The Mafia Queen

The Mafia Queen
di antar oleh dia


__ADS_3

Dia pun menghampiri wanita itu yang tertidur di kursi, wajah yang membuatnya nyaman sehingga tidak tahu sudah berapa lama di menatap wajah wanita yang teduh


Tiba-tiba dia membuka mata dan dia segera menjauhi dirinya


"Bagaimana kamu bermimpi indah" ucap Sehun dengan penuh sindiran


"Tidak aku tidak tidur" elak Hana dan pria itu menunjuk ke bibirnya


"Lihat tuh masih ada bekas air liurnya katanya gak tidur cepat lap" ucap Sehun dan membuat wanita itu segera menghapus jejak air liur ternyata tidak ada membuat nya tertawa


"Seperti bocah" ucapnya lanjut sambil menahan tawa melihat wajah panik hana


"Kau memang sengaja ngerjain aku ini aku kasih air liur ku"ucap Hana lalu mengusap sudut bibirnya seakan-akan dia menemukan air liurnya lalu mendekati Sehun dan pria itu pun segera menjauh dan Hana pun berencana mengejar dia


"Mau apa kau" tanya Sehun seakan-akan tahu apa yang di dalam pikirannya


"Ini air liur ku kau mau" ucap Hana berniat menggodanya dan pria itu merasa jijik dan wanita itu semakin ingin menggoda nya, Sehun tidak melihat ke depan hanya melihat ke arah belakang dan sehingga tidak menyadari ada sesuatu di depannya Sehun akan menabrakkan dirinya berakibat kan Banda berat di atas akan jatuh menimpah kepalanya yang akan berujung gegar otak, dan membuat Hana terkejut lalu dengan reflek menarik bajunya dia pun tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya dan hingga berakhir mereka jatuh ke lantai dan Sehun dengan sigap tangannya menahan kepala Hana dan kini Sehun berada di atas tubuh Hana, beberapa detik mereka masih menatap satu sama lain, dan deheman seseorang yang tiba-tiba berada di ambang pintu yang terbuka lebar, dan Untung saja hanya dia sendirian, membuat keduanya berdiri dan berjaga jarak


"Maaf tuan nona mengganggu kalian kantor akan tutup beberapa menit lagi" ucap satpam yang bertugas malam itu

__ADS_1


"Baik pak sebentar lagi kami akan selesai" ucap Sehun menahan malu tetapi dia tetap bisa cool


"Baik saya permisi" ucap pak satpam meninggalkan mereka berada disana


"Kenapa kau menarik baju ku, itu sangat berbahaya kau tahu jika jatuh karena kehilangan keseimbangan kau akan jatuh ke lantai dan kepala mu akan terbentur lantai" ucap Sehun


"Jika aku membiarkan kau berlari tanpa melihat ke depan sehingga membuat mu menabrak lemari itu kau akan kejatuhan Babel yang di atas" ucap Hana dan keduanya saling menatap dan terdengar suara menahan tawa dan akhirnya mereka melepaskan tawanya


"Sebaiknya kita segera pulang karena sudah malam" ucap Sehun dan dia mengangguk sebagai jawaban, di dalam lift Sehun maupun Hana merasa gugup teringat kejadian tadi, dan di dalam lift seketika menjadi hening


"Mengapa lift ini terasa lama sekali" gumam Hana dalam hati


"Hati-hati di jalan nona tuan" ucap satpam dengan tersenyum penuh makna dan membuat Sehun sedikit salah tingkah tetapi tidak kentara dia hanya menjawab anggukan kepala, sedangkan hana hanya diam, mereka berbeda arah, Sehun menuju parkiran mobil sedangkan Hana menuju ke halte


Dia pun menunggu bus yang akan datang, dan melihat jam di tangan nya


"Sudah jam 11 pasti susah dapat bus atau panggil taksi online saja tapi pasti susah"gumam dalam hati dan dia pun beranjak dari sana dan memutuskan untuk jalan kaki, meski akan banyak memakan banyak waktu di jalan tetapi tidak ada pilihan lain


"Untuk pertama kalinya aku baru tahu kalo Sehun bisa sangat cerewet" gumam Hana dalam hati, mengingat pria itu saat mengomel atau sedang memarahi dirinya, dia berjalan sendirian melihat bintang yang ada di langit Korea tidak terasa bibirnya membentuk senyuman

__ADS_1


Tiba-tiba terdengar suara klakson mobil yang kini berhenti di sampingnya tepat


"Kenapa jalan kaki sekarang sudah malam kau ingin besok terlambat dan membuat alasan jika tidak menemukan kendaraan" ucap Sehun ketika Pria itu membuka kaca spion mobilnya dan Hana pun melihat ke arah dalam mobil, pria itu mengomel lagi


"Besok saat Aku pergi kerja tidak akan telat dan berusaha datang tepat waktu" jawab Hana meyakinkan pria dingin itu


"Kau yakin, tapi aku tidak segera masuk ke mobil jika tidak ingin mendapatkan masalah karena terlalu lama di luar" ucap Sehun penuh penekanan dan akhirnya wanita itu mengalah karena takut ada seseorang yang mengenal Sehun dan diam-diam memotret keduanya, dia pun segera masuk ke dalam mobil


"Kenapa belum jalan" tanya Hana karena merasa mobil itu tidak berjalan sejak dia masuk ke dalamnya, dan pria itu mendekati dirinya lalu tangannya mengambil seatbelt yang belum dia kenakan, kini mereka terasa dekat sehingga keduanya bisa merasakan hembusan nafas masing-masing, dan membuat Hana merasa pipinya terbakar dia tidak jika pipinya kini berwarna merah merona, dan Sehun menyadari itu


"Bernafas lah jika tidak kau akan meninggoi, memang nya kau sedang berlatih di dalam air" ucap Sehun menahan tawa melihat reaksi wanita itu, dan Hana pun baru sadar jika dia belum mengenakan seatbelt


"Kau juga kenapa tiba-tiba seperti tadi aku jadi bingung" ucap Hana


"Kau ingin aku kena pajak karena keteledoran mu dan bukan aku yang kena tetapi mereka juga kena" ucap Sehun dan membuat Hana mengangguk paham dan merasa bersalah


"Maaf kan aku mungkin terlalu lelah membuat ku lupa lain kali tidak akan seperti ini, jangan pecat tolong" ucap Hana merasa bersalah, tetapi tidak di gubris oleh Sehun


"Dimana alamat tempat tinggal mu" tanya Sehun dan Hana pun menjelaskan letak apartemen nya

__ADS_1


__ADS_2