The Oldest Blossom

The Oldest Blossom
apa saja


__ADS_3

Bingung...


Itu hal yang kurasakan saat pertama kali mendengarkan penjelasan dosenku. Dari judulnya materi yang kami pelajari pagi ini sangatlah muda. Tapi kenapa rasanya begitu rumit. Apa karna penjelasan pak Suharjo dosenku asal surabaya yang kini menjadi salah satu dosen favorit dikampusku. Atau karna fikiranku yang terlalu melayang melewati langit.


Hingga kelas berakhir sebuah senyuman tak tampak diwajahku. Aku tahu adel sahabatku memperhatikanku. Dia berusaha mengajakku berbicara dan mengatakan beberapa hal yang sebenarnya membuatku tak tertarik. Didalam hatiku hanya ada satu kata "rumah".


Setelah musim libur datang aku memesan sebuah tiket kembali ke indonesia. Aku membawa semua barangku turut serta. Yang tertinggal hanya beberapa lembar krs yang belum ku isi.


Langit begitu cerah saat pertama kali aku menginjakkan kakiku ditanah kelahiranku. Terik matarai terasa begitu kentara dikulitku. Cuaca yang derastis berubah tak menggoyahkan kakiku. Sudah lama aku tidak kembali. Nyaris 5 tahun, sejak ku putuskan untuk meneruskan s 2ku dengan program bea siswa.


Sejujurnya orangtuaku sangat begitu bangga. Mereka tidak sabar menunggu kelulusanku. Aku pun begitu tapi sepertinya Tuhan punya rencana lain untukku. Sebuah rencana yang tak bisa ku prediksi sama sekali.


"hei kak non... " Suara seseorang yang sangat familiar terdengar jelas ditelingaku. Aku menangkap sosok adikku satu satunya Gabriel. Dia tampak melambaikan tangannya dari jauh. Wajahnya tampan dan gayanya begitu cool. Wajar dikalangan anak seusianya dia begitu terkenal. Bahkan dia mendapat gelar oppa dari teman temannya. Kesibukannya sepanjang hari hanya membuat konten yuo tube. Tak lupa aku juga membawakan oleh oleh kamere baru dari canada.


"sama siapa? "Tanyaku saat tiba dihadapannya. Dan dia langsung menatap kearah mobil mini cooper berwarna merah yang parkir tak jauh dari bandara.


"baru beli yah? " Tanyaku seraya mengikuti langkah kakinya. dia hanya tersenyum kecil menjawabnya.


"sekolahmu gimana. udah semester berapa? "


"cuti.. "


"kok cuti? kapan bisa kelar ?" Protesku seraya berhenti. Gabriel membuka pintu. Seekor anjing kampung bercorak harimau melompat keluar dan berlari kearahku.


"gamboooo. " kataku kegirangan. Anjing berusia 8 tahun itu tampak mengibas ibaskan ekornya. Dia tampak begitu bahagia menyambut kepulanganku. Walaupun dia hanya seeokr anjing kampung dengan panjang ekor kira kira seukuran jari telunjuk. Tapi dia anjing yang begitu baik, manja dan juga pintar. Aku tersadar gabriel belum menjawab pertanyaanku. Dia punya cara sendiri untuk mengelak.



Butuh waktu sejam untuk sampai kekampung halamanku. Tanah d tempat tinggalku begitu subur sehingga dibelakang rumah ibu punya kebun sendiri sehingga dia bisa menghemat uang belanja. Dia menanam cabai, tomat, sayur dan juga banyak lagi. Sedang disamping rumah dia membuat kebun bunga yang sangat cantik. Bapak dan Ibu menata rumah sangat baik. Mereka juga punya kolam ikan mas dan juga ternak ayam. Mereka begitu sibuk setiap harinya untuk mengurusinya dan itu baik untuk kesehatan mereka.


Yah semenjak gabriel sukses dengan kontennya dan punya penghasilan sendiri. Bapak dan Ibu tak bekerja lagi. Sesekali bapak hanya memenuhi pesanan bunga dari beberapa salon dan toko bunga.


Keluargaku memilih untuk tetap hidup sederhana dirumah kami. Walau gabriel sudah punya rumah yang bagus tapi dia jarang menggunakannya. Mungkin karna rumah yang kami tempati mempunyai banyak kenangan.


"sudah sampai. " ibuku merangkulku ketika aku sampai diteras rumah. Dia memelukku erat melepas kerinduannya selama 5 tahun kami berpisah.


