan sekarang, meski aku tidak berhak mengatakan ini, jujur aku iri memiliki suami yang sangat baik seperti dia, meski dia sibuk bekerja dia juga berusaha untuk membuat mu bangkit" ucap Oh Na Ri yang merasa jika Hana sangat keterlaluan
"Aku sebagai pria pasti akan kabur dari mu, tetapi dia berbeda, kau harus berusaha untuk bangkit" ucap Kang Tae Mo
"Sebelum semuanya terlambat kau juga harus bisa bangkit, lihat ada seseorang yang masih setia menunggu mu" ucap Choi young do dan membuat Hana merasa jika selama ini dia sangat keterlaluan, dan kini dia baru menyadari jika seseorang pasti memiliki rasa lelah
__ADS_1
"Terus aku harus bagaimana aku taku jika dia meninggal kan aku" ucap Hana yang kini mulai merasa takut jika Chanyeol merasa bosan dengan sikap Hana, dia akan berubah dan meninggalkan dirinya
"Kau jangan khawatir, masih belum terlambat untuk berubah kembali seperti yang dulu" ucap Kang Tae Mo
"Aku merasa jika dia sangat mencintai mu dan tidak mungkin punya berfikiran untuk meninggalkan mu" ucap Choi young do
"Tetap semangat dan buat dia bahagia seperti selama ini dia juga berusaha membuat mu bahagia" timpal Oh Na Ri dan dia sangat bahagia memiliki sahabat seperti mereka, yang setia ada di dekatnya
Kini dia baru menyadari jika betapa besar tulus cinta Chanyeol untuk dirinya, dia bersabar menghadapi Hana yang telah berubah menjadi pendiam
Meraka bertiga menyempatkan untuk datang ke apartemen mereka, karena Hana sedang merasa galau, dan tidak tahu harus berbuat apa
"Bagaimana jika kita jalan jalan, aku sangat bosan disini" ucap Hana dan dia berharap jika pria itu setuju dengan ajakan dia
"Sepertinya aku tidak bisa karena masih ada urusan, kau bisa pergi bersama teman teman mu" ucap Chanyeol yang membuat Hana putus asa
"Kau mau pergi kemana, mau aku temani" ucap Hana dan dia menggeleng kepala
"Hanya sebentar saja" ucap Chanyeol yang kini Hana merasa jika dia semakin berubah
__ADS_1
"Kau ada ada masalah, jika iya katakan kepada ku, dulu kau pernah berkata kepada ku, jika memiliki masalah jangan di pendam sendirian, kau harus membaginya kepada teman mu atau seseorang yang membuat mu nyaman, dan aku sekarang merasa kau menyimpan sesuatu dari ku" ucap Hana yang merasa jika pria itu mencoba menghindar darinya
"Kau pasti lelah, segera istirahat aku tidak akan pergi lama, sebentar saja" ucap Chanyeol tersenyum dan mengelus kepalanya, lalu dia pun segera pergi
Dan tidak lama berselang Chanyeol pergi seseorang pun mendatangi dia dan menekan tombol bel
"Dia pasti Chan kenapa dia tidak membuka pintu sendiri atau dia membuat kejutan untuk ku" gumam Hana dalam hati, karena merasa jika dia tidak memilik janji untuk bertemu siapa pun, dan terlebih apartemen mereka yang tahu hanya kedua orangtuanya, ketiga sahabatnya saja
"Chan kau pasti berubah pikiran bukan, dan mau mengajak ku pergi untuk jalan-jalan" ucap Hana yang sangat bersemangat, jika pria itu kini berubah pikiran dan mau mengajak nya
Tetapi ketika dia membuka pintu yang membuatnya terkejut, dan senyuman yang mengembang kini luntur secara perlahan
"Kau pasti menunggu Chan, dia pasti sudah pergi, apakah kau yakin dia hanya pergi, dan hanya sendirian tidak mengajak mu" ucap wanita yang dia kenal, dia tersenyum yang penuh makna
"Kenapa kau tahu jika Chan pergi, dia hanya pergi untuk bertemu dengan teman temannya, dan aku menolak untuk ikut" ucap Hana yang berusaha setenang mungkin senatural mungkin
"Apa kau yakin dengan apa yang kau ucapkan, tapi aku merasa jika kau juga merasa curiga akhir akhir ini Chan semakin berubah sikapnya" ucap nya, dan Hana terkejut jika dia semakin berubah terkadang suka pergi sendirian, dan pulang malam dalam keadaan mabuk, dirinya meyakini jika Chanyeol pergi minum bersama teman-temannya
"Kau tahu dia sudah merasa muak dengan sikap mu setelah ibu mu meninggal, setelah itu kau semakin murung dan berubah menjadi pendiam, apa kau tidak kasihan kepada Chan yang berusaha menghibur mu, tetapi nyatanya kau egois dan mengabaikan Chan" ucapnya lagi, dan membuat Hana merasa bersalah dia kini menyadari jika selama ini sikap nya sangat keterlaluan
__ADS_1
"Biarkan Chan berbuat semaunya, dia juga berhak bahagia, dan bukan hanya kau saja yang harus merasakan kebahagiaan tetapi Chan juga sama dan pasti memiliki keinginan yang tak pernah kau tahu, karena dia berusaha membuat mu bahagia, dia pernah tidak pulang bukan itu karena bingung harus berbuat apa agar membuat mu bahagia, egois sekali istri macam apa kamu yang membuat dia tidak nyaman di apartemen nya sendiri" ucapnya lagi dan tidak sadar kini dia berlinang air mata, dan wanita itu semakin bahagia di dalam hati di bersorak dalam kemenangan dan dia pun segera pergi setelah puas membuat Hana menangis, dia teringat jika beberapa kali Chanyeol tidak pulang dan dia beralasan jika dirinya tertidur di apartemen temannya