
Dia berfikir jika tidak salah nya membuka mata
"Baiklah" gumam Hana dalam hati, dia tersenyum menahan malu, dan mata dia terbelalak ketika menyadari jika dirinya hanya berkhayal, dan pria itu sedang memakai kembali bajunya
"Kau baik-baik saja, kenapa kau tadi tutup mata" ucap Chanyeol
"Bukan apa-apa hanya saja aku ngantuk, yauda aku mau tidur" ucap Hana yang menahan rasa malu, karena berimajinasi yang tidak-tidak
"Kau mandilah dulu, pasti kau lelah" ucap Chanyeol dan dia pun segera membersihkan diri lalu segera tidur, tetapi dirinya merasa lapar dan memutuskan untuk makan, karena Chanyeol masih terluka, akhirnya dia memutuskan untuk masak untuk Chanyeol juga
"Kau pasti lapar mau di buat kan apa" tanya Chanyeol yang sudah berada di dapur
"Kau masih sakit biarkan aku saja yang masak" ucap Hana
"Tidak sekalian aku juga lagi lapar" ucap Chanyeol, dan dia pun melihat isi kulkas hanya tersisa mie ramyeon dan beberapa butir telur
"Sepertinya besok kita harus belanja" ucap Chanyeol
"Baiklah kita buat mie ramyeon dengan dua butir telur" ucap Hana
"Biar aku saja kau duduklah" ucap Chanyeol tetapi dia menolak karena melihat kondisinya seperti saat ini, membuat nya semakin bersalah karena tidak bisa membantu apapun
"Maaf jika tidak bisa menolong mu tadi, dari para penjahat" ucap Hana
"Aku baik-baik saja dan luka ini tidak lama akan sembuh, jadi kamu tidak perlu khawatir" ucap Chanyeol mencoba menenangkan nya, dia memegang kedua pipinya agar menatap kedua matanya, dan dia mengangguk paham, dan keduanya saling menatap semakin dalam dan tidak ada jarak lagi di antara nya, dan berakhir dengan kiss
__ADS_1
"aku mencintaimu" ucap Chanyeol ketika melepaskan ci_umannya dan wanita itu tersenyum, dan akhirnya dia tahu jika Chanyeol juga mencintainya
"baiklah kita masak berdua bagaimana" ucap Hana dan dia pun setuju, keduanya nampak sangat bahagia
"jangan lupa Soju" ucap Hana dan pria itu mengangguk setuju
keesokan harinya hana berbelanja sendiri karena tidak tega mengajak Chanyeol karena dia tahu jika dia masih sakit, dan dia menolak di antar oleh dia
"kau baik-baik lah di sini aku tidak akan lama" ucap Hana
"apa kau yakin tidak membutuhkan aku" ucap Chanyeol yang merasa khawatir jika dirinya pergi sendirian
"aku hanya pergi di minimarket dekat apartemen jadi kau tidak perlu khawatir" ucap Hana dan dia pun mengangguk paham
setelah memilih apa saja yang di butuhkan, dia pun segera membayar total belanjaannya
"totalnya 50.000 won" ucap kasir dan Hana pun segera mengambil dompet di dalam tasnya, dan ternyata dia tidak menemukan nya
"bagaimana pembayaran cash atau debit" ucap nya lagi, dan Hana bingung jika dompet nya tertinggal di apartemen, dia lupa jika lupa memasukkan kembali dompet nya, dia bingung jika membatalkan belanjaannya maka dia harus kembali berbelanja dan dia akan kena Omelan orang, karena mengantri terlalu lama untuk menunggu dirinya, terlebih dia tidak membawa dompet maka akan berakibat fatal
"unnie sebenarnya" ucap Hana terpotong
"punya nona ini jadikan satu dengan belanjaan milik saya" ucap pria paruh baya yang berada di belakangnya lalu memberikan black card-nya, dan wanita itu segera menerima dan mengembalikan setelah selesai
"tapi tuan anda tidak perlu" ucap Hana yang ingin menolak atas bantuannya nya terlebih mereka tidak saling kenal
__ADS_1
"tidak apa-apa saya juga terburu-buru, dan semakin lama membuat mereka tidak nyaman" ucap pria asing itu, dan dia baru menyadari jika antrian semakin panjang
"gomawo" ucap Hana yang merasa sangat beruntung bertemu dengan pria asing yang mau membantu nya, dan dia pun segera mengambil kantong plastik nya yang berisi belanjaannya, lalu menghampiri pria asing itu, dan memanggil beberapa kali agar dia berhenti
"ahjusi" ucap Hana memanggil pria asing itu, dan dia pun melihat sosok wanita yang sudah dia tolong tadi
"gomawo ahjusi, jika boleh minta nomor untuk bisa mengembalikan uang belanja yang sudah anda keluarkan" ucap hana, dan pria itu tersenyum
"tidak perlu kau kembalikan, dan melihat mu mengingat kan ku dengan putri ku yang sangat cantik seperti dirimu" ucap pria asing itu, dan Hana menyadari jika pria baik itu merindukan putrinya, mungkin saja putri dia sedang studi di luar negeri, tetapi pria itu terlihat bukan asli korea
"ahjusi bukan orang sini" ucap Hana dan pria itu mengangguk
"aku asli Amerika dan sini untuk bisnis dan mencari putri ku yang hilang" ucap pria asing itu
"kita sama ahjusi, tapi aku tidak ingat rumah ku yang di Amerika, karena" ucap Hana terpotong karena ponselnya berdering dan dia baru ingat jika dia bisa membayar melalui ponselnya, dan dia melihat jika pria itu mengirim pesan sebuah gambar jika dompet miliknya tertinggal, dan dia menolak Chanyeol untuk datang, karena dirinya bisa membayar melalui ponselnya, dan Chanyeol khawatir jika Hana akan kebingungan untuk membayar
"maaf ahjusi, baru ingat jika bisa membayar melalui ponsel, dan boleh nomor rekening biar saya ganti" ucap Hana dan pria itu menggeleng sebagai jawaban
"tidak perlu, anggap saja ahjusi mentraktir mu, dan melihat mengobati rinduku pada putri ku" ucap pria asing yang memiliki hati yang sangat baik, terlihat tidak memiliki niat buruk padanya
"tapi ahjusi, kita baru bertemu dan anda membayar semua total belanja orang lain, dan ahjusi aku tidak ingin berhutang budi" ucap Hana dan pria itu tersenyum
"tidak apa-apa, lain kali jangan mudah minta kontak atau memberikan nomor pribadi ke orang asing yang baru di kenal itu sangat berbahaya, dan ahjusi sepertinya harus segera pergi" ucap pria asing itu dan Hana mengangguk menurut seperti putri yang mendengarkan nasihat dari ayahnya
"ahjusi, hati-hati di jalan" ucap Hana dan melambaikan tangan untuk dia, dan pria itu tersenyum menatap nya
__ADS_1