The Oldest Blossom

The Oldest Blossom
pantang menyerah


__ADS_3

aku dan kak mika duduk berdua menunggu kabar dari papinya rey. agak lama kami menunggunya. aku memperhatikan kak mika yang agak kurusan. perutnya sudah besar dan dia terus mengelusnya. aku melihat kalau kedua kakinya bengkak.


"kakak baik baik saja? "tanyaku dan dia langsung tersenyum


"kakak agak kurusan"


"ehm... sejak hamil kakak kurang nafsu makan"


"kakak gak boleh egois nuruti kemauan seperti itu. dia perlu banyak asupan gizi biar saat lahir nanti dia sehat. "


"iyah..., "


"kakak juga sering murung, kakak harus ceria, sebentar lagi adik bayi ini akan lahir"


"sejujurnya kakak selalu kepikiran mami. kakak tahu sudah buat kesalahn tapi mengapa mami begitu membenci kakak. "


"mungkin setelah adik bagi ini lahir hati tante bisa berubah"


"semoga seperti itu"


"kamu gak usah ngarep, mami gak sudi nerima anak itu jadi cucu mami"kata maminya rey kesal dari arah dapur. kak mika bangkit dan berdiri menatap beliau yang datang mendekat.


"mami. maafin mika mi"kata kak mika. tapi maminya itu tampak menjauh darinya. kak mika terbawa rasa sedihnya. dia lalu berlutut dikaki maminya itu sambil menangis.


"maafin mika. mika tahu mika salah. mika sangat minta maaf"


"minta maafmu itu gak bisa kembalikan nama baik kekuarga ini"


"apa buat mami kebahagian mika tidak lebih berarti dari pada nama baik keluarga ini ?"


kamu fikir sendiri"kata beliau kesal. lalu mendorong kak mika. aku segera mendapatinya dan memeluknya.


"sudah kak... "


"kalian berdua sama saja. sama sama menyebalkan"kata maminya rey lalu pergi. kak mika menangis terisak isak. aku lalu membawanya masuk kedalam kamarnya dan berusaha menenangkannya disana..


"sudahkah kak. jangan menangis lagi"


"kenapa mami begitu jahat, kenapa dia tidak mau mengerti dan menerima keputusan kakak ?"

__ADS_1


"wajar kalau tante kecewa kak. setidaknya kakak harus jelaskan alasan kakak. mungkin itu bisa menjadi pertimbangan buat tante"


"mami gak mau mendengarkan kakak. yang mami tahu hanya menjaga nama baik keluarga ini. "


"sabar yah kak,,, masih ada om dan rey yang sayang sama kakak. "kataku menghiburnya.


maminya rey merasa begitu kesal. dia berpikir untuk keluar dan mencoba menghibur hatinya. beliau pergi bersama supir pribadinya dan dikawal salah seorang ajudan yang menaiki motor mengikuti dari belakang.


ditengah jalan. dijalanan yang agak sepi mobil maminya rey dihadang oleh sebuah mobil. ajudan tersebut langsung turun dari motornya dan seketika terjadi perkelahian antara mereka. namun karna kalah jumlah akhirnya ajudan dan supir tersebut terjatuh dan wajah mereka babak belur. maminya rey yang masih bersembunyi didalam mobil merasa begitu takut. dia mengunci pintu namun seketika dipecahkan oleh wesli.


"ikut kami"katanya sambil menarik maminya rey dari dalam mobil dan memaksanya ikut masuk kedalam mobil mereka. mulut beliau ditempeli solasi agar beliau tak berteriak dan lagi tangannya juga sudah diikat dengan kuat.


beliau hanya bisa menangis dalam ketakutannya. wesli menatapnya. ditangannya ada sebuah pisau kecil yang diputar putarkannya.


rey tiba dilokasi yang mereka janjikan dan may belum ada disana. dia harus menunggu hingga gadis cantik itu datang untuknya.


sedang dikantor polisi, diruangannya papinya rey mendapat kabar kalau anaknya itu sedang menuju kesebuah tempat untuk bertemu may. papinya rey lalu segera memerintahkan team baru untuk melakukan oprasi penyelamat dan mereka segera untuk bersiap.


riu sendiri yang baru sembuh.setelah mengabari paul dia pun bergegas untuk menyusul rey.



wajahnya bagai tak asing. aku ingat kami bertemu dengannya dirumah sakit dan dia adalah wanita yang dulu dicium oleh rey didepan mataku.


