The Oldest Blossom

The Oldest Blossom
keputusan sonia


__ADS_3

hello reader,, sesudah baca critaku jangan lupa buat like dan coment yah. Biar aku makin semangat nulis setiap hari


happy reader


happy ngelahu 😁😁


Pagi itu Sherli kembali ketoko. Begitu sampai dia merapikannya dan menata ulang beberapa bunga dan saat dia sedang membereskan meja kerjanya dia menemukan bungkusan plastik berisi obat obatan. Sherli meraihnya dan memperhatikannya.


"Semalam hanya kak Non yang disini. Apa ini tertinggal? " fikirnya sesaat dan tak lama dia menyimpan obat itu didalam tasnya.


"Akan ku antar saat makan siang saja" fikirnya lagi lalu kembali mengemasi beberapa sampah dan membuangnya keluar.


Sherli kemudian masuk dan duduk dikursinya sambil membuka aplikasi you tubenya untuk mendengarkan lagu lagu melownya ari lasso.


Pagi itu masih sepi, belum ada pelanggan yang datang. Sherli berfikir untuk berdandan sedikit dan saat dia kembali membuka tasnya ada rasa penasaran menghampirinya.


"Ini obat apa yah? kenapa kak kon punya obat sebanyak ini? fikir Sherli lagi saat Dia memperhatikan obat obatan itu. Sherli lalu berinisiatif untuk mengecek obat itu diinternet dan Sherli begitu terkejut saat membaca fungsi dan efek dari obat tersebut.


Sherli merasa bingung dan semakin penasaran. Sherli lalu membawa obat itu dan bergegas mengunci toko.


"Eh nak Sherli,,, pagi pagi sekali." sapa ibu saat melihat Sherli memasuki gerbang


"Oh mau liatin kak non bu"


"Kebetulan sekali, ibu mau kepasar. Tolong temani kak Non sebentar yah. Dia masih ada dikamarnya." kata ibu kemudian pergi. Sherli lalu bergegas masuk dan langsung menuju kamarku.


Sherli mengetok ngetok pintu beberapa kali dan memanggilku tapi karna tak ada sautan Sherli lalu membukanya. Pintu itu tak terkunci. Sherli masuk dan mendapatiku masih berada ditempat tidur


"Kak non... "panggilnya seraya mendekatiku


"Kak non..., kak... "Sherli berusaha membangunkanku tapi karna sama sekali tak ada respon Sherli langsung berinisiatif untuk menelfon Adi.


"Haloo.. "kata Adi saat baru menuruni tangga


"Bang, kak Non pingsan. Aku sudah coba bangunin tapi gak bangun juga. Aku juga nemu beberapa obat berbahaya punya kak Non. Cepatlah datang bang, aku khawatir" kata Sherli panik. Adi bergegas meninggalkan rumah dan membiarkan Rey tinggal disana karna belum terbangun.


Adi menggas mobilnya kencang agar segera sampai dirumah. Sherli tampak menunggunya didepan dengan was was


"Dimana? "tanya Adi begitu tiba


"Dikamarnya, bapak sama ibu sedang diluar." jelas Sherli sambil berjalan mengejar langkah Adi.


"Non.. Non... " Adi berusaha kembali membangunkanku. Dia lalu memeriksa denyut nadiku dan kemudian bergegas membawaku keluar dari sana menuju rumah sakit.

__ADS_1


Setibanya dirumah sakit mereka langsung memindahkanku ketempat tidur dan mendorongnya menuju IGD.


Samar samar aku mendapati kesadaranku. Aku melihat Sherli menangis sambil mengikuti para suster dan Adi. Aku meraih tangannya dan Sherli menyadarinya.


"Kak non... "


"Jangan beritahu bapak dan ibu... " kataku terbata bata sebelum akhirnya kami sampai dan Sherli harus tinggal diluar. 10 menit menunggu dengan khawatir diluar akhirnya Adi keluar dari sana. Wajahnya tampak lega dan sedikit tenang.


"Gimana bang? " tanya Sherli penasaran.


"Udah stabil. "


"Kak non sakit apa? "


"Dia baik saja. tenanglah"


"Beritahu aku bang, kak Non sudah kaya kakakku sendiri. Aku tahu dia sedang tak baik" kata Sherli lagi sambil menahan tangan Adi. Adi melihat mata Sherli masih berkaca kaca.