"kamu makin kurus saja. "protes Bapak setelahnya.

__ADS_1


"ini ni kebiasaan. Kalau sudah belajar lupa semua. Termasuk lupa makan.


"mungkin dia mau langsing, selangsing jenni blackping bu. "Kata gabriel dari dalam rumah.


"ayo masuk, istirahat dulu. ibu akan siapkan makan siang ok. " Kata ibuku kemudian.


selagi ibu menyiapkan makan siang. Aku naik kekamarku di lantai dua. Kamar yang masih seperti dulu. Aku berjalan kearah meja belajarku. Mading yang kutinggalkan dulu pun masih belum berubah. Tampak beberapa foto saat bersama teman teman sekelas ada disana. Aku mengambil salah satunya. Ada fotoku dengan Rey disana.



"apa kabar rey? " Tanyaku dalam hati sembari tersenyum. Aku teringat akan sosok Rey yang berubah sikap sesaat setelah dia mengetahui rencanaku untuk kuliah diluar negri.


Itu adalah foto pertama kami.


Siang itu kami makan bersama diruang makan. Ibu memasak makanan khas batak. Mulai dari bpk hingga daun singkong ditumbuk dan juga ikan mas arsik. Rasa kerinduanku terasa terbayar seketika. Gamboo juga mendapat bagian dibawah meja. Dia punya wajan sendiri untuk makan. Dia memekai celemek bermotif fotonya yang dibuat adikku. Dia sangat lucu.


"selama liburan nona gantikan bapak yah ngurus toko. Bapak mau istirahat dulu. Lagian sudah lama sekali gak pergi mancing"


"siap bosku. "


"Sherli pasti senang melihatmu kembali, dia sangat rajin. Dia mengurus toko dengan baik. " info ibuku lagi.


"tenang saja. rahasia kita aman" Kata ibu seraya membuat kode mengunci mulutnya.


Keesokan harinya gabriel mengantarkanku ke toko yang tak jauh dari rumah. Tampak seorang anak gadis dengan rambut terikat tampak sibuk merangkai bunga. Aku memasuki pintu seraya menenteng sebuah paperbag untuk kuberikan padanya.


Dia adalah Sherli. seorang gadis seumuran Gabriel adikku yang kutemukan tak sengaja saat sedang mencari buku diperpus. Dia anak yang baik dan rajin. Dia memutuskan untuk tidak melanjutkan studinya dan bekerja ditoko bunga milik keluargaku setelah ayahnya meninggal.


"mbak mau pesan bunga. "Kataku


"bu.... "Belum serli menyelesaikan kata katanya dia sudah terdiam. Dia tampak terkejut dan bangkit berdiri. Meletakkan guntingnya diatas meja dan langsung memelukku.


"kak nona.... " Katanya kegirangan.


"rindu yah? padahal tiap hari vidio call"


"iyah tapikan beda. kok gk bilang bilang sih mau balik? "

__ADS_1


"biar surprise"


"ahh kakak. "


"nih oleh oleh untukmu " Kataku sembari menyerahkan paperbag itu padanya


"aihh senangnya. " Katanya seraya membuka bungkusan itu. Ada sebuah dress berwarna pink yang membuat bibirnya tersenyum kesenangan.


"aihh cantiknya... makasih yah kk. "


"iyah... "


"kamu lagi buat bunga untuk siapa? "Tanyaku kemudian sambil meraih sebuket bunga yang nyaris selesai.


"bg iyel kak"


"iyel.. ?"Kataku bingung.


"iyah.. katanya mau buat temannya.


"oh... "


" dia selalu bantuin enggak? "


"wih boro boro bantuin. Paling juga cuma jaga kalau aku makan siang kak. Itu juga selalu protes kalau aku datang telat dikit aja, udah ngamuk ngamuk gak jelas. "


"oh yah.. "


"kadang dia bawa temannya kesini. Tapi yang ada mereka malah buat aku kebisingan. Belum lagi kalau teman ceweknya yang kesini. " Sherli tampak seolah mengutarakan unek uneknya.


"pacarnya anak mana? "


"gk tentu kak. ganti ganti mulu. maklum oppa tamfan banyak dinaksir. " Kata Sherli meledek.


"kamu gak naksir?"


"aihh kak non ini. udah ah. aku mau lanjutin ini dulu. nanti dia ngamuk lagi. "

__ADS_1



#rey,,,,


__ADS_2