"hai... "sapanya ramah


"kamu pasti may"tebakku dan dia langsung tersenyum.


"rey sedang menungguku di xxx. dan maminya juga sedang dalam perjalanan kesana. dan adi sahabat karibnya itu tengah terkurung dirumah sakit rehabilitasi karna aku baru saja menyuntikkan obat bagus untuknya"


"apa maumu? "


"balas dendam. ayahmu itu seorang bandar besar wajar menjadi buronan. "


"jangan lupa. rey juga memperalatku untuk kepentingannya. aku harus membuatnya menjadi masalah pribadikan ?"


"jangan berbuat bodoh. polisi takkan tinggal diam"kataku mencoba memperingatkannya tapi may malah tersenyum senang.


"jangan karna kamu dalam tahap mengejar s 2 diluar negeri,jadi kamu bisa mengajariku. aku bukan gadis bodoh, "

__ADS_1


"kalau kamu memang tak bodoh harusnya kamu tahu kalau melakukan hal ini sama saja menjerumuskan dirimu sendiri." kataku dan wajah may kini tampak kesal


" berhenti menceramahiku. sekarang kamu mau ikut baik baik atau harus kupaksa. hayo kita temui rey bersama"kata may dan kedua lelaki dibelakangnya lalu menarikkuu dan mambawaku paksa dari sana.


"kenapa begitu lama. apa yang sedang dia lakukan?"fikir rey dan seketika mata rey tertuju pada box box yang tampak mengeluarkan uapan es. rey mendekatinya dan dia melihat sejumlah lobster segar dan beberapa box jenis makanan seefood segar disana. seketika rey punya ide diotaknya.


tak lama setelah itu dua mobil muncul dan mendekati rey yang berdiri didepan sebuah gudang tua. sejumlah lelaki berpakaian hitam tampak keluar. rey begitu terkejut saat maminya juga turun dan disusul aku dan may yang keluar dari mobil yang berbeda.


"hai rey... "sapa may setelah dia sampai dihadapan rey. rey tampak begitu tenang. dia lalu masuk kedalam gudang dan may mengikutinya.


"gk usah basa basi. "kata rey


"aku setuju..., jadi kau mau aku mulai dari mana, mamimu atau pacar mu?" tanya may sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam tas mewahnya. itu adalah jarum suntik dan sebotol cairan.


"jangan berbuat bodoh. ayahmu ada pada kami.


"ku rasa itu gak sebanding dengan semua yang ku dapatkan. "katanya begitu sombong.


"baiklah,, kalau kau mau main keras. aku gak keberatan"kata rey lalu membuka jaketnya dan maju.


satu demi satu anak buah may maju dan melawan rey. rey bisa dengan mudah menjatuhkan sejumlah anak buahnya may. dia tetap bertahan walau dia sempat beberapa x menerima pukulan diwajahnya.



may duduk santai disalah satu kursi tua. dan menunggu pertarungan itu selesai. dan saat tahu kalau sejumlah anak buahnya itu telah kalah. may tak pantang menyerah. dia masih sanggup tersenyum sambil menarik maminya rey.


"kalau kau berani mendekat. aku akan suntikan ini pada mamimu"ancam may. rey terdiam. matanya menatap may begitu kesal dan seseorang lalu maju dan memukuli rey. rey tak mau untuk melawan. aku hanya bisa berteriak memohon agar mereka berhenti memukulinya.tapi semua itu percuma.


mereka memukuli rey hingga sejumlah darah keluar dari mulutnya. dan hal itu tak membuatnya lemah. rey masih bisa tersenyum saat may menarik kerah bajunya saat dia sudah tergeletak dilantai.


"aku akan membuatmu menyesal karna sudah menggangguku"kata may kesal


"jangan senang dulu. aku belum menyerah.



rey tertawa kecil. may begitu kesal dia lalu menancapkan suntik itu pada rey dan menyuntikannya.


"rey..... "teriakku keras. rey mencoba menguatkan dirinya. dia lalu menarik meja didekat may hingga meja itu tumbah dan semua box disana jatuh kearah may.

__ADS_1


__ADS_2