"Sebelah ginjalnya sudah rusak. Dia menderita lupus dan dia mengkonsumsi obat obat keras. Dia gak mau keluarganya tahu. "


"Kak Non.... " kata Sherli tak percaya


"Sebenarnya dia sudah sekarat, dia terlalu memaksakan diri. "


" Doakan saja. doakan agar dia mau menerima pengobatan " kata Adi lagi dan tak lama suster mendorong ranjangku untuk dipindahkan keruangan inap.


"Kamu dimana? " tanya Sonia saat Rey baru menerima telponnya


"Dirumah Adi"


"Aku kesana. kita harus bicara" kata Sonia mengakhiri pembicaraan lalu menutup Telponny. Sonia berjalan keluar dan dia mendapati Yuna adiknya tengah berjalan dengan penuh kegembiraan dengan penampilan yang perfect menuju pintu rumah.


"Yuna... mau kemana?" tanya Sonia sebelum Yuna keluar


"Mau kencan kak"


"Pagi pagi gini" kata Sonia bingung. Yuna tak ingin berlama lama. Dia melambaikan tangannya lalu pergi menuju taxi yang sudah menunggunya didepan.


"Kak.... " kata Sherli setelah aku tersadar. Aku melihat Sherli begitu sedih, matanya masih memerah. Aku berusaha tersenyum untuknya dan tak lama suara ibu terdengar memasuki ruangan itu.


"Non... " kata ibu khawatir


"Kamu kenapa nak.. ? ibu begitu khawatir dengar kamu masuk rumah sakit. "

__ADS_1


"Kak Non... "sebelum Sherli memberi penjelasan, aku langsung meraih tangannya. Menatapnya, berharap Sherli akan mengerti.


"Aku baik saja bu" kataku


"Ibu khawatir nak. Ibu mohon lupakan kejadian semalam. Ibu tahu kalian saling menyayangi tapi mungkin kalian gak berjodoh. Ibu percaya kamu bisa dapatkan yang lebih baik dari itu. Kamu harus semangat yah nak. " kata ibu mencoba menghiburku. Ibu memelukku dan menciumku. Ibu berfikir kalau aku down karna tak bisa menerima kejadian semalam.


"Iyah bu.. "


"Cepat sembuh.. kita akan pergi berlibur. "


"iyah bu... "


Di rumah Adi


sonia menekan bel rumah Adi sebelum akhirnya pintu dibuka. Rey yang membukanya dan mengajak Sonia masuk kedalam


"Kamu bau minuman" kata Sonia setelah mereka sampai diruang tamu.


"To the point aja. Aku sedang tak mood" kata Rey sambil duduk


"Aku bersedia menikah denganmu" kata Sonia terus terang. Rey kaget dan langsung menatapnya dan bangkit mendekatinya


"Apa katamu? "



"Sudah ku fikirkan. Aku akan terima lamaranmu"


"Sonia... "


"Berfikirlah logika Rey, dengan situasi saat ini kamu gakkan bisa lagi balikan dengannya. Keluarganya dan keluargamu takkan setuju dan lagi aku masih mencintaimu dan kamu juga harus mengerti perasaan tante. "


"Ku fikir hanya aku yang gila. Ternyata kamu lebih gila" kata Rey pedas hingga membuat Sonia sakit hati. Namun hal itu malah semakin membuatnya lebih gigih dan tertantang.


"Aku gakkan nyerah Rey. Aku gak peduli lagi. Tante benar aku harus pertahanin kamu. Aku gakkan kalah"


"Terserah... aku tak meminta pendapatmu "elak Rey lalu menjauh. Sonia yang kesal lalu mengejar Rey dan tiba tiba mencium paksa Rey. Rey yang kesal lalu mendorongnya hingga jatuh kelantai.


"Jaga perilakumu" bentak Rey menahan emosinya.


"Kenapa Rey, kamu gak suka?aku juga gak peduli kamu suka ato enggak. Aku gakkan lepasin kamu. Aku bakal buat kamu benar benar cinta sama aku. " kata Sonia sedikit berteriak. Rey tak peduli dia meninggalkan Sonia disana.


Sherli duduk diruang tunggu didepan kamarku. Dia ingin menelfon Gabriel dan menceritakan kondisi ku tapi saat dia ingat permintaanku hatinya lalu ragu.

__ADS_1


Sherli merasa serba salah, hatinya begitu kacau karna keraguan hatinya dan lagi saat Di berusaha untuk menelfon Gabriel, Gabriel tak kunjung mengangkat teleponnya. Hp gabriel berada didalam tasnya saat dia sedang bermain basket.


__ADS_2